Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 7. KEMBALINYA INGATAN YUGO.


__ADS_3

"Henri!" sapa Hugo yang terbaring dengan suara yang masih terdengar lemah.


"Bagaiamana dia tahu nama ku?


Oh ... mungkin dari nama yang tertera di jas putih ku." pikir Henri sambil diam dan mencoba tersenyum disamping pasien yang baru saja mengusir wanita cantik yang mengaku sebagai tunangannya.


"Henri ... Apa kamu tidak mengenaliku?" tanya Hugo lagi.


Mendengar suara dan sorot mata pasien nya ia menjadi teringat akan mata sebuah mata yang pernah menolongnya dulu saat dirinya hampir nyaris bunuh diri karena pernah terlilit sebuah hutang akibat ulah ayah tirinya.


"Yugo??" tanya Henri dengan suara tak percaya.


Yugo mengangguk, "Henri, tolong beri aku minum." pinta Yugo kepada sahabatnya itu.


Henri segera mengambilkan air mineral dan membantu Yugo duduk.


Saat sedang memberikan minum kepada Yugo tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok!


Tok!


"Dokter ada di dalam?" tanya Aisyah heran.


"Iya, ada apa Sus?" tanya Henri balik.


Aisyah kaget saat melihat pasien yang setiap pagi dia temani sekarang sudah bisa duduk sambil bersandar.


"Ada apa Sus? Apa ada yang ingin di cek?"


"T-tidak dok," ucapnya dengan gembira. "Kalau begitu saya keluar dulu, saya kira pasien sendirian." lanjutnya


Saat Aisyah hendak keluar dan memberitahu kabar baik ini kepada anaknya tiba-tiba Yugo mencegah, "Tunggu! Apa suster yang setiap pagi menemani saya?"


"Iya,"


"Apa hubungan suster dengan wanita yang selalu menemani ku setiap malam? Apa Suster mengenalnya?"


"Iya, dia anakku yang telah lama hilang, dan kami bertemu setelah peristiwa kecelakaan itu dimana anda, anak dan suami saya berada dalam satu mobil. Kalian bertiga dibawa ke rumah sakit. anda terbaring selama beberapa bulan di ruang ICU, suamiku yang meninggal di TKP dan anakku yang hanya mengalami luka ringan." jelas suster Aisyah.


"Berada dalam satu mobil? artinya aku mengenal wanita tadi." tanya Yugo lirih.


"Ya, nak Hugo. Dia calon istrimu." ucap Aisyah dengan bangga.


Mendengar nama Hugo disebut membuat dirinya kembali bertanya, " Siapa Hugo? Namaku Yugo bukan Hugo. Bahkan wanita tadi juga memanggil ku dengan nama yang sama yaitu Hugo."


Suster Aisyah mulai paham apa yang sebenarnya terjadi, dia melihat Henri. Terlihat bahwa dokter memberi kedipan mata yang artinya ada yang harus dibicarakan antara dia dan dokter mengenai kondisi Hugo atau Yugo.

__ADS_1


"Saya pamit dulu, saya harus mengecek pasien lainnya dulu."


***


Aisyah berjalan sambil berfikir ada apa sebenarnya dengan calon suami anaknya itu. Dirinya berusaha menghubungi anaknya namun tak juga diangkat oleh Zelda.


Aku harus memberitahu Zelda, dia harus tahu kondisi calon suaminya yang sesungguhnya.


.


Pulang dari bekerja Aisyah berniat untuk mendatangi rumah Zelda. Perjalanan di malam hari membuatnya sedikit takut namun ia berusaha melawan rasa takut dan traumanya.


Demi Zelda, aku akan melawan rasa takutku.


Tak terasa kini ia berada disebuah rumah yang sederhana dan terlihat sangat sepi.


Apa Zelda membaca pesanku?


Semoga saja dia ada dirumah.


Beberapa saat kemudian keluar seorang wanita dengan wajah ditekuk namun tetap terlihat cantik.


Itu Zelda.


"Zelda?" panggil Aisyah kepada anaknya.


"Ibu? Aku senang ibu datang. Masuk Bu, ku kira ibu tidak jadi datang karena sudah larut."


"Rumah ini sepertinya baru saja dibangun oleh ayah dan mas Hugo setahun yang lalu saat aku masih kuliah. Ini hasil kerja mereka berdua."


"Benarkah? Artinya almarhum ayah mengenal calon suami mu?"


"Iya."


"Kenapa kamu terlihat lemas seperti ini?"


"Sepertinya aku tidak dapat memenuhi keinginan ayah untuk menjadikan dia sebagai menantunya."


"Jadi kamu sudah mengetahui keadaan Hugo?" "Tidak Zelda. Ini semua hanya masalah waktu lambat laun dia akan mengingatmu." lanjut ibu memberikan keyakinan pada anaknya.


Zelda membalasnya dengan menganggukkan kepalanya."Tidak ibu bukan perkara waktu, a--aku takut saat melihat tatapannya. Dia seakan membenciku." jelas Zelda.


"Jadi kamu menyerah?"


"Sepertinya itu lebih baik. Lagipula aku tidak tahu sebelum namanya menjadi Hugo, apakah dia pria single atau bukan."


"Apa kamu mencintainya?" tanya Aisyah,ibunya.

__ADS_1


"Entah Bu, aku belum pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya. Dan apa yang aku rasakan sekarang, aku tidak tahu." ucap Zelda sambil mengusap air matanya.


Aisyah yang melihat anaknya rapuh mulai memeluknya dan mengelus punggungnya.


"Ibu mengerti perasaan mu, nak. Ibu membantumu agar Hugo mengenalimu."


"Jangan Bu, jangan paksa dia untuk mengingat semuanya. Aku tak ingin dia merasakan sakit, biarkan dia sembuh dengan caranya sendiri tanpa kita memaksanya untuk mengingat semua kenangan dia disini."


Aisyah tertegun mendengar ucapan putrinya, dia tak menyangka kini putri kecilnya telah berubah menjadi seorang gadis yang tegar.


***


Tak terasa sudah hampir satu bulan Yugo meninggalkan rumah sakit, dengan bantuan Henri, pelan-pelan Yugo berusaha mengingat semuanya.


"Henri, apa aku keterlaluan?" tanya Yugo.


"Keterlaluan akan apa?" tanya Henri balik.


"Sepertinya aku keterlaluan dengan gadis kemarin."


"Gadis yang mana?"


"Gadis yang selalu menungguku setiap malam."


"Kamu masih mengingat nya?" tanya Henri dengan senyum seperti menggoda.


"Ya, bahkan aku merasa bersalah telah membentak dan menatapnya dengan tajam." jelas Yugo.


"Kenapa saat itu kamu membentak dan menatapnya?"


"Karena dia memanggilku Hugo bukan Yugo. Kamu tahu satu-satunya peninggalan ayah dan bunda selain mewariskan perusahaan yang hampir gulung tikar adalah nama ini." ucapnya sambil terkekeh.


"Aku salut padamu, sebuah perusahaan yang hampir gulung tikar kamu bisa membangkitkan nya bahkan sekarang nama AIM-GOOD, memiliki nama yang besar."


"Benarkah? Aku melakukan itu?"


"Ya, kamu hebat. Kamu harus sering melakukan beberapa terapi untuk mengembalikan semua ingatanmu."


Setelah kamu mengingat semuanya maka aku akan membantumu untuk mengembalikan semua ketempat nya termasuk berita kematianmu yang ternyata fiktif.


.


.


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2