
Sebenarnya Dokter sudah menduga, pasti hasilnya bukanlah sesuatu hal yang baik, tapi untuk lebih memastikan, beliau membawa cairan itu ke laboratorium untuk memperkuat hasil analisanya sebelum menyampaikan kepada Nayla.
Setelah hasil keluar, pihak laboratorium langsung menunjukkan kepada Dokter dan ternyata tebakannya benar.
Cairan itu mengandung racun yang bisa membuat tubuh orang yang terkena semakin melemah.
Dokter berlari ke ruangan Seyna, beliau ingin melihat perkembangan gadis itu dan akan segera memberikan pertolongan.
Sesampainya di ruangan Seyna, Dokter memberitahu hasilnya kepada Nayla dan mengatakan jika sampai mereka terlambat, dipastikan Seyna akan mengalami overdosis obat, yang ditandai dengan keadaan :
Mual
Muntah
Kram perut
Diare
Pusing
Hilang keseimbangan
Kejang (tergantung situasi dan kondisi)
Mengantuk
Kebingungan
10.Kesulitan bernapas/tidak bernapas
11.Perdarahan internal
__ADS_1
12.Halusinasi
13.Gangguan penglihatan
14.Mengorok berat
15.Kulit membiru
16.Koma
"Jadi apa yang bisa dilakukan Dok untuk menetralisir racun tersebut?" tanya Nayla khawatir.
"Suster! tolong bawakan saya susu secepatnya!" perintah Dokter.
Suster pun berlari untuk mengambil susu sesuai perintah Dokter, sambil menunggu suster kembali, Dokter pun menyuntikkan obat ke tubuh Seyna.
Susu menetralisir obat dengan cara melapisi saluran cerna dan mengurangi absorpsi atau penyerapan antibiotik dalam tubuh.
Komponen antibiotik seperti tetrasiklik yang bereaksi dengan susu. Obat yang mengandung tiroid juga akan bereaksi terhadap kandungan kalsium dalam susu. Akibatnya penyerapan dan efektivitas obat pun terhambat
Pendapat lainnya dari ahli medis membenarkan bahwa susu bisa bermanfaat untuk membantu korban keracunan, misalnya saat overdosis obat, meski bukan penetralisir racun secara khusus.
Susu bekerja untuk memperkecil volume racun dalam tubuh, melapisi saluran cerna, dan kandungan laktosanya membantu mempercepat pembuangan racun di dalam tubuh.
Melihat kondisi Seyna yang masih baik-baik saja, Nayla pun merasa lega. Kemudian Nayla berkata, "Terimakasih Dok, untung hal ini cepat kita ketahui, jika tidak entah apa yang bakal Seyna alami," ucap Nayla.
"Mulai sekarang, perketat penjagaan, ada seseorang yang menginginkan kalian celaka," ucap Dokter.
"Baik Dok!"
Setelah mengatakan hal itu, Dokter pun pamit, tapi sebelumnya Dokter mengatakan jika besok jadwal kemoterapi pertama Seyna. Makanya Seyna harus banyak istirahat.
__ADS_1
Dewo yang melihat Dokter telah keluar dari ruangan Seyna segera menghampiri Nayla, "Maafkan Aku Non! Aku telah lalai menjalankan tugas, aku siap dihukum apapun," ucap Dewo.
"Sudahlah Wo, kamu tidak salah apapun, yang terpenting sekarang lebih perketat penjagaan. Siapapun yang hendak masuk ke sini harus di periksa tanda pengenalnya sekalipun itu Dokter dan perawat!"
"Baik Non! Saya permisi dulu. Saya akan infokan tugas kepada para pengawal dan menambah pengawalan lagi," pamit Dewo.
"Silahkan Wo!" ucap Nayla.
Setelah mengatur pengawalan di pintu masuk ruang rawat Seyna, Dewo segera menghubungi Arkan. Dia menceritakan kejadian yang terjadi barusan di rumah sakit.
Arkan terkejut, lalu dia meminta Dewo agar lebih waspada. Arkan kemudian menceritakan hal itu kepada Damar dan Damar pun naik darah, sebenarnya siapa yang telah berani mengusik ketenangan hidupnya.
Damar menelepon Dewo, dia menginstruksikan bahwa kemungkinan ada info dari orang dalam tentang keberangkatannya, jadi musuh bisa bergerak sekaligus di dua tempat.
"Wo, tolong waspadai semua pengawal dan juga pelayan di mansion. Aku yakin ada penghianat di sana. Aku tidak akan memberi ampun kepada siapapun yang berani mengkhianati ku!" perintah Damar.
"Baik Bos!" ucap Dewo.
Setelah menelepon Dewo, Damar pun menelepon Nayla lagi untuk memberitahu agar berhati-hati terhadap siapapun termasuk pelayan. Damar belum bisa kembali selagi keadaan Sang Papa belum ada perubahan.
Nayla menenangkan hati Damar, bahwa semua pasti bisa diatasi dan Nayla meminta agar Damar mendekatkan ponselnya ke telinga Tuan Besar, Nayla ingin berbicara dengan Papa mertuanya itu. Barangkali dengan cara seperti ini bisa membuat beliau segera sadar.
Damar menuruti kemauan Nayla, lalu Nayla pun mulai memperkenalkan diri dan Nayla berkata agar sang Papa segera sadar jika menginginkan mereka segera memiliki keturunan.
Jari Richard bergerak-gerak hingga membuat Damar sangat senang, ternyata cara yang Nayla lakukan bisa merangsang kesadaran Papanya.
Kemudian Damar memencet bel untuk memanggil Dokter, agar segera memeriksa kondisi sang Papa.
Damar yakin sang Papa mendengar semua yang mereka katakan dan jika cara ini memang ampuh merangsang kesadaran, Damar akan meminta Nayla besok untuk melakukannya lagi.
Sebelum menutup panggilannya, Damar berterimakasih dan dia mengirimkan ciuman jarak jauh karena Damar merindukan Nayla.
Nayla malu, tapi jujur, dia juga merindukan ciuman seperti yang pernah Damar lakukan sesaat sebelum mereka gagal melakukan malam pengantin.
__ADS_1