
panglima kerajaan petir mencoba pendekatan dengan mereka berdua ,
" kalian jangan seperti itu ,,, santai saja ,, besok aku sudah menjadi guru kalian , Danu ayah mu berpesan agar kamu giat berlatih , ini juga perintah dari sang pangeran " kata panglima itu sambil menjelaskan , keduanya hanya menganggukkan kepalanya tak berani untuk menjawab perkataan sang panglima negara petir yang sebentar lagi akan menjadi guru mereka berdua ,
βΏπ
saat ini Danu sudah berada di sebuah lapangan yang luas ,, panglima kerajaan petir itu sudah akan memulai pelatihan dengan mereka berdua ,
Danu dan reinki yang berdiri tegap menghadap sang panglima terus fokus memperhatikannya ,
" Danu , reinki ,,, aku akan memulai dengan sebuah jurus awal , jurus ini di ciptakan oleh pendahulu kaisar naga emas , kenapa pangeran memilih ku sebagai guru untuk mengajari kalian , itu sebabnya karena aku memiliki ilmu yang sama seperti yang dimiliki ayahmu , keturunan dari sang kaisar " panglima mencoba menjelaskan asal mula jurus yang saat ini ingin dia ajarkan kepada Danu dan reinki , karena tidak semua orang bisa belajar ilmu tersebut , sebab ilmu itu memiliki energi raja iblis , siapapun yang tidak terpilih maka dia akan terbakar oleh sumber kekuatan dari sang raja iblis ,
Danu dan reinki mengangguk kepalanya , tanda mereka faham penjelasan dari sang panglima ,
setelah itu mereka dapat memulai pelatihan dengan silat dasar , pertama-tama mereka harus mengeluarkan energi murni yang ada di dalam tubuh mereka setelah itu , kekuatan tersebut harus mereka saluran kedalam kedua genggaman tangan dan kedua telapak kaki mereka , setelah kekuatan bertumpu pada titik utama , maka mereka harus mengerakkan kekuatan tersebut mengikuti arah angin yang terus bergerak , seperti jurus tarian dayang , sesekali gerakan itu sangat sigap dan cepat , terkadang lembut seperti menari , berulang - ulang sang panglima menjejakki kekuatan mereka dengan hawa murni tersebut , Jirah ditubuh Danu mulai bersinar lagi , tiba-tiba saja cahaya keemasan itu keluar dari dalam tubuh Danu , sampai Danu merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya , tak tahan dengan hawa panas tersebut ia pun berteriak keras ,
" haaaakkkkkk.,,, hakkk " panglima buru-buru mendekati tubuh Danu yang mengeluarkan cahaya keemasan itu , Jirah ditubuh Danu terus berputar mengelilingi seluruh anggota tubuhnya , kekuatan naga emas sejati telah aktif , tubuh Danu hanya butuh penyesuaian saja , hawa yang keluar dari dalam tubuhnya itu menandakan bahwa energi naga mulai menyerap kekuatan dan hawa murni yang dihasilkan oleh gerakan Danu tadi , sehingga energi naga sejati telah aktif , sinar keemasan itu terus bertambah terang , sampai reinki tidak dapat melihat tubuh Danu yang terselimuti oleh sinar emas ,
" Danu ,,, Danu ,,, kamu tidak apa-apa " suara reinki memanggil Danu , saat ini reinki sangat kawatir terhadap Danu ,
hampir satu jam lebih sinar di tubuh danu itu , perlahan-lahan mulai masuk kembali ke dalam tubuh Danu , dan ,,,,,,
" ahk huukk ,,uuuhhh " suara Siemens keluar dari dalam tubuh Danu ,
__ADS_1
" hemm ,,, emmm,,,huukkk. grookkk " suara Siemens yang menjadi besar sebesar tunggangan manusia , panglima dan reinki sangat terkejut dan takut terhadap Siemens , harimau bertanduk rusa itu ,
" si,,, Siemens ,,, a,,,aku reinki sahabat Danu Rei " suara reinki tergagap ,
" rauonggggg " suara Siemens semakin membesar sebesar tubuh nya yang cukup besar ,
Danu sudah menyerap kembali energi emas tersebut , tubuhnya perlahan-lahan menjadi normal kembali , Siemens yang sudah berubah bentuk menjadi singa besar meraung keras , membuat reinki dan panglima bergetar mendengar raungan Siemens ,
" grauookhhggg " suara Siemens mengaung ,
Danu melihat kearah Siemens ,
" Siemens ,,, " suara Danu memanggil nama tunggangannya ,
" apakah kamu tidak ingin kembali lagi , kau masih ingin disini bersamaku " Danu berbicara kepada Siemens , Siemens yang mengerti ucapan sang majikan seketika menjadi kecil seperti anak kucing ,
" oung,,, oung ,,, " suara Siemens yang sudah berubah bentuk menjadi anak kucing yang lucu , sambil memeluk tubuh Danu ia mengusap-usap kepalanya dibadan Danu , Danu seketika mengendong dan mengelus-elus tubuh Siemens , selanjutnya ia pun telah masuk kedalam tubuh Danu ,
Danu dan reinki pun melanjutkan latihannya , ia mulai dari awal , menggerak-gerakkan tangan dan kakinya seperti semula kala , sampai akhir waktu senja , mereka menghentikan pelatihannya ,
" Danu , reinki hari sudah akan senja , ayo kita pulang , mungkin bi anum sudah menyiapkan masakan yang lezat " kata panglima kerajaan petir itu dengan senyum dibibirnya ,
mereka berjalan beriringan , sampai mereka di sebuah rumah persinggahan milik sang pangeran ketiga Chu kheyang , rupanya mereka telah disambut oleh pangeran yang sedang duduk diatas meja yang penuh dengan aneka macam hidangan makanan ,
__ADS_1
"oh ,,, rupanya kalian sudah datang ,, baguslah ,,, ayo kita makan bersama " kata sang pangeran yang sudah menyendokan makanan kedalam piringnya , panglima pun segera duduk di kursi , begitu juga reinki dan Danu seketika mereka semua menikmati hidangan yang sudah tersaji ,
πβΏβοΈ
saat ini chienhu , Chin Hong , jienam , sedang bersama dengan paman bhihong yang mengendarai gerobak kudanya , tujuannya adalah desa mata air , perjalanan yang memakan waktu seharian itu cukup melelahkan bagi mereka sampai di pertengahan jalan mereka harus menghentikan kudanya , sebab kuda butuh makan dan beristirahat , setelah cukup mereka kembali melanjutkan perjalanannya , setelah keluar dari desa hutan kecil mereka akan bertemu dengan arca bertuliskan desa mata air ,
sebelum mereka mencapai arca tersebut , grobak kuda mereka di hentikan oleh seseorang yang ingin meminta upeti , jika tidak diberikan secara baik-baik maka semua barang yang berada di dalamnya akan diambil paksa oleh mereka ,
paman bhihong pun harus merelakan sebagian barangnya di ambil , namun chienhu dan Chin Hong tidak membiarkan hal itu terjadi ,
" cepat keluar " kata orang yang sedang menghadang jalannya , paman bhihong pun keluar ,
" ada apa ini " paman bhihong bertanya kepada orang yang berjumlah 6 orang tersebut ,
" kalau melewati kawasan ini harus membayar upeti " kata penghadang jalan ,
" seenaknya saja " suara bhi chong yang baru keluar dari dalam gerobak kuda paman bhihong ,
akhirnya perkelahian pun tak terelakkan , bhi chong melawan ke enam orang tersebut seperti memukul lalat yang hinggap di kulitnya , sekali serang dua atau tiga orang tergeletak di atas tanah tak bisa bergerak lagi , sampai akhirnya yang keenam , orang itu melarikan diri Tungga- langgang sampai tak tentu arah , begitu juga teman-temannya , mereka berlari kedalam semak dan hilang di balik pohon hutan ,
akhirnya gerobak kuda melanjutkan perjalanannya menuju desa mata air ,
tidak beberapa lama kemudian arca dari penanda desa sudah terlihat oleh gerobak kuda paman bhihong , paman bhihong segera melajukan gerobak kudanya , ternyata disana sudah ada petugas penjaga keamanan desa , mereka akan mengambil uang pajak jika seseorang ingin berdagang di desa mereka ,
__ADS_1
ternyata desa air jernih sangat ramai , lebih mirip seperti ibu kota kerajaan petir , banyak sekali pedagang yang berdagang , semua bahan , juga peralatan tersedia di desa mata air ini ,