Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 22. DOSA TERINDAH.


__ADS_3

"Apa kamu masih tetap ingin menangis?" tanya Yugo menggoda wanita cantik di hadapannya.


Zelda tahu jika pria didepannya itu sedang menggoda dirinya, tak ingin terlihat salah tingkah Zelda memilih berdiri dan kembali masuk ke unitnya.


Mengetahui jika perempuan yang dicintainya hendak masuk segera Yugo berdiri dan mendekap tubuh Zelda dari belakang. Entah apa yang membuat Yugo berani melakukan itu padahal dirinya tahu jika itu berdosa.


"Maafkan aku yang memeluk tubuhmu tanpa izin, namun izinkan aku sebentar saja untuk bersandar walau hanya sekejap." ucap Yugo lirih.


Zelda yang baru pertama kali di dekap oleh seorang pria membuat hatinya berdegup kencang tak karuan, sebuah rasa tak biasa bagaikan tersengat aliran listrik yang mengenai darah dalam tubuhnya.


YaAllah aku tahu ini berdosa, tapi mengapa aku begitu menikmati dosa ini?


Pelukan ini benar-benar membuatku nyaman.


Aku tak bisa memungkiri perasaan ini bahwa aku benar-benar jatuh cinta kepada pria ini.


Aku mohon jodohkan aku dengan pria ini karena dia adalah lelaki pertama yang menyentuh ku.


Seketika air mata Zelda kembali menetes hingga membasahi tangan Yugo,


"Kamu masih menangis?" tanya Yugo yang masih memeluk dengan pelukan erat.


"Apa kamu melakukannya kepada semua wanita?" tanya Zelda yang memilih pertanyaan lain ketimbang menjawab pertanyaan Yugo. Dirinya sengaja berucap demikian agar rasa bahagia yang sedang ia rasakan tidak bisa ditebak Yugo.


Tak percaya dengan sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut Zelda membuat dirinya mengernyitkan dahinya diikuti dengan raut wajah Yugo yang tiba-tiba berubah, "maksudnya? Apa kamu menuduh ku melakukan begini kepada semua wanita?"


"Aku hanya bertanya, karena melihat caramu memeluk sepertinya kamu begitu ahli."


"Ahli?" tanya Yugo tak percaya sambil memutar tubuh Zelda yang kini tubuh mereka saling berhadapan. Kini kedua netra mereka saling bertatapan, degupan hati Zelda yang masih terasa kini semakin kencang.


"A--apa maumu!" tanya Zelda tergagap karena ditatap Yugo dengan tajam.


"Jangan menilaiku seperti itu, aku hanya melakukan ini kepadamu, termasuk sebuah ciuman diatas pantai yang pernah kita lakukan waktu itu. Apa kamu masih mengingatnya?"


Seketika wajah Zelda berubah menjadi merah, ia tahu jika saat ini wajahnya telah berubah warna karena kata-kata pria yang sedang menatapnya mesra.


"Apa kamu tidak percaya dengan pilihan ayah," ucap Yugo tiba-tiba yang mengingatkan Zelda tentang keinginan ayahnya yang menjodohkan dirinya dengan Yugo.


"Ayahku memang tidak pernah salah memilihkan calon imam untuk anaknya, tetapi ayahku tidak pernah tahu jika ternyata calon imam putrinya sudah bertunangan dengan wanita lain sebelumnya." ucap Zelda lepas, sebuah pertanyaan yang menganggu pikirannya sedari siang sesat setelah pertemuannya dengan Yugo akhirnya ia keluarkan.


Paham dengan apa yang diucapkan wanitanya segera Yugo melepas pelukannya lalu menggandeng paksa Zelda untuk masuk ke tempat Pika.

__ADS_1


"Apa kalian berdua sudah selesai?" tanya Yugo kepada dua insan yang masih saling bercumbu.


"Iya sudah," ucap Pika yang melepas paksa pagutan ciumannya dengan Henri sambil mengusap bibirnya yang basah, dengan malu-malu Pika mengesampingkan rambutnya yang menempel di pipinya.


Henri yang sedang merasakan kenikmatan merasa tak siap saat Pika tiba-tiba melepas ciuman mesra mereka, rasa ingin kembali mengulang masih terlintas di benaknya namun ia berusaha menahan hasratnya dengan menghela nafas panjang dan memilih ajakan Pika untuk masuk ke unitnya.


"Ayo masuk," ajak Pika kepada ketiganya.


"Kalian berdua saling kenal?" tanya Pika sambil mengambilkan cemilan dan minuman dalam lemari pendingin.


"Ya, dia adalah calon istriku," jawab Yugo asal.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Pika heran.


"Tidak,"


"Bukan kamu, tapi aku bertanya ini pada Zelda? Apa kamu yakin dengan lelaki ini?" tanya Pika lagi.


"Maksud-?"


"Iya, dia memang calon suamiku, tapi saat namanya bukan Yugo." ujar Zelda yang menyela jawaban Yugo.


Yugo pun akhirnya menjelaskan dan menceritakan bagaimana dirinya bisa mengenal Zelda, termasuk cerita tentang malam sebelum kecelakaan terjadi, hingga dirinya yang memiliki nama Hugo.


"Sepertinya kalian benar -benar berjodoh, sebuah nama yang hampir mirip," celetuk Pika.


"Kenapa engkau hanya menceritakan kejadian itu?" tanya Zelda yang penasaran dengan penjelasan yang menurutnya perlu ia ketahui.


"Penjelasan yang mana lagi?"


"Masih banyak yang harus dijelaskan bukan hanya itu." ucap Zelda tegas.


Yugo tahu jika wanitanya ingin mengetahui penjelasan tentang tunangan nya dulu.


"Penjelasan ku sudah cukup, aku tak ingin menjelaskan sebuah penjelasan yang tidak penting." ucap Yugo tegas.


Mendengar itu Zelda hanya bisa diam, dan tidak memaksa.


Mungkin lebih baik aku diam dan tidak banyak bertanya tentang masa lalunya, dan sepertinya apa yang dia ucapkan ada benarnya bahwa itu bukan lah hal yang penting untuk dibahas.


Setelah Yugo bercerita, kini bergantian Pika yang menceritakan keadaanya yang menghilang setelah berita kematian Yugo.

__ADS_1


"Apa? Kenapa dia tega menuduhmu begitu?" emosi Henri mendengar cerita Pika yang difitnah oleh salah satu pegawai baru rekrutan Sonny.


"Kalian tahu bahwa aku bukan tipe yang suka cari ribut, jadi aku memilih untuk tinggal hampir dua tahun di sebuah desa, dan baru beberapa bulan ini aku memilih kembali ke ibukota hingga tinggal disini dan memiliki tetangga baru yaitu Zelda Azqila Putri, seorang MUA viral."


Mendengar kata MUA membuat Yugo berfikir bahwa apa yang dilakukan Zelda di dalam hotel adalah untuk merias Vian.


***


Dilain tempat, disebuah kamar hotel dengan ukuran yang begitu besar terlihat seorang wanita dengan perut yang hampir membuncit sedang tertidur pulas diatas dada seorang lelaki yang baru sah menjadi suaminya.


Sudah beberapa bulan ini dia dan lelaki itu tak tidur dengan mesra, padahal sebelumnya mereka sering melakukan hubungan intim meski belum berstatus suami istri.


Lama tidak merasakan kenyamanan dan kehangatan dari ayah sang jabang bayi membuat Vian semakin erat memeluk Sonny sambil tersenyum bahagia di atas dada bidang Sonny yang terbuka tanpa baju yang menutupi keseksiannya.


Tak hanya Vian yang merasakan kenyamanan namun Sonny juga, sebuah kehangatan yang lama tidak dia rasakan kini mulai kembali. Cukup lama mereka berdua saling berpelukan hingga terdengar sebuah ketukan keras dari arah pintu.


Tok ... Tok...!( Suara ketukan pintu berulang kali terdengar sangat keras.)


"Buka pintunya! Atau saya dobrak!" perintah seseorang dari balik pintu.


Mendengar suara ketukan yang begitu keras membuat keduanya membuka mata dan saling memandang.


"Kamu dengar suara itu?" tanya Sonny lembut kepada wanita yang kini menjadi istrinya.


"Ya, kenapa suaranya begitu keras?"


"Tunggu disini," ucap Sonny sambil turun dari tempat tidur dan pergi menuju kearah pintu, dengan keadaan separuh sadar Sonny membuka pintu kamar tersebut tanpa melihat dari lubang kecil siapa yang datang, dan saat pintu terbuka dirinya kaget tiba-tiba ada beberapa orang masuk dengan paksa.


"Siapa kalian!" teriak Sonny kaget karena beberapa orang tersebut tiba-tiba menendang kaki Sonny hingga membuat dirinya terduduk dengan posisi sujud ke lantai.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2