Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 46. JATUHNYA KATA TALAK.


__ADS_3

Zelda pingsan dan membuat Yugo segera mendekati tubuh istrinya yang roboh. Yugo menggendong tubuh Zelda ke atas tempat tidur.


Kenapa tubuhnya panas, apa dia sakit?


Apa aku perlu memanggil dokter untuk memeriksanya?


Henri??


Tidak, aku tak mungkin memanggilnya, dia memiliki hubungan erat dengan Bunda dan Pika. Aku tidak ingin ada yang tahu bekas luka ini.


Sepertinya Zelda hanya butuh istirahat.


Meski sudah memutuskan untuk tidak memanggil dokter namun Yugo terlihat khawatir. Ditatapnya wajah istrinya yang pucat, sehingga membuat dirinya merasa bersalah karena tega menampar Zelda. Padahal apa yang dilakukannya tadi tak lain karena rasa cemburu, emosi dan kecewa.


Melihat bekas tamparan yang masih tergambar di pipi sang istri membuatnya menyesal hingga dirinya teringat akan ucapan Zelda bahwasannya untuk tidak terlalu gegabah dalam menyimpulkan sesuatu karena lebih baik menimbang, mengamati baru lah menyimpulkan dan memutuskan.


Ucapan Zelda begitu membekas hingga membuat Yugo penasaran dan mengambil ponsel untuk menghubungi Vincent agar segera mengecek CCTV rumah sakit, namun belum sempat menelfon tiba-tiba ponselnya berdering, terlihat sebuah nama samaran yang kerap muncul di layar ponselnya.


Tak ada pilihan Yugo akhirnya memilih keluar kamar dan berjalan menuju ke balkon untuk menerima panggilan tersebut dan meninggalkan Zelda sendirian di kamar.


***


Setengah jam telah berlalu, terlihat seorang wanita masih terbaring lemas sendirian, badannya yang panas karena demam, pipinya yang merah akibat bekas tamparan, ditambah bibirnya yang luka membuat dirinya terlihat menyedihkan. Dia tak pernah menyangka jika lelaki yang dikaguminya dan menikahinya ternyata seorang lelaki yang ringan tangan.


"Bunda," jawab Zelda.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Aisyah diliputi wajah khawatir.


"Ya,"


"Kenapa wajahmu?" tanya Aisyah dengan wajah khawatir.


Mendapat pertanyaan demikian, Zelda mencoba tenang dan menjawab pertanyaan tanpa terlihat curiga.


"Tadi tersandung saat membersihkan kamar mandi." bohong Zelda.


Tak puas dengan jawaban putrinya, Aisyah mendekati wajah sang putri dan -


Brugh ... !! (bunyi suara seseorang terjatuh.)


Zelda yang berusaha menghindar tiba-tiba terjatuh dari atas tempat tidur, dirinya yang tadi pingsan dan harus bangun dari mimpi karena Aisyah mendekatinya dan bertanya tentang luka yang ada pada pipi dan bibirnya.


"Ternyata ini hanya mimpi." gumam Zelda sambil mencoba duduk dan memijat bagian tubuhnya yang terasa sakit akibat terjatuh.


Zelda yang sedang memijat tubuhnya memandang ke luar kamar, dilihatnya pintu balkon terbuka yang berarti ada seseorang di sana.


Tahu jika suaminya sedang berada di balkon Zelda memilih untuk tidak mendatangi Yugo, karena ia masih kecewa dengan apa yang sudah Yugo lakukan, dia lebih memilih untuk keluar dari kamar dan berniat menuju ke taman untuk kembali mengecek profil wanita yang sedang ia incar melalui laptop miliknya.


Sekita hampir setengah jam Yugo yang sudah mematikan panggilan teleponnya kini masuk ke ruangan dan berharap istrinya masih terbaring. Namun harapannya berbeda dengan kenyataan, kamar yang tadi berantakan kini berubah menjadi rapi.


"Kemana dia? Mungkin di kamar mandi." tanya Yugo sambil berjalan ke kamar mandi untuk mengecek.


"Tidak ada atau mungkin di wardrobe." gumamnya sambil berjalan menuju wardrobe.


"Tidak ada juga, kemana dia?" tanya Yugo sambil menuju ke semua ruangan yang ada di kamar, mamun Yugo tidak menemukan istrinya.


"Kemana, kenapa dia keluar dari kamar ini? Bagaiamana jika para pekerja atau bunda melihat wajahnya?" tanya Yugo panik sambil keluar kamar mencari keberadaan Zelda.


Dengan perasaan panik Yugo mencari keberadaan istrinya, semua tempat favorit Zelda ia coba datangi termasuk taman di depan kolam renang.


Tidak ada, kemana dia?


Apa dia ada di tempat latihan?


Yugo melanjutkan langkahnya menuju ruang Gym, tempat biasanya Zelda menghabiskan waktunya hampir seharian, dengan langkah kaki seribu ia berharap cepat sampai dan bertemu Zelda disana namun saat melewati dapur ia mendengar beberapa maid sedang berbicara.

__ADS_1


"Apa kalian lihat siapa wanita yang datang kerumah ini dihari pertama Pak bos dan Bu Bos datang ke Mansion ini?" ucap salah satu maid dengan suara lirih.


"Tidak, tapi aku dengar dia mencari pak Bos untuk meminta nafkah bulanan, dan kalian tahu siapa yang menemui wanita itu?"


"Siapa?"


"Bu bos, nyonya Zelda yang menemui wanita itu."


"Lalu? Apa wanita itu tidak tahu jika yang dia temui adalah istri pak bos?"


"Sepertinya tidak, Bu bos menanggapi nya dengan santai, tidak terlihat kemarahan sama sekali di wajah cantiknya."


"Apa kamu yakin?" tanya seseorang maid heran.


"Ya, aku tak bisa membayangkan jika aku yang ada di posisi nyonya, bisa ku cabik-cabik pelakor itu."


"Tapi aku masih penasaran siapa wanita itu? Jika dia meminta nafkah bulanan ada hubungan apa pak bos dengan dia? setau aku pak bos begitu mencintai nyonya bahkan mansion ini dibangun atas nama nyonya.


"Iya, aku juga heran. Aku berharap rumah tangga pak bos dan nyonya baik-baik saja. Mereka berdua pasangan yang cantik dan tampan, aku yakin anak-anak mereka akan memiliki paras seperti keduanya."


"Aku berharap demikian."


Mendengar percakapan para maid, Yugo semakin takut, dirinya yang baru saja menyakiti istrinya karena rasa cemburu kini harus terdiam tak tahu harus bagaiamana, wanita yang selama ini ia sembunyikan nekat datang mencari dan menemui nya.


Apa yang mereka bicarakan adalah wanita itu?


Darimana dia tahu aku tinggal disini?


Segala macam pertanyaan muncul di pikiran Yugo hingga membuat dirinya tidak merasa tenang. Ingin memastikan siapa wanita yang berbicara dengan Zelda, ia segera melihat CCTV yang ada di ruang kerjanya.


***


Saat di kamar,


Ternyata benar, dia nekat datang kemari.


Yugo mencoba diam mengamati ekspresi istrinya.


Kenapa ekspresinya begitu datar? ia sama sekali tidak tampak emosi dan marah?


Apa Zelda tidak mencintai ku dan diam -diam mulai mencintai Yoga?


Jika benar demikian, pantas saja dia tidak pernah keberatan dan protes jika aku pulang malam. Bahkan dia tidak pernah bertanya kabarku jika aku terlambat pulang.


Jadi dia memanfaatkan kepergian ku dengan meminta Yoga untuk menemani nya saat Bunda operasi.


Kini perasaan Yugo menjadi tak karuan, dia seakan di bakar api cemburu oleh sikap Zelda yang terlalu cuek dan ia menganggap Zelda tidak mencintai dirinya.


Puas melihat CCTV, kini ia keluar kamar dan mengetuk kamar mertuanya.


Tok!


Tok!


"Bunda!" panggil Yugo sambil mengetuk pintu.


(Terdengar suara pintu terbuka.)


"Ya," sapa Aisyah kepada menantunya.


"Apa Zelda di dalam?" tanya Yugo sambil matanya melihat ke dalam kamar.


"Ada, dia sedang menemani Bunda. Apa kamu ingin masuk?"


"Tidak, ada yang ingin ku tanyakan pada Zelda."

__ADS_1


"Oh, tunggu. Aku akan memanggilnya."


Tak lama kemudian Zelda muncul dan melihat Yugo yang sedang menunggunya di bibir pintu.


"Mas," panggil Zelda ragu karena sebenarnya dia enggan melihat Yugo.


Yugo menoleh dan ia melihat wajah istrinya.


Ternyata dia menutupi lukanya dengan riasan make up.


Melihat Zelda, Yugo tersenyum, tak ada yang tahu arti dibalik senyum Yugo. Sejujurnya Zelda takut dengan senyuman yang tergambar di bibir Yugo.


"Aku mencari mu kemana-mana, ternyata disini." ucap Yugo sambil memegang lembut tangan Zelda.


"Suamimu merindukan mu." goda Aisyah kepada putrinya.


Kini keduanya saling berjalan seiringan, Yugo menggandeng lembut tangan Zelda. Dibukanya pintu tersebut, Zelda masuk diikuti oleh Yugo dibelakangnya, saat ini pintu tertutup dan-


Brak!


(suara Zelda terkena meja)


"Aww ...," ucap Zelda sambil merintih karena menahan rasa sakit, tubuhnya terbentur oleh sofa.


"Kamu yang apa-apaan! kenapa kamu menyembunyikan nya dariku!"


"Apalagi?? Menyembunyikan apa!"


"Kenapa kamu tega!"


"Tega? Bukankah kamu yang tega melukaiku? Tanganmu begitu ringan hingga tanpa dosa menampar dan mendorongku begini!"


"Aku seperti ini karena kamu yang memulai!'


"Apa? Beritahu aku! Jelaskan padaku apa salahku bukan begini caranya!"


"Kenapa? Apa kamu tidak suka, ha!" teriak Yugo semakin emosi.


Mendengar Yugo berteriak membuat Zelda ketakutan, dia tidak menyangka jika kemarahan Yugo menjadi memuncak.


"Jawab aku, kenapa kamu tega melakukannya?" tanya Yugo sambil memegang dagu Zelda yang menunduk.


"Apa yang sudah aku lakukan? Jika kamu marah perihal pembayaran di rumah sakit bukan kah itu wajar kamu membayar nya? Bukan kah orang tuaku juga orangtuamu?? Tapi jika kamu tidak sudi mengeluarkan uang untuk biaya tersebut maka akan aku kembalikan semuanya."


"Oh jadi kamu masih menutupinya! Kamu masih pura-pura aku yang melakukan pembayaran itu!"


"Maksudnya?? Jika bukan kamu lalu siapa lagi!"


"Jangan pura-pura tidak tahu!" ucap Yugo sambil kembali menampar wajah Zelda.


"Cukup mas, sakit! Ini sudah yang ketiga kalinya kamu menampar ku! Jika kamu melakukannya lagi maka-"


"Maka apa? Apa? Kamu ingin bercerai? Oke aku kabulkan! Zelda Azqila Putri aku talak kamu tiga."


Mendengar itu Zelda kaget, dirinya tak menyangka jika suami yang sangat ia cintai sanggup berkata demikian, dan tak lama kemudian terdengar suara hingga membuat keduanya menoleh ke arah suara tersebut.


Bruk....(suara terjatuh)


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..


__ADS_2