
"Pertemuan hari ini selesai, saya beri waktu kepada kalian untuk menyelesaikan laporan per tahunnya secara detail dan terperinci, dan saya akan memintanya sewaktu-waktu, kapanpun kalian harus siap untuk mengirim dan menunjukkannya padaku." ucap Yugo dengan tegas, dirinya sengaja tidak memberitahu dead line nya.
Saat ini di sebuah ruang meeting hanya ada dia dan Sonny. Daritadi Yugo merasa jika adik tirinya itu terlihat pasrah dan tidak baik-baik saja.
"Kamu kenapa?"
"Aku-aku...-"
"Sepertinya kamu sedang tidak enak badan, lebih baik kamu istirahat dan pulang. Aku rasa kamu kelelahan menghandel pekerjaan di kantor." ucap Yugo yang pura-pura perhatian.
Sonny memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh kakaknya itu untuk menemui Yongki seseorang yang selama ini membantu dirinya untuk membereskan segala macam urusan.
Yugo dan Sonny, keduanya memiliki rencana masing-masing. Yugo yang berusaha ingin menyelamatkan perusahaannya agar kembali berjaya, pelan-pelan mulai menyusun strategi. Langkah awalnya dengan berusaha mengintimidasi semua perbuatan Sonny yang telah dilakukannya bersama Vian hingga menanggung sebuah perbuatan yang harus ia bayar dengan cara menikahi Vian. Yugo ingin tahu bagaimana respon adiknya itu, apakah adiknya menolak atau tetap menikahi mantan tunangannya itu meski tahu anak yang dikandungnya bukan darah dagingnya.
***
Malam hari di sebuah rumah keluarga Arthadinata terlihat beberapa pegawai sedang berkumpul, mereka tampak bahagia akhirnya dapat berkumpul kembali.
"Apakah kalian tahu siapa yang mengumpulkan kita semua?" tanya Melati.
"Sepertinya suruhan dari pak Yugo. Aku sendiri kaget ketika ada yang mengetuk pintu kos dan mengatakan jika dia suruhan dari pak Yugo, dia meminta ku untuk bekerja kembali mengurus taman anggrek yang mulai terbengkalai." ujar Saiful yang merupakan pegawai taman dirumah Yugo.
"Dengan kembalinya den Yugo yang ternyata masih hidup membuat kita semua dapat berkumpul kembali. Kini rumah ini akan kembali hidup." ucap mbok Sopia kepada rekannya.
"Betul mbok, dan aku rasa ini semua ulah den Sonny." ucap Melati asal.
"Hussh, jangan bicara sembarangan jika tidak tahu sendiri." sanggah mbok Sopiah yang berusaha menyembunyikan sesuatu yang diketahuinya, yaitu sebuah rahasia besar tentang asal usul Sonny dan siapa otak dari pembunuhan Yugo.
Saat mereka semua sedang berkumpul terdengar suara bel dari luar rumah.
Ting tong ...
Ting tong....
"Siapa malam-malam memencet bel? Apa den Yugo yang datang? Rasanya tidak mungkin harusnya suara mobil yang berbunyi bukan bel rumah." ucap mbok Sopia.
"Kalian tunggu saja disini biar aku lihat dulu ya dari layar monitor."
Saat pak Sopian membukakan sebagian pagar terlihat sebuah mobil yang ia tahu bahwa mobil tersebut milik sang majikan, segera ia membuka pagar lebar-lebar.
Dari dalam mobil Yugo tampak heran dengan kedatangan seorang wanita dirumahnya. Sebelum keluar dari mobil ia berusaha mencari tahu siapa wanita yang datang kerumahnya melalui kaca spion.
Dia datang lagi, sepertinya ia ingin melanjutkannya permasalahannya dengan Sonny.
Apa jangan-jangan dia sedang hamil anak Sonny?
Sehingga dia nekat untuk datang kemari tanpa mengenal waktu,
Bagaimana jika benar? Karena tindakan nekat seperti ini pernah dilakukan oleh Sonia, mantan sekertaris ayah.
Mengingat kejadian beberapa tahun segera ia memarkirkan mobilnya, selanjutnya ia keluar pagar dan berjalan menghampiri Zelda yang berada diantara pagar dan sedang berbicara dengan pak Sopian.
"Permisi, mbak mau cari siapa?"
__ADS_1
"Lelaki dalam mobil itu pak, bisa tolong bilang padanya untuk menemui saya karena dia harus bertanggung jawab!"
"Mau apa kemari?"ucap Yugo yang membuat Zelda dan pak Sopian menoleh ke arah sumber suara.
Pak Sopian yang menerima kunci mobil dari Yugo paham jika sang majikan memintanya untuk memarkirkan mobil ke garasi agar dia tidak terlibat percakapan majikan dengan wanita cantik tersebut.
"Mana dia? Bilang padanya aku datang."
"Siapa yang kamu maksud?"
"Bukan urusanmu, aku mencari dia."
"Urusanmu adalah urusanku juga. Ada perlu apa kamu mencarinya? Pertanggungjawaban apa yang kamu minta darinya?"
"Sejak kapan urusanku jadi urusanmu?"
"Sejak aku memberikan cincin itu untuk mu."
"Memangnya apa hubungan kita sampai kamu memberiku cincin." ucap Zelda yang pura-pura tidak ingat.
"Aku berjanji untuk menikahi mu dan -"
"Bapak Yugo Arthadinata, saya sedang tidak berurusan dengan bapak, yang saya cari saat ini adalah seorang lelaki dengan plat no B 500NY, dan saya tahu alamat rumahnya disini. Jadi bapak gak usah GR mengira saya datang kesini mencari -"
Seketika tubuh Zelda terhuyung ke depan, sehingga membuat Yugo harus memapah lalu menggendonya. Pak Sopian yang baru saja muncul dari dalam kaget melihat wanita yang tadi vokal berbicara kini sedang lemas dipapah oleh majikannya.
"Saya bantu ya Den."
"Tolong masukkan motornya ke dalam pak." perintah Yugo dengan sopan.
Yugo menggendong Zelda layaknya seorang pengantin baru, apa yang dilakukan Yugo membuat para pekerja di rumahnya terheran karena baru ini ia melihat anak majikannya datang membawa wanita ke rumah meskipun dulu pernah memiliki tunangan. Dan setelah berita kematiannya, kini majikannya datang ke rumah sambil menggendong seorang wanita.
***
Di dalam kamar berukuran besar dan luas, diatas sebuah tempat tidur berukuran 200x180 cm Yugo meletakan Zelda dengan hati-hati, sebisa mungkin ia tidak menyentuh apapun, meski saat itu ia dan Zelda pernah melakukan sebuah ciuman tak sengaja, rasa berdosa menghinggapi dirinya tapi dia tak menampik jika wanita dihadapannya ini benar-benar wanita istimewa.
Yugo diam memandangi wajah Zelda, sebuah wajah cantik tanpa polesan, kulitnya yang terlihat lebih eksotis dari sebelumnya membuat dirinya bersalah karena harus meninggalkan Zelda berjuang sendiri mengelola usaha lobster peninggalan pak Imam.
Pak Imam ... Aku minta maaf aku telah menyakitinya dan membuat dirinya susah.
Bukan aku tak mencintainya tapi saat itu ingatanku kembali, aku sendiri bingung siapa diriku saat itu.
Sebuah nama indah yang engkau berikan padaku membuatku benar-benar merasa memiliki sosok seorang ayah lagi.
Aku tak percaya bahwa perjalanan kita saat itu adalah perjalanan terakhirku mengantarmu ke kehidupan yang kekal.
Disaat ingatanku kembali aku yang berusaha menata memori lama ku, dan selama itu jujur diriku selalu dibuat rindu oleh wajah wanita ini.
Tersiksa rasanya tapi aku adalah seorang anak yatim piatu yang berusaha mengembalikan nama baik perusahaan ayahku agar kembali berjaya seperti sedia kala.
Maafkan aku pak, yang tidak dapat menjaga Zelda dengan baik.
Aku berjanji setelah semuanya teratur aku akan segera menikahinya.
__ADS_1
Lamunan Yugo terhempas sesaat mendengar sebuah panggilan dari ponselnya berbunyi.
Dokter Strange : "Kenapa menelponku?" tanya Henri dari seberang telepon.
Yugo : "Aku menggunakan jam tangan bius mu dan ternyata bekerja."
Dokter Strage : "Pada siapa kau melakukannya?"
Yugo : "Calon ibu anak-anaku."
Dokter Strange : "Gila lu, bukannya dia membencimu."
Yugo : "Benci adalah kepanjangan dari benar-benar cinta, iya kan?"
Dokter Strange : " Ya ya ya..., obat bius itu bertahan sampai besok pagi." ucapnya lalu menutup telepon.
Setelah bertelepon dengan sahabatnya kini Yugo kembali memandangi Zelda yang terlihat tertidur pulas.
Maafkan aku harus membius mu,
Istirahat lah disini karena aku ingin kita berbicara baik-baik dan apa masalahmu dengan Sonny, jika memang dia melakukan hal menjijikkan padamu maka aku yang akan menanggung mu bukan dia.
***
Pagi telah tiba, Yugo yang penasaran dengan kamar yang berada disamping, sebuah kamar tempat Zelda berbaring.
Diketuknya pintu kamar tersebut namun tak ada suara sahutan dari dalam kamar, tanpa rasa curiga Yugo segera masuk kamar dan ia melihat tempat tidur sudah kosong, namun sesaat ketika Yugo membalikkan bada tiba-tiba ia merasakan sebuah tinjuan dari sebuah tangan mungil namun terasa menyakitkan.
"Mengapa kamu menyekap ku disini? Apa aku salah meminta pertanggung jawaban kepada keluargamu sampai kamu memperlakukan aku seperti ini!" ucap Zelda emosi yang kesal dengan kelakuan Yugo.
Mendengar sebuah keributan di dalam kamar membuat beberapa pegawai tampak berdatangan termasuk Sonny yang baru saja tiba.
"Kakak, kamu tak apa?" tanya Sonny yang tiba-tiba muncul dari luar kamar sambil mengelap hidung Yugo yang berdarah karena ulah Zelda.
"Oh jadi kalian berdua saudara! Pantas saja lelaki ini melindungi mu sampai dia menyekap aku disini." ucap Zelda emosi.
"Kamu?? Aku tahu aku salah, tapi aku pasti akan bertanggung jawab. Coba kamu cek ponselmu, berulang kali aku menghubungi mu namun tidak bisa. Aku akan bertanggung jawab dengan memberikanmu motor baru." ucap Sonny enteng.
"Aku tidak mau motor baru! Kamu perbaiki dulu motorku sampai seperti sebelum kamu menabraknya! Setelah kamu perbaiki jual motor itu, untuk membeli motor baru atau tidak itu urusanku bukan urusanmu. Belajarlah bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu perbuat jangan asal punya uang kamu seenaknya berucap. Ingat, tidak semua bisa dibeli dengan uang dan asal kamu tahu aku membeli motor ini dari hasil keringatku sendiri."
Mendengar ucapan Zelda membuat Yugo paham ternyata dirinya salah paham, ia mengira jika Zelda meminta pertanggung jawaban untuk dinikahi oleh Sonny.
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya. Like dan comment.
Terimakasih..❤️❤️
__ADS_1