Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 20. MENAHAN ZELDA.


__ADS_3

"Cepat katakan, waktu ku tidak banyak." ucap Zelda sambil mengangkat tangannya melihat ke arah jam tangannya.


"Jawab semuanya jika tidak maka aku akan menahanmu lebih lama." ucap Yugo dengan wajah nakal, dirinya sengaja memasang wajah begitu agar Zelda takut dan menjawab semua pertanyaannya.


"Cepat katakan, jangan membuang waktuku." kesal Zelda.


"Untuk apa kamu kemari? Apa hubunganmu dengan Sonny? Mengapa kalian bertengkar?"


"Tiga pertanyaan. Aku sedang bekerja. Tidak ada. Salah paham." jawab Zelda singkat.


"Bekerja, apa? Salah paham apa?"


Zelda tak menjawab pertanyaan Yugo, dia hanya diam.


"Jawab Zelda!" ucap Yugo dengan nada tegas.


"Tidak, bukannya tadi anda bilang ingin bertanya, bicara dan menjelaskan. Dari tadi anda sudah bicara dan bertanya jadi saatnya anda menjelaskan."


Yugo menahan mulutnya yang hendak bicara sambil sedikit tersenyum karena gemas dengan kelakuan wanita di depannya, baginya Zelda benar-benar wanita unik. Pikirannya mulai melayang, mengingat ucapan ayah angkatnya yaitu pak Imam yang tak lain adalah ayah Zelda yang mengatakan bahwa anak perempuannya benar - benar berbeda.


"Pika aku yakin kamu akan setuju dengan pilihanku saat ini, kali ini aku tidak salah memilih wanita." tanpa sengaja Yugo menyebut nama sahabatnya itu dengan lirih.


Zelda mendengar sebuah nama yang keluar dari mulut Yugo tanpa fokus dengan kata lainnya, entah perasaan apa yang tiba-tiba muncul di hatinya, rasanya tak rela jika lelaki yang hampir menjadi suaminya itu menyebut nama wanita lain sambil memandang wajahnya.


"Pembicaraan dan pertanyaan anda sudah cukup, sekarang aku akan keluar." Zelda berusaha berjalan menuju pintu yang tadi dilewatinya, langkahnya terhenti saat Yugo berada di depannya.


"Oke, aku anggap kamu menjawab pertanyaan ku meski tidak memuaskan jawabannya."


"Puas atau tidak itu relatif, yang penting aku sudah menjawab bagiku sudah cukup. Jika kamu masih kurang puas terserah. Ingat laki-laki itu dipegang ucapannya bukan janji manisnya."


"Aku masih ingat semua ucapan yang pernah aku ucapkan dan terimakasih kamu masih mengingatnya."


Kini Yugo mulai menceritakan awal pertemuan dirinya dengan ayah Zelda termasuk saat dirinya tidak mengenali Zelda di rumah sakit hingga semua cerita tentang kehidupannya sampai dirinya yang masih mencari keberadaan asisten pribadinya.

__ADS_1


Zelda yang mendengarkan cerita Yugo tak menyangka jika lelaki dihadapannya itu mengalami kehidupan yang mengerikan.


Sepertinya nama yang disebutkannya tadi adalah tunangannya.


"Lalu dimana tunangan mu itu? Lebih baik kalian kembali," ucap Zelda meski sedang menahan perihnya kenyataan jika calon suaminya ternyata telah memiliki calon istri sebelum bertemu dengannya.


"Aku tidak akan memilih nya, karena ada wanita lain dihatiku."


"Yang baru memang terlihat lebih indah dibanding yang lama." ucap Zelda menggebu.


"Tapi tidak selamanya yang lama itu indah."


"Jika yang lama tidak selamanya indah lalu darimana anda tahu jika yang baru lebih baik? Bukankah anda baru mengenalnya"


"Dari sini." ucap Yugo sambil memegang jemari tangan Zelda yang ditempelkannya di dadanya.


"Lepaskan! Jangan sentuh apapun."


"Bukankah aku sudah mengecup keningmu saat itu, bahkan bibirmu tipismu itu sudah aku-" ucapan Yugo terhenti karena Zelda menahan mulut Yugo dengan jemari tangan lainnya.


Yugo melepas tangan Zelda yang menahan mulutnya sambil berkata, "kamu masih memakai cincinnya.


"Cincin? ini punyaku."ucapnya sambil menyembunyikan jarinya.


"Iya memang sudah menjadi milikmu."


Seketika wajah Zelda memerah, dia tahu jika dirinya salah tingkah. Ia yang dari tadi menatap netra mata Yugo mulai mengalihkan pandangan.


"Jangan alihkan pandangan mu ketempat lain. Tetap tatap aku. Aku sudah kehilangan kepercayaan cinta pertamaku, dan aku percaya meski kamu hadir disaat separuh ingatanku hilang tapi aku percaya kamu wanita berbeda, yang tak mungkin mengkhianati ku."


"Bicara apa, aku gak tahu. Ayo keluarkan aku dari sini."


Saat keduanya sedang saling memandang tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka dan sebuah langkah menghampiri mereka.

__ADS_1


"Yugo ... Yugo .... Aku sudah menemukan Pika." teriak Henri girang.


Bukankah dia dokter itu?


Dia teman bunda sekaligus orang yang merawat bunda waktu itu.


"Aku keluar, urusan kita selesai." ucap Zelda cepat, dirinya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlari dan keluar dari kamar Yugo.


"Bukankah dia wanita itu, anak dari Suster Aisyah. Kenapa dia berada di dalam kamar pribadimu?" tanya Henri heran.


Yugo mulai mengejar Zelda, namun tiba-tiba ia berhenti tepat didepan pintunya, karena ternyata Zelda masih menahan pintu sehingga belum tertutup.


"Jangan kejar aku! Aku tidak ingin jadi perusak hubungan mu dengan Pika. Lebih baik kamu cari dia bukan aku." lalu Zelda menutup pintu yang ditahannya tadi.


Yugo heran sambil mengernyitkan keningnya, dia berfikir keras tentang ucapan calon istrinya yang meresahkan,


Aku rasa dia salah paham, dia mengira jika Pika adalah tunanganku.


****


Saat ini Zelda sedang berjalan ke arah sebuah lift, segera ia menekan tombol ke sebuah tempat dirinya tadi merias.


"Ternyata semua lelaki sama, sama-sama buaya, termasuk dia." gerutu Zelda sambil mengambil kotak riasnya lalu segera keluar dari hotel tersebut.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya. Like dan comment.

__ADS_1


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2