Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 14. KEMUNCULAN YUGO.


__ADS_3

"P--pak Yugo?" ucap Riska kaget dengan suara terbata, dirinya tak percaya jika beberapa tahun yang lalu ia turut berada di pemakaman bos tercintanya.


Riska tak tahu harus bagaiamana bersikap, tak percaya tapi nyata bahwa yang berdiri dihadapannya saat ini benar bosnya yaitu Yugo Arthadinata.


Yugo yang disapa oleh resepsionis nya tidak merespon karena dirinya sedang fokus kepada dua orang dihadapannya, dirinya tersentak kaget mendengar wanita dihadapannya sedang meminta pertanggungjawaban kepada Sonny.


Suara Riska yang lumayan kencang membuat Sonny seketika melihat ke arah Riska, Sonny yang awalnya mengagumi wanita dihadapannya kini langsung mengalihkan pandangannya dan melihat ke sumber suara. Sebuah nama yang beberapa Minggu ini meresahkan dirinya.


"Kak Yu-go? ucap Sonny terbata. Bagai petir menyambar dirinya, dirinya tak menyangka melihat Kakak tiri nya berdiri dengan kondisi sehat dan tidak ada cacat sama sekali pada tubuhnya bahkan bekas ledakan tidak ditemukan.


Zelda kesal saat melihat lelaki di hadapannya tak melihat kearahnya untuk meminta maaf. Dirinya pun ikut menoleh ke samping, dan -


Dia? Apa dia Hugo?


Tidak ... Tapi kenapa dia dipanggil Yugo?


Siapa dia sebenarnya? Sepertinya aku pernah bertemu dengan nya.


Tak percaya dengan apa yang dilihatnya, perasaanya kaget namun ia berusaha menyembunyikan. Masih penasaran dengan siapa sebenarnya lelaki yang kini sedang menatap dirinya, ia pun membalasnya dengan menatap balik. Kini keduanya saling bertatapan.


Mereka benar-benar mirip...


Dari pakaiannya, wajahnya yang tampan tanpa bulu halus disekitar bibir, bau parfumnya aku hafal dia adalah dosen praktisi itu ... Yugo Arthadinata.


Cukup lama mereka saling bertatapan membuat Zelda tanpa sadar membelalakkan matanya. Sadar dengan apa yang ia lakukan, segera dirinya mengalihkan pandangannya ke arah Sonny, lelaki yang menabrak motor nya meski pikirannya masih teringat sebuah kejadian di pantai waktu itu, sebuah ciuman yang baru pertama ia rasakan.


Berbeda dengan Yugo, dia yang dipandang dan dipanggil oleh Sonny hanya diam tak berekspresi karena ia memilih fokus untuk menatap ke arah Zelda, seorang wanita yang hampir menjadi istrinya.


Apa hubungan dia dengan Sonny?


Kenapa sampai dia meminta pertanggungjawaban kepada Sonny?


Apa yang dilakukan Sonny padanya.


Cincin itu ... Dia masih memakainya.


Zelda yang sadar dari lamunannya kini tampak jengkel karena lelaki yang menabrak motornya itu mengacuhkan dirinya, ia terhalang oleh karyawan yang mendekat ke arah Yugo dan Sonny. Berada di dalam kerumunan membuatnya mendengar fakta tentang Yugo, bahwa mantan calon suaminya itu mengalami mati suri, ada juga yang berkata bahwa selamat dari maut, dan yang lebih ekstrem mengatakan jika yang berdiri saat ini adalah hantu.


Tak ingin mendengarkan lebih banyak, Zelda memilih untuk keluar dari kerumunan dan akan melanjutkan urusannya dengan si penabrak dilain waktu.


Mungkin ini saat tidak tepat aku meminta ganti rugi, aku akan memintanya lain waktu yang penting aku memiliki kontak dan tahu jika dia bekerja disini.


***


Kini Yugo dan Sonny berada di sebuah ruangan yang dulu milik Yugo dan saat ini beralih kepada Sonny.


"Bagaimana perusahaan?" tanya Yugo kepada adik tirinya itu.


"Perusahaan tidak stabil seperti saat kakak yang memimpin." ucap Sonny dengan sedikit gemetar.


"Kamu kenapa? Santai saja Son."


"Iya kak, aku tak menyangka jika kakak masih hidup."

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu kecewa?"


"B-bbukan begitu. Bagiku itu sebuah keajaiban."


"Ya, Allah masih memberiku keselamatan. Aku yakin orang yang mencelakai ku saat ini heran dengan keberadaan ku."


"Ya kak , aku yakin mereka sekarang resah."


"Panggilkan Pika, suruh dia kemari."


Seketika wajah Sonny berubah, dirinya tahu bahwa Pika adalah asisten kakaknya, dan dia yang mengeluarkan Pika dengan paksa.


"Pika sudah tidak bekerja sesaat setelah kakak dinyatakan tiada."


"Kenapa?"


"Dia-dia ...-"


"Kenapa?"


"Dia diam-diam mengambil uang perusahaan, saat aku tahu bahwa dia melakukan korupsi ia malu dan keluar dengan sendiri.


"Benarkah?" tanya Yugo yang pura-pura percaya dengan ucapan Sonny. "Kalau begitu panggil Romi kemari."


Mendengar nama Romi disebut membuatnya panik, karena baru beberapa bulan lalu ia memecat Romi.


"Kenapa?" tanya Yugo.


"Dia sudah keluar." ucap Sonny pura-pura sedih.


Belum sempat menjawab tiba-tiba datang seseorang masuk.


"Sayang .... Aku membawa kejutan." ucap Vian yang masuk dengan membawa beberapa bekal makan siang. Niatnya untuk mengambil hati kekasihnya justru ia kembali dipertemukan dengan mantan tunangannya.


Tak percaya dengan apa yang dilihat seketika bekal yang dibawanya jatuh.


"Yu-yugo? Kamu ...?"


"Kenapa?" tanya Yugo dengan tatapan dingin.


Vian berusaha tenang dan tidak menunjuk kan kepanikan. Sambil mengambil bekal yang jatuh ia mengambilnya dan mendekat ke arah Yugo.


"Ini beneran kamu?" tanyanya tak percaya sambil akan menepuk pipi Yugo.


Yugo yang risih menampik tangan Vian.


"Sonny, apa dia sekarang kekasihmu?"


Sonny yang bingung menjawab tiba-tiba datang Riska yang mengetuk pintu.


Tok ...!


Tok ...!

__ADS_1


"Bapak memanggil saya?" tanya Riska kepada Yugo.


"Iya. Siapkan ruang meeting."


"Baik pak, permisi pak dan bu Vian." ucap Riska lalu pamit.


"Kamu apa-apaan Yugo, aku ini tunangan mu, kenapa kamu bicara seperti itu?" ucap Vian yang berusaha memanfaatkan kesempatan.


"Itu dulu, dan panggilan sayang yang tadi kamu ucapkan bukan untukku tapi untuk adikku kan? Kalian berdua tak perlu sungkan, wajar jika Vian memilihmu karena dia wanita dan saat itu aku telah tiada. Segeralah menikah karena dia sedang mengandung." ucap Yugo enteng.


Mendengar kata-kata hamil membuat Vian tertegun dia tak percaya bahwa Yugo mengetahuinya.


"Darimana kamu tahu?" tanya Vian heran.


"Caramu berjongkok, tak perlu kamu menutupi kehamilan mu karena adikku akan bertanggung jawab." jelas Yugo.


"Tidak, aku tidak mau menikahinya. Itu buka anakku!" sanggah Sonny.


"Kamu bicara apa Sonny? Saat itu aku melihat kalian berdua sedang berhubungan int*m di malam itu."


Kini keduanya tak dapat mengelak, Sonny diam dan meminta maaf kepada kakaknya begitu juga dengan Vian yang menangis tersedu-sedu.


Dasar buaya!


Kalian berdua begitu mirip.


"Maafkan aku saat itu aku sedang mabuk." alibi Sonny.


Dasar pembohong, di situasi terhimpit pun kamu masih bisa berbohong menyelamatkan dirimu.


Vian diam, bingung harus berkata apa, dirinya pasrah karena ia merasa bahwa Yugo sudah mengetahui semuanya, yang terpenting baginya yang terpenting anak dalam kandungannya memiliki seorang ayah, dan ucapan Yugo membuatnya tenang bahwa ia telah menyuruh Sonny untuk menikahi dirinya.


***


Setelah pembicaraan di dalam ruangan kini Sonny kembali dibuat terpojok karena sebuah laporan perusahaan yang berantakan dan banyaknya manipulasi.


"Laporan apa ini? Siapa yang membuatnya?" tanya Yugo dengan keras.


Tak ada seorang pun dalam satu ruangan yang berani menjawab karena mereka semua yang ada disitu tahu jika yang mengerjakannya tak lain adalah Sonny, adik dari bosnya.


"Kenapa kalian diam saja? Kalian tahu kan jika Sonny masih perlu belajar, kenapa kalian membiarkan nya selama aku tidak ada? Kemana loyalitas kalian?!"


Sonny benar-benar berkeringat dingin, dia berharap jika kakaknya akan membelanya dan tak akan menyalakan dirinya.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya. Like dan comment.

__ADS_1


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2