Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 13. MOTIF MENEROR.


__ADS_3

"Bu Singgih ... Bu Singgih ...." ucap Yugo yang masih berusaha mengingat dan memejamkan matanya. "Apa .... kamu anak kecil itu?" tanya Yugo sambil masih berusaha mengingat.


"Iya pak, saya Dodo. Saya anak kecil itu." ucap Dodo girang karena Yugo mengingat dirinya.


"Sejak kapan kamu pindah ke kota ini?"


"Sejak berita kematian bapak tersebar, saya berusaha mencari bukti dulu setelah itu saya mulai melamar ke perusahaan bapak dan sudah hampir sebulan saya bekerja disini."


"Untuk apa kamu mencari bukti?" tanya Henri yang mulai penasaran.


"Karena aku tidak suka dengannya. Bukankah dia tidak sedarah dengan anda?"


Mendengar itu Yugo terdiam, sedangkan Henri yang sudah tahu memilih diam dan hanya melihat ke arah Yugo.


"Kami berdua tahu jika kamu telah meneror lelaki itu, dan kami juga tahu jika mereka berencana menangkap basah siapa sebenarnya yang meneror. Beruntung kami datang tepat waktu." ucap Yugo yang lebih memilih membicarakan hal lainnya ketimbang menjawab pertanyaan tentang hubungan dia dengan Sonny.


Bagi Yugo tak mudah untuk tidak mengakui Sonny sebagai saudara tiri, karena bagaiamana pun ia pernah berjanji kepada almarhum ibunya untuk tetap menutup rapat rahasia tentang Sonny kecuali jika Sonny yang mengetahui sendiri kebenarannya.


Henri tahu jika Yugo berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Darimana anda tahu, pak?"


Yugo dan Henri sama-sama diam, mereka hanya membalas pertanyaan dengan senyum dan saling memandang.


"Lebih baik kamu tidak masuk agar dia mengira bahwa bukan manusia yang meneror melainkan hantu." imbuh Henri.


"Aku rasa juga begitu, lebih baik kamu tidak masuk. Lagipula bajumu masih terlihat bekas tumpahan cairan berwarna merah."


"Baik pak."


"Untuk selanjutnya biarkan kami yang bergerak. Saya terimakasih atas apa yang telah kamu lakukan."


"Baik pak, sama-sama. Saya memiliki rahasia lain tentang kejahatan lelaki sombong itu."


Dodo memberikan sebuah bukti CCTV yang ia simpan di ponselnya. Disana terlihat ada seseorang yang sengaja menyabotase mobil Yugo sehingga malam sebelum kejadian mobilnya bermasalah.


"Lelaki itu ..., sepertinya aku pernah melihatnya. Dia adalah lelaki -"


"Lelaki yang pernah tidur dengan wanita itu?" tebak Yugo yang memotong ucapan Henri. "Pantas saja, saat perjalanan ke apartemennya pedal mobilku bermasalah namun aku tetap melanjutkan perjalanan ku. Sesampainya disana aku melihat perselingkuhan yang mereka lakukan, aku yang emosi tak ingat jika rem tidak berfungsi hingga kecelakaan itu terjadi." lanjut Yugo menceritakan kejadian yang menimpanya.


Mendengar Yugo menceritakan kronologi kecelakaannya membuat Dodo dan Henri memandang ke arah Yugo dengan tatapan iba.


"Kamu tahu lelaki itu? Artinya kamu tahu jika dia bukan wanita baik. Kenapa saat itu kamu tetap ingin menikahinya?" tanya Henri sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Karena dia wanita pertama yang membuat ku jatuh cinta dan aku yakin seseorang pasti pernah khilaf."


"Cinta boleh buta tapi jangan mau dibutakan oleh cinta. Kamu harus tahu itu." celoteh Henri yang tak sepaham dengan pendapat Yugo.


"Aku tidak buta, aku hanya memberinya kesempatan kedua. Lagipula saat itu kami belum menikah jadi belum ada komitmen." ucap Yugo yang berusaha membela dirinya.


"Bicara denganmu percuma. Sekarang kamu tahu kan siapa dalangnya?"


"Kalian berdua salah. Bu Vian tidak ada hubungannya dengan kecelakaan itu. Lelaki itu bukan suruhannya meski mereka berdua sering menghabiskan malam bersama. Lelaki itu adalah tangan kanan Sonny. Jadi otak dari kejadian kecelakaan yang menimpa bapak tak lain adalah Sonny, adik tiri bapak."


Henri dan Yugo dibuat tercengangnya dengan apa yang diucapkan Dodo. Mereka tak menyangka jika Dodo mengetahui lebih banyak dibandingkan dirinya.


"Bagaiamana kamu bisa mengetahui semuanya?" tanya Henri sambil menepikan mobilnya karena pemasaran dengan informasi penting yang Dodo punya.


"Aku meminta bantuan orang lain untuk menyelidikinya." jawab Dodo enteng.


Henri merasa curiga dengan jawaban Dodo, karena yang ia tahu bagaimana bisa Dodo membayar orang untuk mencari tahu segalanya sedangkan dia sendiri hanya bekerja sebagai seorang cleaning service.


Mengetahui jika sahabatnya itu sedang mengintimidasi Dodo ia mencoba menengahi agar Henri tak lagi bertanya detail karena akan membuat Dodo menjadi tak nyaman.


Henri tahu jika Yugo melakukanya agar Dodo tidak merasa dicurangi, kini ia mulai melanjutkan perjalanan nya kembali.


***


Di lain tempat, yaitu sebuah apartemen milik Sonny.


Vian dan Sonny yang berada di pantry sedang menikmati secangkir minuman hangat.


"Bagaiamana apa kamu sudah berhasil menangkap peneror itu?" tanya Vian kepada Sonny di sela-sela obrolan ringan mereka.


Sonny memilih diam dan tak menjawab pertanyaan Vian.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam saja? Aku kan sedang bertanya." tanya Vian kesal.


"Lebih baik kamu diam karena semua tindakan mu membuatku sial." ucap Sonny sambil meletakkan sendok garpu yang baru saja ia gunakan dengan cukup keras.


"Kenapa kamu tidak selembut saat aku masih bersama Yugo?"


"Karena saat ini aku mulai menyesal kenapa aku harus berselingkuh dengan mu."


"Penyesalan selalu datang belakangan. Aku rasa kamu menyesal karena kamu kira Yugo memberiku banyak harta tapi ternyata tidak. Tak ada satupun yang Yugo berikan kepadaku dan kamu menyesal telah berselingkuh denganku?"


"Hahahaha, kamu cukup pintar menganalisa."


Sialan lelaki ini, seharusnya aku tak percaya dengan rayuannya.


Dia yang ku kira loyal, baik dan salah satu pewaris dari AIM-GOOD ternyata ia bukan apa-apa.


Dia hanyalah seorang benalu dan pembunuh.


"Kenapa kamu diam? Menyesal? Menyesal telah memilihku?!"


"Jangan macam-macam kamu! Rahasiamu semua ada di aku! Sekali kamu berbuat kasar padaku maka aku tak segan membuka semuanya!"


"Silakan! Buka!!! Jika mulutmu itu bersuara maka aku pastikan kamu tak akan lagi melihat dunia!" ucap Sonny sambil menarik rambut Vian.


"Lepas! Sakit!" rintih Vian.


Kurang ajar! Berani dia memperlakukan aku seperti ini!


Jika saja aku tidak hamil maka aku akan segera meninggalkannya.


"Kenapa diam? Apa kamu sedang merencanakan sesuatu?"


Vian diam, dia hanya menggelengkan kepalanya dan menunduk.


Dasar wanita licik! Aku tahu kamu sedang merencanakan sesuatu.


Kamu memilih untuk tetap bersanding denganku karena kamu bingung mencari siapa bapak anak dalam kandunganmu kan?!


Kita lihat saja, sanggupkah kamu bertahan untuk tetap berada disamping ku.


Vian memilih diam. Ia mengesampingkan amarahnya hanya demi anak yang dikandungnya.


"Kali ini gak boleh gagal! Aku harus lebih pagi dari kemarin." gumam nya sambil menekan pedal gasnya. Ditengah perjalanan dia merasa ingin buang air kecil dan ia pun memilih untuk berhenti di sebuah mini market.


Setelah selesai melepaskan hasrat untuk buang air kecil, Sonny segera masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa tanpa sengaja dirinya yang sedang memundurkan mobilnya tidak melihat bahwa ada sebuah motor parkir dibelakangnya dan -


Brak..!


"****!" umpat Sonny sambil keluar dari mobil.


"Baret lagi! Haduh pake acara putus lagi spionnya!" gumam Sonny sambil melihat detail motor yang ditabraknya.


Melihat kerusakan pada motor ia segera mengambil dan membuka dompetnya namun tak ada uang tunai.


"Ckck, sepertinya pengemudi motor ini wanita, bisa panjang urusannya, mana gue buru-buru lagi." gumamnya lagi sambil melihat jam ditangannya.


Setelah bergumam ia kembali masuk ke dalam mobil dan mengambil pena serta menyobek kertas, kemudian menuliskan sebuah tulisan permohonan maaf dan meninggalkan no ponselnya lalu di letakkan pada layar speedo motor dan diberi tempelan permen karet yang habis di kunyah nya.


"Sorry ya. Gue buru-buru!" ucapnya lirih seakan mengajak bicara motor yang ditabraknya tadi. Kini ia kembali masuk ke dalam mobilnya.


Ketika Sonny menyalakan mesin muncul seorang wanita cantik yang keluar dari mini market. Dia yang keluar tak memperhatikan motornya, justru pandangannya tertuju pada sebuah mobil yang selama ini ada di dalam doanya.


Cantik sekali mobil itu, semoga kelak aku bisa memilikinya.


Amiin, dengan kerja keras dan doa ibu.


Kini wanita itu mendekati motornya dan ia kaget. Dilihatnya body motor miliknya penuh dengan baret bahkan dia melihat spionnya copot. Rasa kesal dan emosi menghampirinya.


Siapa yang melakukan ini!


Dasar tak bermoral!


Apa dia tak pernah belajar di sekolah bagaiamana cara meminta maaf kepada orang!


Benar-benar menjengkelkan!

__ADS_1


Emosinya semakin meningkat saat ia melihat ada permen karet menempel pada speedometer motornya.


"Apa lagi ini! Siapa yang melakukan!" ucapnya sambil mengambil kertas yang dilekatkan dengan permen karet.


"Ohhhh ... jadi yang menulis ini adalah penabrak! Awas saja! Aku akan buat perhitungan dengannya!"


Kini ia membuka dan mulai membaca surat tersebut dengan kesal. Karena si penabrak hanya mengucap maaf dan meninggal no telepon.


Setelah membaca ia memasukkan no ponsel yang tertera pada secarik kertas dan memberinya nama "si penabrak" pada ponselnya.


***


Kedatangan Sonny yang begitu pagi membuat sekuriti sedikit heran karena biasanya bosnya ini memiliki kebiasaan buruk yaitu datang saat siang hari.


"Pagi pak," sapa seorang sekuriti.


"Apa para OB sudah pada datang?" tanyanya tanpa menjawab sapaan si sekuriti yang menyapanya.


"Belum pak, baru bapak saja yang sudah datang. Bahkan keadaan kantor masih belum dibersihkan."


"Tak masalah." ucap Sonny sambil berlalu.


Kini Sonny memilih untuk menuju ke sebuah ruangan OB, disana ia ingin menyelidiki semua orang yang disana, bukan hanya Dodo tapi ia membuka semua loker pekerja OB. Satu persatu loker telah dibukanya, termasuk punya Dodo yang dicurigainya.


Tidak ada .... Lalu siapa yang melakukannya.


Sebagian besar tangan kanan Yugo sudah ku pecat lalu siapa yang melakukannya?


Saat dirinya sedang berbicara sendiri ia dibuat jengkel dengan sebuah nomor tak dikenal berulang kali menolak panggilan tersebut karena dirinya sedang sibuk dan sekali lagi Sonny mereject panggil tersebut.


Sonny kembali ke ruangan tersebut dan beralih ke ruang CCTV mencari bukti namun nihil. Merasa tak mendapatkan apa yang dicari kini ia mencoba masuk ke dalam ruangannya dan mulai mengistirahatkan tubuhnya yang masih lelah dengan bersandar di kursi kebesarannya hingga ia terbawa ke alam mimpi.


Kini waktu sudah menunjukkan pukul delapan, dimana para pegawai sudah datang. Sonny yang masih tidur diatas kursi merasa jatuh saat mendengar bunyi suara pada ponselnya. Ia pun mulai merogoh sakunya dan mengangkat telepon.


"Halo! Kamu adalah orang yang menabrak motorku saat di minimarket kan!" suara seseorang dari ujung telepon.


Mendengar suara keras, Sonny menjauhkan suara telepon itu dari telinganya.


"Ya, saya yang melakukannya." jawab Sonny di telepon.


"Kalau begitu temui saya. Saya sekarang ada di depan resepsionis kantormu."


Bagaiamana dia bisa tahu jika aku berada disini?


Segera Sonny keluar dari ruangannya dan berjalan untuk menemui wanita yang menelponnya. Begitu dirinya sampai di depan meja resepsionis Sonny tampak tercengang saat melihat wanita yang menelponnya.


Cantik ...


Apa wanita itu yang menelpon ku?


Dari suara dan wajahnya begitu berbeda. Suara boleh galak tapi wajahnya tidak.


Penasaran dengan wanita yang ada dihadapannya segera ia mendekati meja resepsionis nya.


"Pagi pak? Mbak ini dari tadi nekat mencari bapak tapi -"


"Ya, aku tahu." ucap Sonny yang memotong penjelasan Riska, resepsionisnya. "Siapa namamu?" lanjut Sonny yang bertanya kepada wanita cantik di hadapannya.


"Bapak tak perlu tahu nama saya, saya kesini karena bapak harus ganti rugi atas apa yang bapak lakukan kepada saya."


Tertarik dengan cara bicara wanita dihadapannya hingga membuat dirinya tak sadar jika ada seseorang yang beberapa minggu ini membuatnya resah sedang berdiri di belakangnya.


Sedangkan Riska yang melihat kehadirannya dibuat tercengang, dirinya sama sekali tak menyangka jika lelaki yang dihadapannya adalah orang yang sama dengan sebelumnya.


"P-ppak ...?" sapa Riska dengan gagap melihat lelaki yang kini tepat disampingnya dan sedang memperhatikan kedua orang dihadapannya, dimana terlihat si wanita sedang meminta pertanggungjawaban.


.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2