Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 30. INTEROGASI.


__ADS_3

"Untuk apa?"


"Lelaki tadi tidak ingin ku interogasi. Dia meminta dirimu yang melakukannya."


"Kenapa aku? Aku warga sipil buka polisi."


"Tak apa, ikutlah aku." ajak Yoga.


Zelda segera masuk ke dalam untuk berganti pakaian.


Kini Zelda dan Yoga berada di dalam lift untuk keluar menuju kantor polisi, tanpa sepengetahuan keduanya Yugo sedari tadi mengawasi keduanya dan membuntuti.


"Mau kemana mereka?" tanya Yugo yang sedang berada di dalam mobil online yang baru saja dipesannya.


"Bukannya ini arah ke kantor polisi? Untuk apa Zelda kemari."


Yugo yang mengetahui jika Zelda sudah sampai, ia pun meminta salah satu mata-matanya yang berada di kantor polisi untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan Zelda disana dengan memberikan alat yang Zelda sendiri tidak terasa jika alat tersebut menempel di tubuhnya.


Kini Zelda telah sampai di kantor polisi dan ia memasuki ke ruangan interogasi sedangkan Yoga berada dibalik cermin tersebut untuk mendengarkan.


"Hai, kamu mencariku." tanya Zelda kepada Yongki dengan tangan yang diborgol.


"Ya, aku akan menceritakannya. Aku tak ingin orang lain tahu aib keluargaku, jadi aku mau engkau mematikan pengeras suara, karena aku hanya ingin menceritakannya padamu."


Zelda pun memberi kode kepada yang ada dibalik cermin agar tenang dengan permintaan bandit di depannya ini dan mulai mematikan tombol pengeras suara yang ada di bawah mejanya.


"Oke, jika kamu ragu kamu bisa mengetesnya.


Yongki pun mengetesnya dengan mengajak Zelda untuk berhubungan badan, dan orang yang berada dibalik cermin tersebut hanya diam tak beranjak dari posisinya. Berbeda dengan Yugo yang merasa mendidih saat mendengar perkataan lelaki tak bermoral itu hendak menjamah tubuh calon istrinya.


Percaya dengan ucapan Zelda, kini Yongki mulai bercerita:


"Aku adalah anak tertua dari dua bersaudara, kami berasal dari keluarga sederhana dan hangat, namun semua itu hancur karena ulah adikku yang memilih untuk bekerja di luar pulau. Tanpa kami ketahui diam-dim dia berkenalan dengan seorang preman, hingga dirinya hamil. Kami sekeluarga yang lama tidak mengetahui keberadaannya penasaran, ayah dan ibuku dengan nekat menginjakkan kakinya ke ibukota untuk mencari adikku.


Mereka shock melihat adikku yang sedang berbadan dua dengan statusnya yang masih belum menikah. Mengetahui hal itu ayah- ibuku marah dan malu, mereka memutuskan untuk kembali dan memintaku agar segera menyusul adikku untuk kembali ke kampung halaman dan mengirimnya ke luar kota yang berada satu pulau dengan kami. Ternyata niatku untuk membawa Sonia diketahui oleh Tonny, si preman itu. Hingga aku diculik dan dicekoki oleh barang haram dan itu membuatku kecanduan sampai menjadi bandar.


Aku yang sudah rusak, merasa tak pantas kembali ke rumah, dan aku hanya mengawasi kedua orangtuaku dari jauh. Hampir setahun aku yang tidak kabar membuat kedua orang tuaku berfikir bahwa aku meninggal dalam perjalanan saat menggunakan kapal. Karena sesaat setelah kepergian ku dikabarkan bahwa seluruh penumpang X dinyatakan meninggal namun salah satunya tidak ditemukan jasadnya.

__ADS_1


Setahun setelah kepergian ku, aku justru mendengar kabar bahwa kedua orangtuaku mengalami kecelakaan saat sedang menjemput paksa Sonia.


Setelah kematian kedua orangtuaku, aku hanya mengawasi kehidupan Sonia dan Tonny, termasuk rencana mereka yang hendak memfitnah bos Sonia dengan mengatakan bahwa anak di dalam kandungan adikku adalah anak bosnya.


Mendengar itu aku merasa ingin marah, namun aku tak mampu melakukannya. Aku yang memiliki kekurangan fisik rasanya ingin berteriak, namun aku tidak mampu hingga hari-hariku hanya kuhabiskan dengan menjual barang-barang haram dan memilih untuk tidak memperdulikan Sonia dan anaknya.


Dua tahun tidak memperhatikan kehidupannya, aku mendapat kabar bahwa ia telah melahirkan dan anaknya telah berada di sebuah rumah dengan ukuran yang sangat besar. Melihat adikku yang hidup bersama dengan kekasihnya tanpa merasa beban dan merasa bersalah membuatku geram, aku pun membun*h mereka dengan memotong kabel rem pada mobil Tonny saat keduanya hendak pergi bersenang-senang. Hingga mereka mengalami kecelakaan.


Melihat kematian mereka aku merasa bangga, aku yang berharap jika Sonny akan hidup disia-siakan saat tinggal di rumah mewah ternyata salah. Seorang wanita paruh baya, yaitu istri dari bos Arthadinata yang tak lain ibu dari Yugo ternyata merawat Sonny dengan kasih sayang seperti anak sendiri.


Aku tidak suka, jika Sonny harus hidup bahagia.


Sabar dengan kenyataan, akhirnya keinginan ku terjawab, kematian istri dari Bos kosmetik terkenal itu terdengar di telinga ku. Aku yang tahu jika pak Dinata membenci Sonny dengan beberapa bukti selepas kematiannya, salah satunya adalah mengatas namakan semua warisannya kepada Yugo.


Semenjak kematian Dinata, aku berusaha mendekati Sonny dan pelan-pelan kurancuni pikirannya agar membenci Yugo.


Lambat laun Sonny menjadi iri dengan Yugo karena memiliki segalanya, seperti harta dan wanita yang cantik membuatnya gelap mata.


Hingga sebuah rencana pun terfikir, Sonny mulai merayu Vian, yang tak lain tunangan Yugo. Niatnya untuk mendekati Vian hanya untuk memoroti harta Yugo ternyata lebih, dirinya berusaha merayu dan meyakinkan Vian bahwa dirinya lebih dibanding Yugo.


Vian yang terlena pun percaya dengan Sonny bahkan ia dengan mudah menyerahkan tubuhnya untuk Sonny. Sebuah fakta bahwa Vian tidak mencintai Yugo dimanfaatkan oleh Sonny.


Namun rencana itu berubah saat Sonny tidak sabar ingin menguasai perusahaan dan mengetahui jika Vian bukan wanita baik-baik seperti yang ia harapkan. Dirinya pun meminta bantuanku untuk mencelakai Yugo.


Aku pun mencelakai Yugo dengan cara yang sama seperti apa yang kulakukan kepada Sonia dan Tonny.


Mereka semua yakin Yugo telah tiada meski jasadnya saat itu tidak ditemukan, akhirnya kami pun mencari mayat dirumah sakit yang tidak memiliki keluarga untuk dimakamkan di pemakaman tempat dimana bapak dan ibu Dinata dikubur.


Setelah kematian Yugo dan perusahaan telah berada ditangannya, Sonny menjadi tak karuan, dirinya menghamburkan uang dengan mabuk, judi dan perempuan. Kelakuan Sonny membuat Vian kesepian hingga selalu memintaku untuk menemani dirinya di ranjang."


"Berhubungan badan, maksudmu?" tanya Zelda penasaran.


"Iya, kami sering melakukannya namun Vian masih tetap melayani Sonny jika lelaki itu berkunjung ke apartemennya, hingga Vian hamil dan Yugo muncul dengan keadaan sehat tanpa cacat sedikitpun.


Awalnya aku bahagia dengan kemunculan Yugo karena aku yakin dia akan menyeret Sonny ke penjara, namun dugaan ku salah. Justru Yugo malah menikah kan Sonny dengan Vian."


"Apa artinya kamu membenci Yugo?"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak ada urusan dengan Yugo. Aku hanya berurusan dengan Sonny. Aku harus mematikan Sonny dengan cara apapun."


"Kenapa?"


"Karena aku membencinya, karena hadirnya dia aku jadi kehilangan orangtuaku"


"Kamu salah jika membenci Sonny, seharusnya kamu mendidiknya dengan baik bukan malah meracuni pikirannya."


"Apa kewajiban aku mendidiknya! Dia bukan siapa-siapa ku. Lagipula gara-gara kehadirannya justru membuat kedua orang tuaku tiada."


"Dia itu keponakan mu, dan-"


"Diam kamu, dia bukan siapa-siapa ku. Aku membenci orangtuanya karena penyebab kematian kedua orangku."


"Jangan membicarakan dan menyalakan orang yang telah tiada, urusan mereka yang telah tiada sudah selesai di dunia, dan saat ini mereka sedang diadili di akhirat atas apa yang sudah mereka perbuat selama di dunia. Dan Sonny adalah anak dari adik dan pacarnya, tidak seharusnya kamu membencinya karena setiap anak yang lahir itu suci. Lagipula jika dirinya bisa memilih untuk keluar dari perut siapa dan hasil sperm* siapa mungkin dia tidak akan memilih adikmu dan pacarnya.


Apa sekarang kamu puas telah mencelakai Sonny?”


"Belum, dia belum mat*! Aku ingin sampai dia mati."


"Sonny tidak salah, dia hanya imbas dari kekesalanmu kepada Sonia dan Tonny."


"Tapi, dia adalah keturunan mereka, dan aku yakin hidupnya kelak akan menyusahkan sama seperti kedua orangtuanya."


"Siapa sebenarnya dirimu? Apakah kamu Allah yang mengetahui garis hidup seseorang!" bentak Zelda. " Bagaiamana kamu tahu jika kehidupan, rezeki, sikap orangtua yang buruk akan menurun kepada anaknya!"


"Diam kamu! Jangan mengguruiku. Kamu tidak tahu rasanya kehilangan orangtua, kamu tidak tahu rasanya keluargaku hancur karena ulah adikku yang hamil diluar nikah. Hanya karena cinta dia rela meninggalkan keluarganya dan hidup dengan lelaki baj*ngan pilihannya!!!. Apa aku salah jika aku membenci Sonny juga.!" ucap Yongki sambil menggebrak meja, hingga membuat Yoga yang berada di balik kaca segera masuk.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya.Suka dan komentar.

__ADS_1


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2