Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 26. GARA-GARA SENYUM.


__ADS_3

“Dia memang asisten tapi apa kamu pernah dengar istilah musuh dalam selimut? Kita tidak pernah tahu mana itu lawan dan kawan yang sesungguhnya.” Ucap Zelda membuat Yugo berfikir bahwa suatu kebenaran untuk tidak mudah mempercayai seseorang, dimana seorang kawan bisa menjadi lawan dan sebaliknya seorang lawan bisa menjadi kawan. Apa yang diucapkan Zelda membuatnya mengingat apa yang terjadi kepada dirinya, dia yang begitu mempercayai adik dan tunangannya saat itu namun justru mereka berdua mengkhianati dirinya.


“Benar pak Yugo, di dunia ini tidak tahu mana yang benar-benar membantu dan mana yang menusuk kita dari belakang. Mana yang sayang dan mana yang pura-pura sayang. Saya sarankan agar pak Yugo segera membawa pak Sonny ke rumah sakit, saya rasa tulangnya mengalami patah.” Ujar Johan.


Mendengar ucapan Yoga membuat Yugo segera bersiap menuju ke arah mobil tempat dimana Sonny sedang terbaring. Saat Yugo sudah bersiap berangkat dia tak kunjung melihat Zelda masuk ke mobilnya.


“Kemana dia?” Tanya nya dalam hati.


Yugo mencoba menelfon Vincent yang berada di mobil lain.


“Apa dia ada di mobilmu?”


“Tidak,” jawab Vincent dari seberang telepon.


Yugo keluar dari mobil dan berjalan ke arah belakang dimana Yoga masih berkumpul bersama beberapa anak buahnya.


“Ada apa?” Tanya Yoga yang tahu maksud Yugo mendatangi dirinya.


“Aku butuh seseorang untuk menemaniku mengemudi karena aku masih lelah.” Alasan Yugo.


“Zelda ikutlah dengan pacarmu. Biarkan aku yang menangkap Yongki.” Ucap Yoga kepada Zelda secara sengaja, dirinya tahu jika saat ini Zelda sedang bersembunyi di balik salah satu anak buahnya.


“Dia bukan pacarku. Aku tidak mau ikut, aku ingin menangkap Yongki juga.”


“Tidak bisa, kamu adalah warga sipil jadi kamu harus dilindungi. Percayakan pada kami abdi Negara.”


“ Tapi …-“


“Tidak ada kata tapi, ikutlah dengannya. Jika kamu ingin membantuku maka bantulah dia.” Ucap Yoga berdiri sambil menghampiri dan menepuk pundak Zelda.


Yugo yang melihat merasa panas, tepukkan pundak yang dilakukan kepada Zelda baginya bukan sebuah tepukan biasa melainkan tepukan hangat. Zelda pun menuruti perintah Yoga dan berjalan menuju ke mobil diikuti oleh Yugo.


***


Saat ini Zelda dan Yugo berada di mobil yang sama, didalam mobil tidak ada percakapan yang diantara mereka, Yugo yang sibuk dengan pikirannya tentang siapa sebenarnya Yoga, begitu juga dengan Zelda yang sebenarnya ingin bertanya tentang masa lalu Yugo bersama Vian, namun semua itu ia urungkan. Dia rasa ini bukan saat yang tepat.


Zelda memilih untuk melihat ke arah jalan melihat suasana jalanan yang dilewati oleh sebuah pedati.


"Aku rindu suasana dan hawa seperti ini. Suasana pedesaan begitu sejuk dan asri." ucapnya lirih.


Yugo yang mendengar ucapan Zelda hanya tersenyum, dirinya bahagia melihat senyum lebar yang terlihat dari bibir wanita pujaannya.


Kenapa rasa laparku tiba-tiba mendadak hilang?


Apa ia senyumnya adalah makanan buatku?


"Kenapa berhenti?" tanya Zelda heran karena kendaraan tiba-tiba berhenti.


"Aku lapar."

__ADS_1


"Ditempat seperti ini belum ada warung yang buka, kita harus sampai ke kota. Sepertinya setengah jam lagi kita akan sampai kota."


"Tapi aku lapar sekarang."


"Apa tidak bisa ditahan?"


"Tidak, kalau begitu minumlah air putih." tunjuk Zelda melihat sebotol air mineral yang berada di samping tempat duduknya.


"Aku lapar bukan haus."


"Kalau begitu tahanlah sampai kita berada di kota."


"Aku tidak bisa menahan,"


"Lalu?"


"Tersenyumlah terus, senyum mu membuat laparku hilang." ucap Yugo dengan santai.


Mendengar itu Zelda menahan tawanya, ia tak menyangka jika lelaki yang hampir menjadi suaminya itu memiliki selera humor yang tinggi meski sedikit garing.


Setelah mengucapakan itu Yugo tanpa sadar menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa malu dengan dirinya sendiri, dirinya pun kembali menekan gas dan mengendarai mobil yang sempat menepi beberapa menit tadi.


Ada apa dengan aku?


Kenapa aku bercanda seperti tadi?


Apa dia aneh melihatku?


Kalau lucu harusnya dia tertawa, tapi tadi ekspresinya biasa saja.


Yugo mulai menyalakan dirinya sendiri, ia mencoba melihat ke arah Zelda dengan tatapan yang sama, tidak ada ekspresi tertawa padahal dirinya tadi sedang gombal dan berusaha mencairkan suasana. Bingung harus bagaimana kini dirinya mulai memikirkan cara agar Zelda kembali memperhatikan dirinya,


Aha ..., mungkin cara ini berhasil.


Uhuk ... Uhuk… (suara seseorang sedang terbatuk).


Berulang kali Yugo terbatuk-batuk, Zelda tahu jika lelaki disampingnya ini sedang pura-pura batuk, ia pun tetap diam dan tidak melihat kea rah Yugo. Niat Yugo untuk diperhatikan gagal namun karena berulang kali ia pura-pura batuk akhirnya dia pun tersedak oleh ludahnya sendiri, dan itu sukses membuat Yugo batuk terus menerus.


Suara batuk Yugo yang lebih kencang dan berulang-ulang membuat Zelda menoleh ke arahnya,


“Berhentilah dulu, jangan dipaksa mengemudi.” Ucap Zelda lembut.


“I--iya," ucapnya sambil menahan batuk sambil bersuara serik.


Laju mobil perlahan berjalan pelan, Yugo menepikan mobilnya dan kini mereka berada sudah berada di mini market.


"Buka kuncinya!"


"Kamu mau kemana?"

__ADS_1


"Buang air kecil." Bohong Zelda.


Kini Zelda sudah turun dan Yugo masih tetap terbatuk-batuk di dalam mobil.


"Sepertinya dia sama sekali tidak peduli denganku, sebenarnya di cinta tidak sih denganku?" ucap Yugo lirih.


"Dia mencintaimu kak." ucap Sonny dari belakang.


Yugo tak menyangka jika adiknya itu akan bangun.


"Kamu sudah bangun? Bagaimana keadaanmu? Maafkan aku membuatmu terbangun gara-gara suara batuk ku."


"Kak, kamu itu grogi dengannya kenapa jadi grogi denganku juga?"


"T--tidak. Aku biasa saja."


"Di mencintaimu kak." ucap Sonny lagi


"Aku tahu itu, tapi bagaimana kamu tahu?"


"Sedari tadi aku melihat ekspresi dia,"


"Sejak kapan kamu melihatnya?" tanya Yugo, dirinya malu jika Sonny sampai mendengar perkataannya tadi tentan sarapan.


"Saat kamu mengatakan bahwa tersenyumlah terus, senyum mu membuat laparku hilang," ledek Sonny.


Seketika Yugo diam dan terlihat memerah, dirinya tak menyangka jika sang adik pun mendengar ucapannya yang menggelikan itu. Tak lama kemudian Zelda masuk kedalam mobil sambil membawa sebungkus roti dan susu lengkap dengan air mineral.


"Minumlah ini, agar batuknya reda." ucap Zelda sambil memberikan minuman yang baru saja ia beli.


"Kenapa membeli air mineral, bukannya ini ada?"


"Ini bukan mobilmu, jadi aku rasa air mineral ini bukan milikmu." jelas Zelda. Yugo pun mulai minum dan membuat batuknya perlahan hilang.


"Sekarang makan ini," ucap Zelda sambil memberikan roti. " Agar aku tak perlu tersenyum terus untuk membuat laparmu hilang," lanjut Zelda sambil menahan tawa.


Mendengar itu Yugo mulai melihat ke arah Zelda sambil tersenyum hangat.


"Dan kamu Sonny cepat bangun, jangan pura-pura tidur." ucapnya sambil memberikan sepotong roti dan susu.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya.Suka dan komentar.

__ADS_1


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2