
Damar berhasil menenangkan Nayla, dan urusan musuhnya yang mengendarai sepeda motor juga sudah dibereskan oleh keempat anak buahnya.
Kini mereka pun melanjutkan perjalanan ke butik. Nayla rupanya tertidur, dan kesempatan itu Damar gunakan untuk mengirim chatt kepada Arkan.
Arkan lega, ternyata dugaannya benar, dia bersyukur tidak terjadi hal buruk terhadap Damar dan juga Nayla.
Dan Damar meminta Arkan untuk memperketat penjagaan saat acara pernikahan besok. Arkan pun meminta izin kepada Damar untuk mempekerjakan Dewo sahabatnya dan sahabat Nayla.
Karena menurut Arkan, Dewo bisa dipercaya untuk membantu menjaga keamanan Nayla saat dirinya dan Damar tidak di tempat. Arkan tahu Dewo memiliki kemampuan ilmu bela diri yang cukup lumayan sejak di sekolah.
Damar pun menyerahkan semua keputusan pengamanan kepada Arkan. Arkan segera menghubungi Dewo agar besok pagi-pagi sekali datang ke alamat yang Arkan kirim. Arkan sekaligus menjelaskan bahwa meminta bantuan Dewo untuk mengawal pernikahan Nayla.
Dewo sangat senang, lalu dia berjanji pasti akan datang tepat pada jam yang dia janjikan. Dewo sangat berharap kehidupan Nayla dan adiknya akan berubah lebih baik setelah pernikahan.
Aira dan Seyna sudah tiba di mansion bersama dua orang pengawal, lalu Seyna bertanya kepada Aira, "Apa setiap hari kalian hidup seperti ini Kak? Pergi kemanapun selalu di kawal penjaga?"
"Iya, karena Bos bukanlah orang biasa, pengaman harus terus ada untuk jaga-jaga mana tahu musuh berniat tidak baik," jawab Aira.
"Oh gitu ya Kak, seperti pejabat ya!"
Aira hanya mengangguk, lalu memegang lengan Seyna sembari berkata, "Kamu masih sanggup naik tangga? Jika tidak, aku akan meminta kepada Bi Luna agar memakai kamar di lantai bawah," ucap Aira.
"Tidak usah Kak, aku masih sanggup kok, aku ingin dekat dengan Kak Nay, jadi aku nggak mau tinggal di lantai bawah," jawab Seyna.
"Oh, ya sudah jika begitu. Aku akan mengantarmu ke kamar."
Aira segera membawa Seyna menaiki anak tangga. Sesuai perintah Damar kemaren, karpet telah terpasang di setiap jenjang anak tangga, jadi tidak takut licin lagi, tapi tetap harus hati-hati.
Bety dan Tisa yang melihat kepulangan Seyna merasa tidak senang karena tugas mereka bertambah lagi di rumah ini.
Seyna tidak berani memandang wajah mereka, dia hanya menunduk hingga tiba di depan kamarnya.
Aira membukakan pintu, lalu diapun menuntun Seyna ke arah tempat tidur. Aira meminta Seyna untuk beristirahat, sementara dia akan membantu Bi Luna di dapur.
Sebelum Aira keluar diapun berpesan, "Jangan takut dengan kedua cecunguk itu ya, jika mereka berbuat macam-macam teriak saja atau kamu panggil aku," ucap Aira.
"Terimakasih Kak."
"Tidurlah, aku pergi dulu."
__ADS_1
Seyna pun mengangguk, lalu dia langsung pergi ke dapur dan menanyakan tentang rencana pernikahan besok.
Bi Luna yang melihat Aira lalu bertanya, "Apa Nona Seyna sudah kamu suruh beristirahat? ini tolong antar dulu teh pahit panas, biar tubuhnya segar."
Karena Seyna mengidap kanker, makanya sebisa mungkin sekarang dia harus menghindari jenis makanan yang malah bisa memicu penyebaran sel kanker dengan cepat.
Adapun makanan yang harus di hindari oleh Seyna adalah:
Daging Olahan
Daging olahan adalah daging yang diolah dengan cara diawetkan melalui pengasinan, pengasapan, atau pengawetan. Jenis makanan ini memiliki kandungan pengawet yang bisa meningkatkan risiko kanker serta memperburuk kondisi kesehatan.
Selain kandungannya, biasanya daging olahan diproses dengan suhu panas yang sangat tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu munculnya komponen lain yang bisa meningkatkan risiko kanker.
Makanan dan Minuman Beralkohol
Zat kimia ini dapat merusak sel DNA yang memicu perubahan atau mutasi. Kondisi ini bisa membuat sel-sel berubah menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkendali.
Untuk proses penyembuhan dan pemulihan, sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol dan memulai menjalani gaya hidup sehat.
Makanan yang Digoreng
Pengidap kanker sebaiknya menghindari makanan yang diolah dengan cara digoreng. Minyak yang sudah dipakai secara berulang bisa memperburuk gejala kanker. Hal ini karena minyak goreng atau margarin mengandung lemak trans yang bersifat karsinogen.
__ADS_1
Makanan yang Dipanggang
Selain gorengan, makanan yang diolah dengan cara dipanggang juga sebaiknya dihindari. Jenis makanan ini bersifat karsinogen yang meningkatkan perkembangan sel-sel kanker.
Makanan cepat saji memang dinilai menjadi makanan tepat saat kita kelaparan. Namun, sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji disaat mengidap penyakit kanker.
Hal ini disebabkan makanan cepat saji memiliki kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang sangat tinggi. Makanan cepat saji juga dinilai tidak memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh di dalamnya.
Semua pantangan itu sudah Arkan jelaskan kepada Bi Luna, jadi sekarang Bi Luna lebih selektif dalam menentukan makanan apa yang harus dia sajikan untuk Seyna.
Aira pun kembali ke kamar Seyna dengan membawa teh pahit yang di buat oleh Bi Luna, lalu setelah meminta Seyna meminumnya, Aira langsung kembali ke dapur.
"Bi, untuk acara besok bagaimana?" tanya Aira.
"Instruksi dari Den Arkan katanya semua sudah di pesan di luar, jadi kita tinggal menatanya saja. Tim dekor juga sebentar lagi datang, kalau MUA besok pagi datangnya."
"Oh, syukurlah. Bos nggak mau merepotkan kita. Sangat beruntung Non Nayla ya Bi, kapan aku bisa seberuntung ini," ucap Aira sedih.
"Sudah jangan sedih, jodoh sudah ada yang mengatur. Suatu saat kamu pasti bakal mendapatkan jodoh yang baik pula. Jangan mengharapkan yang tidak mungkin kamu dapatkan lagi," ucap Bi Luna.
"Apa maksud Bibi?" tanya Aira.
"Bibi tahu dari sorotan matamu Ai, kamu tidak bisa membohongi mata tua ini. Kamu mencintai Tuan bukan?"
Aira terkejut mendengar ucapan Bi Luna, dia akhirnya menangis lalu memegang tangan Bi Luna sambil berkata, "Bi, tolong jangan katakan kepada siapapun ya, termasuk Abang. Aku janji akan membuang jauh-jauh perasaanku cinta ku ini. Aku tidak mungkin mengkhianati Non Nayla."
"Baiklah! Bibi tahu kamu gadis baik dan tidak akan mungkin mengkhianati majikanmu sendiri. Pergilah istirahat, Bibi tahu kamu mengantuk. Urusan dapur biar Bibi yang selesaikan."
"Iya Bi, aku permisi ke kamar ya Bi," pamit Aira.
Bi Luna dan Aira tidak menyangka jika pembicaraan mereka telah di dengar oleh kedua pelayan resek, si biang kerok yang bersembunyi di balik pintu.
Mereka senang, telah mendapatkan senjata untuk menyingkirkan Aira agar menjauhi kedua gadis gembel yang mereka benci.
Bety dan Tisa tersenyum licik sembari meninggalkan tempat persembunyian mereka saat ini. Keduanya pun pergi ke kamar Seyna, mereka akan membalas karena Seyna telah berani mengadu.
__ADS_1