
Setelah membereskan semuanya, Damar dan Arkan kembali ke hotel, dia ingin beristirahat sembari menelepon Nayla, untuk menanyakan kabar Seyna.
Malam ini Nayla dan Aira menginap di rumah sakit karena besok pagi Seyna akan melakukan kemoterapi.
"Kak aku takut!" ucap Seyna.
"Jangan takut Dek, kemoterapi adalah pengobatan yang dokter lakukan dengan menggunakan bahan kimia poten untuk membunuh sel-sel kanker yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh. Pada dasarnya, proses kemoterapi dilakukan untuk mengurangi jumlah sel kanker dan menekan potensi penyebaran kanker ke area tubuhmu yang lain. Menyusutkan ukuran, dan meredakan gejala-gejala kanker yang dirasakan," ucap Nayla mencoba menjelaskan kepada sang adik.
Kemudian Nayla berkata lagi, "Hal ini karena sel-sel kanker dapat menggandakan diri lebih cepat dibandingkan sel-sel lain di dalam tubuh," ucap Nayla lagi.
"Kamu nggak perlu takut Dek, kamu pasti sembuh," ucap Aira mencoba membantu memberi dorongan semangat.
Sebenarnya Nayla dan Aira juga takut, sesuai penjelasan dokter efek samping kemoterapi selain infertilitas dan kerontokan rambut, proses kemoterapi juga bisa menimbulkan banyak efek samping lain, yaitu :
Mual, muntah, dan diare
Kerusakan kuku
Penurunan nafsu makan
Kelelahan
Demam
Sariawan
Gangguan pendengaran
Gangguan kognitif dan kesehatan mental
Infeksi
Anemia
Nyeri
Sembelit
Rentan mengalami lebam dan perdarahan
Selain itu, efek samping kemoterapi lainnya yang bisa muncul belakangan, seperti kerusakan jaringan paru, gangguan jantung, gangguan fungsi ginjal, kerusakan saraf, dan munculnya sel kanker baru.
Seyna dan Aira hanya saling pandang, sebenarnya mereka juga tidak yakin dengan pengobatan ini tapi apa boleh buat, Damar sudah menjelaskan semua yang dikatakan dokter bahwa kanker yang di derita Seyna sudah menyebar.
__ADS_1
Besok masih kemoterapi yang pertama dan ada 5 kali lagi proses kemo yang musti Seyna jalani selanjutnya dan harus dipatuhi setiap jadwalnya.
Dalam proses kemoterapi, tim medis akan memasukkan obat melalui:
Selang infus atau akses pembuluh darah di lengan atau dada
Pil atau kapsul
Suntikan
Kulit, dengan krim atau gel
Prosedur kemoterapi intraperitoneal, intrapleural, intravesikal, atau intratekal pada organ tertentu atau organ target
Suntikan langsung ke sel-sel kanker
Itulah besok pagi yang harus Seyna jalani.
"Kak aku boleh bicara berdua saja dengan Tuan Damar?"
"Mau bicara apa Dek?"
"Baiklah, sebentar kakak sambungkan, mudah-mudahan Mas Damar tidak sedang sibuk," ucap Nayla sembari mencari ponselnya di dalam tas.
Panggilan Nayla masuk tepat saat Damar baru saja tiba di dalam kamarnya. Damar tersenyum ketika melihat nama Nayla yang tertera memanggil di ponselnya.
"Ternyata kita kontak batin ya Nay," monolog Damar.
"Mudah-mudahan kamu memang gadis baik dan tidak akan pernah mengecewakan ku seperti Carolina. Tapi aku butuh waktu untuk membuktikan semua, karena aku tidak ingin mengalami kegagalan untuk kedua kali. Jika kamu nanti terbukti benar tulus, aku akan membatalkan perjanjian kita, tapi jika kamu sama saja dengan Carolina, aku tidak akan segan menyingkirkan mu," monolog Damar lagi.
Damar pun menerima panggilan video dari Nayla, "Hallo Sayang, sudah kangen ya?" tanya Damar sembari tersenyum.
Nayla malu mendengar pertanyaan suaminya, lalu dia menjawab, "Ini lho Mas, Seyna ingin berbicara tapi berdua saja. Aku tidak tahu apa yang ingin dia bicarakan."
"Oh, aku kira sudah kangen, biar aku langsung pulang nih!"
"Memangnya Mas sudah bisa pulang? Bagaimana dengan Papa?"
Damar menyeringai, "Belum sih, tapi kata dokter sudah ada perkembangan bagus, nanti telepon papa lagi ya, barangkali ucapan mu bisa mempercepat kesembuhan Papa."
"Iya Mas, seandainya Seyna sudah selesai melaksanakan kemoterapi, aku kepingin menjenguk Papa."
"Serius Nay!"
__ADS_1
Nayla pun mengangguk, lalu Damar berkata lagi, "Baiklah, kalau Seyna nantinya sudah enakan dan bisa ditinggal, aku akan meminta Arkan menjemputmu dengan pesawat pribadi. Papa pasti sangat senang jika mendengar hal ini, terutama aku, sekaligus kita bulan madu," ucap Damar yang kembali menggoda Nayla.
"Oh ya, Sekarang Seyna mana, aku ingin bicara dengan dia," ucap Damar yang senang melihat Nayla malu.
Kemudian Nayla memberikan ponselnya kepada Seyna dan sesuai permintaan Seyna, Nayla beserta Aira keluar ruangan untuk memberi kesempatan kepada Seyna ngobrol berdua saja dengan Damar.
"Selamat malam Tuan, maaf jika aku mengganggu waktu istirahat Anda," sapa Seyna.
"Apa kabar Dek, tolong jangan panggil Saya Tuan. Kamu adik Nayla, berarti sekarang adalah adik Saya, jadi panggil saja seperti Kakak kamu memanggil Saya. Boleh Mas atau Kakak," pinta Damar.
"Baiklah Kak," jawab Seyna sedikit janggal dan segan.
"Kata Nayla ada yang hendak kamu bicarakan dengan Saya, tentang apa Dek?" tanya Damar.
"Begini Kak, besok adalah kemoterapi ku yang pertama dan aku sebenarnya takut Kak, seandainya aku tidak kuat menjalani kemo, mungkin aku tidak mau melanjutkan kemoterapi berikutnya Kak. Biarlah aku jalani sisa hidupku tanpa ditambah rasa sakit."
"Kamu tidak boleh pesimis Dek, kamu pasti kuat, Saya yakin. Ingat, kamu satu-satunya keluarga yang Nayla punya. Jika kamu menyerah, bagaimana dengan perasaan kakakmu," ucap Damar.
"Inilah yang ingin aku minta dari Kak Damar, seandainya aku pergi meninggalkan dunia ini, aku mohon tolong jaga Kak Nay Kak. Sayangi dia, karena selama ini Kak Nay tidak pernah memikirkan kebahagiaannya sendiri. Dia selalu mengutamakan Aku. Aku ingin melihat dia bahagia, jangan biarkan dia terpuruk saat aku nanti meninggalkannya."
"Kamu jangan berpikir aneh-aneh, ayo semangat. Nikmati kebahagiaan hidup bersama Kakak kamu. Aku janji, akan membahagiakan kalian berdua, karena kalian sekarang adalah keluarga ku," ucap Damar.
"Terimakasih Kak, aku lega sudah mengatakannya dan terimakasih atas waktunya."
"Sama-sama Dek. Semangat ya, Saya pasti bantu doa dari sini," ucap Damar. Setelah mendapatkan anggukan dan senyuman dari Seyna, Damar pun memutuskan panggilan.
Seyna keluar ruangan untuk mencari sang Kakak, ternyata mereka sedang ngobrol dengan keluarga pasien lainnya.
"Kak, ini ponselnya," ucap Seyna.
"Oh, sudah selesai ngobrolnya Dek!"
"Iya sudah."
"Baiklah, ayo kita kembali ke ruangan. Tak baik kamu kena angin malam di luar sini."
Seyna pun setuju, lalu ketiganya balik ke ruangan setelah pamit dengan keluarga pasien yang ada di sana.
"Kamu istirahatlah, biar Kak Nay dan Kak Aira menjaga kamu."
"Iya Dek, tidurlah. Biar stamina kamu lebih fit menjalani pengobatan."
"Iya Kak, aku tidur dulu ya."
Aira pun mengangkat tangannya sembari memberi kode oke kepada Seyna. Lalu Aira dan Nayla ngobrol di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Malam ini mereka membicarakan banyak hal dan salah satunya tentang permintaan Damar, agar Nayla menyusulnya ke Korea Selatan setelah Seyna selesai menjalani kemoterapi pertamanya.
__ADS_1
Aira pun berjanji akan menjaga Seyna saat Nayla nanti pergi menyusul Damar.