
"Tolong bawa keluar adikku dulu, baru aku akan dengan sukarela melayani kalian. Kalian bisa pegang omonganku, bukankah kalian lebih banyak dari kami dan tentunya tenaga kalian lebih hebat dariku yang hanya seorang wanita, jadi aku tidak mungkin bisa melawan kalian bertiga."
Ketiga pengawal itupun saling pandang, lalu salah satunya mengangguk setuju dan meminta temannya untuk mengeluarkan Seyna dari dalam kamar tersebut.
Nayla harus melihat jika adiknya baik-baik saja, baru dia akan pura-pura menuruti kemauan ketiga pengawal itu. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan Seyna ketimbang memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
Pengawal pun telah keluar dari ruangan dengan membawa Seyna yang tangan serta kakinya diikat. Begitu melihat sang kakak ada di sana, Seyna pun berteriak, "Kakak, pergilah! Selamatkan dirimu, biarkan aku di sini, toh hidupku nggak akan lama lagi Kak. Aku tidak mau Kakak celaka! Cepat, larilah Kak!"
Melihat Seyna berkata dengan setengah berteriak, pengawal itupun marah, lalu membekap mulutnya, agar Seyna diam.
"Berisik! Diam kamu, dasar gadis penyakitan. Enak saja kamu meminta kakakmu pergi, dia masih memiliki janji untuk menyenangkan kami!"
"Hemm...hemm," ucap Seyna yang dibekap mulutnya.
"Lepaskan adikku! Jangan kalian menyakiti dia, atau aku akan..." Nayla menghentikan ucapannya, dia bingung harus bagaimana. Jika dia melawan dengan tenaga, pasti jelas kalah.
"Hahaha, kalian ternyata saling melindungi, hal itu membuat kami semakin tertarik untuk menikmati tubuh kalian berdua."
"Tolong jangan sakiti adikku, lepaskan dan biarkan dia pergi, aku janji akan melayani kalian sampai kalian puas dan sampai berapa lama pun kalian mau!"
"Hahaha, baiklah Nona cantik. Ayo lepaskan dia!" teriak satu pengawal yang merupakan pemimpin dari ketiga pengawal tersebut.
"Tapi Bos, nanti Bos besar bakal ngamuk, aku masih ingin hidup!"
"Tenanglah kalian, aku bilang lepaskan, ya lepaskan sekarang juga, buka ikatan talinya dan biarkan dia pergi dari sini! Mengenai Bos besar, itu tanggungjawab ku!"
Dengan ragu, pengawal itupun melepaskan ikatan tali yang ada di kaki dan tangan Seyna, lalu Seyna yang sudah bersiap untuk lari ke arah sang kakak, di tarik lengannya oleh pemimpin pengawal itu.
__ADS_1
"Hei tunggu! memangnya siapa yang memintamu boleh pergi begitu saja! Kamu kemari dulu! Baru adikmu ini aku lepaskan!" seru pemimpin pengawal itu kepada Nayla.
Saat Nayla berjalan mendekat, sopir taksi yang sudah bersembunyi di balik pintu gudang, ingin berteriak mencegahnya, tapi dia mengurungkan niat ketika melihat para pengawal itu siaga dengan senjata mereka.
Dia tidak mau mati sia-sia, tapi pak sopir pun bingung hendak melakukan apa untuk menolong kedua wanita dihadapannya itu.
Pak sopir celingukan kesana kemari, dia mencari sesuatu yang barang kali bisa dipergunakan untuk melawan para pengawal tersebut. Minimal bisa mengalihkan perhatian mereka, hingga Nayla dan Seyna memiliki kesempatan untuk kabur.
Saat itu Pak Sopir terkejut dengan kedatangan beberapa orang yang mendekat sambil menutupkan telunjuk ke mulut mereka, agar pak sopir jangan berteriak.
Dia mengelus dada dan merasa lega, ternyata yang datang adalah bapa bantuan yang juga ingin menyelamatkan Nayla dan Seyna.
Dewo bergerak mendekat ke pintu, dia mengintip ke dalam dan melihat situasi, sambil memikirkan cara, bagaimana menyelamatkan majikannya tanpa membahayakan nyawa keduanya.
Dengan jarinya, Dewo memberi kode kepada para anak buahnya, agar mereka berpencar, dan satu orang harus memancing agar dua pengawal keluar, jadi Dewo bisa dengan leluasa menghabisi sisa pengawal di dalam dan segera menyelamatkan majikannya dengan bantuan pak sopir.
Pak Sopir pun mengangguk dengan instruksi dari Dewo dia akan ikut masuk ke dalam gudang.
Saat dua orang itu keluar, mencari asal suara, pengawal Dewo yang lain dengan sigap menyerang dan menyergap mereka dari belakang.
Jumlah yang tidak sebanding, membuat keduanya dengan mudah di bereskan. Tanpa memberi ampun, pengawal langsung menggoreskan belati ke leher keduanya.
Hal itu sesuai instruksi dari Dewo sebelum mereka sampai ditempat itu. Dewo tidak mau ambil resiko, jika para penjahat itu mengulang kembali perbuatan mereka untuk mencelakai keluarga Bos nya.
Daripada pekerjaannya makin rumit, lebih baik dia menyingkirkan orang-orang yang telah mempersulit hidup majikannya.
Seketika darah segar membasahi tanah, mereka kemudian menyingkirkan mayat keduanya ke arah semak belukar di belakang gudang.
__ADS_1
Sementara Dewo memberi kode kepada Pak Sopir untuk memancing pengawal yang satunya lagi, dengan begitu Dewo bisa menyingkirkan pengawal tersebut tanpa membahayakan Nayla dan Seyna.
Pak Sopir pura-pura batuk, hingga memancing pengawal mendekat ke arah pintu. Tapi sebelumnya pengawal itu, ternyata telah memaksa Seyna dan Nayla untuk masuk ke dalam kamar dan mengunci mereka.
Dengan begitu Dewo dengan mudah segera menyingkirkan pengawal tersebut tanpa takut majikannya terluka.
Dewo terang-terangan keluar dari tempat persembunyiannya, lalu dengan ilmu beladiri yang dia miliki, Dewo pun berhasil membekuk pengawal tersebut.
Belati milik Dewo menempel di leher ketua pengawal tersebut, Dewo ingin mengorek keterangan terlebih dahulu sebelum membereskan musuhnya, tapi pengawal itu tetap bungkam, meski dia sudah menghajarnya hingga babak belur.
Akhirnya Dewo meminta para anak buahnya untuk membawa pengawal itu ke mansion dan meminta mereka untuk menyekapnya di sana, sambil menunggu Bos mereka sampai.
Dewo akan menyerahkan keputusan tentang nasib pengawal tersebut kepada Damar.
Setelah di amankan, Dewo yang sudah merampas kunci dari tangan pengawal tersebut, segera membuka kamar tempat majikannya di sekap.
Cahaya lampu yang temaram di kamar itu, sempat membuat Nayla melayangkan pukulannya ke tubuh Dewo, dia berpikir jika yang datang adalah si penjahat.
Nayla malu, lalu dia meminta maaf kepada Dewo. Dewo pun segera membawa keduanya keluar dari sana dan meminta anak buahnya untuk mengantarkan majikan mereka itu pulang ke mansion dengan menggunakan mobil.
Sementara itu, dirinya mengawal dari belakang dengan menggunakan motor.
Sambil mengendarai motor, Dewo menghubungi Arkan, dia memberitahu jika Nayla dan Seyna berhasil mereka selamatkan dan sekarang dalam perjalanan pulang ke mansion.
Serta Dewo memberitahu, jika satu orang pengawal berhasil mereka sandera untuk dimintai keterangan.
Arkan senang mendengar berita tersebut, setidaknya sahabatnya itu, pasti selamat dari amukan Damar.
__ADS_1
"Kerja bagus Wo, terimakasih kamu telah mempertanggung jawabkan kelalaian mu. Sekarang, perketat penjagaan mansion, jangan sampai dalang di balik penculikan itu menyusup untuk menyelamatkan anak buahnya dan mungkin bisa mencelakai Nyonya lagi.
Dewo pun merasa lega, kini rombongan sudah sampai di mansion dan mereka beristirahat sejenak, lalu secara bergantian bertugas memperketat penjagaan.