Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 11. MENDAPAT TEROR.


__ADS_3

"Kamu sudah lihat kan? Saat itu aku datang ke apartemennya tanpa memberitahu. Niat untuk memberikan kejutan sebagai hadiah pernikahan justru aku yang mendapat kejutan. Sebuah kenyataan tentang perselingkuhan mereka berdua" cerita Yugo sambil menahan amarahnya.


"Sebelumnya apa kamu mencurigai hubungan mereka?"


"Sama sekali tidak. Justru mereka berdua tidak terlihat akrab jika bertemu satu sama lain."


"Perselingkuhan mereka benar-benar rapi."


"Aku tak menyangka jika Sonny yang aku anggap sebagai saudaraku sendiri justru ia menusukku."


"Sepertinya saudara tiri memang tak pantas dikasihani."


Mendengar itu Yugo hanya diam karena ia tahu yang sebenarnya tentang siapa Sonny yang sebenarnya. Dia sebenarnya bukan siapa-siapa. Dia hanya seorang anak titipan. Anak dari mantan sekertaris ayahnya dan pacarnya tapi mengaku bahwa anak itu adalah hasil hubungan gelap ayahnya dengan sang sekertaris.


"Kenapa kamu diam? Apa yang kamu pikirkan?"


"Tidak ada." ucap Yugo berusaha menyembunyikan sesuatu.


"Aku rasa Sonny bukan saudaramu." ucap Henri sambil menatap tajam kearah Yugo.


Yugo yang mendengar itu tersentak kaget namun ia berusaha tenang, "Kamu bicara apa?"


"Aku mengetahuinya dari dokumen yang kamu sembunyikan di laci meja kerjamu." jawab Henri enteng.


"Di meja kerja, bagaimana bisa kamu masuk ruang kerjaku?" tanya Yugo heran karena yang ia yakini jika ia telah memodifikasi ruang kerjanya yang berada di balik koleksi mainan miliknya.


"Apa kamu lupa siapa diriku? Aku bukan hanya seorang dokter Neurologist tapi aku bisa melalukan apa yang orang lain tak bisa." ucap Henri dengan sombong.


"Aku lupa kalau sahabatku seorang jenius seperti dokter strange." ucap Yugo sambil terkekeh dan berusaha mengalihkan pembicaraan agar Henri tak bertanya detail tentang siapa Sonny.


"Dan sekarang aku rindu dengan seseorang yang memberi julukan itu." ucap Henri dengan nada lesu.


"Kita akan cari tahu segera keberadaan Pika. Dan setelah Pika ditemukan baru perusahaan akan segera aku ambil alih sembari mengumpulkan bukti-bukti kebusukan mereka." ucap Yugo dengan geram.


***


Saat ini Yugo yang sedang mengumpulkan beberapa bukti tertegun mengetahui bahwa diam-diam ternyata Sonny menggelapkan dana perusahaan.


Pantas saja aku lihat saham di perusahaan lambat laun bukan malah bertambah tapi menurun.


Aku tidak bisa membiarkan ini, ini adalah perusahaan warisan ayah yang hampir bangkrut dan akulah yang membangunnya kembali.


Kenapa kamu tega melakukan ini Son? Apa yang melatarbelakangi kamu sampai melakukan ini bukannya kamu tahu bagaimana aku merintisnya.


Jika memang kamu melakukan ini karena ingin merebut Vian dan tidak ingin aku bersanding dengannya kenapa tidak kamu katakan saja.


Saat Yugo sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba terdengar bunyi dering pada ponselnya.


"Temui aku di cafe biasanya!" ucap seseorang dari seberang telepon.


Segera Yugo pergi ke cafe yang dimaksud. Disana Yugo berpenampilan tidak seperti biasanya, rambut gondrong dengan kumis tebal sengaja menghiasi wajah tampannya.


"Cocok juga penampilan mu." ucap Niko sambil tertawa kecut.


"Thank' s ya." Yugo menyimpan barang dengan ukuran yang begitu kecil. Sebuah chip yang berisi gambar CCTV beberapa tahun yang lalu saat kecelakaan menimpa dirinya.


Setelah menerima itu segera Yugo pergi ke sebuah tempat yang tenang, yaitu laut. Sambil mendengar deburan ombak, disana ia memasang chip yang tadi ia dapat pada ponsel barunya. Dirinya merinding dengan kecelakaan yang terjadi, dimana saat itu mobilnya menabrak pembatas jalan dengan sangat keras. Dan setelah mobilnya jatuh ke bawah terlihat ada sebuah mobil yang ia kenal.


Sebuah mobil sedan hitam dengan plat nomor yang begitu ia hafal berhenti sesaat mobil miliknya jatuh.


"Kalian berdua benar-benar berhati iblis!" geram Yugo.


Dari CCTV itu terlihat jika Sonny tampak bahagia melihat dirinya jatuh, hingga mobil tersebut terbakar. Sedangkan Vian yang terlihat cemas berusaha di tenangkan oleh Sonny.


Setelah berulang kali memutar Vidio tersebut, dirinya kini memandang laut yang begitu luas ditambah dengan suara gemuruh ombak yang begitu keras. Dirinya terdiam sambil menghela nafas panjang hingga menutup kedua matanya.


Ibu, haruskah aku menghukum nya?


Maafkan aku yang tidak menepati janjiku untuk melindunginya.


Dia bukan saudaraku Bu!


Dulu aku membenci ayah gara-gara ibunya.

__ADS_1


Hingga perusahaan yang hampir bangkrut sampai kita berhemat,


Lalu ayah meninggal dan memberikan perusahaan tidak sehat itu padaku.


Aku berjuang dari nol mengembangkan Bu, tapi lihat, anak wanita itu telah mengacaukan nya!!!!!


Apa aku harus mengatakan kebenarannya?


Dia bukan siapa-siapa! Tak ada darah ayah yang mengalir di tubuhnya!!!


Bahkan dia telah memalsukan kematianku, jenasah yang berada di samping mu dan ayah itu bukan aku Bu.


Dia merebut semua yang aku miliki.


Yugo yang berkata dalam hati kini mulai berteriak kencang di pinggir lautan. Hingga tak terasa air matanya keluar membasahi pipinya. Ia tak menyangka lelaki kecil yang dia rawat dan memanggilnya kakak, tega berbuat kejam kepada dirinya.


***


Di sebuah ruangan yang besar, Sonny sedang berdiri dibelakang kaca, ia melihat pemandangan beberapa gedung dari dalam ruangannya, ruangan yang ia tempati saat ini tak lain adalah sebuah ruangan yang ia ambil paksa. Ruangan ini adalah ruangan CEO milik saudara tirinya, Yugo.


"Kakak ...? Cuih...! Rasanya tak sudi bertahun-tahun mulut ini memanggil mu dengan sebutan itu! Kamu begitu bodoh! Kamu kira aku akan diam saja melihat mu mendapatkan semuanya! Jangan harap! Selama ini aku diam karena aku sedang mencari celah!" ucap Sonny lirih. "Hahahaha" gelak tawa Sonny menggema di ruangan tersebut.


Tawa menggelegar nya sirna saat terdengar suara ketukan dari luar pintu.


Tok ....


Tok ....


"Pak, permisi." sapa seseorang yang tak lain adalah tangan kanan Yugo selain Pika.


"Ada apa?" balasnya datar. "saya harus memberitahu bahwa pendapatan perusahaan kita setiap bulan mengalami penurunan. Jika ini diteruskan seperti ini tanpa ada perbaikan maka investor akan keluar menarik dananya dari perusahaan ini, beberapa model kita sudah banyak yang keluar ." jelas seorang penasehat perusahaan.


"Lalu?!" tanya Sonny balik dengan wajah menakutkan seakan ingin mengoyak orang yang ada dihadapannya."


"Bapak harus mencari solusi -"


Brak!!!!!


(Bunyi suara gebrakan meja membuat Romi kaget dan tidak melanjutkan kalimatnya.)


"Maaf pak, maksud saya agar bapak turut memberikan ide cemerlang -"


Prang...!


Suara gelas jatuh di lantai.


"Lu angkat kaki dari sini! Gue gak butuh penasehat bod*h seperti lu!" ucap Sonny keras.


"Dengan senang hati saya akan keluar." ucap Romi keluar dari ruangan Sonny.


Sonny yang tak tahu betapa pentingnya peran Romi, Romi yang merupakan rekan duet Pika dan Yugo kini telah pergi. Awalnya ia ingin keluar dari perusahan karena rekan duetnya sudah tidak ada namun dia merasa kasihan dengan perusahaan Yugo.


Sonny sengaja membuat perusahaan AIM- GOOD terlihat buruk karena diam-diam dia telah memindahkan saham perusahaan kakaknya itu ke perusahaan yang sedang ia buka dengan rekan kerjanya yang tak lain saingan bisnis Yugo.


***


Disebuah ruangan privat club malam terlihat seorang lelaki yang sedang bermesraan dengan dua wanita seksi. Mereka sedang melakukan aktivitas yang tak tahu malu. Dirinya tidak sadar jika kesenangan yang ia dapatkan adalah bukan uang milik nya melainkan uang milik saudaranya yang meninggal dan uangnya dengan sengaja ia hamburkan.


Sudah hampir empat tahun ia menghabiskan uang saudaranya itu dengan cuma-cuma. Dia begitu puas menikmati kehidupan tanpa beban, padahal tanpa ia sadari sebentar lagi akan tiba waktunya mempertanggungjawabkan kesalahannya.


Terlihat seorang wanita yang berusaha mencari keberadaan lelaki yang dicarinya. Dibukanya satu persatu ruang privat tersebut dengan paksa hingga ia menemukan keberadaan lelaki yang dicarinya. Dengan tatapan tak suka Vian segera menarik dua wanita yang sedang duduk di pangkuan Sonny.


"Minggir kalian!" bentak Vian sambil menarik paksa wanita yang ada dipangkuan pacarnya itu.


Vian yang jengkel segera menarik Sonny paksa.


"Kenapa kamu berubah?" tanya Vian.


"Berubah? Berubah bagaimana? Apa aku berubah seperti spiderman? atau Ironman?" ucap Sonny mengacau.


Kata-kata Sonny meracau karena ia sedang mabuk. Vian berusaha keras memapah Sonny berdiri hingga menuju kedalam mobil.


Begitu menyusahkan! Andai saja aku tidak sedang hamil maka aku sendiri tak sudi memapah tubuhnya.

__ADS_1


Setidaknya anak di kandunganku ini harus memiliki ayah! Karena aku sendiri tak tahu anak siapa ini!


***


Keesokan paginya Sonny yang sedang tidur harus terbangun karena sebuah ponsel uang sedari tadi berdering.


"Hallo!" jawab nya dengan kesal.


"Apa?! Jangan bercanda kamu?! Baiklah aku akan segera datang." jawab Sonny gusar.


"Ada apa? Kenapa sudah bangun?" tanya Vian dengan lembut.


"Dia kembali." ucap Sonny sambil sambil segera mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.


"Siapa yang kembali? Sepertinya kamu masih terpengaruh alkohol. Mana ada orang meninggal hidup lagi." ucap Vian yang berucap sambil tidur.


Seketika ia sadar dengan ucapannya sendiri.


Apa? Yugo hidup?!


Bagaiamana ini? Bukannya saat itu jenasahnya tidak ditemukan dan jelas dia terbakar sehingga tidak dikenali.


Vian yang kini sadar mulai berpakaian, ia segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa-apan kamu masuk tanpa mengetuk!" ucap Sonny dengan terkejut.


"Kamu kenapa sih? Bukannya ini sudah biasa. Kamu kenapa menjadi galak seperti ini bukannya semalam aku sudah melayanimu lagi." ucap Vian yang pura-pura tidak tahu.


"Yugo. Yugo datang. Saat ini ia datang ke kantor. Menurut mata-mataku dia terlihat segar dan tidak ada bekas cacat sama sekali ditemukan ditubuhnya." jelas Sonny kepada Vian tentang informasi yang diterimanya.


"Oia? Bukannya saat itu ia terbakar dan sudah di kebumikan?" tanya Vian lagi.


Sonny diam, dia tak mungkin memberitahu yang sebenarnya. Bahwa ia telah memanipulasi kematian saudara tirinya itu. Jenasah yang dikebumikan adalah jenasah orang lain, karena jenasah Yugo tidak ditemukan.


"Kenapa diam? Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?" selidik Vian.


"Tidak ada," bohong Sonny kemudian keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian meninggal Vian yang masih di dalam kamar mandi.


Tanpa sarapan segera Ia pergi ke kantor, dengan kecepatan penuh ia melajukan laju kendaraannya. Kini ia berada di kantor, dirinya heran melihat kondisi kantor yang tidak seperti biasanya. Dengan cepat ia melajukan langkahnya masuk.


"Jam berapa ini? Kenapa begitu sepi?" tanya nya sambil melihat jam di tangannya.


"Pagi pak," sapa seorang cleaning service.


Seperti biasa, Sonny tak menjawab sapaan pegawai yang menurutnya rendah.


Saat Sonny memasuki ruangannya ia melihat tulisan yang tertulis di meja. "Kembalikan punyaku"! dengan warna yang terlihat seperti darah. Membaca itu segera Sonny ketakutan dan berlari dari ruangan hingga ia tertabrak dengan seorang cleaning service yang menyapanya tadi.


"Bapak kenapa?"


"T--tidak! Apa ada orang yang masuk ke ruangan ku sebelum aku?" tanya Sonny gagap.


"Tidak ada. Kenapa pak?"


"Tidak apa." ucap Sonny lalu pergi ke toilet.


Sepanjang perjalanan di toilet ia merasakan perbedaan. Entah halusinasi atau nyata, Sonny merasakan ada yang mengikuti langkahnya. Dihentikannya langkahnya, dilihatnya kebelakang tak ada orang sama sekali. Ia pun kembali melanjutkan langkahnya.


Entah apa yang ada dipikiran Sonny, ia masuk ke dalam toilet tanpa tahu apa yang ia lakukan, ia memilih untuk duduk di closet sambil mengatur nafasnya. Sekitar hampir 30 menit ia berdiri dan mencuci tangan dan membasuh wajahnya. Ketika ia memandang kaca wastafel ia kembali membaca tulisan yang sama "Kembalikan punyaku"!


Sonny tersentak kaget, segera ia kembali membasuh wajahnya sambil melebarkan matanya untuk memastikan tulisan itu dan tulisan yang jelas ia baca di cermin hilang seketika.


Rasa takut mulai menghinggapi dirinya, segera Ia lari dengan lumayan kencang. Lelah dan takut bercampur jadi satu, ia merasakan sedang dikejar oleh seseorang, sambil berlari ia menoleh ke belakang memastikan orang yang mengejarnya masih jauh dan -


Bruk !!!


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2