Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 29. SEBUAH BATAS.


__ADS_3

Bugh ....(suara batu yang mengenai leher belakang lelaki yang dikejarnya.)


Seketika lelaki di depannya itu berhenti dan -


Brukkk...(badan nya jatuh ke tanah).


Melihat lelaki di depannya terjatuh, Zelda yang masih kelelahan terduduk diatas tanah sambil menyelonjorkan kakinya ke depan dengan menundukkan kepala ke bawah sambil mengatur nafas. Selesai mengatur nafasnya, ia mulai berdiri dan menghampiri tubuh yang sedang tergolek di tanah, dilihatnya lelaki tersebut masih sadar namun terlihat begitu lemah.


"Kenapa kamu tega melakukannya?" tanya Zelda dengan suara keras.


"Lebih baik kamu tidak perlu ikut campur, ini masalah keluarga!" jawabnya dengan suara lirih.


"Keluarga? Yang aku tahu kamu tangan kanan Sonny? Kenapa kamu malah mencelakainya! Apa kamu tidak lihat kondisinya masih lemah pasca operasi, dia seperti itu karena ulah anak buahmu hingga ia patah tulang!"


"Masih patah tulang belum nyawa yang melayang."


"Kenapa kamu berkata seperti itu, bukannya dia kerabat mu, kenapa kamu tega melakukannya."


"Cih!! Rasanya tak sudi aku mengakui dia sebagai kerabatku.Gara-gara dia, aku harus kehilangan kedua orangtuaku."


"Orangtua, apa hubungannya Sonny dengan orangtuamu?"


"Dia-"


Seketika ucapan Yongki berhenti, ia pingsan dan sukses membuat Zelda bingung harus bagaimana membawa tubuh lelaki yang baru saja ia lempar dengan batu. Baru saja memikirkan cara untuk membawa tubuh Yongki, tiba-tiba dirinya mendengar namanya dipanggil.


"Kamu tak apa?" tanya Yugo dan Yoga bersamaan dengan wajah khawatir.


"Dia pingsan, aku tidak dapat menggendongnya."


"Aku tidak bertanya keadaanya aku bertanya keadaan mu," jawab Yugo sambil memeriksa bagian tubuh Zelda.


"Apaan, aku gak papa. Lelaki ini sudah tertangkap. Aku ingin pulang terlebih dahulu."


"Aku antar," ucap Yoga mendahului Yugo.


Rasa cemburu mulai menghinggapi hatinya, dirinya ingin marah namun ia masih belum memiliki hak penuh untuk mengatur-atur hidup Zelda. Yugo pun akhirnya memilih diam tak bicara,


"Tidak, aku berangkat bersamanya dan aku harus pulang bersamanya." tunjuk Zelda ke arah Yugo.


Wajah Yugo yang kusut karena cemburu kini berubah menjadi bahagia penuh kemenangan, dirinya tak menyangka jika Zelda akan memilihnya. Berbeda dengan Yoga diam, dia memilih untuk membawa Yongki ke kantor polisi untuk di interogasi.


***


"Terimakasih," ucap Yugo yang sedang membonceng Zelda.

__ADS_1


Zelda yang mendengar ucapan terimakasih dari Yugo hanya diam tak menggubris, dirinya sibuk dengan pikirannya tentang apa yang tadi diucapkan oleh Yongki.


Yugo yang melihat Zelda dari kaca spion terlihat wajah Zelda seperti lusuh meski pesona kecantikannya masih tetap terlihat.


Bukannya dia belum sarapan?


Lebih baik aku mencari tempat makan dahulu, setelah itu mengantarkannya ke apartemen.


"Kenapa berhenti?" tanya Zelda kepada Yugo yang tiba-tiba berhenti memarkirkan motornya.


"Lapar." jawab Yugo singkat sambil menarik tangan Zelda menuju ke dalam sebuah warung.


"Duduklah disini, disampingku." ujar Yugo.


"Pak, menu makanan paling favorit dua buat saya dan calon istri saya." ucap Yugo kepada pemilik warung.


Mendengar itu si pemilik warung tersenyum sedangkan Zelda mengerutkan dahinya kepada Yugo dan membuat Yugo membalasnya dengan senyuman tanpa dosa.


"Minumnya?"


"Air mineral dan jeruk hangat tanpa gula." jawab Yugo.


"Yakin mas tanpa gula? Jeruk kita benar-benar masam."


"Kamu mau saya kena diabet!" ucap Yugo dengan nada keras.


"Semua ini karena kamu disini jadi jeruk masam akan terasa manis jika kamu dekat denganku." ucapnya lirih namun alasannya itu sukses membuat sang pemilik warung menahan tawa namun tetap tersenyum dengan lebar.


Setelah memesan, beberapa saat kemudian makanan pun tersaji didepan mereka, kini mereka mulai melahap makanan di depannya. Zelda yang lapar segera makan makanan dihadapannya dengan begitu lahap.


"Bagaimana tadi kamu melakukannya?" tanya Yugo disela-sela makan.


"Apanya?"


"Lemparan tadi."


"Entah, mungkin aku memiliki bakat melempar." ucap Zelda singkat.


"Terimakasih telah menangkap lelaki itu, dia pantas mendapatkannya."


"Apakah kalian saling mengenal?"


"Tidak, dia asisten Sonny. Dan aku baru mengenalnya akhir-akhir ini."


"Aku kira kalian berasal dari satu keluarga."

__ADS_1


"Tidak," ucap Yugo singkat.


"Dia mengatakan jika kamu dan Sonny -"


"Aku sudah selesai, lebih baik sekarang kita pulang." ucap Yugo yang dengan sengaja memotong perkataan Zelda.


Zelda sadar jika Yugo tidak ingin dirinya membahas hubungan antara dia dan Sonny.


Dalam perjalanan, Yugo tak seperti sebelumnya yang sering berbicara dan mengajaknya bergurau. Kali ini ia memilih untuk diam.


Tak terasa kini mereka telah sampai di apartemen milik Zelda. Yugo memarkirkan motor Zelda dan setelah itu mengantar Zelda hingga sampai ke dalam lift. Sesampainya di depan unit, Zelda hanya diam dan tidak membuka pintunya.


"Kenapa diam disini?" tanya Yugo kepada Zelda.


"Pulanglah, batasmu sampai disini." ucap Zelda tegas.


"Izinkan aku masuk."


"Batasmu sampai disini, pulang lah."


"Bukannya kita akan segera menikah?"


"Segera? Kapan itu? Niatmu baik tapi belum terlaksana, jadi cukup sampai disini batas kita, pulanglah."


Mendengar itu Yugo benar-benar takjub kepada wanita di depannya, meskipun beberapa hari yang lalu dirinya sempat mencuri-curi untuk memeluk namun wanita dihadapannya ini tetap tidak mempersilakan dirinya masuk.


"Oke aku akan pulang. Jaga dirimu. Secepat mungkin aku akan membuat batas ini tidak berlaku bagiku." ucap Yugo sambil mengerlingkan matanya.


***


Baru saja Zelda sampai beberapa menit kemudian terdengar bunyi bel dan ketukan pada pintunya.


Dilihatnya pada lubang pintu ternyata seseorang yang dia kenal yang saat ini berada di depan pintunya.


"Ada apa?" tanya Zelda sambil menahan pintu dengan kakinya.


"Ganti baju, ikut aku." ucap seseorang yang baru saja datang.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya.Suka dan komentar.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2