Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 32. PERMINTAAN BUNDA.


__ADS_3

Zelda yang sedang duduk di tepi pantai sambil menyelonjorkan kakinya yang di terpa oleh ombak membuat dirinya nyaman dan tenang, sambil memejamkan matanya ia menengadah kepalanya ke atas sambil tersenyum ke atas, sebuah rasa rindu yang coba ia tahan tak dapat ia sembunyikan, bening air mata pun mulai keluar dari pelupuk matanya.


Ayah, aku merindukan mu ...


Jika saja engkau masih ada maka engkau akan tahu bagaimana isi hatiku yang sebenarnya.


Ayah, jujur aku mulai mencintai nya,


Lelaki itu adalah lelaki yang pernah aku kagumi saat kuliah,


Dan sekarang dia benar-benar ada di hadapanku


Ayah ..., apakah salah jika aku bersikap cuek padanya? padahal hati ini benar-benar menerimanya.


Ayah bantulah aku mencari jawaban atas pertanyaan ku ini.


Zelda yang masih memejamkan matanya ke atas perlahan membaringkan tubuhnya keatas pasir, dirinya tak menyadari jika disampingnya ada seseorang yang juga sedang terbaring.


"Kenapa kamu mematikan ponsel mu?" ucap seseorang yang berada disampingnya


Mendengar suara itu Zelda merasa kaget, namun dirinya menganggap bahwa itu hanya halusinasi nya.


"Apa kamu menghindariku setelah tahu semuanya?"


Seketika Zelda membuka matanya dan melihat Yugo kini sedang berada di atasnya.


"M--mau apa?" tanya Zelda kaget sambil menelan ludahnya seakan dirinya sedang menahan sesuatu.


"Mau mengajakmu pulang, kita menikah." ucapnya sambil menatap Zelda yang kaget dengan bibirnya sedikit terbuka.


Yugo yang melihat itu tidak memungkiri jika dirinya saat ini benar-benar tergoda. Leher jenjang Zelda, baju Zelda berwarna putih dan basah karena air pantai membuatnya terlihat seksi dan menggoda.


"Menn--jaulah, jangan begini, aku tidak dapat bernafas."


"Memangnya apa yang sedang kulakukan? Aku tidak sedang menindih. Aku hanya menutupi itu," ucapnya sambil mengarahkan kedua matanya ke bagian dada Zelda. "Aku tidak rela jika tonjolan yang basah itu harus dilihat orang lain selain aku termasuk matahari sekali pun." lanjut Yugo berucap.


Dengan reflek dia menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


"Tanganmu yang kecil tidak cukup menutupi milikmu itu."


"Apa-apan kamu tidak sopan!" ucap Zelda sambil mendorong Yugo ke belakang.


Yugo yang tahu akan di dorong segera ia mengelak lalu berdiri, setelah itu ia melepaskan kemejanya lalu di jatuhkan tepat diatas kepala Zelda hingga menutupi wajah cantiknya.


"Yugo!!!!" teriak Zelda,


Melihat itu Yugo semakin gemas dan mencubit kedua pipi calon istrinya itu.


Setelah mendapat cubitan, Zelda hendak memukul Yugo namun dirinya menghindar hingga membuat Zelda kesal dan mengejar Yugo yang berjalan menjauh darinya.


Rasa ingin membalas keusilan Yugo muncul dari dalam diri Zelda, ia mulai berjalan cepat mendahului Yugo sambil menyenggol tubuh berbadan tinggi yang menggodanya tadi. Tahu jika Zelda sedang membalas kelakuannya ia pun mengejar Zelda. Kini keduanya saling berlarian sambil berteriak.


"Aku benci kamu!!" teriak Zelda.


"Aku cinta kamu!!" teriak Yugo.


Ucapan Yugo sontak membuat Zelda kesal namun juga senang, raut kebahagiaan keduanya terpancar. Langkah kaki mereka berhenti saat hujan tiba-tiba turun tanpa ada mendung sebagai isyarat akan datangnya hujan.


Keduanya berlarian menuju sebuah gazebo yang tak jauh dari tempat dimana dirinya dulu sering melepas dahaga dengan pak Imam setelah memasang keramba untuk jebakan lobster.


"Ditempat ini aku pernah duduk bersama orang yang berarti di hidupku." celetuk Yugo memecah suasana hening.

__ADS_1


"Oh ..."


"Diah ayahmu, calon mertua ku."


"Kenapa kamu selalu bilang aku calon istrimu dan ayah adalah calon mertua mu?"


"Memang kenyataannya begitu, kenapa kamu harus melawan takdir."


"Melawan takdir? Tidak."


"Kalau gitu terimalah aku."


Mendengar itu Zelda kembali dibuat senyum oleh Yugo.


"Zelda Azqila Putri, aku Yugo Putra Arthadinata akan selalu mencintaimu dan menjaga mu!"


"Buktikan!!" teriak Zelda mengikuti kelakuan Yugo.


***


Beberapa hari setelah pertemuan Yugo dan Zelda di pantai, kini dia sudah kembali, seperti biasa dirinya mulai melakukan aktivitas seperti biasanya.


Klek ...(bunyi suara kartu dimasukkan).


Zelda memasukkan kartu sambil menekan tombol pin pada pintu apartemennya.


Setelah pintu terbuka dirinya berjalan memasuki sebuah lorong lalu menuju ke ruangan favoritnya. Disana ia melihat seorang wanita paruh baya sedang tertidur di sofa empuk miliknya. Mengetahui jika ibunya sedang tertidur, dirinya memilih untuk tidak menyapa dan melanjutkan langkahnya menuju westafel yang berada di dekat kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki.


Namun langkahnya terhenti saat sebuah suara keluar dari mulut wanita yang telah melahirkannya.


"Zelda, darimana saja kamu?" tanya Aisyah sambil menutup matanya seperti sedang tertidur.


"Dari merias, apa Bunda baru datang?" ucapnya sambil mencuci tangan dengan sabun.


"Maaf, aku ke rumah ayah."


"Kerumah ayah dan tidak memberitahu Bunda?"


"Maaf."


"Kenapa harus mematikan ponsel?"


"Aku hanya ingin menenangkan diri, lagipula jika ponsel ku nyalakan aku tak ada waktu membuka dan mengecek ponsel, Bun."


"Apa kamu tidak ingat jika masih memiliki aku, kamu anggap Bunda ini apa?"


"Bukan begitu Bunda, Zelda.-"


"Sudahlah," ucap Aisyah sambil merajuk.


Mengetahui Bundanya sedang merajuk, Zelda segera berlari untuk mendekati ibunya, ia mencoba untuk memijat -mijat kaki ibunya untuk merayu dan mengambil hati.


"Kamu merayu?"


"Tidak, Zelda hanya ingin memijat bunda. Aku tahu bunda sedang capek makanya marah. Gimana kabar yayasan?" tanya Zelda mengalihkan pembicaraan.


"Kamu mengalihkan pembicaraan! Ingat Zelda bunda ini sedang marah."


"Maafkan Zelda ya Bun, Zelda salah."


"Bunda akan memaafkan asal kamu mau menuruti mau bunda."

__ADS_1


"Oke, akan Zelda turuti tanpa terkecuali."


"Janji?"


"Iya bunda."


Sebenarnya Zelda ingin memberitahu rencana Yugo yang akan menikahi dirinya dalam waktu dekat, namun niatnya ia urungkan kerena saat ini ia hanya ingin menemani Bundanya sambil memijat dan melihat film drama Korea kesukaan keduanya.


Disela-sela pergantian episode film, Aisyah berkata, "besok tolong temui Bunda di restauran langganan kita."


Zelda hanya mengangguk dan kembali fokus melihat film Koreanya.


Tumben Bunda mengajak kesana, mungkin ada yang ingin ibu sampaikan.


Lebih baik aku memanfaatkannya dengan mengatakan keinginan Yugo. Atau aku ajak sekalian Yugo kesana saja ya?


***


Keesokan harinya, Zelda yang sedang bersiap menuju ke restauran harus berbesar hati, karena ternyata Yugo tidak dapat menemaninya untuk bertemu dengan ibunya. Yugo tiba-tiba harus berangkat ke Paris untuk menghadiri Fashion Week disana, produk kosmetiknya sedang digunakan untuk merias para model.


"Kenapa?" tanya Aisyah yang penasaran dengan wajah Zelda yang tidak seceriah pagi tadi.


"Tidak apa," ucapnya berusaha tenang agar bundanya tak melihat sebuah kekecewaan terpancar dari wajah putrinya. "Kenapa kita tidak memesan makanan?" lanjut Zelda bertanya.


"Ada yang ingin bunda bicarakan dulu sekaligus bunda ingin mengenalkan seseorang."


Sekitar setengah jam berlalu terlihat seseorang yang begitu ia kenal berjalan ke mejanya, merasa heran dengan sikap lelaki tersebut, ia pun memandang wajah sang Bunda." Kenapa dia kemari? Bukannya ini meja khusus kita Bun?" bisik Zelda.


"Diamlah," ucap Aisyah sambil membalas salam dsn memberikan tangganya untuk dicium.


"Maaf, aku terlambat."


"Tidak apa."


Zelda yang melihat kedua wajah didepan dan sampingnya mulai merasa curiga, karena wajah keduanya tidak tampak seperti biasanya.


"Zelda, mungkin kamu tidak tahu maksud bunda mengajak dia kemari. Sebelumnya kamu pernah berkata bahwa akan menuruti semua keinginan Bunda, apapun itu untuk sebuah maaf. Apa kamu ingat?"


"Ya, lalu apa hubungannya dengan saat ini?"


"Bunda mau kamu menerimanya."


"Menerima apa?" tanya Zelda semakin curiga.


"Selama kepergianmu Bunda sakit, dan dia yang merawat bunda. Bunda yakin jika dia lelaki terbaik untuk mu,"


Uhuk ... uhuk (Zelda terbatuk)"


"Maksud Bunda?"


"Bunda setuju dan menerima permintaanya untuk menikah denganmu."


Bagai disambar geledek, dirinya tak menyangka jika ia akan mendengar sebuah permintaan dari Aisyah.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2