RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA
BAB 25. SAH MENIKAH


__ADS_3

Para tamu yang melihat drama dari Carolina hanya berani kasak-kusuk. Mereka takut untuk mengatakan komentarnya secara langsung, melihat kekuasaan yang Damar miliki.


Kemudian Damar mengklarifikasi masalah yang terjadi dengan mengajukan permintaan maaf, "Maaf saudara semua, atas ketidaknyamanan yang mantan istri Saya lakukan. Mungkin, dia hanya tidak rela melihat saya menikah lagi. Tapi, hidup harus terus berjalan, Saya tidak mungkin selamanya meratapi orang yang telah lebih dulu meninggalkan pernikahan kami dikala Saya hancur," ucap Damar sembari mengatupkan kedua tangannya.


Para tamu pun terdiam, mereka tidak bisa menghakimi mana yang salah dan mana yang benar. Setidaknya Damar sudah tidak terikat pernikahan dengan siapapun, maka dia memiliki hak untuk menjalin ikatan yang baru dengan wanita manapun.


Setelah mengatakan hal itu Damar dengan setengah berbisik berkata kepada Nayla, "Terimakasih."


Nayla tersenyum, lalu dia berkata, "Sudah menjadi tugasku Tuan! Untuk membela calon imamku di depan orang yang ingin mempermalukan Anda."


"Tolong panggil Saya seperti tadi!" pinta Damar.


"Baiklah Mas," ucap Nayla.


Lalu Damar mengajak Nayla duduk dan meminta penghulu pernikahan melanjutkan acara.


Karena Nayla tidak memiliki wali, makanya dia mewakilkan kepada wali hakim.


Damar berjabat tangan dengan wali hakim dan dengan hentakan tangan serta sekali tarikan nafas mereka pun mengucap ijab kabul.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Damar Bimantara bin Arif Surya Bimantara dengan ananda Nayla Ariska Putri dengan maskawin berupa seperangkat berlian dibayar, tunai.”


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Ariska Putri binti Zein Rendra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai," ucap Damar.


Kemudian penghulu pernikahan pun bertanya, "Bagaimana para saksi, apakah Sah?"


Para saksi dan diikuti oleh semua yang hadir pun menjawab, "Sah."


"Alhamdulillah," jawab penghulu dan yang lainnya.


Damar dan Nayla juga mengucap Syukur, lalu Nayla mencium tangan Damar dan Damar pun melakukan sunnah dengan mencium kening Nayla sembari memegang ubun-ubunnya dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan atas pernikahan tersebut. Adapun doa nya sebagai berikut:


"Ya Allah, berkahilah aku dalam permasalahan keluargaku. Berkahilah keluargaku dalam permasalahanku. Berilah mereka rizki dariku, dan berilah aku rizki dari mereka. Satukan kami selama dalam kebaikan, dan pisahkan kami selama dalam kebaikan. Berilah masing-masing dari kami kebaikan dalam permasalahan pasangan.”


Setelah sungkeman, penghulu pernikahan membacakan doa sebagai penutup acara.

__ADS_1


Damar mengucapkan terimakasih kepada penghulu pernikahan, kepada para saksi dan juga kepada para tamu yang telah berkenan hadir. Kemudian mempersilakan mereka untuk menikmati hidangan yang telah disediakan sembari mendengarkan musik dari pemain musik uyang sengaja Damar undang untuk menghibur tamu.


Acara pun sudah selesai dan para tamu satu persatu mulai pulang. Kini hanya tinggal para pelayan membersihkan rumah serta menata perabotan ke tempatnya semula.


Sebelum beristirahat, Damar menghampiri para pengawal yang ada di gerbang utama mansionnya, Damar meminta mereka untuk tetap berhati-hati, karena kapan saja lengah musuh bisa masuk.


Dewo baru tahu jika pria tampan yang saat ini berdiri dan memberi perintah di hadapannya adalah Damar, suami dari Nayla.


"Kamu yang bernama Dewo?" tanya Damar.


"Iya, Tuan. Aku Dewo teman Arkan." jawab Dewo.


"Bagus, berarti kamu teman istriku saat bekerja sebagai kuli panggul di pasar bukan?"


"Iya Tuan."


"Ya sudah, mulai sekarang kamu menjadi pengawal pribadi istri Saya. Jika Saya sedang tidak berada di tempat, kamu harus mengawal Nayla maupun adiknya, kemanapun mereka hendak pergi."


"Siap! Terimakasih Tuan atas kepercayaan yang telah Anda berikan," ucap Dewo.


Damar pun mengangguk, lalu dia berkata kepada pengawal yang lain, "Kalian semua, tetap perketat penjagaan, jangan lengah! karena musuh kapan saja bisa masuk. Satu orang anggota kita sudah ditembak mati kemaren, bisa saja mereka masih mengincar anggota yang lain. Pesan Saya kita semua harus berhati-hati."


"Kak, Cantik sekali istri Tuan ya?"


Nayla mengangguk, tapi Aira yang menimpali, "Cantik tapi murahan buat apa Dek! Orang cantik banyak, tapi orang cantik dan berakhlak itu yang sulit dicari."


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Damar yang tiba-tiba datang di belakang mereka.


"Maaf Tuan, hanya pembicaraan biasa, tentang wanita," ucap Nayla.


"Sudah aku bilang, jangan panggil aku Tuan. Aku suamimu dan bukan majikan mu," ucap Damar sembari menaiki anak tangga.


"Iya nih, kamu aneh Nay! Sana ikuti Tuan, mana tahu dia butuh sesuatu. Aku mau lanjut membantu Bi Luna," ucap Aira.


"Iya Ai, dan kamu Dek, kembalilah ke kamar, nanti kita ketemu saat jam makan malam," ucap Nayla.

__ADS_1


"Iya Kak."


Mereka pun bergegas kembali ke tempat masing-masing. Nayla pun mengetuk pintu kamar dan setelah ada jawaban dari Damar, barulah dia berani masuk.


Nayla melihat Damar sedang duduk di meja kerja sembari mengotak atik laptopnya, kemudian dia bertanya, "Apakah Tuan membutuhkan sesuatu? barangkali kopi atau yang lainnya?"


"Boleh Nay, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," ucap Damar tanpa menoleh.


Nayla bergegas turun, lalu dia menuju dapur, tapi sebelumnya dia menemui Bi Luna dulu untuk menanyakan takaran gula yang di senangi oleh Damar.


Melihat Nayla masuk ke dapur, Bi Luna pun bertanya, "Ada yang Nona butuhkan?"


"Oh ya Bi, aku ingin membuat kopi untuk Tuan, tolong ajari takarannya ya Bi, aku takut tidak sesuai dengan selera Tuan," pinta Nayla.


"Biar Saya saja yang buatkan Non, nanti Bibi minta Aira mengantarnya ke kamar."


"Nggak usah Bi, aku ingin belajar menyiapkan semua kebutuhan suamiku, makanya aku harus banyak belajar dari Bibi tentang apa kesukaan dan yang tidak Tuan sukai," ucap Nayla.


"Bagus Non, memang itulah harusnya istri yang baik, jangan seperti istri Tuan sebelumnya, tahunya hanya berdandan dan menghabiskan harta saja," ucap Bi Luna.


"Memangnya Bibi tahu tentang kebiasaan Nyonya Carolina?"


"Jelas saja Saya tahu Non, Saya dulu pelayan beliau di rumah tuan yang lama."


"Oh, Jadi berapa ini takaran gula dan kopinya Bi?" tanya Nayla.


"Dua sendok kopi dan 3 sendok gula, airnya harus yang panas menggelegak ya Non, Tuan tidak suka, jika membuat kopinya dengan air panas yang ada di termos."


"Baik Bi, aku akan coba. Mudah-mudahan Tuan suka dengan kopi buatanku," ucap Nayla.


Kemudian Nayla merebus air, sambil menunggu mendidih, diapun menyiapkan kopi serta gula ke dalam gelas sesuai petunjuk Bi Luna.


Bi Luna lupa jika Tuannya memilki gelas kopinya tersendiri, lalu beliau berkata, "Maaf Non, Bibi lupa! Ini gelas untuk kopi Tuan. Itu gelas kesayangan Tuan Non."


"Oh ya Bi. Terimakasih sudah memberitahu ku ya Bi."

__ADS_1


Kemudian Nayla membuatkan kopi untuk Damar dengan menggunakan gelas yang Bi Luna berikan, lalu dia sendiri yang membawanya ke kamar.


Ini adalah tugas pertama Nayla setelah sah menjadi istri, dan tangannya sedikit gemetar saat meletakkan gelas kopi tersebut, dimana Damar sedang asyik memainkan laptopnya.


__ADS_2