Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 152


__ADS_3

Pada saat ini She Hou dan Shanghu sedang melakukan perjalanan menuju kerajaan gelap ,


Mereka akan kembali ke tempat penelitian yang lama ,


Dimana waktu itu mereka berdua menciptakan manusia super kultivasi ,


Berbeda dengan hari ini mereka akan membangun Jasad Kaisar Terdahulu ,


Pada saat ini mereka masih berada di dalam wilayah kerajaan petir ,


Mereka akan terus melanjutkan perjalanan menuju kerajaan gelap ,


" Shanghu , sebaiknya kita cari penginapannya " kata She Hou menyarankan kepada Shanghu ,


ia pun menjawabnya ,


" Iyah , baiklah " jawab Shanghu singkat ,


Akhirnya kedua Alkemis itu mencari sebuah penginapan ,


mereka berdua tidak akan lama di dalam kerajaan petir ,


Walaupun rencana yang ingin mereka lakukan itu cepat selesai , namun mereka tidak terburu-buru ,


Tibalah mereka di sebuah penginapan ,


Setelah memesan satu ruang kamar keduanya segera masuk ke dalam ruang kamar tidur yang sudah di pesannya ,


" Shanghu , aku akan membersihkan diri dulu , setelah itu kita cari makanan " kata She Hou yang langsung beranjak dari tempatnya menuju ruang kamar mandi ,


Tidak berapa lama kemudian She Hou keluar dari dalam ruang kamar mandi ,


Shanghu yang melihat She Hou keluar ia pun segera masuk kedalam mengantikan She Hou ,


Setelah aktivitasnya selsai , Shanghu segera menghampiri She Hou yang akan keluar dari dalam ruang kamar penginapan ,


Kedua Alkemis itu segera berjalan mencari warung makan ,


Setelah mereka menemukan tempat yang diinginkannya , segera keduanya memesan makanan ,


⏩⏭️


Pagi ini Danu dan yang lainnya mempersiapkan semua ,


Sedangkan Hausan segera melaporkan semua kejadian yang terjadi di dalam istana Raja Terdahulu ,


" Danu , Reinki kamu segera bersiap-siap , aku akan melaporkan semuanya yang terjadi di dalam istana Raja Terdahulu " kata Hausan berpesan kepada Danu dan Reinki ,


" Baiklah Paman ,, " jawab keduanya serentak ,


Hausan segera berlalu pergi meninggalkan kedua bocah itu ,


Danu segera masuk kedalam ruangan ayahnya ,


Ternyata sang ayah sudah mulai ingin beraktifitas ,


" Ayah , kamu belum sehat , jangan beraktivitas dulu " kata Danu yang langsung mendekati Ayahnya ,

__ADS_1


" Tidak Danu , ayah akan melaporkan kepada yang mulia pangeran ketiga Chu kheyang dan kaisar Bhu Thiong Hao " kata Santos kepada anaknya ,


Sejurus kemudian Santos mulai duduk bersila sambil berkonsentrasi ,


Melihat ayahnya yang ingin berbicara kepada pengawa kerajaan , ia pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam ruangannya ,


Danu dan Reinki menuju ruangan Guru Besar Akuma ,


Sesampainya mereka di dalam ruangan tersebut , ia mendapati Ranghao yang masih duduk setia disamping tempat ranjang tidurnya ,


Kali ini Ranghao berubah Wujudnya menjadi monster yang mirip dengan Siemens ,


" Ranghao .. bagaimana keadaan Guru Besar Akuma " Danu seketika memberikan pertanyaan kepada Ranghao ,


" Guru belum terlihat tanda-tanda akan segera sadar " Jawab Ranghao yang masih duduk di atas lantai ,


mungkin disebabkan Bibi Shue sedang melakukan aktivitasnya , membuat Ranghao kesepian ,


" Ranghao , apakah kamu lelah .... " Danu bertanya kepada Ranghao ,


" Tidak , hanya saja Susana sangat sunyi dan sepi , biasanya aku bisa bermain dengan kalian dan Bibi Shue " Kata Ranghao menjelaskan kepada Danu dan Reinki ,


Kedua bocah itu akhirnya tertawa kecil , melihat sikap Ranghao yang seperti anak kecil yang ditinggal orang tuanya ,


" he.. he... Ranghao kamu seperti anak kecil saja " kata Danu yang diikuti oleh Reinki ,


" Danu , reinki kamu disini saja temani aku " Kata Ranghao lagi ,


" Baiklah , untuk sementara ... sebab ayahku sedang melaporkan masalah ini pada yang mulia kaisar dan pangeran ketiga " kata Danu yang akhirnya duduk di sebelah Ranghao yang saat ini berada di atas lantai ruangan tersebut ,


⏭️⏩


Sesampainya Hausan di dalam kediaman sang kaisar ia segera melaporkan kejadian tersebut ,


🔸


Hari ini She Hou dan Shanghu segera melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Gelap ,


" ayo she Hou kita berangkat " kata Shanghu kepada She Hou ,


" ayo berangkat , " Jawab She Hou singkat ,


akhirnya mereka menuju pelabuhan dimana mereka berdua akan menaiki kapal layar yang mengarungi lautan ,


Setelah membeli tiket , kedua orang tersebut segera mencari tempat yang nyaman untuk mereka buat beristirahat ,


Kedua Alkemis itu akan berlayar berhari-hari lamanya ,


🔸


Saat ini Hausan sudah berada di hadapan yang Mulia kaisar ,


" salam yang mulia , Hausan menghadap Yang Mulia Kaisar " kata Hausan segera melaporkan kepada Kaisar kerajaan awan putih ,


" Hem ... ada apa Hausan " kata yang mulia kaisar negri awan putih ,


" maaf yang mulia kaisar , Istana Raja Terdahulu telah kemalingan " kata Hausan yang langsung menjelaskan kepada yang mulia Kaisar negri awan putih ,

__ADS_1


" oh jadi begitu , apakah kamu butuh bantuan " Sang kaisar langsung mengajukan penawaran kepada Hausan ,


'' iya , yang mulia kaisar ... kami butuh bantuan dari anda " Hausan juga menjelaskan bencana yang akan terjadi , ia pun juga menceritakan prihal Alkemis yang sudah mengambil jasad Kaisar Terdahulu ,


" Yah sudah aku akan mengirimkan bantuan pasukan dan senjata yang dibutuhkan " kata sang Kaisar ,


Kaisar negri awan putih itu sempat terkejut mendengar penjelasan dari Hausan tentang hilangnya jasad Kaisar Terdahulu ,


Terlebih lagi jasad tersebut akan dijadikan senjata penghancur Dunia ,


Setelah Hausan selesai melaporkan , ia segera kembali ke dalam istana Raja Terdahulu ,


🔸


Saat ini She Hou dan Shanghu sedang melakukan perjalanan menuju Kerajaan Gelap ,


" Shanghu , aku tidak ingin menunda waktu penelitian ini , namun aku juga tidak ingin terlalu keburu-buru , sebab banyak hal yang ingin lakukan " kata She Hou kepada teman seperjuangan itu ,


" Iyah , aku saja yang akan mendapatkan semua bahan yang dibutuhkan , kamu selesaikan semua urusanmu itu " kata Shanghu yang langsung berdiri , ia ingin sekali menuju luar Dek kapal ,


Mungkin disana ia dapat menikmati udara segar lautan ,


She Hou yang melihat Shanghu berjalan menuju arah Dek kapal ia hanya berdiam diri dan mencoba untuk memejamkan matanya ,


Hari semakin malam ,


Tak terasa sudah berhari-hari kedua Alkemis itu mengarungi lautan ,


Saatnya mereka tiba di pelabuhan kerajaan Gelap ,


mereka berdua tidak sabar ingin keluar dari kapal tersebut ,


Setelah kaki mereka menjejakkan pelabuhan , secepat mungkin mereka meninggalkan tempat tersebut dan terus berjalan menuju arah hutan dan terus menyusuri jalanan yang pernah mereka lalui ,


Kedua Alkemis itu tahu jalan tercepat Menuju desa mereka ,


berbagai hutan dan lorong yang akan mereka lalui , jalan pintas yang cukup cepat tiba di desa tempat mereka dulu melakukan percobaan ,


⏩⏭️


Pada saat ini Santos dan Panglima Jien ma telah pulih dari racun yang menyerang mereka berdua ,


Berbeda dengan Guru Besar Akuma yang masih belum sadarkan diri ,


Hal itulah membuat Danu dan yang lainnya resah , sebab mereka tidak tahu harus berbuat apa ,


Pada saat ini mereka hanya dapat menunggu kehadiran Kaisar bangkit dan menghancurkan dunia ,


" Danu , apa yang harus kita lakukan " kata Ranghao yang saat ini ditugaskan oleh shue untuk menjaga Guru Besar Akuma ,


Disampingnya terdapat Danu dan Reinki yang sedang menemani Ranghao ,


Ketiga bocah itu sudah seperti keluarga sendiri ,


mereka bertiga sangat akrab sekali ,


" saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu" kata Danu kepada kedua saudaranya itu ,

__ADS_1


Akhirnya ketiganya mengangguk kepalanya saja


__ADS_2