
Mendengar suara keramaian dari ruang tamu dan sepertinya suara tersebut terdiri dari beberapa orang laki-laki membuat Vian ketakutan, tidak hanya suara menggelegar yang muncul namun dia juga mendengar suara rintihan dari ruangan tamu tersebut. Sebuah suara teriakan dan rintihan tersebut terdengar tak asing ditelinganya, suara tersebut berasal dari suara lelaki yang baru saja menikahinya.
"Apa yang sedang terjadi? Kenapa aku mendengar suara Sonny berteriak dan merintih?Apa yang harus aku lakukan?" tanya Vian panik. "Apa aku harus menghubungi Yongki atau Yugo?" lanjut Vian bergumam sendiri sambil berada di pojokan tempat tidur dan menggenggam ponselnya.
Berulang kali ia menghubungi Yongki namun tidak ada jawaban, karena tak mendapat jawaban ia tak punya pilihan lagi yaitu menghubungi Yugo meski dirinya harus melanggar janjinya untuk tidak pernah lagi menghubunginya setelah dirinya menikah dengan Sonny.
Dirinya yang berusaha menghubungi Yugo ternyata juga tidak membuahkan hasil. Berulang kali ia menghubungi mantan tunangannya itu namaun tidak ada jawaban.
"Kemana semua orang, kenapa tidak ada yang menjawab panggilan ku?"ucap Vian lirih."Aku harus melakukan sesuatu, aku tak bisa diam saja."lanjutnya berbicara dengan dirinya sendiri.
Vian tak lelah untuk terus menghubungi kedua lelaki yang dianggapnya bisa membantu dia, terutama suaminya.
"Bayi ... Ayo bantu aku berfikir, saat ini ayahmu sedang dipukul? Apa yang harus kita lakukan? Kamu dengar kan ayahmu sedang berteriak kesakitan?" tanya Vian yang mengajak bicara bayi yang ada di dalam perutnya, berulang kalia ia mengelus-elus perutnya dengan lembut.
Beberapa saat kemudian sebuah ide datang, sebuah ide yang sepertinya mustahil namun tidak ada salahnya bagi Vian untuk mencoba. Ia pun mulai menghubungi sebuah nomor yang baru beberapa jam tadi ia dapatkan dari mantan managernya.
Baru beberapa saat menghubungi terdengar suara dari ponsel yang menandakan bahwa ponselnya sedang lowbat, karena keadaan ponsel dengan baterai yang minum Vian pun mencoba merekam suara Sonny, lalu dilanjutkan dengan sebuah pesan tertulis yang meminta pertolongan.
Tidak begitu lama setelah mengirimkan beberapa pesan kini ponselnya mati.
***
Bip ... Bip
"Siapa yang mengirimkan pesan malam-malam begini?" tanya nya sambil meraba ponsel yang berada di atas nakas dekat tempat tidurnya.
Dibukanya pesan tersebut, sebuah nomor tak dikenal mengirimkan sebuah pesan suara.Didekatkannya ponsel tesebut ke telinganya.
"Tolong!! Lepaskan aku!"
Aghhhh...
"Suara siapa ini? Kenapa terdengar mengerang kesakitan?" tanyanya sambil menelaah siapa pemilik suara tersebut. Setelah mendengar isi dari pesan suara kini dirinya menyimpan nomor asing tersebut kedalam kontaknya dengan sebuah inisial X.
Tak hanya sebuah pesan suara yang masuk ternyata dirinya juga mendapatkan sebuah pesan tertulis yang berisi permintaan tolong.
Penasaran dengan si pengirim pesan ia mencoba mencari tempat lokasi nomor asing tersebut, dengan keahliannya ia mulai mengecek dan -.
"Binggo, aku menemukannya. Aku akan siap-siap sekarang." ucapnya sambil mencari sebuah celana jins favoritnya beserta kaos pendek se-lengan. Selesai berganti pakaian ia mulai mengambil beberapa peralatan yang selalu dia bawa seperti pengejut listrik kecil yang ia masukkan kedalam sebuah tas waistbag.
"Oke, semua sudah siap." gumamnya sambil mengambil segelas air putih yang ada di dapur.
Sepasang sneakers andalannya ditambah sebuah jaket, untuk memastikan lokasi orang yang mengiriminya pesan membuat dirinya terkejut.
"Bukankah ini hotel tempatku merias tadi?"gumam Zelda lirih.Tak ingin ambil pusing ia segera keluar menutup pintu.
Selesai menutup pintu dan memasukkan kartunya ke dalam saku celana, ia melihat sepasang sepatu berada di belakangnya.
Sepatu siapa itu?Kenapa berdiri dibelakang ku.
__ADS_1
Tidak banyak bicara segera Zelda memasang kuda-kuda dan hendak memukul orang dibelakangnya dengan mengacungkan sikut tangannya kebelakang agar orang dibelakangnya jatuh terdorong kebelakang. Mengetahui apa yang dilakukan Zelda didepannya segera Yugo menghindar dan memilih menggeser tubuhnya ke samping.
"Mau kemana kamu malam-malam begini?" tanya Yugo sambil memegang bahu Zelda.
Mendengar suara khas yang tak asing ditelinganya segera ia menghentikan langkahnya, "aku hendak ke hotel tempat acara tadi berlangsung." ucapnya sambil menoleh ke arah samping dimana orang tersebut berada.
"Malam begini? Untuk apa?" tanya nya heran.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, aku harus segera kesana, karena ini menyangkut nyawa."jelas Zelda sambil berjalan cepat.
"Aku ikut ya?"ucapnya sambil mengandeng tangan Zelda.
Zelda tak menjawab, ia tetap berjalan ke arah sebuah lift yang sedang terbuka.
Yugo tahu jika sebenarnya ia memerlukan bantuan, dirinya berniat mengajak Henri namun sangat tak mungkin jika ia harus kembali ke kamar Pika,
Jika aku kembali kesana maka aku akan kehilangan kesempatan berduaan dengan dia, lebih baik aku memberitahu Henri lewat pesan singkat.
Tidak ak ingin membuat Zelda menunggu untuk mengajak Henri, ia hanya mengirimkan sebuah pesan singkat untuk mengikuti dirinya dan membawa orang-orang mereka ke hotel tempat berlangsungnya acara siang tadi.
Di dalam lift Yugo terpesona dengan penampilan Zelda.
"Kamu wanita atau pria sih sebenernya?"goda Yugo yang sebenarnya sedang mengagumi kecantikan Zelda.
"Mau bukti?"jawab Zelda asal tanpa menatap wajah Yugo.
"Yakin? Aku bisa melihatnya?"
Yugo yang mendengarnya hanya tersenyum dan tetap mencuri pandang ke arah wanita cantik didekatnya.
"Sebenarnya ada apa? Apa kamu mengenal orang yang meminta bantuanmu?" tanya Yugo dengan pertanyaan lainnya.
"Tidak."
"Lalu kenapa kamu membantunya? Bahkan larut malam begini kamu rela berangkat."
"Menolong seseorang tak perlu saling mengenal, jika aku bisa melakukan pasti akan ku bantu."
"Calon istriku benar-benar berbeda."celetuk Yugo berbisik.
Kini mereka berdua berada disebuah tempat parkir.Zelda mengambil helmnya yang berada di bagasi motor.
"Kita naik motor?"tanya Yugo tak percaya.
"Ya, kenapa? Jangan bilang kamu tidak bisa naik motor?"
"Kata siapa, justru aku sangat ingin naik motor."ucap Yugo sambil menaiki motor.
"Pakai ini dan ini."Zelda memberikan jaket kulit miliknya dan helm.
__ADS_1
Yugo memakai jaket mempersembahkan Zelda dengan membalik jaket.
"Kenapa dibalik?"
"Sudah jangan banyak tanya, cepat naik."ucap Yugo sambil menyalakan motor dan mulai berkendara.
Keluar dari area apartemen Yugo melajukan motor dengan kencang, Zelda yang lama tidak pernah menjadi penumpang biasanya menjoki motor sendiri merasa panik, ia terikat erat pada pinggang Yugo.
Yugo dengan nakal mulai memasukkan tangannya ke dalam jaket dan menarik tangan Zelda untuk mengencangkan dirinya.Merasa kaget dengan kelakuan Yugo dengan spontan Zelda mencubit punggung Yugo.
"Aw... Aw..., sakit sayang."
"Aku tidak suka seperti itu, ini dijalan bukan di kamar."ucap Zelda tanpa sadar dengan apa yang sedang ia ucapkan.
Yugo terkejut mendengar kata-kata wanita yang sedang duduk di belakangnya, dari kaca spion ia melihat wajah Zelda tersenyum sendiri.
"Kamu senyum sama siapa?"
Tahu darimana dia jika aku sedang tersenyum.
Jangan-jangan daritadi dia melihatku dari kaca spion.
"Sudah jangan melirik ke arah spion terus, ingat dilarang berbicara dengan supir!"
Sepanjang perjalanan, keduanya diliputi dengan perasaan hati yang bahagia, tidak ada yang tahu jika siang tadi Zelda menangis sepanjang perjalanannya dari hotel sampai ke apartemennya dan malam ini justru sebaliknya. Dirinya bahagia bersama lelaki yang tadi menangisi dirinya di sepanjang jalan menggunakan motor skuter miliknya.
***
"Ayo turun," ajak Zelda kepada Yugo yang sedang memarkirkan motor.
Sang resepsionis yang melihat kehadiran Yugo hanya tersenyum karena tahu jika Yugo adalah kakak dari orang yang tadi mengadakan acara pernikahan di hotel.
"Nomor berapa?"
"XXX."
Yugo tidak begitu menyimak sebuah nomor kamar yang diucapkan Zelda. Kini keduanya sudah berada di depan kamar hotel tersebut, baru saja sampai kini Zelda dan Yugo dikejutkan dengan seorang wanita dengan pakaian seksi tiba-riba memeluk erat Yugo.
"Yugo!!" teriak wanita tersebut sambil menangis di pelukan Yugo.
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya.Suka dan komentar.
__ADS_1
Terimakasih..❤️❤️