
Kini mereka bertiga sudah sampai di sebuah rumah sakit, sesampainya disana mereka sudah disambut oleh beberapa perawat yang sudah bersiap sambil membawa tempat tidur dorong. Yugo mengikuti Sonny yang sedang di dorong menuju ke ruang IGD.
Zelda menuju ke ruang administrasi untuk mengurus kelengkapan data yang diperlukan.Setelah selesai mengurus semuanya kini dia duduk di ruang tunggu dengan menyandarkan tubuhnya ke kursi, tak lupa sebuah masker dan topi tetap ia kenakan untuk menutupi sebagian wajahnya.
"Apa kamu lelah?"tanya Yugo yang tiba-tiba duduk di samping Zelda. "Jika lelah bersandar lah dibahuku."sambil mengarahkan kepala Zelda ke arah pundaknya.
Zelda menurut dan hal tersebut membuat Yugo bahagia, dengan perasaan yang sangat bahagia akhirnya wanita pujaannya ini mau menyandarkan kepala di pundaknya.
"Apa kamu mau sarapan?" tanya Yugo sambil mengantarkan pipi Zelda dengan tangannya tanpa melihat wajah Zelda."Kenapa diam? Apa kamu nyaman di dekatku?"tanyanya lagi.
Penasaran mengapa Zelda tak menjawab pertanyaannya, ia menoleh untuk membuka topi yang dipakai, dan ternyata wanita di sampingnya sedang tertidur.
"Pantas saja dia mau bersandar ternyata sedang tidur."ucap Yugo sambil tersenyum memandangi wajah Zelda yang teduh
Meski dirinya sendiri lelah dan letih, Yugo tetap duduk tegak agar Zelda tidak terbangun, ia rela menahan segalanya.
Tak terasa sudah dua jam Zelda tertidur, Yugo tampak bahagia meski ia harus menahan hasratnya ingin buang air kecil, ia rela menahannya.
Pak Imam, terima kasih telah memilihku untuk menjadi pendampingnya, aku berjanji akan segera menghalalkan dia untuk menjadi istriku.
Baru saja dirinya berbicara dalam hati, tiba-tiba terdengar namanya dipanggil dengan cukup keras dan suara tersebut berhasil membuat Zelda terbangun dari tidurnya yang indah.
Merasakan pergerakan kepala dari Zelda dengan sigap Yugo menahannya agar tetap berada di pundaknya.
"Jangan bergerak, suster itu hanya mengabari jika operasinya berjalan lancar, dan Sonny sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat inap pasien."
Zelda yang kepalanya ditahan dan rambutnya di elus membuat dirinya kembali harus merasakan rasa yang tidak biasa,
YaAllah, rasa apa ini?
Saya benar-benar menikmati, apa ini rasanya dibelai, kemarin dipeluk, kemarinnya di cium. Jika begini caranya aku benar-benar bisa cinta dengannya.
"Apa kamu kembali tidur? Atau jangan-jangan kamu hanya pura-pura tidur? "tanya Yugo yang sontak membuat Zelda kaget."Jika kamu sudah bangun maka bangunlah dengan pelan jangan buru-buru."
"Aku sudah bangun dari tadi" ucap Zelda sambil menegakkan kepalanya.
"Bagaiamana? Nyaman, bukan?" ucapnya sambil menepuk bahunya sendiri.
"Ya, namun hanya sesaat.”
"Kalau begitu jangan beranjak, tetaplah disini."
__ADS_1
"Sudahlah, lebih baik kita segera melihat adikmu, kasihan istrinya menunggu kabar."ucap Zelda sambil berdiri, dirinya sengaja tidak menatap dan menjawab pertanyaan Yugo kerena tak ingin lelaki di hadapannya itu melihat wajahnya.
***
"Apa dia sudah bangun?" tanya Yugo kepada Zelda yang sudah sampai dulu di dalam kamar.
Zelda yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku benci rumah sakit." celetuk Yugo membuka pembicaraan keduanya.
"Kalau begitu pulanglah, biar aku yang disini?"
"Tidak mungkin aku meninggalkanmu sendiri."
"Aku sudah sering hidup sendiri, bahkan di usir dari rumah sakit pun pernah."
"Oya, siapa yang mengusirmu?"
"Yang pasti dia adalah orang tak berperasaan."
"Apa alasan dia mengusirmu?"
"Entah, aku sendiri tidak tahu." Ucap Zelda dengan raut wajah kesal.
"Lelaki? Bagaimana kamu bisa tahu jika dia lelaki?"
"Ya, karena lelaki itu adalah aku, dan aku menyesal telah mengusirmu." ucapnya sambil menatap wajah Zelda.
Baik Zelda dan Yugo tidak menyadari jika sedari tadi Sonny sudah sadar, dan mendengar percakapan mereka.
Siapa sebenarnya wanita yang sedang berbicara dengan Yugo.
Dari suaranya seprtinya tidak asing, dimana aku pernah mendengar suara itu??
Sonny mencoba mengingatnya, sebelum dirinya di operasi Sonny berharap bisa melihat wajah wanita yang menolong dia dan kakaknya saat mereka di sandra hingga selamat dan kini dirinya sudah berada di rumah sakit.
Dari suaranya, wanita ini adalah wanita yang sama saat di dalam mobil tadi, begitu juga dengan wanita yang memukulku dengan kotak make up, juga saat di parkiran mobil hotel.
Tidak mungkin ...Apa dia wanita scooter itu?
Jika memang itu dia, artinya mereka berdua saling kenal.
__ADS_1
Sonny yang sibuk dengan semua pemikirannya begitu juga dengan Yugo dan Zelda yang sedang berbicara tiba-tiba harus terhenti saat terdengar suara ketukan pintu.
”Selamat pagi bapak dan ibu, saya dokter yang tadi mengoperasi pak Sonny. Bagaimana apa beliau sudah sadar." tanya seorang dokter sambil berjalan ke tempat Sonny terbaring.
"Sepertinya adik saya belum sadar," ucap Yugo yang duduk di ruangan tamu kamar VVIP.
"Seharusnya beliau sudah bangun, boleh saya mengeceknya."
"Silakan,"
Dokter tersebut mencoba mengecek keadaan Sonny, dengan pelan dan cermat ia memeriksa pasien yang baru saja dioperasinya.
"Dok ... Dok," panggil Sonny dengan suara berbisik.
Dokter yang dipanggil berbisik heran dengan tingkah pasiennya.
"Ya?"
"Jangan keras-keras, aku sudah bangun. Aku sengaja pura-pura tidur."
Dokter yang masuk dan memeriksa Sonny mencoba memahami kemauan pasiennya.
"Bapak dan Ibu, sepertinya pasien sudah bangun dan dia sengaja tidak membuka matanya karena tidak ingin menggangu kalian berdua yang sedanh berbicara kencang." Ucap dokter Devi tanpa rasa bersalah. Dirinya berucap demikian karena menganggap pasiennya sedang terganggu oleh suara Yugo dan Zelda. "Saya permisi, satu jam setelah makan nanti pak Sonny harus melakukan terapi."
Yugo dan Zelda saling berpandangan, dan segera mengarahkan wajah mereka ke arah Sonny yang sedang terbaring.
"Sonny bangunlah!" perintah Yugo kepada adiknya.
Tidak ada alasan lagi akhirnya Sonny membuka matanya, dan ia melihat ke arah sekitar ada kakaknya dan salah seorang yang begitu ia kenal.
Ternyata benar, dia adalah wanita scooter.
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya.Suka dan komentar.
__ADS_1
Terimakasih..❤️❤️