
Pagi ini She Hou dan Shanghu telah selesai membersihkan diri ,
Kali ini rencana mereka akan menyusup kedalam istana raja terdahulu ,
Kedua Alkemis itu sudah mulai bersiap-siap ,
Keduanya keluar dari rumah penginapan tersebut ,
mereka terus berjalan menuju suatu tempat yang mungkin sudah lama mereka siapkan sejak lama ,
Setelah mereka berdua sampai di tempat tujuan ,
Kedua Alkemis itu mencari tempat yang agak sepi dan mau bertukar wajah alias mengunakan gen Mutasi mengubah wajah mereka berdua ,
⏩⏭️
Pada saat ini , kedua kakek Danu dan Bibi Maiylang sudah tiba di gerbang masuk negri awan putih ,
ketiga orang tersebut segera Turun dari badan kapal dan langsung menuju kota raja kerajaan negeri awan putih ,
ketiganya yang tidak pernah menjejakkan kakinya di negri tersebut , memberanikan diri untuk terus melakukan perjalanan ,
Mereka bertiga tidak mengenal satu pun orang di negeri awan putih ini ,
Bahkan mereka juga tidak tahu tujuan mereka ,
Hal itu membuat ketiga orang tersebut merasa bingung ,
" Bagaimana ini , aku tidak mengenal siapapun di negri ini " kata Kakek sanghu ,
" Apalagi aku " jawab Kakek sangmi ,
Sedangkan Bibi Maiylang hanya terdiam ,
Sejurus kemudian , Bibi Maiylang mencoba mendeteksi energi dan kekuatan yang dimiliki Danu dan Reinki ,
Bibi yang dalam posisi masih berdiri , ia mencoba memejamkan matanya ,
Dengan kelebihan yang dimiliki oleh sang Bibi , mereka bertiga akhirnya dapat melihat ruas jalan yang menuju ke arah istana raja terdahulu ,
ketiga orang tersebut berdiri tepat di gerbang istana ,
" Maiylang , apa kamu tidak salah tafsir " Kakek sanghu mencoba bertanya kepada Bibi Maiylang apakah dia salah mendeteksi energi Danu dan Reinki ,
" Tidak , aku merasakan aura yang cukup besar didalam istana ini , bahkan aku juga merasakan energi Santos , Jien ma , juga yang lainnya " Kata Bibi Maiylang tegas penuh keyakinan ,
Namun baru saja ia berdiam diri beberapa detik kemudian ,
Chin Hong keluar dari depan pintu keluar istana ,
Bibi yang sudah mengenali energi itu segera berteriak sangat keras ,
__ADS_1
" Chin Hong , ini aku ... Maiylang " suara teriakan Bibi Maiylang yang sangat keras sekali ,
Chin Hong yang mendengar suara teriakan seorang wanita segera menuju gerbang istana terdahulu ,
Setelah merasa cukup dekat dengan pintu gerbang , Chin Hong dapat yakin bahwa suara tersebut dari seorang wanita yang ia kenal yaitu Bibi Maiylang ,
" Maiylang , ternyata kamu ... kenapa kamu berada di sini " Bhi Cong yang sangat terkejut dengan kehadiran Bibi Maiylang dan kedua kakek Danu segera bertanya ,
" iya , sebab aku mendengar bahwa Danu dan Reinki akan bertarung melawan kaisar terdahulu " kata Bibi tanpa tendeng-tendeng lagi ,
sebab ia sangat menghawatirkan keponakan yang begitu disayanginya itu ,
" oh , itu ... yah .. tapi disini kita masih berjaga-jaga , " kata Chin Hong yang ingin menjelaskan , namun ia urungkan niatnya , sebab tempat ini tidak sesuai untuk membicarakan hal tersebut ,
Akhirnya Chin Hong membukakan pintu gerbang istana terdahulu ,
Setelah pintu terbuka , ketiga orang tersebut segera masuk ke halaman istana raja terdahulu ,
" wah , istana ini cukup besar sekali " kata Kakek Sanghu yang langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman istana yang cukup luas tersebut ,
Chin Hong segera memerintahkan ketiga orang tersebut masuk kedalam istana ,
Ketiganya bertemu Danu dan Reinki yang sedang bermain catur ,
" Danu , Reinki , kakek rindu kalian " kata Kakek sangmi yang langsung berhambur kearah Danu dan Reinki ,
kedua bocah itu segera melihat kearah suara yang memanggil namanya ,
Dari arah ruangan , Santos keluar dari balik pintu ruangan ,
Ia pun sempat terkejut melihat kehadiran Kedua kakek dan Bibi Maiylang tersebut ,
" Sangmi , sanghu , Maiylang , apa yang kalian lakukan disini " suara Santos menghentikan langkah kaki Kakek sangmi ,
" Santos , syukurlah kalian semua baik-baik saja " kata Kakek sangmi yang sangat terharu setelah melihat orang-orang yang disayanginya itu semua baik-baik saja ,
" Iyah , kami disini semua baik-baik saja " Jawab Santos santai ,
Lain halnya dengan Danu yang langsung berlari ke arah Kakek sangmi dan memeluk sang Kakek yang sudah membesarnya itu ,
" Danu ... kamu sudah mulai tambah besar sekarang " Kata sang kakek yang membalas pelukan cucu semata wayangnya itu ,
" Iyah kakek .... kek kenapa Kakek datang kemari " Danu seketika merenggangkan pelukannya dan mulai bertanya kepada Kakek yang sudah membesarnya itu ,
" Tentu ingin membantumu , Kakek ingin berjuang bersama-sama dengan cucu Kakek tercinta " kata sang Kakek terharu dan kembali memeluk tubuh Danu erat ,
" Haaaa ... aku rasa aku akan mencapai kemenangan " kata Danu sambil tertawa kecil ,
" Tentu , kakek akan selalu berada di depanmu dan selalu mendukungmu " kata sang Kakek semakin terharu ,
Dan kemudian Kakek sangmi tidak dapat membendung air mata harunya , ia pun menangis ,
__ADS_1
" hik ... hik .. huu.. " tangis sang Kakek ,
Danu yang mendengar tangisan Kakek ia pun menghapus jejak air matanya ,
" Kek , jangan menagis ... bukankah kita akan berjuang bersama-sama " Danu berkata pelan , namun masih dapat didengar oleh semua orang yang berada di tempat itu ,
semua merasa ikut hanyut dalam keharuan , setiap kali Kakek Sangmi menangis ,
" Semua akan baik-baik saja sangmi , jangan berlebih-lebihan , kamu harus menyemangati cucumu itu " kata Kakek Sanghu ,
Akhirnya Kakek Sangmi menyadari dari ucapan Kakek Sanghu ,
ia kemudian kembali pada keadaan semula ,
" Maafkan Kakek Danu , Kakek terlalu sayang kamu dan tidak ingin kehilangan cucu satu-satunya " Kata Kakek Sangmi ,
" yah , sudah ayo kita keruang keluarga , disana kita akan banyak mengobrol " kata Santos yang ingin menuntun mereka keruang keluarga , disana mereka akan bertukar pikiran dan cerita ,
Sedangkan Chin Hong kembali bekerja , namun dari arah belakang Santos Panglima Jien ma keluar dari dalam ruangannya ,
" wow .... Maiylang , kamu disini rupanya " kata Panglima Jien ma yang baru keluar dari dalam ruangannya ,
" iya Jien ma , lihatlah aku " katanya sambil berkacak pinggang ,
" haaaa ... apakah kamu sedang ingin menggodaku " Kata Panglima Jien ma ,
" Hais , Jien ma ... kamu selalu seperti itu " kata Bibi Maiylang yang akhirnya Tertawa ,
Kedua orang dewasa itu akhirnya tertawa bersama ,
" ah , ayo kita kesana dulu " kata Santos yang mengajak Bibi Maiylang dan yang lainnya menuju ruang keluarga ,
Sedangkan Danu saat ini kembali ketempat semula , ia sempat melihat Ranghao melawan Reinki sedang bermain catur ,
Pantas saja kedua bocah itu tenang dan santai , ternyata mereka berdua sedang bermain catur ,
" aku pikir kalian tidak ada ditempat ini lagi , ternyata kalian berdua sedang melanjutkan permainan caturnya , pantas saja tidak terdengar satu suara pun " Kata Danu yang akhirnya duduk di antara kedua teman dan saudaranya itu ,
" Hem , kita fokus ... walaupun tidak seperti ayah dan Guru Jien ma bermain catur " Kata Reinki yang sedang menyahuti perkataan dari Danu ,
Kembali Reinki fokus pada permainan caturnya ,
Begitu juga dengan Ranghao yang terlihat begitu serius sekali ,
" Ranghao , apakah kamu sedang berpikir " Danu yang sedari tadi memperhatikan Ranghao ia pun bertanya ,
" tentu ... aku sedang berpikir " katanya yang masih fokus akan meja caturnya ,
" Hem ... sebegitu seriusnya " Danu kembali bertanya kepada Ranghao ,
" i i i yah .. Iyah aku serius ini " katanya lagi ,
__ADS_1
Akhirnya Danu tidak ingin mengganggu konsentrasi dari Ranghao yang begitu serius bermain catur ,