Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 28. SONNY TERTEMBAK.


__ADS_3

Belum selesai ia menyelesaikan pertanyaan besarnya, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah pintu masuk kamar diikuti oleh iringan kaki lainnya.


"Sonny...!, Bagaimana kondisimu? Dimalam itu aku khawatir sekali, kebetulan ada Zelda yang melacak keadaanmu. Karena itu, akhirnya kami semua bisa menemukanmu."


"B-baik," jawab Sonny saat melihat seseorang yang pernah ia fitnah kini muncul dihadapannya.


“Bagaimana kakimu?” sapa Pika dengan nada dingin. "Santai saja, tidak perlu panik, aku dan Yugo sudah memaafkan kesalahanmu dan istrimu."


"Terimakasih, maafkan kesalahanku."


"Setiap kesalahan pasti ada akibatnya, dan kamu harus menanggung segala resiko yang telah kamu buat."


Ucapan Pika benar-benar membuat Sonny merasakan sesak, dirinya tak menyangka apa yang ia lakukan benar-benar sebuah kesalahan fatal.


"Aku siap menanggung semua kesalahan yang telah aku perbuat." ucap Sonny yakin.


"Termasuk mendekap di balik jeruji besi?" tanya Pika dengan ucapan penuh penekanan.


Perkataan Pika benar-benar membuat semua orang yang ada disana kaget dan saling berpandangan, terlebih Vian.


"Pika ..., aku mohon tolong jangan lakukan itu?" mohon Vian dengan berlinang air mata. Dirinya tak menyangka jika Pika akan tega melakukannya dan mengungkit kejadian yang pernah terjadi.


"Kamu salah jika kamu memintaku untuk memaafkan dan tidak melaporkannya ke polisi, seharusnya kalian meminta maaf pada Yugo. Dia yang lebih menderita daripada aku, yang kalian fitnah hingga citraku menjadi buruk. Dia kehilangan ingatannya selama beberapa tahun hingga harus mencari jati dirinya sendiri. "ucap Pika keras dan emosi.


"Yugo, maafkan kami. Perselingkuhan yang kami lakukan benar-benar menutup hati nurani kami, jujur saat itu akulah yang merayu Sonny lebih dulu saat kita sudah bertunangan. Jadi, jika kalian ingin memenjarakan kami maka penjarakan aku saja."


Seketika Zelda mengingat ucapan RT tempatnya saat itu yang menjelaskan keberadaan seorang lelaki dirumah nya saat itu, hingga pemberian nama Hugo tersemat di diri Yugo.


Jadi, Vian adalah tunangannya dan berselingkuh dengan adiknya sendiri.


Pantas saja raut wajahnya begitu benci saat wanita itu tiba-tiba memeluknya.


Tapi, aku rasa Yugo masih memiliki rahasia lain,

__ADS_1


Sudahlah lebih baik aku diam tak perlu terlalu menyelidiki.


Semua yang ada disana saling berpandangan dan melihat ke arah Pika.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Pika heran.


"Sonny adalah adikku, sama halnya dengan dirimu yang kini telah menjadi adik ku juga, begitu juga dengan anak yang engkau kandung. Dia adalah calon keponakan ku, tak mungkin aku setega itu membiarkan dia terlahir di jeruji besi. Aku tahu adik kecilku melakukan semuanya karena hasutan seseorang bukan dari dalam hatinya sendiri."


Mendengar ucapan kakaknya tanpa diduga air mata Sonny keluar diikuti dengan Vian yang juga meneteskan air mata.


Berbeda dengan Yugo, Pika justru menilai sikap Yugo yang terlalu baik untuk memberi maaf kepada mereka berdua, setidaknya efek jera harus mereka terima.


***


"Kenapa sahabatmu itu justru memaafkan kelakuan mereka berdua?" tanya Pika dengan nada kesal.


"Tanyakan pada dirinya sendiri, lagipula dia kan saudara mu,"


"Seharusnya mereka harus diberi pelajaran, agar jerah dan tidak melakukannya lagi." gerutu Pika.


Saat keduanya sedang bercengkrama, keduanya saling berpandangan melihat ke arah seseorang yang ia curigai namun keduanya memilih untuk tak menghiraukannya dan melanjutkan obrolan receh keduanya.


Selang beberapa menit terdengar bunyi suara tembakan dari sebuah ruangan dan seketika suara teriakan pun keluar, Henri dan Pika begitu hafal dengan suara tersebut segera lari menuju ke sumber suara yang ternyata suara tersebut adalah berasal dari kamar Sonny. Dilihatnya Sonny sedang berdarah -darah, baju pasien yang dikenakan Sonny sebagian berubah warna menjadi merah pekat yang begitu segar.


Segera Henri menghampiri bagian administrasi untuk meminta bantuan begitu juga dengan Pika yang berulang kali menekan tombol panggil.


"Kemana Yugo dan Zelda?" tanya Pika kepada Vian dengan raut wajah khawatir.


"Zelda sedang mengejar penjahat yang menembak Sonny, sedangkan Yugo sedang menemui dokter orthopedi." jelas Vian.


Tak begitu lama dokter dan perawat muncul diikuti oleh Henri dibelakang untuk memeriksa keadaan Sonny, sedangkan Yugo yang hendak masuk ke kamar Sonny merasa terkejut dan bertanya kepada kedua wanita yang ada disana.


"Ada apa ini?"

__ADS_1


"Sonny ditembak oleh seseorang."


"Kita terlambat, dia semakin menakutkan dan sudah muncul korban, kita harus bertindak lebih cepat." ucap seseorang yang muncul dari luar ruangan.


"Ada apa kalian kemari?" tanya Yugo kepada orang yang baru dikenalnya.


"Dalam penangkapan dia melarikan diri, dan dirinya kemari, ternyata Sonny adalah sasarannya."


"Apa dia orang yang sama?"


"Ya."


"Hei, kalian berdua untuk apa berdiam seperti itu, Zelda sedang mengejar penjahat tersebut. Cepat bantu dia!" teriak Pika kepada Yugo dan Yoga.


"Zelda??" ucap keduanya berbarengan.


***


"Woi, jangan lari kamu! Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu tega melakukannya? Apa kamu tidak lihat dia sedang terluka!" teriak Zelda kencang.


Lelaki yang dikejarnya tidak menoleh dia hanya mengacungkan jari tengahnya kepada Zelda dengan wajah sadisnya.


Melihat kelakuan pria didepannya Zelda jengkel dan geram, ia pun menambah kecepatan larinya. Merasa tak mampu dan tidak bisa mengimbangi kecepatan lelaki yang dikerjakannya Zelda berdiam sejenak dan melihat keadaan sekitar, dia melihat sebuah batu dengan ukuran sebesar telapak tangannya. Melihat itu ia memanfaatkannya dengan mengambil batu tersebut dilemparkannya dengan kencang.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya.Suka dan komentar.

__ADS_1


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2