RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA
BAB 48. TIDAK SALAH MEMILIHKAN ISTRI


__ADS_3

Hari ini Damar ingin menghabiskan waktu berduaan saja dengan Nayla, makanya dia meminta makanan di kirim ke kamar, padahal sebelumnya Damar sangat anti jika bau makanan di dalam kamarnya.


Bi Luna tersenyum-senyum sendiri di luar, lalu diapun kembali ke dapur untuk mengawasi pekerjaan pelayan lain.


Seyna yang tidak melihat sang Kakak bertanya kepada Aira, "Kak, Kak Nay kemana ya, apa Kak Nay sakit, kenapa sejak tadi aku tidak melihatnya?" tanya Seyna.


"Oh ya Dek Kakak lupa beritahu kamu, tadi Tuan pesan agar aku menemani kamu makan."


"Oh, Kak Damar sudah sampai?"


"Iya, ternyata Tuan sampai sejak pagi, saat kita ngobrol. Hanya saja Tuan tidak ingin mengganggu kita, makanya beliau langsung ke kamar dan Nayla tidak menyadari hal itu. Tadi Nayla memberitahu Kakak lewat telepon," ucap Aira.


"Oh, syukur deh Kak. Aku senang Kak Damar sudah sampai. Untung saja kak Damar nggak marah, Kak Nay mengabaikannya."


"Tuan baik Nay, yang penting beliau jangan disakiti, pasti Tuan akan Sayang kepada Nayla."


"Dulu Tuan sangat menyayangi istrinya, tapi pengkhianatan membuat Tuan menjadi berubah. Apalagi setelah kenal dengan Tuan besar dan pekerjaan yang diwariskan oleh Tuan besar menuntut Tuan Damar harus bersikap tegas dan mengabaikan belas kasih."


"Tuan memiliki peliharaan berupa harimau yang sangat besar di rumah ini dan bagi siapapun yang berkhianat, beliau tidak segan untuk mengumpankan pengkhianat tersebut kepada Marissa, hewan kesayangannya itu."


"Apa Kak! Harimau? Dimana Kak? Kenapa aku tidak pernah melihatnya di sini?" tanya Seyna.


"Ada di ruangan bawah tanah, di sana tempat mengurung musuh yang tertangkap dan Marissa tinggal di sana."


"Apa pernah ada yang berkhianat di rumah ini Kak?"


"Ada! pengawal Tuan besar. Itulah yang membuat Tuan besar celaka dan sakit-sakitan seperti sekarang. Tuan di racuni oleh seseorang."


Wajah Seyna pucat, dia membayangkan bagaimana jika tubuhnya di cabik-cabik oleh harimau. Tubuh Seyna gemetar, hingga membuat Aira khawatir.


"Kamu kenapa Dek?"


"Bagaimana dengan Kak Nay Kak, bisa saja 'kan Kak Nay melakukan kesalahan."


"Aku rasa kalau kesalahan kecil saja Tuan tidak akan sekejam itu, lagipula aku melihat Tuan menyayangi Nayla. Jadi, tidak mungkin dia menyakiti Nayla. Ayo kita makan sekarang, kamu harus segera minum obat."


"Iya Kak, apa Kak Nay sudah tahu jika Kak Damar memelihara harimau?"


"Aku rasa belum Dek, ayo makan dulu," ajak Aira.


"Iya Kak."


Keduanya pun menuju ke ruang makan, di sana kedua pelayan resek sudah berseliweran mencari informasi.


"Kalian ngapain di sini? Jangan-jangan mau nguping ya?"


"Enak saja kamu bilang Ai, memangnya kamu saja yang boleh di sini. Jangan mentang-mentang jadi sahabat mereka, kamu jadi sombong. Kamu tetap sama posisinya seperti kami, sama-sama pembantu!" ucap Betty.


"Aku sadar kok, memang aku seorang pembantu. Tapi yang harus kalian tahu, aku tahu menempatkan posisi ku dimana, aku tidak akan mengkhianati Tuan yang memberi aku makan. Jadi kalian harus berhati-hati, Nayla dan Seyna adalah kesayangan Tuan dan itu artinya juga majikan kita. Jika kalian macam-macam dengan mereka, ingat apa yang pernah Tuan lakukan beberapa bulan lalu terhadap seorang pengkhianat!"


Betty dan Tisya terdiam, mereka terbayang kejadian di mana seorang pengkhianat mati mengenaskan di cabik-cabik peliharaan Tuannya dan menjadi santapan binatang buas itu.


Melihat keduanya terdiam, Aira berkata lagi, "Apa kalian sudah bosan hidup? Jika iya, silahkan saja kalian ganggu Nayla dan Seyna."


Betty dan Tisya bersungut-sungut pergi meninggalkan ruang makan. Seyna pun tersenyum melihat keberanian Aira. Walaupun Aira lebih muda dari Betty dan Tisya tapi Aira tidak segan-segan memperingatkan kedua pembantu resek tersebut.


Damar hari ini benar-benar memanjakan Nayla, bahkan makanan Nayla pun Damar yang menyendokkan ke piring.


"Mas, biar aku saja yang melayani Mas Damar, itu tugasku sebagai istri Mas. Bahkan ibu ku dulu pernah berpesan untuk menyenangkan suami dengan olahan tangan sendiri tanpa mengandalkan pembantu."

__ADS_1


"Itu adalah salah satu yang akan membuat suami betah di rumah, menurut ibu sih," ucap Nayla.


"Ibu mu benar Nay, tapi ada jurus yang lebih ampuh lagi untuk membuat suami betah dan tidak akan memikirkan wanita lain," ucap Damar sengaja menggantung ucapannya agar Nayla penasaran.


"Apa itu Mas!"


"Yang kita lakukan tadi," ucap Damar sembari tersenyum.


Nayla tersipu malu, yang Damar katakan memang benar. Melihat Nayla malu Damar pun semakin gemas.


"Bagaimana, benar kan yang aku katakan, jika seorang suami sudah terpuaskan dengan layanan istri, mudah-mudahan dia tidak akan berpaling."


"Bahkan bila seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka:




Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka.




Memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh.




Dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan.






"Dan siapa saja seorang istri yang masuk bersama suaminya dalam satu selimut, maka Malaikat dari bawah 'Arsy memanggilnya, "Mulailah duluan olehmu perbuatan itu (merangsang suami):




Maka Allah akan mengampuni untukmu dari dosamu yang telah lalu dan yang akan datang;




Dan Allah akan mencatat untuknya pahala seorang yang memerdekan seratus budak.




Dan mencatat untuknya dari setiap sehelai rambut dengan satu kebaikan.

__ADS_1




Dan siapa saja seorang istri yang mencium suaminya dengan suka rela maka:




Dia bagaikan menghatamkan Al-Qur'an (dua belas) kali.




Dan dengannya Allah akan mencatat dari setiap ayat dalam Al-Qur'an lima puluh kebaikan;




Dan dari setiap ciuman dibangunkan sebuah kota di Surga untuknya




"Dan siapa saja seorang istri yang mencium kepala suaminya, menyisir rambut dan jenggotnya, maka:




Allah akan mencatat untuknya pahala kebaikan dengan bilangan setiap sehelai rambut.




Dan ditanamkan untuknya dari setiap sehelai rambut dengan pohon kurma di Surga.




"Tapi, jika seorang istri menghindari tempat tidur suaminya, apa yang bakal istri dapatkan Nay?" tanya Damar yang ingin mengetahui pemahaman istri kecilnya itu.


"Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Nabi SAW bersabda: ‘Apabila seorang wanita menghindari tempat tidur suaminya pada malam hari, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari’. Dalam suatu riwayat yang lain disebutkan: ‘Sehingga dia kembali’,” (Isnadnya hasan shahih, ditakhrij Al-Bukhary, 7/39, Muslim, 8/10, Ahmad, 2/386, Ad-Darimy, 2./150, Al-Baihaqy, 7/292 dalam As-Sunan, Lafazh yang disebutkan di sini bagi Muslim).


"Itu yang pernah ibu ajarkan kepada Nay Mas," ucap Nayla setelah memberitahu makna dari sebuah hadits.


"Alhamdulillah, ternyata Arkan tidak salah memilihkan istri untukku."


Damar memandang wajah Nayla, dia berharap pernikahannya kali ini bisa langgeng dan akan mendapatkan keberkahan.


Bersambung.....


Sambil menunggu aku Up lagi besok, mampir yuk ke karyaku yang lain. Terimakasih 🙏

__ADS_1



__ADS_2