
"Mau kemana Carol?" tanya Rendra, yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Aku keluar sebentar, ada urusan yang harus aku selesaikan," jawab Carolina.
"Bukan tentang mantanmu itu bukan? Aku tidak suka pengkhianatan, jadi jangan coba-coba melakukan apa yang aku tidak suka! Kamu mengerti Carol! Aku bisa melakukan apa saja termasuk melenyapkan mu dan juga Damar mantan suamimu!" ancam Rendra.
"Tidak Sayang, aku tidak ada urusan apa-apa lagi dengan Damar, aku bahagia bersamamu dan kamu jangan ragukan hal itu lagi, apalagi sudah ada putra kita," ucap Carolina sembari mencium Rendra.
"Baguslah! jika kamu paham. Aku bisa saja mengulang kebangkrutan Damar untuk kedua kali, itu bukan hal sulit untukku."
"Hemm, aku tahu. Aku pergi dulu Sayang, nggak lama kok, hanya ingin memberi pelajaran kepada seseorang yang tidak tahu malu."
"Pergilah! Aku beri kamu waktu 2 jam, kamu mengerti Carol sayang? Dan ingat baby kita membutuhkan mamanya bukan hanya baby sitter," ucap Rendra mengingatkan.
"Iya Sayang, aku tahu, aku pergi dulu ya," pamit Carolina terhadap Rendra.
Dulu, Carolina meninggalkan Damar agar bisa bersama Rendra, karena baginya sia-sia jika tetap bersama Damar yang sudah di vonis dokter tidak bisa memberi keturunan, sementara Carolina sendiri dinyatakan sehat.
Dan kekayaan Rendra yang jauh lebih banyak, membuat Carol tergiur, lalu dia memilih selingkuh dengan Rendra yang ternyata menggunakannya untuk menghancurkan kehidupan Damar.
Setelah rencana Rendra berhasil dan Carol bercerai dari Damar, Rendra menikahi Carolina yang ternyata dijadikan sebagai istri ketiga.
Kecantikan dan keseksian Carol dibanding kedua istrinya yang lain, membuat Rendra mengekang kebebasan Carolina. Dua tahun Carol dan keluarganya bahagia karena Rendra sangat memanjakannya dan akhirnya Carolina pun hamil dan melahirkan seorang putra yang saat ini berusia satu tahun.
Seiring berjalannya waktu, Carolina merasa bosan. Dia bosan dengan aturan-aturan dari Rendra yang mengekang kebebasannya.
Dulu Carolina mendapatkan kebebasan, cinta dan juga uang, saat dirinya masih menjadi istri Damar, sementara bersama Rendra dia dibatasi dalam segala hal termasuk uang.
Setelah kemunculan Damar kembali, yang ternyata sekarang lebih lebih berkuasa dan kaya, Carolina jadi berambisi untuk mendapatkan mantan suaminya itu lagi.
__ADS_1
Makanya, Carolina mencari informasi tentang Damar dan di situlah dia baru mengetahui jika Damar akan menikahi seorang gadis kampung.
Merasa dia unggul dari Nayla, dalam banyak hal, Carolina bertekat untuk mendapatkan Damar sebelum pernikahannya berlangsung. Ternyata usaha Carolina gagal, Damar tetap melangsungkan pernikahannya.
Carolina tidak ingin Nayla menikmati kebahagiaan pernikahan bersama Damar, karena dia merasa yakin, jika Damar hanya memperalat Nayla bukan mencintainya untuk membalas dendam atas dirinya yang telah berselingkuh dan ikut andil dalam menghancurkan bisnis Damar.
Bagaimana pun caranya, Carolina akan merebut Damar dari gadis yang menurutnya bodoh dan udik. Bagi Carolina, Nayla tidak pantas mendampingi Damar yang merupakan pengusaha sukses dengan jaringan bisnis sampai ke luar negeri.
Carolina akan memanfaatkan keculasan dan ketamakan pelayan di mansion Damar, dia akan menyingkirkan Nayla beserta adiknya lalu kembali menikah dengan Damar.
Saat sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyingkirkan Nayla selagi Damar belum kembali ke tanah air. Dan sakitnya Seyna akan Carolina manfaatkan untuk menekan Nayla.
Carol meninggalkan kediaman Rendra, lalu dia menuju rumah sakit sesuai informasi yang dia dapatkan dari Bety dan Tisya.
Sesampainya di rumah sakit Carolina bertanya kepada pihak yang melayani pengunjung, dia bertanya di mana letak ruang rawat pasien kanker yang bernama Seyna.
Salah satu perawat memberitahukan ruangan Seyna, tapi mereka menjelaskan bahwa tidak sembarang orang bisa masuk kesana karena larangan pihak keluarga.
Saat menunggu waktu yang tepat untuk bisa masuk, Carolina melihat Nayla keluar ruangan diikuti oleh Aira dan dua orang pengawal.
Kini yang tersisa dua orang pengawal lagi, Carol harus bisa menyingkirkan pengawal tersebut untuk bisa masuk menemui Seyna.
Carolina mencari akal, dia membayar seorang perawat untuk membawa Seyna keluar dengan alasan dipanggil dokter dan Nayla, karena mereka menunggu Seyna di ruangan Dokter.
Perawat itupun berbicara kepada kedua pengawal, lalu dengan mudah dia masuk untuk membawa Seyna.
Seyna yang sangat senang akan pulang, menurut saja saat perawat tersebut mengatakan jika dirinya harus ke ruangan dokter bersama Nayla.
Perawat membawa Seyna keluar dan sesampainya di dekat ruangan mayat, Seyna di dorong masuk, lalu di bius.
__ADS_1
Seyna pun pingsan, lalu perawat dan Carolina mengangkat tubuh Seyna ke atas kursi roda, lalu menutup tubuh dan juga sebagian wajahnya agar orang tidak merasa curiga saat Carol dan perawat membawanya keluar menuju mobil Carolina.
Carol puas dengan hasil kerja perawat tersebut, lalu dia memberikan uang banyak sebagai imbalan dan meminta perawat tersebut berhenti dari pekerjaannya. Carolina janji akan memberikan perawat tersebut pekerjaan setelah situasi aman.
Tubuh Seyna sudah dibaringkan di dalam mobil, lalu Carollina membawa Seyna ke apartemen yang dulu dia pernah tempati sebelum menikah dengan Rendra.
Untung saja Carolina selalu membawa kuncinya di dalam tas, jadi tidak ada hambatan lagi untuk menyekap Seyna.
Carolina dibantu oleh seorang security mengangkat tubuh Seyna ke dalam kamar, lalu dia berpesan untuk menjaga Seyna jangan sampai keluar dari apartemen.
Sementara di rumah sakit, Nayla dan Aira yang baru saja keluar dari ruangan dokter langsung menuju ruangan Seyna. Mereka sangat terkejut saat tidak melihat Seyna ada di atas tempat tidurnya.
Nayla dan Aira mencari ke dalam kamar mandi, tapi tidak menemukannya. Dan Nayla pun berlari keluar, lalu mereka bertanya kepada pengawal, "Pak, kemana adik Saya! Kenapa tidak ada di dalam ruangan?" tanya Nayla panik.
"Bukannya Nona Seyna pergi ke ruangan Dokter menyusul Nyonya? Tadi seorang perawat datang dan membawanya pergi, kata perawat tersebut diminta untuk menemui Nyonya dan dokter di ruangannya."
"Aduh Pak! Kenapa lengah, cepat kalian cari di sekeliling rumah sakit, aku akan menelepon Dewo, apa dia sudah kembali atau belum dari menjenguk ibunya yang saat ini sedang kambuh penyakitnya," perintah Nayla.
"Kalian kenapa kerjanya tidak becus, apa hukuman yang pantas bagi kalian jika sampai Nona celaka atau tidak ditemukan!" seru Aira.
Aira sangat kesal dan marah, pasti Arkan sang Kakak dan Tuannya akan memarahinya juga.
Nayla yang sedang menelepon Dewo, tidak kuasa menahan tangis, lalu dengan sesenggukan Nayla menceritakan tentang hilangnya Seyna.
Dewo sangat terkejut dan dia merasa menyesal, kenapa demi kepentingan pribadi sampai melalaikan tugas utamanya.
Lalu Dewo meminta maaf kepada Nayla dan berjanji akan mengerahkan anak buah untuk mencari Seyna. Dewo bergegas kembali ke rumah sakit setelah berpamitan dengan sang ibu.
Bersambung.....
__ADS_1
Hai para sobat, kali ini aku merekomendasikan karya sahabatku, yuk silahkan mampir dan jangan lupa, beri dukungan kalian ke karya kami ya. Terimakasih 🙏🥰