
Ditempat lain Yoga yang sedang memegang pistol sudah bersiap untuk menembakkan sasarannya.
Door!!
Door!!
Door!!
Berulang kali ia melepaskan pelurunya ke target dan berhasil mengenai sasaran.
"Bravo" ucap seseorang yang berada tak jauh dari tempat Yoga menembak. "Keren, kita adu tembak saja." ucap orang tersebut. "Kenapa dia? Sepertinya hatinya sedang kacau. Baiklah aku tidak akan mengganggunya."
Saat ini Yoga tidak terlalu fokus dengan target didepannya, pikirannya masih terbayangi oleh apa yang terjadi saat di restauran tadi. Dirinya yang melihat ekspresi Zelda seperti kecewa kepada dirinya. Namun karena Yoga adalah salah satu penembak terbaik maka targetnya selalu tepat sasaran.
Tak terasa sudah hampir dua jam Yoga berada di tempat latihan menembak, dimana ia pernah mengajari Zelda. Diam-diam dirinya menitihkan air mata jika mengingat apa yang terjadi tadi. Wajah kecewa wanita yang dicintainya sungguh terlihat.
Jujur, dia terlalu egois untuk mendapatkan Zelda. Dirinya melakukan itu karena tak ingin kehilangan cintanya lagi. Sungguh nafasnya terasa sesak saat mengingat bagaiamana dirinya sembuh dari cinta yang tak terbalas karena kehadiran Zelda.
\=\=\=\=FLASHBACK ON\=\=\=\=
"Kak? Kamu kenapa?"
Yoga yang ditanya hanya diam tak menggubris.
"Dasar sombong, dia kira siapa? Apa dia tidak tahu siapa aku?" gumam Zelda lirih.
Apa yang dikatakan Zelda di dengar oleh sahabat baiknya yaitu Anggi.
"Siapa yang kamu maksud? Lelaki itu?"
"Siapa lagi, lelaki disini selain dia."
"Dia memang terkenal begitu, justru dia terlihat makin tampan jika bersikap demikian. Bukankah tipemu yang demikian?" goda Anggi.
"Apaan sih, ingat ya jangan meracuni pikiranku. Aku ingin fokus kuliah."
"Yakin? Ganteng lho,"
"Cinta tidak dipandang dari fisiknya tapi hatinya. Untuk saat ini aku tidak tertarik dengan siapapun." ucap Zelda bohong, padahal sahabatnya tahu jika Zelda sedang mengagumi seorang dosen praktisi.
"Oke-oke, tapi hati-hati dengan istilah kagum karena dari kagum bisa menjadi tertarik bahkan cinta." ucap Anggi sambil tertawa menggoda sahabatnya.
__ADS_1
"Apaan sih."
"Kamu tahu dia siapa? Dia itu anak buah ayahku, dia yang bertugas mengawasi aku." bisik Anggi.
"Oh, pantas saja sikapnya kaku." celetuk Zelda.
Mendengar ucapan Zelda yang sama sekali tak menaruh kagum pada dirinya justru membuat Yoga tertarik, dia tidak menyangka jika masih ada seorang wanita yang tidak terlalu menggandrungi lelaki, dan fokus dengan kuliah. Sejak saat itu ia berusaha bersikap ramah kepada Zelda termasuk menyelidiki semua tentang gadis pujaan nya tersebut, termasuk memberikan pelatihan fisik berupa beladiri dan menembak agar Zelda dapat melindungi diri sendiri jika dirinya sedang bertugas.
Kepribadian Zelda membuat Yoga kagum ditambah paras Zelda yang cantik membuat dirinya semakin jatuh cinta.
\=\=\=\=Flashback Off\=\=\=\=
Aku tahu kamu mungkin kecewa dan marah namun hanya ini caraku membuatmu untuk jadi milikku.
Meski aku harus berbohong dan membuat cerita berlebihan kepada Bunda.
Aku tak ingin ada orang yang mengambil kebahagiaan ku, meski aku harus merampas kebahagiaan mu.
Yoga yang sedang latihan dan tidak fokus tiba-tiba merasakan getaran pada celananya, dirinya yang harus on 24 jam dengan ponsel mau tidak mau harus melihat siapa yang menghubungi dirinya.
Sebuah nama yang tidak ia harapkan muncul di layarnya, bukan tidak bahagia mendapat panggilan dari wanita pujaannya namun ia yakin pasti Zelda akan berkata sebuah kata yang akan membuat dirinya kecewa.
Ingin mengangkat telepon dirinya pun ragu-ragu, berulang kali Zelda mencoba menelfon nya dan tetap Yoga mengabaikannya dan ia kembali memainkan pistolnya untuk membuat hatinya menjadi tenang.
Merasa terganggu dengan langkah tersebut Yoga yang jago beladiri dengan mudah memelintir orang dibelakangnya.
"Awww sakit." teriak seseorang yang barusan dipelintir oleh Yoga hingga tangganya merasa sakit.
Kaget dengan suara lembut dari orang yang baru saja ia pelintir.
"Bukan salahku. Aku merasa terancam dengan bayangan dan langkah yang daritadi mengikutiku."
"Aku mengikutimu karena aku khawatir." ucap seorang gadis yang terlihat masih berusia belasan dengan menahan rasa sakit pada bekas pelintiran.
"Diantara kita tidak ada hubungan apapun, jadi tak perlu saling mengkhawatirkan." ucap Yoga dengan nada datar dan kemudian masuk kedalam mobilnya.
"Dasar makhluk individu, seharusnya tempatnya gak di bumi tapi di Pluto." kesal gadis tersebut.
***
Keesokan paginya Yoga yang berangkat pagi-pagi buta kaget dengan kedatangan Zelda yang duduk manis di ruangannya.
__ADS_1
"Kak, jangan kabur. Ayo masuk." ucap Zelda tegas saat melihat Yoga yang kembali keluar pintu ruangannya.
"Aku tidak kabur, ada dokumen yang tertinggal." bohong Yoga.
"Tidak ada dokumen yang tertinggal, hari ini kamu libur jadi kamu kesini hanya untuk bermain kan. Kita selesaikan urusan kita."
Yoga yang tidak pandai berbohong pun memilih mengalah. "Kalau begitu kita bicara diluar jangan disini." ajak Yoga.
Kini Yoga dan Zelda berada di dalam mobil milik Yoga yang terparkir di parkiran tempat Yoga kerja.
Yoga yang diam tak bicara berharap Zelda lah yang mengawali pembicaraan begitu juga dengan Zelda. Keduanya sama-sama diam, sekitar hampir setengah jam tak ada kata diantara mereka membuat Zelda kesal, "jadi tidak ada penjelasan? Kalau begitu aku anggap mulai saat ini kita tidak ada hubungan apapun."
"Tidak, baiklah aku mengaku bahwa sudah lama aku mencintaimu, jika kamu bertanya kenapa tidak ku katakan saat dulu, jawabannya karena aku tak ingin mengganggu mu untuk lulus kuliah tepat waktu sesuai keinginan mu. Aku tidak terima jika ada lelaki lain yang mengaku sebagai calon suamimu. Kamu yang kutunggu sejak lama harus jatuh ditangan orang lain. Aku tidak rela."
"Tidak rela tapi caramu salah dengan memanipulasi cerita bahkan memfitnah aku, kenapa kakak tega!"
Keduanya yang sedang menyampaikan pendapat masing-masing tentang perasaan mereka tidak melihat ada sepasang mata yang mengamati keduanya dari tadi.
Apa yang mereka berdua lakukan di dalam?
Kenapa terkesan romantis?
Sorot mata dan tingkahnya berbeda, dari awal aku sudah menduga bahwa sebuah perasaan ada diantara salah satu dari mereka.
Gawat, jangan sampai dia tahu. Jika dia tahu maka akan ada edisi patah hati jilid dua.
"Kamu kenapa tiba-tiba diam dan memandang kesana?" ucap seorang wanita sambil matanya mengarah ke sorot mata lawan bicaranya. "Kenapa Zelda ada di dalam mobil itu berdua bersama Yoga?"
"Sssst .... Sayang tidak bisakah bibir seksimu itu tidak berucap keras!"
...
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya. Like dan comment.
__ADS_1
Terimakasih..❤️❤️