
"Kalian cepat pergi!" bentak Rianda kepada tiga orang yang baru saja keluar dari rumah megah. Rianda begitu mengenal ketiga lelaki tersebut yang terkenal sebagai orang yang sering menjadi saksi, pencatat nikah dan wali abal-abal.
Rasa geram dan tak percaya dengan apa yang dilakukan adiknya benar-benar membuat Rianda ingin menceramahi adik nya bahwa tindakannya itu salah dan tidak dibenarkan bahkan bisa mengancam karir Yoga.
"Apa lihat-lihat! Cepat pergi!!" bentak Rianda lebih keras.
Ketiga orang tersebut segera berjalan cepat meninggalkan pelataran rumah dan melewati mereka semua yang sedang berkumpul untuk masuk.
"Mereka siapa?" bisik Dion.
"Orang dengan profesi abal-abal." jawab Rianda dengan kesal karena terbawa suasana.
Kini semua yang tiba disana mulai memanggil-manggil dan mencari keberadaan Zelda,.
"Zelda!!" teriak Aisyah diikuti oleh Shasha.
Bagi Shasha, Zelda adalah teman baru yang sudah ia anggap seperti saudaranya. Keduanya pertama kali bertemu saat Zelda dipercaya Dion untuk menjadi MUA Shasha kala itu. Hubungan mereka berdua begitu erat meski jarang bertemu namun keduanya sering berkomunikasi.
Bahkan diam-diam Zelda mengagumi wanita yang dicintai oleh Yoga, lelaki yang dianggapnya sebagai seorang kakak.
***
Sementara itu Yugo dan Daniel saling berpencar mencari keberadaan Yoga di setiap sudut ruangan yang ada, sedangkan Dion mengikuti kemana langkah Rianda.
Rianda begitu hafal kemana adiknya berada jika sedang bimbang, dan firasatnya benar, sang adik sedang berada di rooftop lantai atas sambil menundukkan wajahnya yang terlihat lemas dan bersedih.
"Yoga!" sapa Rianda lembut sambil berjalan mendekati sang adik.
"Hikzzz ... hikzz...., kakak.. aku salah, aku sudah kelewat dosa." ucapnya sambil menangis.
"Ceritakan dik, apa yang sedang terjadi? kakak disini, menangis lah di pundak kakak." ucap Rianda sambil memeluk adiknya.
"Sepertinya aku dikutuk untuk tidak pernah merasakan cinta. Apa sebenarnya salahku sampai aku tidak pernah mendapat kesempatan untuk dicintai? Padahal aku tidak pernah menyakiti wanita tapi kenapa Allah membuat wanita selalu menyakiti perasaanku?! Kenapa kak? Kenapa?" ucap Yoga yang masih menangis.
"Kamu tidak dikutuk tapi Allah sedang mempersiapkan jodoh yang tepat untuk mendampingi mu dan selalu ada saat suka maupun duka, bahkan sampai di surga pun kalian bisa bersama." jelas Rianda sambil mengelus pundak sang adik.
"Dulu Shasha wanita yang kucintai, dan sekarang Zelda, tapi mengapa mereka semua tidak memilihku, apa aku tidak tampan??"
"Kata siapa kamu tidak tampan? Shasha tidak memilihmu bukan karena kamu tidak tampan tapi karena Daniel adalah jodohnya. Bahkan kamu tahu sendiri kan bagaiamana perjalanan cinta mereka? Begitu juga dengan Zelda, jika memang dia memilih Yugo seharusnya kamu ikhlas menerimanya, jangan memaksa."
"Tapi aku lebih dulu mengenalnya kenapa dia justru memilih Yugo?, apa karena dia lebih cepat?"
"Jodoh bukanlah siapa yang cepat tapi siapa yang tepat dan tepat menurut kita belum tentu tepat menurut sang Pencipta." ujar Rianda.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan Kakakmu benar. Bukan siapa yang cepat tapi siapa yang tepat. Shasha adalah mantan pacarku, bahkan dia sempat berhubungan dengan lelaki lain namun sekarang dia justru menikah dengan lelaki yang tidak pernah ia bayangkan akan menjadi suaminya, artinya jodoh Shahsa bukanlah aku ataupun Abra melainkan Daniel.
Bagaiamana cobaan berat yang mereka hadapi tapi karena Tuhan menjodohkan keduanya, maka mereka kembali bersatu.
Ingatlah, setiap manusia yang hidup di dunia sudah memiliki garis takdir dimana sang Pencipta sudah mengatur jodoh, rezeki bahkan maut. Jadi tidak mungkin jodoh kita akan tertukar," imbuh Dion.
Yoga yang mendengar itu diam dan mencoba mengerti, kini dirinya semakin menunduk dan malu dengan kelakuannya sendiri.
"Maafkan aku kak, aku salah." ucap Yoga lemas sambil menangis seakan menyesal.
"Minta maaflah kepada Zelda dan ibunya. Dimana sekarang Zelda?" tanya Rianda lirih.
"Aku menaruhnya di sebuah kamar, dan -"
Bugghh ...
Bugghh ...
(Suara pukulan yang mendarat bebas di wajah Yoga.)
"Kau apakan Zeldaku! Katakan dimana dia sekarang!" bentak Yugo tepat di depan wajah Yoga yang kini sedang berdarah akibat pukulan yang baru saja mengenai wajahnya.
Rianda menjerit dan tak tega melihat adiknya dipukul oleh Yugo, sedangkan Yugo yang masih ingin memukul dihalangi oleh Dion dan Daniel hingga sebuah suara terdengar dari arah belakang.
Yugo dan Dion segera berlari turun.
"Ingat urusan kita belum selesai." ancam Yugo kepada Yoga yang terlihat lemah karena pukulan bertubi-tubi yang baru saja ia lakukan. Sedangkan Rianda memilih untuk tetap tinggal disamping adiknya.
"Kenapa Kakak tidak ikut turun?"
"Aku memilih untuk berada disamping mu, karena aku tahu kamu membutuhkan Kakak."
***
Setelah mengetahui keberadaan Zelda, Yugo dengan khawatir berulang kali menghubungi dokter pribadinya untuk segera datang dan memeriksa keadaan Zelda yang sudah beberapa jam belum juga bangun.
"Kenapa dia masih belum sadar?" gerutu Yugo sambil menoleh ke arah Zelda.
Aisyah yang sedari tadi berada di samping putrinya berulang kali mengelap keringat putrinya yang keluar dari kening.
Setelah menunggu cukup lama, kini Dokter kepercayaan Yugo datang.
"Kenapa kamu yang datang? tanya Yugo tak percaya karena seharusnya yang datang adalah dokter Ridwan bukan kamu anak kecil."ucap Yugo.
__ADS_1
"Apa bedanya aku dengan ayah, aku juga seorang dokter."ucapnya sambil mulai memeriksa keadaan Zelda.
Nayya yang merupakan anak dari dokter Ridwan merupakan seorang dokter lulusan terbaik di Ibukota, dirinya yang seharusnya mendapat tawaran untuk berkerja di sebuah rumah sakit swasta terbesar di ibukota memilih untuk bekerja ke sebuah tempat terpencil yang minim akan kesehatan.
"Bagaiamana anak kecil, kenapa lama sekali memeriksanya?"
"Sssst jangan berisik, aku sedang memeriksanya. Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Sepertinya dia menghirup obat bius."
"Kenapa sepertinya? Aku ingin kepastiannya!" bentak Nayya.
"Aku telah menyemprotkan obat bius ke wajahnya, selama beberapa kali." jelas Yoga yang mulai bergerak berbicara.
Nayya yang masih konsen memeriksa keadaan Zelda tidak mengindahkan suara siapa yang sedang berbicara, dirinya hanya menanggapi tanpa melihat.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan obat bius ini? Siapa sebenarnya kamu dan kenapa kamu melakukannya?" tanya Nayya yang kini memandang ke arah seseorang yang menjawab pertanyaannya.
Saat kedua mata mereka saling bertemu, Nayya heran melihat lelaki di hadapannya, dirinya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pria yang beberapa hari lalu ia kagumi dalam hal menembak.
"Kenapa kamu melakukannya? Apa kamu sadar jika obat bius ini hanya boleh diberikan melalui resep dokter atau instansi tertentu untuk kepentingan medis. Obat ini memiliki komposisi etil klorida yang merupakan obat bius semprot untuk daerah kulit luar seperti luka pada kemarin bola, keseleo. Obat ini tidak diperuntukkan untuk terhirup atau masuk kedalam mukosa seperti bibir, mulut, mata dan hidung, dan apa yang kamu lakukan adalah sebuah kriminal karena menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran.
Sudah berapa lama ia pingsan?"
"Hampir 3 jam." ucap Yoga lirih.
"Hei bawel, lebih baik kamu bawa calon istrimu ini ke rumah sakit untuk mendapatkan antidot dan pertolongan atas keracunan obat.
Mendengar ucapan sang dokter membuat Yoga semakin dilanda perasaan bersalah. Dirinya tahu jika rumah sakit adalah tempat yang paling dibenci oleh Zelda.
Sedangkan Yugo yang sudah bersiap untuk menggendong Zelda terkejut saat melihat sepasang mata indah sedang melihat ke arahnya.
...
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya. Like dan comment.
__ADS_1
Terimakasih..❤️❤️