Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 44. KEDATANGAN YUGO.


__ADS_3

Yugo yang mengetahui hal tersebut menjadi marah, bahkan ia curiga dengan Zelda bahwa selama kepergiannya mereka berdua saling bertemu. Ia tak ingin tahu kebenarannya, yang ia tahu bahwa lelaki tersebut telah membayar biaya rumah sakit mertuanya.


Vincent merasa bersalah kepada Zelda karena terpaksa menceritakan kepada Yugo siapa seseorang yang membayar biaya perawatan dan operasi Aisyah, untuk menebus rasa bersalahnya ia berusaha untuk segera bertemu Zelda dan memberitahu.


"Aku harus lebih cepat, aku rasa ini hanya salah paham, dan jika bos tidak emosi aku yakin ia pasti akan mendengar penjelasan istrinya. Hal terburuk dari kesalahpahaman ini adalah pertengkaran dan pasti berujung di ranjang." ucap Vincent dengan terkekeh.


Sambil terkekeh ia berjalan dengan langkah cepat dan saat dirinya sedang melihat ponselnya yang bergetar tanpa sengaja menabrak seseorang.


Bruk!!


"Maaf," ucap mereka bersamaan.


Keduanya yang sama-sama tersenggol saling berucap maaf namun saat kedua netra mereka bertemu membuat Vincent merasa jengkel.


"Kamu!" sapa Vincent dengan nada suara kesal.


"Ckck, kenapa? Ini tempat umum, aku bebas datang kemanapun."


"Tapi kenapa harus ditempat ini. Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak mendekati Zelda. Kenapa kamu melanggar!, kamu sengaja kan membuat mereka bertengkar."


"Aku kemari bukan untuk menemui nya." jawab Yoga bohong.


"Jangan bohong kamu!"


"Memang nya kenapa jika aku datang dan ingin menemui nya?"


"Apa kamu tidak sadar dengan tindakanmu"


"Sadar. Aku sengaja melakukannya, aku sengaja melakukannya, karena aku kasihan padanya."


"Untuk apa kamu mengasihi istri orang?"


"Karena aku ingin membuatnya bahagia."


"Untuk apa?? Biarkan lah suaminya bukan kamu!"


"Suami?? Suami macam apa dia! Rela dan tega melihat mertuanya terbaring sendirian di rumah sakit bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya di derita oleh mertuanya! Tak hanya itu dia tahu jika sang mertua di operasi tapi ia justru membiarkan istrinya sendirian menunggu proses operasi selesai."


"Lebih baik kamu diam jika tidak tahu! Jangan mencampuri dapur rumah orang!" geram Vincent.


"Dapur rumah tangga orang lain tidak akan aku masukin tapi jika itu berhubungan dengan Zelda aku tidak akan diam. Bilang pada dia, jika tidak bisa menjaga dan mencintai istrinya seutuhnya lebih baik lepaskan saja, aku siap menggantikan nya. Jangan hanya mengejar saat belum memiliki tapi setelah mendapatkan justru dihempas."


"Bicara mu semakin tak karuan. Aku sangat mengenal Yugo."


"Mengenal? Jika kamu mengenal maka kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya."


"Jangan mengada-ada!"


"Terserah. Kamu tidak tahu saja jika dia ternyata-" ucap Yoga yang terhenti, Ia sengaja tak melanjutkan kalimatnya karena beberapa orang mulai memperhatikan mereka.


"Apa maksudmu! Jaga bicaramu, jika kamu tidak tahu jangan asal bicara!" ucap Vincent dengan geram dan meninggalkan Yoga yang masih berdiri dihadapannya dengan wajah menjengkelkan.


"Akhirnya dia memilih pergi, lebih baik begitu. Biarkan Zelda yang mengetahui sendiri. Bangkai yang ditutupi pasti akan tercium baunya. Untung saja dia tidak memintaku untuk melanjutkan kalimat ku yang tadi." batin Yoga.


Vincent yang memilih untuk tidak menanggapi perkataan Yoga segera berlalu dan menemui istri bosnya tersebut. Selama berjalan Vincent berfikir apa yang sebenarnya terjadi, dirinya penasaran dengan semua kalimat Yoga yang seakan menyudutkan Yugo termasuk sebuah kalimat Yoga yang terhenti tadi.


Apa pak Boss mengkhianati istrinya?


Mereka kan baru saja menikah,

__ADS_1


Sudahlah ini pernikahan mereka, harapanku mereka akan selalu bersama sampai maut memisahkan.


***


"Permisi." sapa Vincent sambil mengetuk ruang perawatan Aisyah.


Zelda menoleh ke arah pintu, dan melihat lelaki yang tak lain adalah tangan kanan suaminya.


"Kamu disini? Apa mas Yugo kemari?" tanya Zelda sambil menengok kebelakang.


"Aku kemari sendiri, gimana keadaan ibu?" tanya Vincent."


"Sudah mulai membaik."


"Syukurlah."


Suasana yang hening membuat Vincent hendak memberitahukan apa yang sebenarnya ia dan Yugo ketahui, namun saat ia hendak memberitahu tiba-tiba Zelda pamit untuk keluar.


"Kemana? Jika ingin membeli sesuatu saya saja yang keluar." tawar Vincent kepada majikannya tersebut.


"Jangan aku saja, kamu tidak tahu apa yang aku inginkan, lagipula aku ingin keruangan dokter. Karena ada yang ingin aku tanyakan."


Vincent tidak bisa melarang kemauan dan perintah istri dari bos nya, ia pun memilih untuk menurut.


Baru beberapa menit Zelda keluar tiba-tiba terdengar sebuah langkah dan bau parfum yang sangat ia hafal.


Tok!!


Tok!!


Gawat, aku belum sempat memberitahu Zelda! Bagaiamana ini?


"Em..em.., Bu bos sedang keluar."


"Gimana kondisi mertuaku?"


Belum sempat menjawab suster dan dokter masuk memasuki ruangan.


"Selamat siang, kami hendak memeriksa Bu Aisyah."


"Silakan."


"Bagaimana kondisi mertua saya?" tanya Yugo kepada dokter yang sedang memeriksa.


"Mertua?" tanya dokter dan suster dengan spontan.


"Ya, beliau adalah mertua saya. Ibu dari istri saya, kenapa?"


"Tidak ada apa-apa. Keadaan Bu Aisyah sudah baik, tumornya sudah diambil tinggal pemulihan saja. Mungkin saat ini ia masih terasa lemas dan efek biusnya masih terasa sehingga masih sering terbaring. Kalau begitu kami pamit." jelas dokter.


Selesai memeriksa pasien, suster yang masih penasaran dengan situasi di dalam mulai membuka pembicaraan tanpa ia sadari bahwa mereka masih berada di depan kamar pasien.


"Dok, sebenarnya suami Bu Zelda yang mana ya? Kenapa ada dua lelaki yang mengaku sebagai suaminya. Lelaki yang kemarin malam atau siang ini?" tanya suster yang suaranya masih terdengar.


Yugo yang masih berada di balik pintu mendengar jelas perkataan suster dan dokter tadi. Mendengar itu Yugo kaget, rasanya ia benar-benar kecewa dan ingin marah kepada Zelda.


Sepertinya lelaki yang mereka maksud adalah Yoga, aku tak menyangka kalian berdua bertemu di rumah sakit, bahkan kamu menerima pembayaran rumah sakit yang dia lakukan.


***

__ADS_1


Zelda yang berada diluar tidak tahu jika di dalam ruangan ada suaminya. Ia yang sudah merencanakan sesuatu jika sang bunda sudah diperbolehkan pulang ia hendak mencari tahu siapa wanita yang datang untuk meminta uang bulanan kepada suaminya tersebut.


Kini ia berjalan menuju ke bangsal rumah sakit untuk kembali menemani Bundanya yang tadi sedang tidur. Saat dirinya melewati bagian administrasi ia mendengar seorang suster sedang memuji ketampanan dari salah satu keluarga pasien.


Kenapa yang mereka ceritakan begitu mirip dengan fisik Yugo?


Tunggu, sepertinya Vincent bohong, dia kemari bersama Yugo atau bisa jadi mereka datang terpisah.


Zelda menjadi penasaran, ia pun melangkahkan kakinya lebih cepat agar rasa penasarannya hilang dan benar, ternyata suaminya telah tiba.


"Mas, baru datang?" tanya Zelda senang. Entah apa yang membuat Zelda bahagia dengan kehadiran suami nya, padahal ia masih jengkel dengan sikap beberapa hari lalu dan juga rahasia besar suaminya yang belum ia ungkap.


"Daritadi, darimana saja?"


"Cari-"


"Cari apa? Apa kamu tidak lihat bunda sedang sakit seharusnya kamu tidak membiarkannya sendiri."


"Aku hanya sebentar mencari makanan, lagipula tadi ada Vincent."


"Apa kamu tidak bisa memintanya untuk membeli makanan!"


"Kenapa marah, aku kan hanya membeli makan, mas."


"Anak macam apa kamu, kenapa orangtua sakit malah kamu titipkan orang untuk menjaganya."


Lagi dan lagi Zelda kaget, dirinya tak menyangka jika sang suami tega berkata demikian. Bagi Zelda ucapan suaminya kali ini benar-benar menyakitkan, ia pun memilih diam dan tidak melakukan pembelaan.


"Sekarang aku tanya padamu, bagaiamana kondisi Bunda? Kamu tak tahu kan? Apa kamu tahu jika bunda tadi bangun dan mencarimu? Kamu tidak tahu kan???" bohong Yugo, ia sengaja berucap demikian karena ingin mengintimidasi sang istri.


"Kamu kenapa sih, kenapa datang-datang malah marah-marah begini! Seharusnya yang marah itu aku bukan kamu."


"Kamu? Atas dasar apa kamu ingin marah padaku?"


"Sudahlah, aku tak ingin membahas ini disini." ucap Zelda yang merasa malu karena Yugo membentak dirinya di depan Vincent dan ia takut jika bundanya merasa tidak nyaman jika mendengar keributan antara dia dan Yugo.


"Oke, kita bahas ini diluar."


"Mas, bunda masih sakit dan sedang istirahat. Aku tak ingin beliau bangun karena mendengar kita ribut."


"Kalau begitu pelan kan suaramu jika kamu tak ingin membahas ini di luar."


Vincent yang sedang menyalakan televisi masih mendengar jelas pembicaraan Yugo dan istri di ruang tamu pun terpaksa harus berbohong.


"Bos, mertua anda mencari kalian." ucap Vincent.


Zelda dan Yugo segera menghentikan perdebatan mereka dan menghampiri Aisyah, sedangkan Vincent memilih untuk keluar kamar.


.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya. Like dan comment.

__ADS_1


Terimakasih..


__ADS_2