
Pagi sebelum kedatangan Sonny ke rumah Yugo, ia bermalam di apartemen wanita yang akan menjadi istrinya, namun sebelumnya saat siang hari dia memilih untuk bertemu Yongki setelah dirinya menuruti saran Yugo untuk pulang lebih cepat karena kondisinya yang terlihat tidak sehat.
"Tumben kemari siang hari? Ada apa? Apa terjadi masalah?" tanya Yugo lagi tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Kamu benar, dia masih hidup."
"Dimana kalian bertemu?"
"Pagi ini di kantor," ucap Sonny yang masih terlihat gemetar dan tak percaya.
Sampai saat ini Sonny masih merasakan gemetar karena kedatangan kakaknya yang sama sekali tidak ia duga. Seseorang yang dianggapnya telah meninggal ternyata muncul dihadapannya dengan kondisi sehat, bersih bahkan terlihat berseri. Dirinya tak menyangka jika pembunuhan yang ia dan Yongki rencanakan gagal. Mobil kesayangan kakaknya yang ia sabotase berhasil mengalami kecelakaan hebat sampai terbakar dan meledak bahkan jatuh hingga ke jurang dan dipastikan jika pengendara nya pasti meninggal.
Jenasah yang mereka kira telah meninggal karena ledakan dahsyat ternyata tidak. Mereka salah, tubuh Yugo utuh bahkan tak ada bekas luka sama sekali.
"Jadi dia selamat dari maut, tenang lah, jangan kamu terlihat panik seperti itu, jangan membuat dia curiga jika kita yang mencelakainya." ucap Yongki geram sambil menghisap rokok.
"Bagaimana jika ada bukti bahwa itu semua ulah kita?"
"Tidak akan, aku yakin tak ada seorangpun yang melihat kedatanganku saat masuk ke dalam mobilnya sebelum dia pergi."
"Kamu sendiri juga lihat kan semua para pembantu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing?"
Sonny membalasnya dengan mengangguk sambil mengingat malam sebelum kejadian. Saa itu ia tahu jika kakaknya akan pergi ke apartemen Vian untuk memberi kejutan, mengetahui jika Yugo akan keluar ia dan Yongki merencanakan membuat Yugo celaka dengan merusak pedal dan ban mobil dibuat agak kempes. Selesai melakukan itu ia pamit kepada sang kakak untuk kembali ke apartemen.
Ternyata Sonny hanya membual, dia tidak pulang ke apartemennya melainkan ke apartemen Vian, dia sengaja melakukan itu karena ia hafal dengan watak kakak nya yang tak mungkin menegur atau melabrak. Dirinya yakin Yugo akan menahan emosi jika melihat dirinya dan Vian bersetub*h, lalu pergi meninggalkan mereka berdua dan mengendarai mobil dengan emosi.
"Ternyata siasatku salah! F*ck! Kenapa dia selalu beruntung! Dia mendapatkan perusahaan dari ayah sedangkan aku! Aku hanya sebagai bawahannya. Apa bedanya ibuku dengan ibunya! Aku yakin ini karena wanita berpenyakitan itu yang menghasut ayah sehingga memberikan hampir semua warisan bahkan perusahaan kepada Yugo bukan aku!"
"Kamu sabar, pemenang selalu berada di akhir cerita." ucap Yongki menghibur Sonny.
Seketika Sonny diam, dia mencoba meresapi ucapan Yongki, apa yang diucapkan lelaki paruh baya itu ada benarnya.
***
Di lain tempat, di sebuah apartemen dengan pencahayaan yang terang terlihat seorang wanita dengan tubuh yang masih terlihat ramping namun bagian perut sudah mulai membuncit, diperkirakan usia kandungannya memasuki bulan ke tiga.
Dirinya sedang bersantai sambil menikmati segelas susu ibu hamil yang baru saja ia beli. Dia sengaja baru membeli susu ibu hamil setelah mendapatkan kelegaan, dimana anak dalam kandungannya tak lama lagi akan memiliki seorang ayah.
"Hai bayi di dalam perut, sebentar lagi kamu akan memiliki ayah. Aku baik kan mencarikan ayah untukmu. Tapi terimakasih mu tak cukup padaku, kamu harus berterimakasih juga kepada mantan tunangan ku." ucap Vian dengan penuh kemenangan diikuti gelak tawa yang menggelegar.
__ADS_1
"Sonny ... Sonny, aku tahu kalau kamu pura-pura tidak tahu jika aku sedang hamil makanya sikapmu akhir-akhir ini berubah.
Tapi aku benar-benar minta maaf, karena aku sendiri juga tidak tahu anak siapa ini." lanjutnya bergumam lirih sambil tertawa lirih diikuti tangannya yang sedang mengelus perutnya.
Vian yang sedang tertawa tak mendengar jika ada sebuah langkah kaki memasuki apartemennya.
"Suara tawamu begitu kencang tanpa beban." sindir Sonny yang baru saja memasuki ruangan pantry.
"Sayang ..." ucap Vian sambil menoleh kearah sumber suara.
"Wajahmu begitu riang, senyum di wajahmu sama sekali tak pudar!"
"Tentu aku senang, akhirnya kita akan menikah. Kakakmu sendiri yang merestui hubungan kita." sambil berucap Vian menyeruput susu yang tinggal beberapa tegukan habis. "Bukannya kamu juga merasakan hal yang sama?" lanjutnya sambil mendekati dan membelai pipi kemudian merenggangkan dasi Sonny.
"Jangan begini! Aku jijik melihatmu! Bayi itu bukan bayiku! Kamu melakukannya tidak hanya denganku! Banyak orang tahu jika kamu tidak hanya tidur denganku."
"Memang, tapi saat itu hanya kamu yang selalu melakukan tanpa pengaman!" ucapnya dengan emosi. Vian sendiri tak tahu mengapa mulutnya bisa lancar bicara demikian padahal dia sendiri tak ingat perihal Sonny yang tidak suka menggunakan pengaman.
Sonny diam, apa yang dikatakan Vian benar. Dirinya tak dapat mengelak, selama bercinta dengan wanita dihadapannya ini dia tak pernah menggunakan pengaman, dan kini ia tak menyangka kini benihnya tumbuh.
Vian yang tak sengaja berucap demikian segera menutup kedua mulutnya, dirinya tak menyangka jika lisannya akan berucap gamblang.
Ohhh aku rasa bayi di perutku ini yang telah memilih ayah biologisnya.
Pintar ...pintar ...
Gak rugi gue melihara ni anak diperut.
Vian tahu jika kekasihnya itu sedang merenung, dengan sebuah pakaian mahal namun terlihat lusuh Sonny masuk ke balkon yang ada di dekat dapur melewati Vian yang sedang berdiri tepat dihadapannya. Dia menyalakan dan menghisap rokok.
Vian datang dan menghampiri pacarnya itu sambil membawakan secangkir kopi hangat.
"Sonny, aku tahu kamu kaget, tapi kamu harus mengakui bahwa anak ini memang darah dagingmu." ucap Vian lembut sambil memijat pundak lelaki di hadapannya.
"Anggap lah kamu menang. Kamu berhasil membuat anak dalam perut mu itu menjadi anakku, tapi apa kamu tidak malu jika saat anak itu lahir mengetahui jika bapaknya adalah seorang pembunuh?"
"Maksudmu?"
"Jangan pura-pura bodoh! Aku tahu kamu sudah tahu semua rahasiaku."
__ADS_1
"Apa maksudmu? Yang aku tahu kamu hanya menyeludupkan dana perusahaan, dan aku tahu kamu menggunakan uang itu untuk berfoya-foya dan menyewa wanita. Tak hanya itu beberapa saham perusahaan AIM-GOOD telah kamu pindahkan ke rekening pribadi.
Ternyata dia tidak mengetahui semuanya, dia tidak tahu jika kecelakaan itu dipicu dari sabotase mobil yang ditumpangi Yugo karena ulah ku, dan dia tidak tahu jika jenasah yang terbaring di kuburan atas nama Yugo adalah jasad orang lain.
"Jika ada rahasia lagi yang belum aku tahu tentang mu, aku tak peduli, yang terpenting kamu mengakui dia adalah anakmu sudah cukup bagiku."
Vian yakin ucapan manisnya itu mampu membuat Sonny percaya bahwa anak di perutnya adalah benihnya. Ternyata perkataan Vian membuahkan hasil, Sonny percaya.
"Aku akan menikahi mu, asal kamu bisa membuat Yugo tidak memenjarakan ku."
"Caranya?"
"Kenapa kamu bertanya padaku! Pikirkan caranya!" teriak Sonny kencang sambil menghempaskan secangkir kopi yang baru ditaruh di atas meja.
Cangkir yang pecah dan air kopi yang tumpah membasahi lantai dan sebagian pecahan cangkir itu mengenai kaki Vian. Tetesan air mata tanpa sadar keluar dari ujung kedua mata Vian.
Sadar dengan tindakannya Sonny segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan badannya lalu memilih tidur. Vian berusaha tegar meski hatinya terasa perih melebihi rasa perih pada luka di kaki nya.
"Vian, lu harus kuat! Lu gak boleh nangis.
Lu harus bisa ngebuat Sonny jatuh cinta." ucap Vian lirih menyemangati dirinya sendiri.
***
Keesokan paginya Sonny segera pergi ke rumah kakaknya untuk memberitahu bahwa ia berniat menikahi Vian segera. Sesampainya di rumah ia mendengar keributan yang berasal dari kamar tamu dan suara teriakan yang diyakini adalah suara dari Yugo.
Sonny melihat Yugo dengan kondisi hidung berdarah, dalam hatinya tersenyum namun ia bertanya-tanya siapa yang melakukannya. Dirinya kaget tak percaya jika ada wanita di dalam kamar tersebut, seorang wanita cantik yang datang ke kantor menemuinya kemarin siang.
.
.
.
Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰
Mohon dukungannya. Like dan comment.
Terimakasih..❤️❤️
__ADS_1