RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA
BAB 21. DISERANG MUSUH


__ADS_3

Damar menghela nafas mendengar penjelasan Dokter, dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikan berita itu kepada Nayla, apalagi besok adalah hari pernikahan mereka.


Saat teringat pernikahan, Damar ingin membahagiakan kedua gadis malang itu, lalu dia bertanya kepada Dokter, "Dok, besok adalah hari pernikahan ku bersama kakak dari gadis itu, seandainya hari ini kami bawa dia pulang dan lusa pagi akan kami antar kesini lagi, apakah akan membahayakan kondisinya Dok? Barangkali dengan melihat pernikahan sang Kakak semangatnya bisa bangkit untuk melawan penyakit kanker yang menggerogotinya," ucap Damar.


"Boleh saja, saat ini pasien hanya butuh ketenangan dan istirahat untuk kesiapan mental dalam menjalankan kemoterapi nantinya," jawab Dokter.


"Kalau begitu terimakasih Dok, saya akan memberitahukan bahwa Seyna dibolehkan pulang, tapi tentang kondisinya lebih baik kita sembunyikan dulu ya Dok, nanti setelah pernikahan barulah akan saya bicarakan perlahan dengan Nayla."


Dokter pun mengangguk, lalu beliau mengulurkan tangan sembari berkata, "Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia dunia akhirat. Dukungan yang Anda berikan kepada kedua gadis itu sangat berarti bagi mereka."


"Terimakasih Dok, Saya permisi dan anggota saya akan mengurus administrasi kepulangan Seyna secepatnya," ucap Damar.


Damar pun meninggalkan ruangan dokter, lalu dia kembali ke ruang rawat Seyna. Melihat tawa kedua Kakak beradik itu membuat dirinya tidak tega untuk memberitahukan kondisi Seyna sebenarnya.


Nayla yang menoleh dan melihat Damar berdiri di ambang pintu punsegera mendekatinya, "Apa yang Dokter katakan Tuan? Bagaimana kondisi adikku?" tanya Nayla.


"Seyna boleh pulang hari ini, tapi lusa dia harus kembali untuk persiapan kemoterapi," ucap Damar.


"Serius Tuan?" tanya Seyna dengan semangat.


"Alhamdulillah," ucap Nayla, walau dia yakin, ada hal yang masih di sembunyikan oleh Damar.


"Terimakasih ya Tuan! Aku sangat bahagia, besok bisa melihat Kakak menikah."


Damar tersenyum dan mengangguk, lalu dia berkata lagi, "Kamu nanti pulang dengan Arkan ya, kami akan ke butik untuk fitting baju pengantin. Mengenai baju kamu biar di atur oleh Arkan dan Aira."


"Iya Tuan, sekali lagi terimakasih."


Arkan yang tiba di rumah sakit dan melihat adiknya tidur segera membangunkannya. Arkan tidak enak dengan Damar, takut dikira adiknya tidak bertanggung jawab dalam menjaga Seyna.


"Hei Dek, ayo bangun. Bos dan Nona sudah lama di sini, apa kamu tidak melihat mereka?" tanya Arkan sembari menggoyang lengan Aira.


"Aira kaget, lalu dia membuka mata dan mengucek-ucek sambil berkata, "Maaf Kak, aku ketiduran. Apa! Bos ada di dalam? Mampus Aku! Kenapa sampai bisa ketiduran. Bagaimana ini Kak, aku harus bilang apa?" tanya Aira ketakutan.

__ADS_1


"Ayo kita kedalam, mudah-mudahan Bos tidak memarahi mu," ajak Arkan.


Arkan dan Aira segera menuju ruang rawat Seyna. Aira tertunduk lalu dia berkata, "Maafkan saya Tuan, maaf Nona, Saya tertidur hingga tidak melihat kalian datang," ucap Aira sembari mengatupkan kedua tangannya.


"Seharusnya aku yang meminta maaf Ai, karena aku pulang jadi kamu yang harus menjaga Seyna sendirian. Tentu saja kamu lelah dan jenuh," ucap Nayla.


"Arkan tolong kamu urus administrasi kepulangan Seyna tapi sebelum itu ada yang ingin aku bicarakan. Kitabicara di luar saja ya!" ucap Damar sembari berjalan keluar ruangan.


Kemudian Arkan melaporkan bahwa, anak buah mereka terbunuh karena mempertahankan diri, musuh berusaha mengganggu proses pelelangan barang antik yang perusahaan Damar lakukan.


"Kerahkan anak buah dan tangkap pelaku hidup-hidup karena aku sendiri yang akan memberi dia pelajaran," perintah Damar.


"Besok setelah acara pernikahan, kalian sudah harus membawanya menghadapku. Aku tunggu di ruang bawah tanah di belakang mansion seperti biasa," ucap Damar lagi.


"Baik Bos, izinkan aku pergi sekarang. Aku akan mengurus administrasi kepulangan Nona kecil dulu setelah itu baru mengurus semuanya. Pengawal sudah menunggu Anda di luar, jika Anda ingin langsung pergi ke Butik. Mengenai kepulangan Nona kecil biar Aira yang atur bersama pengawal yang lain," ucap Arkan.


Damar mengangguk, lalu dia kembali ke dalam ruangan dan mengatakan kepada Aira untuk membantu Seyna bersiap-siap.


"Nona Seyna boleh pulang ya Tuan?"


"Baik Tuan," ucap Aira.


"Ayo kita berangkat ke butik!" ajak Damar kepada Nayla."


"Ai, aku duluan ya. Tolong bantu jaga Seyna lagi."


"Baik Nona, Anda jangan cemas, aku pasti akan membantu Nona Seyna."


"Oh ya Dek, kakak pergi dulu ya," pamit Nayla sambil memeluk Nayla.


"Iya Kak."


Damar dan Nayla pun pergi ke Butik dengan di kawal oleh 4 orang kepercayaan Arkan untuk menjaga keamanan Damar sebab musuh sudah mulai bergerak.

__ADS_1


Arkan tidak mau terjadi hal buruk yang bakal mengganggu rencana pernikahan Damar.


Nayla yang melihat keempat anak buah Damar membawa senjata yang di sembunyikan di balik baju merasa takut, tapi dia tidak berani bertanya kenapa mereka musti membawa senjata.


Ternyata benar dugaan Arkan, kini mobil Damar diikuti oleh dua orang pengendara motor dan sebuah mobil Jeep. Di tempat sunyi mereka berusaha menyalip mobil yang Damar tumpangi.


Pak sopir yang memang sudah terlatih bisa keluar dari kepungan musuh, lalu melesat cepat meninggalkan mobil dan motor yang mengejar mereka.


Mereka melepaskan tembakan untuk mengempeskan ban mobil, agar mobil yang Damar tumpangi oleng dan terbalik. Namun tembakan itu tidak mengenai sasaran.


Keempat anak buah Damar membalas mereka, kini mereka gantian melepaskan tembakan sembari terus mengawal Damar.


Masuk di tempat keramaian, para musuh tidak berani beraksi karena polisi lalu lintas ada di persimpangan jalan tersebut. Dan anak buah Damar juga menyembunyikan senjata mereka kembali.


Nayla ketakutan, dia menyembunyikan kepalanya di dada Damar, setiap mendengar suara tembakan, Nayla pun histeris hingga membuat Damar mengeratkan pelukannya sembari meminta Nayla untuk menutup telinganya.


Damar geram melihat hal itu, lalu dia mengambil senjata yang memang selalu dia simpan di balik jok mobilnya.


"Pak, agak pelan di tempat sepi ya! Aku akan memberi pelajaran kepada mereka karena telah berani membuat pengantin ku ketakutan!" ucap Damar.


Sopir pun menjawab, "Siap Bos! mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa," ucap Pak Sopir.


Setelah jarak mobil Damar dengan mobil musuh semakin dekat, dia pun meminta Nayla untuk menunduk, Damar telah siap melepaskan tembakan.


Damar membuka kaca mobil lalu terdengar suara letusan peluru meluncur ke arah ban mobil Jeep tersebut.


Tembakan Damar mengenai sasaran dan mobil itupun oleng. Sekali lagi Damar melepaskan tembakan dan kembali tepat sasaran. Mobil itupun semakin oleng dan akhirnya terbalik.


Pak Sopir berteriak kegirangan, "Hore! Mampus kalian! Jangan coba-coba mengganggu Bos ku, sekarang kalian rasakan akibatnya!"


Nayla masih menutupi telinganya sambil memejamkan mata dan tubuhnya bergetar karena ketakutan.


Damar yang melihat hal itupun menarik Nayla ke dalam pelukannya. Kemudian Damar pun berkata, "Maaf jika membuatmu takut, tapi kamu harus siap dan terbiasa menghadapi kondisi seperti ini jika menikah denganku."

__ADS_1


Nayla masih menyembunyikan wajahnya di dada Damar, mulutnya terasa bungkam tidak bisa mengatakan apapun, saking takutnya. Wajah Nayla pucat dan keringat dingin membasahi kening serta airmata pun sempat menetes walau tanpa suara isak tangis.


__ADS_2