Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 39. RITUAL MALAM PERTAMA.


__ADS_3

Acara pernikahan pun berlangsung dengan khidmat. Kejutan yang diberikan Yugo benar-benar membuat Zelda  semakin jatuh cinta kepada lelaki yang selama ini ia kagumi. Dirinya sampai saat ini masih tak percaya jika ia akan merasakan hari bahagia seperti ini. Kebahagiaan yang tak pernah dibayangkan menjadi sebuah kenyataan.


Setelah terdengar kalimat ijab yang diucapkan oleh pamannya yang tak lain adalah adik dari ayahnya lalu dilanjutkan dengan kalimat qobul yang keluar dari mulut Yugo membuat Zelda tanpa sadar meneteskan air mata. Suasana haru dan khidmat begitu terasa.


Kini keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Sang penghulu pun meminta Zelda untuk mencium tangan Yugo, dengan malu-malu Zelda memegang dan mengarahkan tangan suaminya itu ke bibirnya. Setelah mencium tangan suaminya Zelda pun mengangkat wajahnya dan dengan cepat Yugo mengarahkan wajah sang istri ke hadapannya dan sebuah ciuman mendarat tepat di bibir keduanya.


Semua yang menjadi saksi tertawa melihat kelakuan Yugo yang mencuri-curi waktu dengan mencium istrinya, sang penghulu yang melihat itu juga ikut tersenyum berbeda dengan Zelda yang reflek menepuk keras lengan Yugo.


Bukan tidak suka namun ia merasa malu karena banyak yang melihat termasuk Bunda dan juga Yoga yang ikut hadir menjadi saksi.


Melihat tatapan putrinya, Aisyah hanya tersenyum sehingga membuat Zelda tersipu malu.


***


Setelah acara ijab qobul berlangsung kini Zelda dan Yugo berada di depan berdiri menyambut tamu undangan yang memberi selamat kepada keduanya.


Dari jauh Aisyah memandangi putrinya dengan wajah haru bercampur bahagia. Ia yang berada dibalik rencana ini juga masih tak menyangka jika sang putri kini benar-benar sudah melepas masa lajang.


Sayang, aku sudah mengantarkan anak kita, Zelda ke pernikahan, dan lelaki yang bersanding dengannya adalah lelaki yang pernah kau tolong.


Pilihanmu ternyata tepat, sekarang beristirahat lah dengan tenang di surga. Doakan anak kita bahagia selalu dalam pernikahan nya.


Aku titip anak kita Hugo di surga dan aku akan selalu menjadi Zelda disini.


Tanpa Aisyah sadari ternyata Sonny memperhatikan dirinya.


"Ibu." sapa Sonny kepada Aisyah.


"I--iya," jawab Aisyah sambil mengusap air matanya.


"Apa ibu menangis?"


"Tidak." ucap Aisyah sambil mengusap air matanya.


"Menangislah Bu, itu adalah air mata bahagia."


"Iya, aku masih tidak menyangka seorang anak yang aku lahirkan dan timang-timang kini sudah berubah menjadi dewasa.


"Terimakasih ya Bu, dengan menikah nya kak Yugo dan Zelda kini aku memiliki seorang ibu lagi."


Aisyah mendengar itu tersenyum, sambil berkata," Ibu lagi?"


"Ya, sejak kecil aku selalu diacuhkan oleh ibu kandungku, dan yang merawatku adalah ibu Martha. Beliau menyayangiku seperti anaknya sendiri meski aku bukan anak kandungnya."


Jadi, lelaki ini adalah adik Yugo, dia yang sebenarnya tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Arthadinata, namun dengan tangan terbuka Martha rela untuk mencintai dan merawat Sonny.


"Iya, nak. Anggap lah aku sebagai ibumu."


***


Setelah acara pernikahan, siang harinya Zelda dan Yugo tidak langsung pulang ke sebuah mansion hadiah yang Yugo siapkan untuk sang istri, melainkan ia memilih untuk tinggal selama beberapa hari disebuah hotel tempatnya melangsungkan pernikahan.


"Apa kamu tahu apa yang harus kamu lakukan setelah ini?" tanya Pika kepada Zelda. Keduanya sedang berbincang di sebuah ruang spa.


"Mandi?"


"Setelah mandi?"


"Kembali ke kamar."


"Setelah itu?"


"Makan."


"Setelah makan?"


"Tidur."

__ADS_1


"Kenapa hidupmu begitu teratur, apa tidak ada hal lain selain itu? Kamu kan baru menikah." ucap Pika dengan sedikit kesal.


"Memangnya bagaimana jika setelah menikah?"


"Apa kamu pernah mendengar ML?"


"ML? Em .. El ..., sepertinya kalimat itu tidak asing."


"Making Love." Jawab Pika kesal.


"Ya, aku tahu. Aku hanya mengerjai mu, kak." ucap Zelda sambil tertawa melihat ekspresi Pika yang kesal.


"Apa kamu sudah menentukan posisi dan gaya yang tepat?"


"Pertanyaan apa lagi ini, aku tidak paham."


"Posisi dan gaya, masa kamu tidak tahu? Yang begitu." ucap Pika sambil memeragakan kedua tangannya.


"Aku gak ngerti kak, apa orang yang sudah atau belum menikah cara tidurnya berbeda?" tanya Zelda polos.


"Huh ..., terlalu sulit jika menjelaskan padamu. Buka saja internet sendiri." gerutu Pika.


Mendengar jawaban Pika yang terlihat jengkel kepada dirinya, Zelda tak ambil pusing. Ia mencoba menanyakan hal lainnya yang masih mengganjal di pikirannya.


"Kak, apa kamu tahu siapa yang membawa koperku?"


"Siapa lagi kalau bukan Bunda." Bohong Pika. Ia adalah salah satu orang dibalik keberhasilan rencana Yugo menikahi Zelda.


Hahahaha ..., dia tidak tahu ada sesuatu mengejutkan di dalam kopernya.


***


Malam harinya di sebuah kamar yang begitu luas terlihat dua orang manusia yang baru saja menikah. Sejujurnya mereka berdua tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, keduanya tampak sangat canggung.


Yugo memilih untuk sibuk dengan mengotak-atik ponselnya, bukan tanpa alasan ia memilih untuk mengecek email nya lewat ponsel, dirinya yang dalam beberapa Minggu ini disibukkan dengan urusan persiapan pernikahan. Sedangkan Zelda justru merasa kebingungan. Dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, sesaat setelah Spa ia kembali ke kamar dan melihat Yugo yang sudah berada di dalam kamar. Niatnya ingin berganti baju namun ia terkejut saat melihat isi di dalam koper.


Apa-apaan ini?


Bahkan pakaian dalam seakan sebuah pakaian kurang bahan.


Siapa sebenarnya yang memasukkan pakaian seperti ini kedalam koper?


Aku yakin ini bukan bunda, pasti orang lain.


Pakaian mana yang harus aku pilih?


Zelda yang bingung memilih baju akhirnya memilih untuk tetap menggunakan baju handuk yang masih melekat di tubuhnya tadi. Setelah bingung dengan pakaian yang dikenakan kini ia memilih untuk membuka ponselnya karena penasaran dengan ucapan Pika.


Memangnya gaya dan posisi apa sih jika akan ML?


Bukannya semua posisi orang berhubungan itu semua sama?


Paling rebahan, sudah begitu aja kan.


Zelda yang sedang membuka browser dibuat tersentak kaget saat mulai mengetikkan kata " posisi dan gaya setelah menikah"


Tanpa sadar ia menjerit sambil menutup bibirnya dengan kedua tangannya, "Tidak!!"


Yugo yang fokus dengan ponselnya kaget dan menghampiri Zelda sambil berkata. "Are you okay?"


Zelda merasa malu dan tidak bisa berfikir jernih saat melihat Yugo yang mendekatinya dengan menggunakan baju handuk.


"Apa yang kamu lihat sampai kamu begini?" tanya Yugo sambil mengambil ponsel milik istrinya yang tergeletak disamping nya.


"OOO ... jadi lihat ini, apa kamu mau!?? goda Yugo sambil menatap wajah istrinya.


Melihat ekspresi Yugo yang menatap dirinya dengan tajam dan nakal membuat Zelda malu dan memilih kabur menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Yugo yang melihat itu tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Zelda.


Didalam kamar mandi Zelda bingung harus melakukan apa.


*Haduh kenapa ponselnya harus tertinggal disana.


Gara-gara ponsel itu pasti Yugo menganggap aku yang tidak-tidak.


Haduh bagaiamana ini?


Mau ditaruh dimana muka ku ini.


Aku malu.


Bagaiamana jika dia menganggap sudah mahir tentang begituan?


Tidak... tidak ..., aku harus memberitahu nya jika aku sama sekali tidak mengerti tentang posisi dan gaya saat ML*.


Saat dirinya masih di dalam kamar mandi dan memutuskan hendak keluar tiba-tiba terdengar suara ketukan.


Tok ...


.


Tok ...


"Sedang apa? Kenapa lama sekali?"


"Aku-aku sedang membersihkan make up ku."


"Apa masih tersisa? Sepertinya aku lihat sudah bersih. Apa perlu aku bantu?"


"Jangan!" jawab Zelda cepat.


"Kenapa? Apa kamu takut?"


"Ti--tidak, make up diwajahku masih ada. Sebentar lagi selesai." jawab Zelda sedikit berteriak.


*Haduh bagaiamana ini?


Keluar .. Masuk .. Keluar .. Masuk


Aku tunggu beberapa saat saja*.


Zelda memilih untuk tetap berada di dalam kamar mandi hingga ia dari kamar mandi terlihat sorot lampu dari luar tidak menyala.


Lampunya mati .. Yes ..., dia tidur. Saatnya aku keluar.


Pintu kamar mandi mulai terbuka, dan benar lampu di luar sudah mulai padam, ia pun memilih untuk berjalan dengan pelan dan mengendap-endap dalam cahaya yang tampak redup.


"Kenapa harus berjalan seperti itu?" tanya Yugo yang berada di belakang Zelda.


"Y--yugo? Aku kira kamu sudah tidur." ucap Zelda dengan terbata.


"Bagaiamana aku bisa tidur jika ritual malam pengantin belum dilakukan." bisik Yugo tepat ditelinga Zelda.


Mendengar itu Zelda mulai menelan ludahnya dan berusaha mengatur ritme nafasnya sedangkan Yugo memilih untuk berjalan menuju ke tempat tidur mendahului Zelda yang masih berdiam di dekat kamar mandi.


"Kemarilah! jangan berdiri saja. Cukup milik ku saja yang berdiri kamu jangan."


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya. Like dan comment.


Terimakasih..❤️❤️


__ADS_2