RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA

RAHIM BAYARAN DUDA MAFIA
BAB 41. MENGELABUHI PENJAGA


__ADS_3

Damar sudah bersiap untuk kembali ke tanah air, dia lalu pamit kepada sang Papa. Walaupun Richard belum sepenuhnya sadar tapi dia bereaksi saat Damar memegang tangannya.


Arkan yang sudah mempersiapkan pesawat untuk kepulangan Damar pun segera masuk dan menemui Damar yang masih memegangi tangan Sang Papa.


"Bos, pesawat sudah siap. Pengawal akan mengantar Bos ke bandara."


"Terimakasih Kan. Tolong, kamu jaga Papa! jangan sampai ada penyusup lagi yang masuk dan berusaha membunuhnya. Aku percayakan keselamatan Papa kepada mu Kan! Aku janji akan segera kembali setelah Seyna di temukan dan barangkali akan mengajak Nayla kesini."


"Baik Bos! Bos bisa pergi dengan tenang, aku akan menjaga Tuan besar. Selamat jalan dan Bos juga harus selalu berhati-hati, musuh bisa dimanapun dan kapanpun menyerang kita."


Setelah melepaskan tangan sang Papa, Damar menepuk bahu Arkan, lalu meninggalkan ruangan bersama dua pengawal yang akan mengantarnya ke Bandara.


Setelah memastikan pesawat Damar terbang, kedua pengawal itupun kembali ke rumah sakit.


Damar akan tiba di tanah air besok pagi dan hal ini membuat Nayla merasa sangat lega. Kepulangan Damar setidaknya bisa menguatkan dirinya, hingga Seyna nanti di temukan.


Nayla akhirnya mendapatkan pesan, bahwa dirinya harus datang sendirian ke sebuah gudang kosong tempat Seyna di sekap. Alamat lengkapnya sudah si penculik share via WhatsApp nya.


Jika Nayla tidak mematuhi syarat dari si penculik, maka Nayla akan menemukan jasad Seyna di tempat itu juga.


"Aku akan pergi sendiri, aku tidak mau Seyna celaka jika aku memberitahukan alamat ini kepada Dewo," monolog Nayla.


Nayla mengendap-ngendap keluar dari kamarnya, dia tidak ingin ada satu orangpun tahu jika dirinya akan pergi.


Tapi Nayla masih bingung, bagaimana caranya dia bisa melewati pintu gerbang tanpa satu pengawal pun tahu.


Nayla terus berjalan menuju gerbang, salah satunya cara agar dia bisa keluar hanya dengan membohongi mereka, jika di dalam mansion ada penyusup yang masuk.


Nayla berlari, dia berteriak minta tolong saat sudah mendekati pos penjagaan, hingga para pengawal terkejut dan berlari mendekat.


"Ada apa Nyonya? Kenapa Anda berteriak minta tolong?" tanya salah satu pengawal.

__ADS_1


"Tolong Pak, di sana aku melihat ada dua orang penyusup, yang satu lari ke arah barat dan satu lagi ke arah timur. Cepat cari Pak, aku takut mereka bersembunyi dan beraksi saat malam tiba."


"Baik Nyonya, kami pasti akan segera menangkap mereka."


"Hai kalian! Ayo ikut aku, kita menyebar, bagi menjadi dua kelompok. Tapi sebelum itu kunci pintu gerbang untuk berjaga-jaga biar mereka tidak bisa kabur."


"Begini saja Pak, biar Saya yang akan mengunci pintu, kalian semua cepat kejar penyusup itu sebelum mereka mendapatkan tempat untuk bersembunyi."


"Baiklah Nya. Maaf ya Nya, kami pergi dulu biar bisa segera menemukan para penyusup itu."


Para pengawal pun berpencar menjadi dua kelompok, satu kelompok berlari ke arah barat dan satunya lagi berlari ke arah timur, sedangkan Nayla tersenyum sambil buru-buru keluar gerbang lalu mengunci pintu dari luar.


Nayla berlari meninggalkan mansion, sambil menunggu ada kenderaan yang lewat, yang bisa dia mintai tumpangan. Nayla harus secepatnya sampai di tempat Seyna di sekap.


Dengan nafas ngos-ngosan, Nayla terus berlari hingga ada sebuah mobil pengangkut sampah yang lewat. Nayla menyetop mobil tersebut, dia minta tolong untuk ikut keluar kompleks demi mendapatkan angkutan umum dengan alasan harus segera ke rumah sakit karena ibunya sakit keras.


Awalnya Pak sopir menolak, tapi karena Nayla memohon-mohon sambil menangis dan berjanji akan memberikan sejumlah uang, akhirnya sopir itupun setuju.


Sementara para pengawal sudah mencari di semua tempat, baik di ruang terbuka maupun di sudut-sudut rumah dan halaman, tapi mereka tidak menemukan satu penyusup pun.


Akhirnya mereka balik ke pos dan mendapati pintu gerbang terbuka. Para pengawal panik, salah satu dari mereka berlari ke dalam mansion untuk melaporkan hal ini kepada Bi Luna dan satu pengawal lagi menelepon Dewo, sementara yang lainnya pergi mencari sang Nyonya.


Bi Luna panik, beliau memanggil semua pelayan untuk ikut mencari Nayla, sedangkan Dewo sangat marah mendengar kabar itu.


Satu kelalaian belum sempat dia tebus dan kini dia harus terkena masalah lagi karena hilangnya Nayla.


Dewo mengurungkan niat mencari perawat yang di duga terlibat, Karena perawat itu sudah tidak ada di rumahnya. Dan kata tetangga, dia telah pergi membawa tas, kemungkinan kembali ke kampung halamannya.


Kali ini Dewo pasti bakal kena hukaman berat, jika sampai Nayla celaka atau tidak ditemukan. Tugas satu belum selesai, kini tugas berat sudah menanti lagi.


Rasanya dia menyesal, kenapa dulu memilih pekerjaan ini dan meninggalkan pekerjaannya yang lama. Di sini nyawanya dipertaruhkan, sementara menjadi kuli angkut hanya mempertaruhkan tenaga.

__ADS_1


Tapi nasi sudah jadi bubur, saat ini Dewo hanya bisa pasrah dengan tetap mencari keberadaan Nayla dan Seyna.


Dewo beserta anak buahnya kembali ke mansion, dia harus mencari jejak kemana Nayla menghilang.


Aira juga bingung kemana harus mencari, lalu dia teringat, barangkali Nayla telah mendapatkan pesan di mana dia harus pergi menemui si penculik. Dan menurut Aira, pasti Nayla nekad pergi sendirian karena tidak mau membuat adiknya celaka.


Kemudian Aira mengutarakan pendapatnya kepada Bi Luna dan Bi Luna pun segera menelepon Arkan agar Arkan bisa memberitahu Damar.


Arkan terkejut, diapun pusing kenapa bisa beruntun seperti ini masalah yang menimpa Bosnya, Arkan tidak mungkin bisa menelepon Damar sampai pesawatnya mendarat.


Namun Arkan baru ingat, jika Damar telah memberikan alat penyadap di ponsel Nayla dan di dalam liontin, mahar pernikahan mereka.


Arkan segera menghubungi Dewo, dan memerintahkan Dewo untuk segera masuk ke ruangan kerja Bos nya untuk melacak melalui layar komputer.


Dari layar komputer mereka akan melihat dimana titik alat penyadap tersebut, berarti di situlah Nayla berada.


Arkan juga menelepon Bi Luna agar membuka ruang kerja Bosnya karena kondisi darurat, supaya Dewo bisa segera bertindak.


Dewo yang sudah sampai di mansion, segera berlari mencari Bi Luna untuk menanyakan di mana letak ruang kerja tuannya.


Bi Luna pun menunjukkannya, mereka sekarang sama berdoa agar Nayla bisa segera di temukan sebelum Bos mereka sampai.


Nayla yang sudah turun dari mobil sampah segera memesan taksi online agar bisa mengantarkannya ke tempat si penculik inginkan.


Setelah taksi datang, Nayla meminta pak sopir untuk menutup semua kaca agar anak buah Damar tidak bisa melihat seandainya mereka tadi mengejarnya.


Bersambung......


Selamat sore para sobat, semoga kita tetap di beri kesehatan ya. Oh ya sobat, mampir yuk di karya sahabatku, pastinya nggak kalah seru lho dan jangan lupa tinggalkan jejak di karya kami ya, terimakasih 🙏😘


__ADS_1


__ADS_2