Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 65. JAWABAN DARI PERTANYAAN.


__ADS_3

"Yugo! Sonny!" panggil seseorang dari arah belakang.


Mendengar namanya dipanggil membuat keduanya menoleh.


"Apa kalian ingin menjenguk putriku?" tanya seseorang yang menyapa keduanya


Hati Yugo mulai berdegup kencang saat seseorang yang memanggil namanya mengatakan bahwasannya istrinya baru sadar melahirkan seorang putri.


Apakah istrinya adalah mantan istriku?


Dan apakah putrinya adalah putriku?


Sedangkan Sonny bingung harus menjawab apa, ia menatap kakaknya dengan tatapan iba.


"Kenapa kalian diam?' tanya pria tersebut.


"Y---ya .., kami ingin melihat putrimu." ucap Sonny memecah suasana.


"Baiklah ikutlah denganku." ucap pria tersebut sambil berjalan di samping Sonny.


"Ada apa dengan mu? Kenapa dengan luka kaki dan tangan mu?"


"Beberapa hari yang lalu kak Yugo mengalami kecelakaan tunggal, beruntung dia selamat dan keadaanya tidak terlalu parah." jelas Sonny.


"Syukurlah."


"Kenapa disini tampak begitu tenang dan sedikit ketat tidak seperti ruangan lainnya?" tanya Yugo yang mulai berbicara.


"Aku menyewa satu lantai, aku tak ingin orang lain menganggu kenyamanan istri dan putriku."


"Kami benar-benar suami idaman." ucap Yugo dengan nada gemetar.


"Ya, aku sangat mencintai istriku. Ini adalah bentuk peduliku padanya, setidaknya aku berbeda tidak seperti mantan suaminya."


Mendengar itu jantung Yugo semakin berdebar, ia merasa tak sanggup jika wanita dan bayi perempuan yang diceritakan itu adalah Zelda.


Dirinya memang mengharapkan mantan istrinya untuk menikah lagi dengan pria pilihannya yang tak lain adalah Henri. Dia melakukan itu hadapannya agar setelah menikah Zelda dan Henri bercerai kemudian dirinya dapat menikahi Zelda lagi.


"Kenapa wajahmu terlihat tegang?"


"Tidak, aku hanya tak sabar ingin menggendong putrimu."


"Baiklah ini kamarnya, ayo kita masuk." ajak pria tersebut.


🐾🐾🐾🐾***FLASHBACK ON***🐾🐾🐾🐾


Sesaat setelah Nata diam tidak menangis muncullah Horison diikut oleh Richard dibelakangnya.


"Nata...!" sapa Horison lembut kepada bayi mungil uang sedang digendong Zelda.


Mendengar nama putrinya dipanggil membuat Zelda menoleh kebelakang.


"Kamu sudah datang?" tanya Zelda dengan riang.


"Ya, kenapa kamu membawanya ke luar kamar?"


"Sedari tadi dia menangis tak berhenti."


"Mungkin Nata merindukan ayahnya." ucap Horison.


Mendengar itu hati Zelda merasa hangat, ia tak menyangka jika Horison benar-benar mencintai putrinya, namun tanpa Zelda sadari makna dari ucapan Horison begitu dalam dan mengandung makna.


"Ayo kita masuk dan berkemas." ajak Horison.


"Berkemas, malam ini?"

__ADS_1


"Ya, sepertinya tidak baik jika berlama-lama disini. Aku sudah bertanya pada dokter dan mereka mengizinkan kita untuk pulang."


"Baiklah." ucap Zelda bahagia, karena dia menganggap Horison mengerti akan dirinya yang tidak terlalu menyukai tinggal di rumah sakit karena peristiwa yang pernah ia alami dulu.


Sambil merapikan barang -barang milik Nata, Zelda tersenyum melihat Horison yang tampak bahagia saat sedang menggendong putrinya.


Semoga dia akan selalu menyayangi Nata.


"Bu ... Ini sudah saya masukkan semua." ucap Tanti salah satu ART yang membantunya berkemas.


Suara lirih dan tepukan Tanti membuat Zelda tersentak kaget saat sedang menatap punggung belakang Horison.


"Terimakasih ya,"


Setelah semua barang dikemas kini mereka berjalan menuju ke koridor utama rumah sakit untuk menuju ke mobil yang ada di lobby. Terlihat Zelda sedang menggendong putrinya sambil ditemani Horison yang berada disampingnya. Tanpa Zelda sadari dari arah berlawanan terlihat seorang pria yang sedari tadi menatap ke arahnya.


🐾🐾🐾***FLASH BACK OFF***🐾🐾🐾


"Sayang, kenalkan ini teman ku."


Jantung Yugo berhenti berdebar kencang saat melihat dan mendengar suara wanita yang ada di depannya.


"Hai..." sapa wanita tersebut dengan wajah bahagia.


"Selamat atas kelahiran putri pertama kalian." ucap Yugo dengan nada suara lemah.


"Terimakasih," jawab kompak kedua pasangan tersebut.


"Melihat kebahagiaan kalian membuatku jadi ingat dengan putra ku." ucap Sonny kepada Anton, pria yang menyapa Yugo dan Sonny.


Kini mereka berdua bicara dengan akrab, namun berbeda dengan Yugo yang tampak memperhatikan bayi perempuan yang berada di pelukan ibunya. Dirinya membayangkan jika bayi tersebut adalah nyata putrinya bukan hanya sekedar mimpi sesaat. Air matanya mengalir tanpa sadar hingga membuat istri dari Anton berjalan mendekati suaminya.


"Kamu kenapa?" tanya Anton pada Yugo yang sedang duduk sambil memandang bayi di depannya.


"Tidak." ucap Yugo menyembunyikan kesedihannya sambil tersenyum.


"Apa pria tadi itu ada hubungannya dengan pria yang meminta kita untuk pindah kemari?" tanya Yuki, istri Anton.


"Entah, yang jelas ini adalah keberuntungan putri kita, ia lahir di rumah sakit terkenal di kota ini sehingga kita sekeluarga bisa berada di lantai mewah dengan hiasan dekor kamar yang sangat bagus.


Mendengar itu membuat Sonny bertanya-tanya dalam hati.


Jadi, sebenarnya ada orang yang menyewa lantai ini untuk istrinya pasca melahirkan.


Siapa mereka?


Sambil mendorong kursi roda, Sonny memikirkan semua pertanyaan dan kejadian yang terjadi mulai dari sang istri yang bertemu Zelda, hingga ketidak hadiran Zelda yang menemani kakaknya saat sedang dirawat. Termasuk apa yang dia dengar barusan.


"Darimana saja kalian?" tanya Henri dengan kesal saat melihat Sonny yang baru saja sampai.


"Aku tidak menemukan Zelda, bahkan aku tidak bisa menemukan putriku." ucap Yugo sambil menatap sedih ke arah Henri.


Melihat sahabatnya yang semakin kurus dan memperihatinkan membuat Yugo terlihat tampak tidak sehat karena pengaruh tekanan batin akibat kesalahan yang sudah dia lakukan hingga membuat dirinya tersiksa seperti ini.


"Aku berjanji padamu akan menemukan Zelda, tapi berjanjilah padaku juga bahwa kamu akan menjadi Yugo yang seperti dulu."


"Tolong temukan dia." ucap Yugo menangis sambil memegang tangan Henri.


"Aku janji akan menemukannya." ucap Henri yakin.


***


Seminggu kemudian.


"Ada apa denganmu, kenapa setelah pulang dari rumah sakit engkau terlihat murung?" tanya Pika kepada tunangannya.

__ADS_1


"Aku melihat Zelda." ucapnya dengan wajah melamun.


"Coba ulangi perkataan mu."


"Aku melihat Zelda, seminggu yang lalu."


"Dimana? Kapan?"


"Dirumah sakit, saat Yugo sadar."


"Kenapa engkau tidak memanggil Yugo agar mereka berdua bertemu."


"Mudah bagi Yugo untuk bertemu dengan Zelda tapi tidak bagi Zelda."


"Maksudmu? Apa salah jika mantan suami istri bertemu?"


"Apa kamu lupa bagaiamana perlakuan Yugo pada Zelda?"


Apa yang diucapkan Henri tetang sikap Yugo pada Zelda membuat Pika mengingat cerita Zelda tentang sikap Yugo yang brutal dan tidak manusiawi.


"Lalu harus bagaiamana kita?"


"Aku akan mencoba bertemu dengan nya setidaknya bayi itu akan menjadi pemersatu mereka berdua."


"Bayi? Apa maksudmu?"


"Malam itu aku melihat Zelda menggendong seorang bayi ditemani seorang pria. Aku yakin itu bukan bayi mereka berdua, melainkan bayi Yugo dan Zelda."


"Bagaiamana kamu yakin?"


"Malam itu juga, Aku bertanya pada dokter kandungan disana bahwa beberapa hari yang lalu ada seorang miliader yang menyewa satu lantai untuk istrinya selama melahirkan, dan aku menanyakan berapa usia kandungan bayi tersebut saat dilahirkan. Kamu pasti sudah bisa menebaknya."


"36minggu?"


"Tepat, dan aku rasa suami Zelda baru tahu juga jika mantan suami istrinya berada di rumah sakit yang sama. Maka di malam itu juga mereka memilih pulang padahal normalnya orang melahirkan SC adalah tiga hari harus berada di rumah sakit pasca operasi.


Kamu ingat cerita Sonny saat itu, bahwa sesaat setelah Yugo sadar dia merasa sedang bertemu dengan Zelda dan putrinya."


"Ya, aku ingat. Bahkan saat Sonny mencoba mencari keberadaan Zelda kesebuah tempat persalinan disana ada salah satu lantai yang dibooking khusus." ucap Pika.


"Ya, ruangan itu seharusnya sudah disewa oleh Zelda dan suami nya namun karena hal tadi mereka sengaja pulang dan meminta pihak rumah sakit untuk mengisi lantai tersebut dengan keluarga pasien lainnya."


"Bagaiamana ini, saingan Yugo sangat berat. Padahal dia melarangmu untuk menikahiku dan meminta mu untuk menikahi Zelda lebih dulu agar engkau dengan muda menceraikannya.


"Ini semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa, setidaknya dari sini Yugo bisa belajar bahwa janganlah mendahulukan ego dan emosi. Kadang kita harus kehilangan seseorang sebelum akhirnya menyadari betapa berartinya dia didalam hidup kita."


"Apa maksud kalian berdua? Apa kakakku bercerai dengan Zelda?" tanya Sonny yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan gym yang ada dirumah Yugo.


Pika dan Henri kaget melihat kedatangan Sonny yang tiba-tiba masuk dan bertanya pertanyaan demikian.


Merasa Sonny sudah mengetahuinya akhirnya Pika pun mengiyakan pertanyaan Sonny.


"Bagaiamana bisa, aku tahu betapa kak Yugo mencintai Zelda, begitu juga dengan Zelda. Kenapa mereka bercerai?"


"Akupun demikian, aku merasa mereka pasangan yang tidak terpisahkan meski cinta mereka telah diuji."


Setelah mengetahui jawaban dari semua pertanyaan yang ada dikepalanya kini Sonny mengerti mengapa saat itu Zelda sama sekali tidak menoleh saat istrinya sedang memanggilnya.


.


.


Ditunggu kelanjutannya πŸ€—πŸ₯°


Mohon dukungannya. Like dan comment.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2