RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA
BAB 55. SEKUTU PELAYAN USIL


__ADS_3

Dewo mengantarkan Damar dan Nayla ke alamat yang tadi diberikan oleh si penjambret, ternyata apa yang dikatakannya benar bahwa anak istrinya memang sedang sakit.


Di sana, Dewo melihat seorang dokter sedang memeriksa keduanya, tapi apa yang dikatakan oleh dokter itu membuat penjambret hanya bisa menyabarkan anak dan istrinya saja.


Dia tidak memiliki uang untuk membawa keduanya ke rumah sakit, sedangkan untuk membayar dokter itu saja, uang dari belas kasih Nayla.


Damar menghampiri dokter yang keluar dari rumah itu dan menanyakan keadaan kedua pasien tersebut.


Dokter pun menjelaskan tentang kondisi pasien yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.


"Baiklah Dok, tolong berikan rujukan, mereka harus dirawat di rumah sakit mana, nanti anggota Saya akan mengantarnya kedua pasien itu kesana," ucap Damar.


Dokter pun membuka kembali tasnya, lalu menuliskan sebuah surat rujukan dan memberikannya kepada Damar.


"Terimakasih Dok," ucap Damar.


"Sama-sama Pak!" ucap Pak Dokter lalu pamit pulang.


Damar memberikan surat itu kepada Dewo, "Tolong atur ini Wo, berikan pelayanan terbaik."


Dewo pun mengangguk, lalu dia mengucap salam dan masuk untuk menemui si penjambret tadi.


Keluarga itu terkejut kedatangan pria asing, tapi setelah Dewo menjelaskan dan mengatakan jika itu perintah Bosnya yang menunggu di luar, si penjambret pun keluar untuk berterima kasih.


Sesampainya di luar, dia merasa malu saat melihat Damar dan Nayla. Kemudian, diapun mempersilakan keduanya untuk masuk.


Rian itulah nama si penjambret, saat dia memperkenalkan dirinya kepada Damar dan Nayla.


"Terimakasih Tuan, Nyonya. Saya tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan kalian. Saya rela Tuan suruh apa saja untuk membalas kebaikan Tuan," ucap Rian.


"Begini saja, kamu bekerja dengan Saya. Nanti konfirmasi dengan Dewo tentang apa tugas kamu," ucap Damar sembari menunjuk Dewo.


"Baik Tuan! Sekali lagi terimakasih," ucap Rian dengan wajah berseri-seri.


Rian tadinya sudah berputus asa, bagaimana cara menyelamatkan anak dan istrinya, karena pekerjaan saja dia tidak punya. Rian baru saja kena pecat, sebab sering bolos kerja. Rian bolos karena merawat anak istrinya yang sedang sakit.


Sekarang bersiaplah, kita akan membawa anak istrimu ke rumah sakit. Pak dokter tadi sudah memberikan rujukan," ucap Dewo sembari menunjukkan surat rujukan itu kepada Rian.


Rian pun mengemas pakaian ganti, lalu bersama Dewo, Rian mengangkat anak istrinya ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh para pengawal.

__ADS_1


Mereka pun berangkat ke rumah sakit, sedangkan Damar memilih pulang dengan dua orang pengawal yang lain.


Damar sengaja mencari orang-orang seperti Rian untuk bekerja dengannya, karena menurutnya Rian bisa setia, sekaligus Damar bisa menolong orang-orang yang memang sedang kesulitan.


Hidup di dunia hitam membuat Damar menjadi orang yang kejam, tapi sifatnya yang pemurah tidak pernah berubah. Dulu Damar seorang yang dermawan, saat dirinya sebelum dihancurkan oleh Carolina.


"Terimakasih Mas," ucap Nayla memecah keheningan.


"Hah, terimakasih untuk apa Nay?" tanya Damar.


"Terimakasih karena telah membantu mereka yang membutuhkan."


"Oh...aku kira apa! Kamu harus beri hadiah nanti ya, sebagai balasannya," ucap Damar sembari memberi kode.


Sementara di mansion, seorang pengawal mengendap-ngendap dibelakang mansion. Dia akan menemui Betty dan Tisya di sana.


Ternyata Betty dan Tisya, memang sudah menunggu di tempat yang jauh dari jangkauan CCTV.


"Hei, kemari! kami di sini!" ucap Betty.


"Bagaimana tugasmu!" tanya Tisya


"Ini separoh dulu, sesuai janji. Jika memang tugas kalian terbukti berhasil, aku pasti akan melunasinya," ucap Betty sembari menyerahkan uang sebagai pembayaran atas tugas yang mereka berikan.


"Jika ternyata kamu gagal dan mereka selamat bagaimana?


Kami tidak mau rugi, kamu harus kembalikan dua kali lipat!" ucap Tisya.


"Baiklah, sekarang aku pergi dulu. Aku tidak mau ambil resiko sampai pengawal atau pelayan tahu kerjasama kita," ucap sang pengawal.


Pengawal itupun pergi setelah menerima sebagian pembayaran tersebut dan sekarang tinggal Betty dan Tisya di sana. Mereka berencana minta tambahan uang kepada Carolina.


Carolina bukan orang bodoh yang bisa Betty dan Tisya perdaya begitu saja. Dia akan memberikan uang bayaran, jika semua pekerjaan yang Carolina perintahkan sudah beres.


Betty dan Tisya terpaksa kembali ke dalam mansion dengan perasaan kecewa. Uang mereka sudah keluar banyak, tapi belum ada uang yang masuk sepeserpun dari Carolina.


Damar dan Nayla sudah tiba di mansion. Dan Nayla bermaksud ingin menemui Seyna guna mengatakan jika mereka akan berjiarah ke makam ayah dan ibu besok pagi.


"Mas, aku mau ke kamar Seyna dulu boleh?" tanya Nayla.

__ADS_1


"Pergilah! Aku tunggu kamu di atas ya," jawab Damar.


Nayla pun bergegas ke kamar Seyna dan Damar kembali ke kamar.


Betty dan Tisya bengong memperhatikan keduanya yang tidak terlihat terluka sedikitpun.


Lalu, keduanya pun bergegas mencari pengawal yang tadi, mereka marah karena merasa dibohongi.


"Batty, Tisya! kalian mau kemana?" tanya Bi Luna.


"Anu Bi, kami mau cek taman, apa masih banyak tumbuh rumput atau tidak," alasan Betty.


"Nah kamu Tisya, tolong kerjakan yang lain, tugas itu cukup Betty yang mengerjakannya!" perintah Bi Luna.


Betty dan Tisya saling pandang, lalu keduanya pergi ke arah masing-masing. Tapi, mereka akan kembali mencari pengawal itu setelah pekerjaan selesai.


Nayla membuka pintu kamar Seyna, ternyata dia melihat adiknya sedang tidur dengan di temani oleh Aira.


Aira menoleh saat mendengar suara kaki mendekat dan dia memberi kode jika Seyna baru saja tertidur.


Kemudian keduanya memutuskan untuk ngobrol di luar ruangan daripada nantinya mengganggu Seyna.


"Bagaimana keadaan Seyna Ai?" tanya Aira.


"Tadi dia merintih, Seyna merasakan bagian tubuhnya sakit semua Nay," ucap Aira.


Nayla pun mendesah, lalu dia berkata, "Lusa jadwal kemo keduanya Ai dan besok aku berencana mengajak dia untuk nyekar ke makam ayah dan ibu. Aku ingin Seyna memiliki semangat baru untuk proses kemo selanjutnya."


"Syukurlah Nay, barangkali dengan cara itu, dia akan lebih bersemangat melawan penyakitnya."


"Aku titip dia dulu ya Ai, saat ini Mas Damar menungguku!" pinta Nayla.


"Pergilah Nay, aku akan kembali ke dalam. Jadi saat Seyna terbangun, dia akan merasa lega masih ada teman disisinya," ucap Aira.


Nayla pun bergegas ke kamarnya, dimana Damar sedang menanti dirinya.


Ternyata benar, Damar baru saja selesai mandi dan kini dia sedang menanti Nayla sembari membuka laptopnya.


Saat melihat Nayla masuk, Damar langsung menghentikan pekerjaannya dan meminta Nayla untuk duduk di ranjang bersamanya.

__ADS_1


Nayla mengatakan jika dia ingin ke kamar mandi dulu, mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.


__ADS_2