Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 10. 100% KEMBALI.


__ADS_3

Mendengar ada bunyi klakson, Yugo pura-pura tak dengar. Dirinya takut jika ada orang lain mengenali dirinya karena saat ini yang tahu dirinya masih hidup hanyalah Henri. Langkahnya semakin cepat, hingga ia mendengar  suara orang berteriak aku, Strange!


Mendengar sebutan itu seketika Yugo berhenti. Dirinya mencoba mengingat siapa sebenarnya nama itu. Sepintas terlintas bayangan masa lalu dirinya bersama seorang lelaki yang wajahnya mirip dengan Henri.


Strange ... nama itu, aku pernah mendengarnya.


Ya Allah, tolong bantu hamba mengingat nama itu.


Seketika sebuah nama itu terbaca di memori ingatannya. Itu nama panggilan Henri.


Segera Yugo mendatangi mobil yang berada tepat dibelakangnya.


Brak(bunyi pintu mobil dibuka).


"Kamu tahu panggilan itu?" tanya Henri yang saat ini sedang fokus melihat ke arah Yugo.


"Ya, nama itu aku ingat. Aku pernah mendengar seseorang memanggilmu dengan nama itu." ucap Yugo yang masih penasaran dengan seseorang yang terlintas dibenaknya namun tak ingat wajah dan nama orang tersebut.


"Siapa? Coba kamu ingat." Henri sudah memasang wajah bahagianya.


"Maaf aku belum bisa mengingatnya."ucap Yugo dengan nada kecewa.


Mendengar itu Henri merasa kecewa namun ia berusaha menyembunyikan rasa kecewanya.


"Apa kamu kesini mengikutiku ?" lanjut Yugo bertanya dengan penuh selidik.


"Tepatnya bukan mengikuti, aku kesini karena sebuah notifikasi yang muncul di ponselku. Kamu memesan layanan ojek lewat ponselku. Dan aku tahu itu adalah jalan dimana kamu kecelakaan saat itu."


"Maaf , aku memesan tanpa sepengetahuan mu."


"Tak apa. Aku tahu kamu penasaran. Apa kamu sudah menemukan sesuatu?"


"Ya, aku menemukan ini." ucap Yugo sambil mengeluarkan sebuah ponsel.


"Ponsel itu. Itu ponselmu. Aku memiliki ponsel yang sama denganmu." ucap Henri sambil menunjukkan ponselnya.


"Bagaimana bisa?"


"Kamu bukakanlah orang biasa. Kamu adalah orang terkenal, kamu adalah seorang CEO perusahaan terkenal yaitu AIM-GOOD. Jadi untuk memiliki ponsel dengan brand mahal seperti ini tidak ada artinya bagimu. Dan hanya kita bertiga yang memiliki ponsel sama."


"Siapa yang ketiga?" tanya Yugo penasaran.


"Wanita yang memanggil ku dengan sebutan Strange. Dia adalah sabahat kita sekaligus sepupu dan asisten pribadimu."


"Lalu kemana dia saat ini?"


"Dia hilang, tak ada jejak tentang nya."


"Apa dia tidak dapat dihubungi?"


"Sama sekali tidak, bahkan apartemen nya kosong."

__ADS_1


"Apa hilangnya dia ada hubungannya dengan wanita dan pria yang ada pada koran tersebut?" ucap Yugo penasaran.


"Untuk menjawab itu setidaknya kamu harus ingat siapa wanita dan lelaki yang ada pada koran itu." jawab Henri.


"Dia adalah Vian dan Sonny." jawab Yugo tegas.


Henry kembali kaget, ia tak percaya jika secepat itu Yugo kembali mengenal nama itu.


"Jadi kamu sudah tahu?" tanya Henri lagi yang tiba-tiba meminggirkan kendaraannya dan berhenti.


"Belum. Namanya tertulis di koran. Untuk mengingat siapa mereka berdua aku masih belum bisa." jelas Yugo.


"Aku kira kamu sudah mengingat." Henri merasa kecewa dan gemas menjadi satu, namun dia yakin mungkin Yugo masih dalam tahap proses penyembuhan, jadi ia tidak akan memaksa.


Setelah berhenti di pinggir jalan kini Henri kembali melanjutkan menyetirnya. Keduanya disibukkan dengan pikiran masing-masing. Henri yang berharap agar Yugo bisa kembali mengingat semuanya sedangkan Yugo berharap agar rahasia kematiannya dapat terungkap.


"Lain kali jangan pergi terlalu jauh ya, Go. Jangan sampai mereka yang terlibat tahu jika kamu masih hidup sebelum ingatanmu kembali." ucap Henri tiba-tiba disaat beberapa menit lalu tidak ada pembicaraan diantara mereka.


"Iya." jawab Yugo singkat.


***


🌟Dilain tempat, yaitu rumah pak Imam.


Zelda, tadi dia meminta bunda untuk menitipkan pamitnya kepadamu." ucap Aisyah kepada anak perempuannya.


"Dia? Siapa, bunda?"


"Lelaki itu, calon suamimu." goda Aisyah.


Sejujurnya hatinya masih mengharapkan namun ia memilih mundur karena takut jika lelaki itu di kehidupan sebelumnya sudah memiliki kekasih atau pendamping. Dan ia tak ingin menjadi duri dalam hubungan mereka.


"Namanya ternyata Yugo. Saat ini dia masih mencari jati dirinya. Dirinya sendiri tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Jadi jangan kamu terlalu membencinya karena telah mengusirmu waktu itu." nasehat Aisyah kepada putrinya.


Zelda hanya menanggapi dengan menghela nafas panjang dan berfikir dalam tentang lelaki itu. Lelaki yang hampir menjadi suaminya itu tanpa sengaja telah mengambil salah satu yang selama ini ia jaga selain mahkotanya, yaitu bibir. Sebuah bibir yang akan ia gunakan mencium tangan suaminya kelak sesaat setelah ijab qobul. Namun karena ketidak sengajaan tadi kini bibirnya menjadi ternoda.


Sambil mendengarkan ucapan bundanya tanpa dadar ia mengelap bibirnya dengan kedua tangannya secara berulang kali.


"Kamu kenapa? Ada apa dengan bibirmu?" tanya Aisyah penasaran.


"Ti--tidak apa-apa. Aku ke kamar mandi dulu." pamit Zelda berusaha menghindari pertanyaan bundanya untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi tadi.


"Apa perlu bantuan ibu?" tanya Aisyah yang khawatir dengan keadaan putrinya.


"Tidak, aku bisa sendiri, Bun." ucap Zelda sambil berusaha berjalan pelan-pelan meninggalkan Aisyah yang sedang duduk di ruang tamu.


***


Tak terasa terhitung hampir setahun setelah Yugo ditemukan, Henri masih berusaha melakukan segala macam cara agar Yugo kembali bisa mengingat. Langkah yang ditempuhnya adalah sebuah pemeriksaan fisik, konsumsi obat-suplemen, bantuan teknologi serta berbagai macam terapi sudah ia lakukan bahkan dirinya meminta salah satu rekanya yang terpercaya untuk memberikan tes agar mengetahui perkembangan Yugo. Dan hasilnya begitu menakjubkan, Yugo menunjukkan banyak kemajuan.


Melihat hasil yang ada Henri optimis bahwa Yugo pasti bisa mengingat yang mana memori ingatannya dapat kembali seperti sedia kala.

__ADS_1


Semua upaya sudah aku lakukan dan yang terakhir adalah campur tangan Allah.


Ya Allah, sebagai seorang dokter hamba mohon bantulah hamba untuk mengembalikan ingatan masala lalu sahabat hamba.


Setidaknya tinggal tiga nama yang belum ia sebutkan, dan hamba yakin nama itu ada sangkut pautnya dengan kecelakaan yang menimpa Yugo.


Henri yang saat ini sedang memandangi hasil kemajuan Yugo sambil membaca jurnal kesehatan terkejut dengan kemunculan Yugo yang berlari kegirangan.


"Ada apa?"


"Aku mengingat sebuah nama. Pi-pika. Siapa dia? Bisa kamu memberiku foto dirinya?"


Henri tak dapat menyembunyikan rasa senangnya, akhirnya Yugo menyebutkan sebuah nama yang selama ini ia cari keberadaannya. Dengan senang hati Henri menunjukkan foto yang sengaja ia taruh di dalam dompetnya.


"Aku ingat dia. Dia asistenku, bukan? Dia sepupu ku." ucap Yugo kegirangan.


Henri yang tak kalah bahagia tanpa sengaja memeluk sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, kamu sudah ingat Yugo. Kali ini ingatanmu benar-benar telah kembali 100%." ucap Henri bahagia sambil memainkan rambut Yugo sehingga berantakan.


"Apaan sih!" jawab Yugo yang sedikit risih.


Henri melakukan itu karena dia tahu jika Yugo paling tidak suka jika tatanan rambutnya di buat berantakan.


Henri menanggapinya dengan senyum dan bersyukur dalam hati.


"Kalau begitu ikut aku." ajak Henri ke ruang kerjanya.


Yugo kaget saat mengetahui kamar kerja Henri penuh dengan foto mereka bertiga.


"Bukannya ini saat kita sekolah. Kamu menyimpannya."


"Iya."


"Dan kamu masih mencintainya kan?" ucap Yugo menggoda sahabatnya.


"Pasti, tapi dia hilang setelah kamu dinyatakan meninggal."


"Aku tahu siapa dalang dibalik ini semua. Mana ponsel yang kapan hari aku temukan waktu itu?" tanya Yugo.


Segera Henri mengeluarkan nya dari laci.


"Kamu ingin menyalakannya?" tanya Henri heran. Beruntung setiap hari Henri mengecasnya meski tak tahu apakah bisa dibuka atau tidak.


"Ya, ponsel ini ajaib. Kelihatannya rusak tapi tidak. Coba kamu lihat." Yugo mulai menyalakan ponsel yang lama tidak terpakai itu.


Yugo yang sedang membuka galeri dan beberapa vidio yang pernah ia rekam sesat sebelum dirinya keluar dari apartemen Vian hingga terjadinya kecelakaan itu.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2