
"Hentikan!! Dasar banci! teriak wanita yang baru masuk sambil berjalan cepat lalu memegang erat tangan lelaki tinggi besar yang sedang berdiri di depannya.
Vian yang sedang memejamkan mata mulai membuka matanya saat mendengar suara wanita yang sedang berteriak.
Sonny yang tangannya dipegang seketika diam tanpa menghadap ke pemilik suara, dia tetap menatap ke arah Vian dengan tatapan tajam.
Merasa tak diindahkan, wanita tersebut segera mengambil kotak riasnya dan menghantamkannya ke tubuh Sonny.
Bug
Suara keras tersebut tentunya membuat punggung Sonny merasa kesakitan sehingga sukses membuatnya menoleh ke arah wanita yang ada dibelakangnya.
"****, siapa kamu beraninya memukul ku!" umpat Sonny dengan keras. Saat dirinya menoleh kebelakang ternyata seorang wanita dengan rambut diikat ke atas lengkap menggunakan masker, dari tatapan matanya dia merasa pernah melihat tatapan mata yang tajam dan indah itu.
"Bukan urusanmu untuk tahu siapa aku! Lebih baik kamu pergi dari pandangan ku sebelum aku memberimu pelajaran."
"Kamu ingat mataku, jika kita bertemu lagi artinya urusan kita belum selesai!" ucap Sonny sambil menunjuk kedua matanya dengan dua jarinya ke arah wanita yang memukulnya.
"Silakan! Dasar sombong!"
Sonny memilih keluar ruangan sambil membanting pintu dengan keras, ia memilih keluar untuk menghindari keributan yang akan memancing kakak nya.
Setelah berhasil menyuruh Sonny keluar kini di ruangan hanya ada perias dan Vian.
"Kenapa kamu mengusirnya?" ucap Vian keras kepada perias yang sedang membuka kotak make up dan mempersiapkannya di meja rias.
"Aku tidak suka melihat wanita dikasari oleh lelaki." jawabnya singkat.
" Seharusnya jangan seperti itu, aku dan dia memang begitu dan asal kamu tahu dia adalah calon suamiku."
"Jangan anggap kekerasan adalah hal yang wajar, jika kekerasan kecil dianggap wajar maka akan berlanjut menjadi besar. Ingat kata-kataku, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk pria bukan dari tangan untuk jadi mainan tapi dari tulang samping untuk jadi pendamping dan dekat dengan tangan untuk dilindungi.
Mendengar itu Vian diam, dia sedih dengan hidupnya tapi mau bagaimana lagi, menyesal karena telah mengkhianati Yugo namun dirinya tak mengelak jika memang sebenarnya dia tidak terlalu mencintai Yugo yang monoton dan tidak liar seperti Sonny.
Seandainya perselingkuhan ku tidak ketahuan mungkin aku akan tetap menikah dengan Yugo karena harta dan diam-diam tetap menjalin cinta dengan Sonny.
__ADS_1
***
Tak terasa sudah hampir satu jam Vian dirias, tanpa ia sadari jika seseorang yang meriasnya adalah seorang MUA ter viral yang diinginkannya, yang ia tahu jika MUA yang diinginkannya berhalangan hadir karena dan digantikan oleh asistennya.
Ketika Vian sedang sibuk dengan aplikasi belanjanya ia mendapat pesan masuk yang mengatakan jika yang meriasnya adalah Zelda Azqila Putri.
"Apa kamu Zelda Azqila Putri?" tanya Vian tak percaya.
"Ya," ucapnya sambil mengangguk dan tetap melanjutkan aktivitasnya merias.
Mendengar itu seketika Vian berteriak kegirangan.
"Boleh dibuka maskernya?" pinta Vian dengan sopan.
Zelda berhenti dan membuka masker nya.
"Aku tak menyangka jika ini benar-benar anda. Terimakasih sudah datang dan merias ku."
"Sama-sama."
Banyak hal yang diceritakan olehnya termasuk lelaki tadi yang hendak menamparnya termasuk ucapan permintaan maaf karena sudah berbicara kasar.
"Maafkan aku tadi berbicara dengan keras." ucap Vian lembut. " Terimakasih telah membantuku tadi." lanjut nya basa-basi.
"Sama-sama."
"Lelaki tadi adalah calon suamiku, dia adalah adik dari mantan tunangan ku."
Mendengar cerita tersebut membuat Zelda heran, bagaiamana bisa wanita dihadapannya ini sudah bertunangan tapi malah menikah dengan adik dari tunangan nya. Seharusnya jika Zelda memahami bahwa lelaki yang tadi dia pukul dengan kotak make up adalah calon suami kliennya artinya wanita dihadapannya ini pernah bertunangan dengan Yugo yang tak lain adalan calon suaminya.
Zelda yang terlalu fokus merias hanya berucap santai, "Ooh
"Mungkin dia kesal, aku sendiri tak tahu semenjak aku ham-" seketika Vian menutup mulutnya.
Mendengar ucapan Vian yang terhenti membuat Zelda paham jika wanita didepannya ini sedang hamil.
__ADS_1
"Yang sabar, setiap orang yang akan menikah pasti ada selisih pendapat." ucap Zelda yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Apa semua orang yang akan menikah begitu? Apa anda begitu juga?"
"Itu menurut semua klien ku, kalau aku -" Zelda men-jeda ucapannya dan dia menarik nafas dalam-dalam meski terasa sesak saat membayangkan Hugo yang melamarnya di depan ayah dan karena kecelakaan tersebut akhirnya ingatan Hugo tentang Zelda lenyap hingga tak mengenali dirinya bahkan mengusirnya.
Semenjak itu Zelda merasa sakit hati meski tak menutup kemungkinan jika dirinya benar-benar jatuh cinta dengan Hugo atau yang sekarang ia tahu jika nama Hugo sebenarnya adalah Yugo.
"Kak, kakak kenapa?" tanya Vian yang Menyadarkan lamunan Zelda.
"Oh gak,, tiba-tiba ingat tentang ayahku yang telah tiada. Baiklah, untuk riasannya sudah cukup, bagiamana kakak suka hasilnya?" ucap Zelda sambil menunjukkan sebuah cermin.
Vian begitu takjub melihat dirinya yang benar-benar terlihat cantik, dia tak pernah membayangkan jika ia memiliki wajah mempesona. Baginya riasan tangan Zelda benar-benar ajaib.
"Apa ini rahasia dari riasan Kakak? Klien gak boleh melihat cermin?" tanya Vian sambil bercanda.
"Tidak, aku hanya grogi jika orang yang aku rias melihatku dari kaca saat aku sedang fokus merias," ucap Zelda dengan senyum.
Selesai dirias kini Vian berganti baju dibantu oleh Zelda, dengan hati riang gembira dirinya berulang kali melihat dirinya lewat cermin sambil tersenyum.
"Aku yakin Yugo dan Sonny akan terpana lagi denganku." gumamnya lirih.
***
Selesai merias kini Zelda berada di podium para undangan, dirinya fokus melihat Vian berdiri dengan para sahabatnya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
.
.
.
**Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰**
**Mohon dukungannya. Like dan comment**.
__ADS_1
**Terimakasih..❤️❤️**