Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 24. MISI PENYELAMATAN.


__ADS_3

Melihat seorang wanita yang tiba-tiba memeluk Yugo membuat Zelda heran dan bertanya-tanya dalam hati.


Siapa wanita ini? Kenapa tiba-tiba memanggil dan memeluk Yugo.


Tidak dipungkiri jika rasa cemburu merasuki hatinya, wajah Zelda yang merah bukan karena malu sedang dirayu namun merah karena dirinya sedang memendam rasa cemburu.


Yugo yang merasa risih dengan pelukan yang Vian berikan segera melepas paksa pelukan mantan tunangannya itu.


"Apa-apaan kamu! Lepas!" bentak Yugo keras. Zelda kaget dengan suara keras yang keluar dari mulut Yugo, dirinya tak menyangka jika Yugo tidak menikmati pelukan namun sebuah pertanyaan muncul di benaknya siapa wanita yang tiba-tiba memeluk calon suaminya itu.


Tidak ingin terlihat cemburu, Zelda memilih untuk menghadap belakang dan tidak melihat keduanya berpelukan.


Merasa dibentak oleh Yugo segera Vian melepas pelukannya dan mulai memperhatikan jika ada seorang wanita yang berdiri dibelakang Yugo.


"Aku tak percaya kamu datang, maafkan aku yang mengirimkan mu pesan malam -malam."


Zelda yang diajak bicara kaget saat seorang wanita yang mengajaknya bicara adalah Vian, kliennya tadi siang yang ia rias.


Wanita ini? Apa hubungannya dengan Yugo?


Kenapa dia tiba-tiba memeluk Yugo?


Zelda yang diajak bicara hanya mengangguk dan tersenyum.


"Aku tak tahu harus menghubungi siapa, saat kami tidur terdengar suara pintu diketuk dengan keras, dalam keadaan setengah sadar Sonny membuka pintu, tiba-tiba terdengar suara yang begitu ramai dan memaksa masuk hingga aku mendengar suamiku di pukul dan dipaksa untuk mengakui sesuatu." jelas Vian.


"Lalu dimana suamimu sekarang?" tanya Zelda yang masih berada diluar bersama Vian.


"Dia dibawa oleh beberapa orang entah kemana."


"Apa dia membawa ponsel?"


"Coba aku cek ke dalam, masuklah!" ajak Vian kepada Zelda.


Zelda duduk di ruang tamu sambil menunggu Vian mengecek keberadaan ponsel suaminya. Yugo yang juga berada di ruang tamu sibuk dengan ponselnya berusaha menghubungi Henri. Tak lama kemudian Vian muncul dengan membawa dua ponsel di tangannya.


"Dia tidak membawa ponsel, ponselnya tertinggal di nakas tempat tidur. Lalu bagaimana kita mencari keberadaan nya?" tanya Vian semakin panik.


"Kamu tenang, semua permasalahan pasti bisa diatasi. Apa kamu memiliki laptop?" tanya Zelda.


"Tidak, sepertinya ada laptop milik Sonny. Tunggu aku akan mencarinya." Vian kembali masuk dan mencari tas milik Sonny.


Saat mencari laptop Sonny ia melihat Yugo yang sedang duduk santai sambil memijat dahinya dengan salah satu tangannya. Melihat Yugo yang terlihat lelah Vian pun memilih untuk pergi ke dapur untuk mengambil segelas air dan diberikan kepada mantan tunangannya tersebut.


"Yugo, terimakasih telah membantuku. Meski hubungan kita adalah mantan tunangan tapi sekarang kamu adalah kakak iparku." ucap Vian sambil memberikan segelas air kepada Yugo yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


Deg...


Zelda kaget tak percaya mendengar kata yang terucap dari mulut wanita yang baru ia kenal bernama Vian. Zelda tak menyangka sebuah pertanyaan yang selama ini memenuhi otaknya siapa sebenarnya mantan tunangan calon suaminya akhirnya terjawab dari mulut wanita itu sendiri.


Berbeda dengan Yugo, dia tidak merespon ucapan Vian, baginya perkataan wanita yang sekarang menjadi adik iparnya itu tidak penting, merasa tidak dihiraukan oleh Yugo, Vian pun kembali ke kamar dan mencari keberadaan laptop milik Sonny.

__ADS_1


"Ini," ujar Vian menghampiri Zelda sambil membawa laptop di tangan nya.


Zelda membuka dan menyalakan laptop itu dengan muda padahal jelas laptop tersebut terkunci.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Yugo yang melihat Zelda sibuk mengutak-atik laptop Sonny.


Zelda tak menggubris pertanyaan Yugo, dirinya sengaja tidak menghiraukan karena menganggap Yugo memiliki satu hutang penjelasan.


"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Yugo lagi dengan suara mesra sambil mengelus rambut Zelda.


Vian tertegun mendengar ucapan Yugo. Dirinya ingin bertanya namun situasinya tak mungkin. Tak lama kemudian, sekitar 15 menit terdengar suara bel berbunyi. Vian melihat dari lubang pintu dan ia mulai membuka.


"Hai, kita bertemu lagi." sapa Pika."


Vian hanya diam dan tersenyum garing kearah Pika. Keduanya saling bertatapan dengan tajam. Berbeda dengan Henri yang masuk langsung menuju ke arah Yugo yang sedang duduk disamping Zelda.


"Bagaimana Sonny? Aku belum mendapat kabar dari orang-orang kita."


"Aku menemukannya, dia dibawa oleh orang-orang ini. Apa kalian mengenalnya?" tanya Zelda kepada semua yang ada disana.


"Bagaiamana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Henri heran dengan kemampuan yang Zelda punya. "Kamu sebenarnya siapa sih? MUA, pebisnis, Intel atau hacker?"


"Aku mengenalnya, dia orang yang sama waktu itu." ujar Vian.


"Dimana Yongki? Aku curiga ini ada hubungannya dengan dia." potong Pika.


"Aku sudah menemukan lokasi mereka, ayo kita bergerak. Ini lokasinya." tunjuk Zelda menunjukkan beberapa lokasi tempat Sonny saat ini berada.


Zelda yang sadar jika dirinya sedang dilihat oleh Yugo langsung mengalihkan pandangannya dan lebih memilih untuk melihat wajah sendu Vian.


"Aku rasa kita berdua bisa berkolaborasi Zel," imbuh Henri yang juga kagum kepada kemampuan Zelda.


Kini mereka semua sedang bersiap-siap untuk berangkat, begitu juga dengan Vian yang juga ikut.


"Kamu sedang hamil, lebih baik kamu dirumah bersama kak Pika." ucap Zelda.


***


"Apa benar ini tempatnya?" tanya Henri kepada Yugo.


"Iya ini lokasi yang Zelda tadi bilang." jawab Yugo. "Apa orang-orang kita sudah disini?" tanya nya balik.


"Itu Vincent dan anak buahnya." tunjuk Henri dari dalam mobil.


"Bagus, mereka semua sudah datang."


Kini Yugo dan Henri keluar dari mobil, mereka sengaja memarkirkan mobil cukup jauh dari sebuah rumah yang berada di tengah hutan.


Dug ... . (suara pintu mobil ditutup)


Keduanya kini berjalan menuju ke sebuah rumah yang disinyalir tempat Sonny berada. Dari luar terlihat seorang sedang duduk dengan mulut di bekap oleh sebuah kain majun, dengan tangan terikat kebelakang.

__ADS_1


Door ... Door ...(suara tembakan terdengar dari arah depan) dan terlihat dar*ah mengucur.


"Vincent dan anak buahnya telah melumpuhkan bagian depan, sekarang giliran kita." ujar Henri memberitahu Yugo.


"Tunggu aku disini, aku akan masuk sendiri." perintah Yugo kepada sahabatnya.


"Tidak, aku ikut menemanimu."


"Jangan, tunggulah disini, aku tak akan lama di dalam." ucap Yugo meyakinkan Henri.


Yugo berjalan masuk ke dalam rumah, keadaan rumah yang terlihat sepi seperti sebuah rumah yang tidak terurus ditambah dengan banyaknya sawang laba-laba berada di setiap pojok atap rumah ini, pencahayaan lampu begitu minim. Saat ini Yugo sudah masuk ke dalam rumah, disana ia melihat sebuah kamar tertutup, dirinya yakin bahwa Sonny berada di dalam kamar tersebut.


Brak (suara pintu di dobrak).


Yugo mulai mendekati seseorang yang terduduk lemas dengan banyak bekas pukulan dan dar*h yang mulai mengering tepat dibawah hidung dan keningnya.


"Sonny, ayo bangun. Ini aku!" ucap Yugo sambil menggoyang-goyangkan tubuh adiknya.


Melihat Sonny yang masih tak sadar membuat Yugo kembali memanggil adiknya dengan suara lebih keras.


"Sonny bangun! Jangan lemah! Ingat anakmu masih memerlukanmu." bisiknya tepat ditelinga Sonny.


Seketika mata Sonny yang terpejam mulai terbuka, entah apa yang menggerakkan matanya untuk terbuka padahal dirinya sendiri tak ingin mengakui anak dalam kandungan Vian.


"Kak, kamu disini. Aku kira aku akan tiada dan segera menyusul ayah, ibu dan mama." kata Sonny dengan suara lemah.


"Selama aku masih ada, aku tidak akan membiarkan seseorang menyakitimu, karena itu adalah janjiku kepada ibu untuk tetap selalu melindungimu."


"Kenapa kalian begitu baik, padahal ayah selalu mengacuhkan ku bahkan mama sama sekali tak pernah memperhatikanku."


"Karena aku kakakmu dan sudah kewajibanku untuk melindungimu."


"Meski kesalahanku fatal?"


Yugo tahu apa yang ditanyakan adiknya pasti berkaitan dengan kecelakaan yang yang dialaminya.


"Jangan bicara itu sekarang, saat ini lebih penting menyelamatkan-."


Bug ...(suara seseorang menendang ke arah wajah Yugo hingga dirinya terpental kebelakang)


Yugo tersungkur, dirinya masih tergeletak ke tanah, sama halnya dengan Sonny. Dirinya yang tadi sudah terbebas dari ikatan kini kembali terikat bersama dengan Yugo.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya.Suka dan komentar.

__ADS_1


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2