
Saat ini keduanya telah berada di restauran untuk menikmati sarapan pagi yang disediakan oleh pihak hotel, Zelda begitu menikmati makanannya, ia begitu lahap menghabiskan makanan yang ada di piringnya dengan cepat dan tanpa tersisa. Berbeda dengan Yugo yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya yang berulang kali berdering.
"Siapa?" tanya Zelda sambil sedang menikmati hidangan penutup.
"Henri." bohong Yugo, ia tak ingin Zelda tahu siapa yang sedang menelpon dirinya karena takut Zelda akan cemburu.
"Kenapa tidak diangkat? Mungkin penting."
"Nanti saja, aku tidak ingin dia menganggu kita."
Jengkel dengan ponselnya yang kerap berdering ia memutuskan untuk mematikan ponselnya.
"Aku sudah selesai, mari kita pulang." ajak Zelda kepada suaminya yang sedari tadi sabar menunggu.
Sebuah mobil Rolls-Royce Phantom berwarna biru metalik sedang menunggu mereka di depan lobby, terlihat seorang lelaki tinggi besar dengan badan berotot turun dari kursi kemudinya, dia adalah Vincent.
Segera ia menghampiri Yugo yang sedang menarik koper yang dibawanya.
"Bos, gimana lancar?" goda Vincent kepada Yugo.
"Tebak saja raut wajahku bagaiamana."
"Sepertinya sampai lemas ya bos."
"Bukan hanya lemas tapi sampai -, aduh!" teriak Yugo pelan sambil tersenyum lebar ke arah wajah sang istri, lalu mencoba mengelus bekas cubitan yang baru diberikan kepada nya.
"Bu bos, pak bos memang begini jika bicara, gak dikontrol. Maklum baru pertama kikuk kikuk." goda Vincent kepada Zelda.
"Ia dunk, karena keperjakaanku khusus untuk istri ku tercinta."
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Yugo yang berniat pamer kepada Vincent mulai menyandarkan kepalanya ke pundak sang istri.
Tahu jika Vincent sedang melihat melalui spion membuat Zelda tak nyaman.
"Jangan begini di tempat umum." ucap Zelda lirih.
"Ini bukan tempat umum, ini mobil ku." bela Yugo.
"Iya, tapi ada yang melihat kita." ujar Zelda.
"Biarkan saja, biar dia segera menikah. Biar tahu betapa indah dan nikmatnya orang menikah." jelas Yugo sambil melempar senyum nakal ke arah Vincent lewat spion.
"Aku belum menemukan wanita yang tepat bos, setidaknya dia wanita yang tangguh." celetuk Vincent.
"Wanita tangguh? Apa kamu tahu definisi tangguh?" tanya Zelda yang menanggapi celetukan Vincent.
"Dia harus kuat dalam segala hal dan tidak cengeng."
"Kuat dalam segala hal? Sebenarnya kamu cari istri atau cari tipe kendaraan?" ledek Zelda.
"Bukan begitu bu Boss, maksudnya saya suka wanita mandiri dan tidak cengeng."
"Kalau gitu good luck ya, aku yakin pasti kamu akan mendapatkannya." ujar Yugo datar, ia sengaja berucap demikian agar Vincent tak mengajaknya bicara, karena ia ingin bercengkrama mesra dengan sang istri.
__ADS_1
Niat Yugo untuk bercengkrama dengan Zelda gagal karena Zelda tertidur.
"Bu Bos lelah, berapa ronde memang nya bos?"
Yugo yang melihat istrinya sedang tertidur dengan sengaja tidak menjawab pertanyaan dari Vincent, ia lebih memilih bersandar di kursi sambil memandangi wajah istrinya yang mempesona hingga tanpa sadar ia tertidur.
Vincent yang melihat dari kaca spion merasa gemas dengan kedua pasangan suami istri yang baru saja menikah tersebut. Dirinya tersenyum lebar sambil menyalakan musik untuk memecah kesepian.
Sudah hampir satu jam mereka dalam perjalanan dan kini telah tiba di depan mansion. Sesampainya disana beberapa sekuriti mulai membuka kan pagar saat terdengar suara klakson.
Tin ...Tin ...
Mendengar suara tersebut Yugo mulai membuka matanya, ia melihat wajah Zelda yang masih tertidur pulas,
Sepertinya dia lelah karena pertempuran semalam..
Dia benar-benar menggemaskan, love you istriku ...
"Bos, ayo turun!" ajak Vincent kepada Yugo.
"Aku menyusul."
"Apa semua pasangan baru begitu ya? Bahkan saat pasangan tidur pun dilihatin terus." gumam Vincent lirih sambil menurunkan koper.
"Wajar lah, namanya juga pengantin baru," imbuh Yoyok yang sedang mendekati Vincent untuk membantu membawakan koper yang diambil di bagasi mobil.
"Ei pak Yoyok."
"Yang kamu maksud tuan dan nyonya?"
"Tergantung pasangannya. Kalau kamu mau tahu buruan nikah, jangan jadi jomblo abadi, masa kamu kalah sama saya, pas-pasan begini istri saya tiga."
Vincent kaget tak percaya, dirinya yang lebih tampan dari pak Yoyok justru tak satupun wanita yang ia punya. Dirinya berfikir apa yang salah padanya kenapa ia bisa kalah dengan sekuriti baru tersebut.
Sambil berjalan memasuki rumah ia masih memikirkan tentang dirinya tanpa dia sadari ada beberapa maid yang sudah berdiri menyapanya.
"Mana pak boss dan istri?" tanya salah satu maid.
Pertanyaan seorang maid tersebut tidak dijawab oleh Vincent karena ia masih heran dengan pesona pak Yoyok.
"Pak ... pak Vincent! Dimana tuan dan nyonya?" tanya seorang kepala maid yang mengulangi pertanyaan temannya dengan suara lebih keras.
"Oh sorry, saya gak konsen. Boss lagi begituan di dalam mobil." jawab Vincent asal lalu berlalu untuk menuju lift untuk menaruh koper ke kamar Yugo.
Para maid yang mendengar tak menyangka jika bosnya yang terlihat diam ternyata memiliki fantasi yang aneh yaitu bermesraan di dalam mobil.
Para maid yang sedang tersenyum membayangkan boss nya di dalam mobil terkejut dengan kemunculan Yugo yang menggendong Zelda ala bridal style sambil tersenyum ke arah mereka lalu menuju ke lift untuk masuk ke dalam kamarnya.
***
Tak terasa waktu sore pun tiba, sebuah suara alarm pada sebuah ponsel berbunyi, mendengar itu Zelda mencoba meraih ponselnya, dirinya lupa jika saat ini ia tidak berada di apartemennya melainkan berada di sebuah mansion bukan di apartemennya.
"Kenapa nakas nya terasa berubah? Bahkan wangi parfum bedcover ku juga berubah." tanya Zelda dalam hati, kemudian beberapa saat ia mulai membuka sebelah matanya dan dilihat sebuah kamar yang begitu luas dengan sebuah gambar pigura.
__ADS_1
Bukannya wanita itu aku?
Oh my God, aku sudah menikah.
Mengingat itu ia segera tersentak kaget lalu membuka matanya.
Saat matanya membuka ia mencoba berdiri menuju ke balkon dengan kondisi pintu yang terbuka.
Dirinya melihat Yugo yang sedang berbicara lirih sambil tersenyum ke arahnya, lalu beberapa saat kemudian Yugo menghampirinya.
"Sudah bangun?"
"Kenapa kamu tak membangunkan ku?"
"Aku tahu kamu masih lelah dan kesakitan karena ulah ku semalam."
Zelda menanggapinya dengan tersenyum.
"Kenapa tersenyum? Apa sudah tidak sakit? Jika tidak, aku akan melanjutkannya nanti."
Mendengar itu Zelda membelalakkan matanya sambil mengeratkan kedua bibirnya lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Yugo yang masih duduk di balkon.
Gemas dengan tingkah sang istri, Yugo menyusul Zelda yang berlari masuk ke dalam, namun langkahnya terhenti saat ponselnya berdering hingga membuat Yugo tak jadi masuk dan kembali keluar menuju ke balkon.
Zelda yang merasa jika Yugo hendak menghampiri dirinya namun setelah ditunggu cukup lama tak kunjung menghampirinya, ia pun bangun lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Cukup lama berada di dalam kamar mandi, kini ia keluar lengkap dengan mengenakan baju. Selesai mandi ia segera memoles tipis wajahnya dengan lipstick berwarna merah muda sesuai dengan warna bibirnya.
"Betapa cantiknya istriku, jangan keluar dulu tunggu aku ya," puji Yugo yang tiba-tiba masuk.
"Tunggu kemana?"
"Kebawah, sebentar lagi kita makan malam. Aku mau mandi dulu. Kenapa? Apa kamu mau ikut masuk?"
"**-idak, aku tunggu disini saja." ucap Zelda terbata.
Yugo masuk ke dalam kamar mandi, baru beberapa saat ia masuk, Zelda melihat ponsel milik suaminya menyala seperti dibuat model senyap.
Zelda berusaha mendekati ponsel milik suaminya, dalam layar tersebut tidak terdapat nama dari si penelpon. Zelda yang hendak mengangkat panggilan telepon tersebut tiba-tiba dari belakang Yugo menyahut ponsel miliknya.
"Jangan diangkat!" bentak Yugo cukup keras, hingga membuat Zelda kaget.
.
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya. Like dan comment.
__ADS_1
Terimakasih..❤️❤️