Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 31. SAINGAN BERAT.


__ADS_3

"Cukup Yongki!" teriak Yoga dengan suara yang tak kalah keras dari Yongki.


Yongki yang diteriaki hanya tersenyum dengan wajah tanpa salah, dan -


Brak...!(suara pintu di dobrak)


"Bangs*t! Lu apakan calon istri gue!" ucap Yugo yang tiba-tiba masuk sambil memberi bogem mentah kepada Yongki. "Dan lu! Ngapain lu ajak dia kemari! Lu polisi, harusnya lu bisa interogasi dia, kenapa melibatkan Zelda!" bentak Yugo kepada Yoga.


"Hahahaha, kenapa!" ucap Yongki sambil mengelap darah yang keluar dari pinggir bibirnya. "Lu, cari ini kan?" lanjutnya sambil menunjukkan sebuah mikrofon super mini yang telah ia ambil dari sela-sela topi milik Zelda.


"Bagaimana bisa ada mikrofon menempel di topiku? Pantas saja dia berulang kali menggebrak meja hingga topi ku jatuh." ucap Zelda dalam hati.


Yugo yang masih mendidih dengan ucapan Yongki masih ingin memukul wajah lelaki yang sedang di borgol itu. Zelda yang tahu jika Yugo emosi mencoba meredamnya dengan mengelus lembut punggung Yugo.


"Sudah, jangan hiraukan ucapannya." ujar Zelda sambil tetap mengelus punggung Yugo dengan lembut.


Yugo yang emosinya mulai reda mencoba menuruti dan mengikuti langkah Zelda keluar.


***


Saat ini Yugo dan Zelda berada di sebuah gazebo yang berada di halaman belakang kantor polisi.


"Kenapa tiba-tiba kamu berada disini?" tanya Yugo dengan menatap tajam ke arah Zelda. "Bukannya tadi aku sudah mengantarmu kenapa malah keluar." lanjut Yugo yang terlihat kesal.


Zelda merasa jika lelaki di dekatnya ini sedang emosi, ia pun memilih untuk diam dan mendengarkan omelan Yugo.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku, apa kamu mendengarkan aku?" tanya Yugo kepada Zelda yang sedang diam.


"Aku diam bukan tidak mendengarkan,"


"Lalu kenapa kamu diam?"


"Beberapa menit setelah kepergianmu Kak Yoga datang. Dia memintaku untuk mengintrogasi penjahat yang menembak Sonny. Dia berkata bahwa Yongki tidak ingin ada yang mengetahui aib keluarganya, maka dia memintaku."


"Kenapa harus kamu yang dipilih oleh nya? Bukannya masih banyak polisi lainnya yang bisa mengintrogasi dia."


"Dia tidak mau, dia memintaku. Sudahlah, jangan melanjutkan emosimu itu. Itu tidak akan berguna. Mau marah bagaiamana pun toh aku sekarang sudah disini dan mengetahui semuanya."


"Jadi, kamu sudah tahu."


"Ya, semuanya termasuk mantan tunangan mu."

__ADS_1


"Ohhh .., justru aku berharap kamu mengetahuinya dari mulutku."


"Kenapa? Apa salahnya mengetahui hal ini dari orang lain? Justru aku merasa kamu tak ingin menceritakan masa lalumu."


"Tidak ada yang salah. Kalau begitu aku pamit." ucap Yugo berpamitan.


"Kamu tidak mengajak ku pulang?" tanya Zelda sengaja merayu Yugo.


"Kamu kemari bersama dia, jadi pulanglah bersamanya." ucap Yugo kemudian berlalu meninggalkan Zelda.


*Kenapa dengan Yugo? Aku rasa dia marah kepada tiga orang sekaligus, benar-benar serakah.


Oke, lebih baik memang begitu aku pulang sendiri saja*.


***


Seminggu kemudian, di sebuah pantai yang tenang dan indah berdiri seorang wanita dengan rambut panjang digerai, celana pendek dan baju hem berwarna putih kebesaran membuat dirinya terlihat seksi.


Dia sedang memandang ombak di pantai yang tenang dan menyapu pasir yang berada dipinggir, udara yang berhembus membuat daun pohon kelapa melambai-lambai.


Benar -benar indah...


Andai ayah masih ada, mungkin kami bisa bermain di pantai bersama dengan bunda.


Selama disana Zelda benar-benar mematikan ponselnya agar tak seorangpun bisa menganggu liburannya termasuk sang Bunda, dirinya lupa kebiasaannya yang cuek akan membuat khawatir Aisyah.


Ternyata benar, Aisyah dibuat khawatir dengan keberadaan Zelda. Terakhir yang ia tahu jika Zelda berpamitan untuk pergi ke kantor polisi membantu Yoga menginterogasi, dengan rasa khawatir ia pun bergegas untuk pergi ke kantor polisi tempat Yoga bekerja. Yoga yang sedang meeting harus berhenti sejenak mendengar dari rekannya bahwa dirinya ada seorang wanita paruh baya sedang mencari dirinya.


"Bunda, ada apa?" sapa Yoga sambil mencium tangan Aisyah.


"Apa kamu tahu dimana Zelda berada?"


"Di apartemennya, apa tidak ada?"


"Tidak, bahkan ponselnya juga mati. Sudah hampir seminggu dia tidak ada kabar." ucap Aisyah khawatir.


Yoga mencoba berfikir kemana perginya Zelda, yang dirinya tahu jika Zelda sedang tak ingin diganggu maka ia akan mematikan ponselnya sampai waktu yang ditentukan.


"Mungkin dia sedang berlibur,"


"Apa dia tidak ingat jika dia masih memiliki aku, orangtuanya satu-satunya. Kenapa dia tidak izin bahkan mematikan ponselnya?"

__ADS_1


"Sabar bunda, itulah Zelda. Meski dia mandiri, tegas namun sifat kekanak-kanakannya muncul."


"Seharusnya jangan begitu, apa yang ia lakukan benar-benar membuatku gila, hampir seminggu dia pergi tidak memberitahu kabar. Aku rasa perlu menikah kan dirinya segera, setidaknya dia akan lebih bertanggungjawab jika memiliki suami, dan jika hilang seperti ini maka suaminya lah yang bertanggung jawab."


"Sabar bunda, aku yakin dia bisa menjaga dirinya. Setelah pulang kerja aku akan segera mencari keberadaan nya."


Mendengar itu Aisyah tenang, setidaknya ada seseorang yang membantu dirinya mencari keberadaan Zelda.


Ditempat yang sama, terlihat seseorang sedang mengunjungi seorang napi yang baru saja mendekap di jeruji besi.


"Bukannya itu suster Aisyah?" gumam Henri.


"Kamu bicara apa?" tanya Pika yang sedang berada disamping Henri.


"Apa kamu mengenal wanita paruh baya itu?"


"Sepertinya aku pernah melihat nya, dimana ya?" tanya Pika sambil berfikir. "Dia bundanya Zelda, untuk apa bunda kemari?"


"Dia begitu akrab sekali dengan Yoga, sepertinya Yugo akan mendapat saingan berat." celetuk Henri.


"Aku rasa iya, dia tampan, tinggi, berwibawa dan -"


"Dan apa?" tanya Henri penasaran dengan ucapan Pika.


"Lelaki itu dewasa, benar-benar tipe ideal wanita."


"Wanita?"


"Eh bukan, maksud aku tipe ideal Zelda." koreksi Pika yang tahu jika pacarnya itu paling anti jika dirinya memuji pria lain selain dirinya.


"Tapi ada yang kurang dari Yoga, dia bukan seorang lelaki pemilik perusahaan."


"Maksudmu? Kamu mencurigai Zelda wanita matere? Asal kamu tahu sebenarnya Zelda jatuh cinta kepada lelaki bernama Hugo bukan Yugo. Hugo lelaki sederhana, pembudidaya lobster bukan seorang CEO yang memiliki perusahan kosmetik ternama." bela Pika.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2