Pukulan Raja Iblis

Pukulan Raja Iblis
episode 151


__ADS_3

Pada saat ini Danu masih berada di dalam ruangannya , tubuhnya sangat lelah sekali , akibat pelatihan yang ia lakukan ,


Tanpa sepengetahuan Kedua bocah itu , sesuatu telah terjadi kepada Ayah dan kedua Gurunya ,


🔸


Padi harinya ,


suasana menjadi heboh setelah melihat tubuh Santos dan Panglima Jien serta Guru Besar Akuma tergeletak di tempat masing-masing ,


Salah satu yang melihat ketiga orang tersebut adalah Hausan dan Grei ,


" Hausan .. lihat apa yang sudah terjadi , Kenapa harus seperti ini " kata Grei yang melihat tubuh ketiga orang itu sudah berwarna biru pekat ,


Pada saat ini Danu dan Reinki yang mendengar suara dari Grei segera keluar dari dalam ruangannya ,


Ia juga sangat terkejut melihat Ayah dan Gurunya ,


" Paman , apa yang sudah terjadi kepada Ayah dan Guru " Danu segera memberikan pertolongan ,


Begitu juga dengan Reinki yang juga terkejut ,


keempat orang itu segera mengeluarkan racun ditubuh ketiga orang tersebut ,


" Ayah , Guru , kalian harus kembali " Kata Reinki yang langsung mengeluarkan energi pemurnian tingkat tinggi ,


Energi pemurnian yang dapat menetralisir racun didalam tubuh ,


Danu yang melihat kakaknya mengunakan energi pemurnian , segera ia mengubah kekuatannya ,


Ia akhirnya mengikuti Reinki yang mengunakan energi pemurnian ,


Tidak beberapa lama kemudian ,


tubuh Ketiga orang tersebut kembali seperti sediakala ,


Aliran darah mereka sudah mulai stabil ,


Bahkan detak jantung juga kembali normal ,


Tidak berapa lama kemudian , tubuh ketiga orang tersebut sudah mulai menampakkan pergerakan ,


dari seluruh area ruangan , muncul seluruh anggota keluarga dan para teman yang menghuni istana raja terdahulu ,

__ADS_1


Terutama kakek sangmi yang sangat terkejut ,


"Santos , apa yang sudah terjadi " Kakek segera berhambur kearah Santos dan yang lainnya ,


melihat keempat orang sedang mengobati tiga orang tersebut , sepertinya mereka bukan terkena pukulan ataupun habis bertarung , melainkan mereka terkena racun yang tidak disadari oleh mereka bertiga ,


Sebab tidak akan ada satu orang yang dapat menandingi kekuatan Guru Besar Akuma , terlebih lagi Santos dan Panglima Jien ma ,


Setelah cukup lama Santos baru tersadar , begitu juga dengan Panglima Jien ma ia sudah mulai membuka matanya dan duduk tegak berdiri ,


" Auh .. apa yang sudah terjadi , kenapa aku seperti ini " kata Panglima Jien ma kepada semua yang berada di tempat itu ,


Santos yang baru duduk ia juga masih belum menyadari bahwa mereka telah diserang oleh seseorang ,


Tersisa Guru Besar Akuma yang masih belum sadarkan diri ,


Akhirnya Hausan membawa tubuh Guru Besar Akuma kesebuah ruangan ,


mereka semua yang melihat tubuh Guru Besar Akuma yang sudah berusia ribuan tahun itu , terlihat sudah mulai membaik dan normal kembali ,


" Grei sebaiknya perintah Shue untuk menjaga Guru Besar Akuma " kata Hausan yang memerintahkan Grei teman seperjuangannya itu ,


Grei segera bergegas mencari keberadaan shue dan Ranghao ,


setelah mendapati mereka disebuah tempat , Grei meminta Shue untuk menjaga tubuh Guru Besar Akuma ,


" Iyah , baiklah ... ayo Ranghao kita jaga Guru Akuma " Kata Shue yang langsung berlalu dari tempat itu ,


Sedangkan Grei dan yang lainnya segera memasuki sebuah ruangan , Ruangan tersebut terdapat Jasad Raja Terdahulu disimpan ,


Setelah memasuki ruangan tersebut ,


seperti yang mereka duga , segel gerbang telah rusak , dan tidak ada lagi jasad dari Kaisar Terdahulu ,


" Gawat , kaisar telah dicuri " Kata Grei yang terlonjak kaget melihat segel itu sudah tidak seperti sedia kala ,


" Benar , panggil Danu dan Reinki agar bersiap-siap " kata Hausan yang juga panik , sebab kehancuran semakin dekat Dimata mereka ,


Tidak ada jalan lain , selain harus bertempur melawan sang kaisar ,


Walau mereka tidak menginginkan hal semacam ini ,


Grei seketika bergegas kedalam ruangan Santos ,

__ADS_1


Disana Danu dan Reinki hampir menagis melihat sang Ayah dalam keadaan seperti itu , namun Santos dapat menenangkan sang putra ,


" Jangan menagis Danu , kamu adalah orang yang diharapkan oleh semua orang , aku berharap agar kamu tetap tegar dan kuat " kata Santos membelai lembut rambut Danu dan Reinki ,


Kedua bocah itu sangat sedih sekali , terlebih Danu adalah anak satu-satunya dari Santos dan sang almarhum istrinya ,


" Hik ... hik .. tidak Ayah , Danu tidak menangis " katanya yang sambil menghapus jejak air matanya ,


Belum sempat ucapan itu dijawab oleh sang ayah , dari arah pintu Grei tergopoh-gopoh menghampiri Danu yang saat ini berada di samping tempat ranjang tidur sang ayah ,


" Gawat Danu ... Gawat " kata grei yang langsung menyeruak masuk ke dalam ruangan tersebut ,


" Paman ... ada apa " Danu dan Reinki sempat terkejut , melihat kepanikan dari Grei yang langsung memasuki ruangan ,


Grei memang sudah tidak dapat menahan suasana hatinya , terlebih lagi Guru Besar Akuma masih belum sadarkan diri ,


Hal itu membuat dirinya Semakin panik ,


" Danu , Reinki , Jasad Kaisar Terdahulu telah dicuri oleh seseorang " kata Grei yang tidak dapat menahan perasaannya ,


Kedua bocah itu sempat terkejut dan berkata ,


" Apa , .... " bahkan Santos hampir terbangun dari ranjang tidurnya ,


" mungkin orang yang telah meracuni ayahmu dan Guru Besar Akuma yang telah mencuri Jasad sang Kaisar " Kata Grei yang menebak semua kejadian yang menimpa Panglima , Santos dan Guru Besar Akuma ,


" Iyah , aku baru ingat , semalam aku melihat Sanghu dan sangmi yang sangat mencurigakan , namun semua itu aku tepis begitu saja , sebab memang sanghu dan sangmi tidak pernah datang ke istana ini , maka dari itu aku tidak begitu mencurigainya " Dan akhirnya Santos menceritakan semua kejadian tadi malam ,


Bahkan kecurigaannya terhadap kedua kakek itu , yang tak lain adalah Kakek Sanghu dan kakek Sangmi ,


Namun Grei dan Danu mengingatkan kepada Santos bahwa Kedua Kakek itu dan Maiylang sudah berada di dalam ruang kamar tidur sejak awal ,


" Bukankah mereka berada didalam ruang kamar tidurnya , bahkan tidak keluar ruangan sama sekali , sampai pagi ini saja mereka sangat terkejut melihat keadaaamu yang seperti ini " kata Grei yang merasa curiga hal itu tidak mungkin Di sebabkan oleh kedua Kakek Danu , pasti ada hal yang tidak bisa di ungkapkan ,


Akhirnya Danu mau menceritakan sebuah Rahasia ,


" Paman , sebelumnya Danu dan Kak Reinki minta maaf , sebab tidak memberitahukan kepada kalian semua prihal ini , itu juga pesan dari Guru Besar Akuma yang memerintahkan hanya kami bertiga saja yang mengetahui prihal ini " Kata Danu yang ingin menjelaskan kepada mereka yang saat ini berada di dalam ruangan tersebut ,


" apa maksudnya Danu , " Santos yang tidak mengerti ia bertanya kepada putranya ,


" Maaf Ayah , Paman , Guru berpesan bahwa kedua Alkemis itu memiliki Gen Mutasi yang dapat merubah wajah dan tubuhnya seperti seseorang yang diinginkannya , Bahkan Gen mutasi yang mereka gunakan memiliki kesempurnaan seperti aslinya " Akhirnya Danu menjelaskan prihal Gen Mutasi yang sudah diceritakan oleh Guru mereka ,


" pantas saja , Aku tidak dapat mendeteksi mereka berdua , ternyata itu adalah energi Gen Mutasi " kata Santos yang sangat terkejut mendengar penjelasan dari putranya ,

__ADS_1


Walaupun kedua bocah itu terlihat bersalah , namun mereka tidak dapat disalahkan , sebab itu adalah perintah dari Guru Besar Akuma sendiri ,


🔸


__ADS_2