Remember Me, Dears

Remember Me, Dears
BAB 42. KESAL DAN KECEWA.


__ADS_3

Zelda yang mendapat bentakan dari sang suami gara-gara sebuah ponsel membuatnya tak habis pikir jika Yugo yang selama ini dikenal sebagai pribadi lembut berubah menjadi garang, mengingat itu dirinya jadi ingat beberapa tahun silam saat dia mengenal Yugo sebagai Hugo.


Ada apa? Apa benar ini sikapnya yang sesungguhnya?


Apa selama ini ia hanya pura-pura baik dan mengejar ku?


Tidak-tidak, aku tidak boleh berprasangka buruk, tapi kenapa ia sampai sekeras itu saat membentak ku!


Apa ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan bahkan terlihat raut wajahnya yang terlihat begitu marah.


Zelda mencoba bersikap biasa dan tenang meski hatinya terasa kecewa. Ia mencoba menenangkan pikirannya dan berfikir positif dengan merapikan tempat tidur dan membersihkan kamar.


Sudah hampir setengah jam ia mencoba membersihkan tempat tidur dan merapikannya. Ia mulai menaruh koper miliknya yang masih belum benah ke tempat wardrobe yang berada di dalam kamarnya yang begitu luas. Selesai beberes ia mencoba menoleh ke arah balkon tempat suaminya sedang bertelepon, dilihatnya wajah sang suami yang terlihat tegang namun sesekali bibirnya tersenyum.


Penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan namun Zelda memilih untuk berlalu dan meninggalkan kamar.


Saat ia keluar dari kamar ia melihat begitu luas bangunan rumah di lantai bawah, bahkan di sekeliling kamarnya tadi ia melihat beberapa kamar besar dengan daun pintu jati yang begitu kokoh.


Besar sekali rumah ini ..


Bagaiamana aku membersihkannya nanti?


Bahkan tangga rumah ini terbagi dua dengan model yang begitu estetik mirip dengan negeri dongeng.


"Malam nyonya? perkenalkan saya pegawai disini." sapa seorang maid yang usianya paruh baya.


"Malam," balas Zelda sambil tersenyum.


"Saya disini sebagai kepala bersih-bersih, saya dan 10 rekan lainnya bertugas membersihkan rumah, kebun, dapur, taman dan kolam. Jika nyonya membutuhkan saya panggil saya saja. Nama saya Alfa, dan rekan saya lainnya bernama Alfa 1 sampai Alfa 10." jelas Alfa.


"Apa benar itu nama kalian?" tanya Zelda heran.


"Nama itu hanya berlaku jika saat jam kerja namun saat diluar itu kami bisa memanggil nama asli kami." ucapnya sambil terkekeh.


"Kenapa begitu?"


Alfa hanya tersenyum tanpa menjelaskan alasannya dan bertanya pertanyaan lain. " Apa nyonya hendak makan malam?"


"Belum, saya belum lapar. Saya ingin ke dapur."


"Mari saya antar." ajak Alfa menuju ke sebuah lift yang berada tepat disamping kamarnya.


Zelda terheran dengan sebuah hunian yang baru saja ia tempati. Di dalam lift ia begitu tercengang.


"Bos Yugo beruntung memiliki istri secantik nyonya. Semoga diberikan momongan segera, kita semua yakin kelak anak tersebut akan cantik dan tampan seperti orangtuanya."


Zelda menanggapinya dengan tersenyum, tak ada yang tahu jika ia sedang kesal dengan suaminya.


"Nyonya silakan, ini adalah lantai satu dimana di lantai ini hanya ada dapur, taman, kolam dan car port dan untuk lantai dua terdiri dari kamar bos-nyonya dan dua kamar kosong yang nantinya untuk anak-anak."


Mendengar penjelasan itu Zelda yang tadi kesal dengan Yugo kini menjadi lunak, ia tak menyangka jika suaminya sudah mempersiapkannya dengan matang.


"Lalu kamar kalian dimana?"


"Kita berada di gedung sebelah, disana adalah tempat tinggal khusus para maid. Bos Yugo telah memperkerjakan kami selama tiga bulan sebelum pernikahan nyonya-bos berlangsung.


Kalau begitu saya tinggal dulu," pamit Alfa kepada Zelda.


Zelda keluar dari lift menuju ke dapur, dari dekat ia mencium bau harum yang menusuk ke hidung nya.


"Hai, malam." sapa Zelda kepada seorang yang sedang menggunakan topi koki dan apron.


"Maaf, nyonya sudah lapar ya sampai harus ke dapur?"


"Tidak, aku kemari karena bau harum ini, aku suka."


"Benar? Kalau begitu tunggu di meja makan aku akan segera menyelesaikannya."


"Tidak, aku tidak ingin duduk. Aku ingin mengetahui racikan bumbunya."


Zelda yang sedang asyik melihat cara masak koki tidak sempat bertanya siapa nama si koki, bahkan langkah kaki yang menghampiri mereka tidak terdengar oleh keduanya.


"Beta, pak bos mana?" tanya salah satu maid dengan pakaian seragam keamanan.


Beta yang ditanya tidak menjawab karena ia terlalu sibuk memberikan pengarahan masak kepada Zelda.


"Beta!! Pak boss mama?" tanyanya lagi dengan suara lebih keras.


Zelda yang mendengar suara teriakan itu menoleh ke arah lelaki yang berseragam keamanan tersebut.


"Maaf ada apa ya pak?" tanya Zelda lembut.


"Maaf, saya kira bukan Bu boss."


"Ada apa bapak teriak-teriak?"


"Anu Bu, eh anu Nyonya, anu -"


"Ya, anu apa? Anunya kenapa?"


"Anu Nyonya ada tamu cari pak boss."


"Yasudah sama saya saja, mas Yugo sedang sibuk di atas."


"Jangan Bu ei jangan Nyonya!"


"Kenapa?"


"Dia sedang marah-marah."

__ADS_1


"Kalau gitu aku saja yang menemuinya, mas Yugo sedang tidak bisa diganggu." ucap Zelda kepada lelaki yang dilihat bed namanya adalah Gama. "Saya tinggal dulu, lanjutkan saja memasaknya, pak." perintah Zelda kepada koki.


Saat langkah Zelda menuju depan, hati pak Yoyok merasa tak karuan, ia takut jika wanita tersebut akan semakin marah saat melihat seorang wanita cantik yang tak lain adalah istri bosnya.


"Pak Gama, mana tamu yang teriak -teriak tadi?"


"Ada di depan gerbang Nyonya, saya tidak berani memberinya izin masuk."


Dari luar tampak seorang wanita dengan baju minim dengan riasan yang begitu menor, sedang berdiri di depan pagar yang sangat tinggi dan kokoh.


"Maaf ada perlu apa ya mbak?"


"Saya cari Yugo, mana dia! suruh dia keluar."


"Ada perlu apa mbak cari pak Yugo?" tanya Zelda dengan wajah tenang meski perasaan hatinya sempat berdebar kencang.


"Ini bukan urusan kamu, saya kesini cari Yugo bukan cari kamu."


"Tapi pak Yugo sedang tidak ada dirumah."


"Jangan bohong!"


"Apa untungnya saya bohong kepada mbak."


"Bilang padanya uang bulanan segera beri, jika tak ingin rahasia besar itu terbongkar!"


Bagai petir disiang hari, Zelda mendengar seorang wanita meminta uang bulanan kepada lelaki yang baru saja menikahinya.


"Oke saya sampaikan."


Lalu wanita tersebut segera masuk ke dalam mobil, tinggal Zelda dan Gama saja yang ada di pagar.


Zelda mencoba tetap tenang dihadapan sekuriti, ia sama sekali tidak menunjukkan sikap marah dan emosi.


"Siapa nama bapak?"


"Gama, Bu."


"Bukan, saya mau nama bapak sesungguhnya. Mulai hari ini kita akan jadi saudara pak."


"Tapi memang nama saya Gama, Bu."


"Jika kamu tidak mengatakan yang sesungguhnya maka aku memberitahu mas Yugo bahwa engkau tidak bisa mengusir wanita tadi."


"Jangan Bu, istri saya tiga, saya mau makan apa Bu. Tolong jangan beritahu pak boss."


"Kalau begitu siapa namamu?"


"Nama saya Yoyok, Bu."


"Oke, aku tidak akan beritahu mas Yugo tentang kedatangan wanita tadi."


"Oh, kalau begitu saya masuk dulu ya pak."


"Nyonya gak mau dengar penjelasan saya?"


"Tidak." ucap Zelda sambil senyum.


Melihat langkah istri bosnya yang semakin jauh membuat Yoyok heran, ia tak menyangka jika sikap istri boss nya ini begitu tenang dan seakan biasa saja.


***


Malam hari di rumah.


Saat Zelda masuk ke dalam ia sudah melihat sajian makanan tersaji di meja makan.


"Nyonya silakan makan, pak Yugo baru saja selesai makan." ucap Beta.


"Oh ya?" tanya Zelda dengan sedikit heran, ia tak menyangka Yugo akan makan sendirian tanpa menunggu dirinya.


Jujur saat ini selera makannya hilang ia tak menyangka baru hari pertama menikah ia sudah melihat sikap Yugo yang begitu menjengkelkan ditambah dengan kedatangan seorang wanita yang menagih uang bulanan kepada suaminya.


Selesai makan Zelda sengaja tidak langsung masuk ke kamar, ia berkeliling dan terakhir ia duduk di taman rumah yang menyatu dengan kolam renang.


Pikirannya yang sedang kacau ditambah rasa jengkelnya kepada Yugo membuat dirinya ingin menyendiri dan memenangkan pikirannya. Sambil memijat-memijat kepalanya dan menutup mata, Zelda mencoba mengingat semua memori saat ia masih mengenal Yugo sebagian Hugo.


Cukup lama berdiam diri di taman ia tak menyadari jika waktu sudah malam, bahkan beberapa para maid yang bertugas shift malam khawatir dan berniat meminta untuk masuk ke dalam mereka tak berani.


Salah satu maid yang sedang berada tak jauh dari Zelda duduk kaget saat melihat bosnya sedang berdiri di samping nya.


"Apa istriku sedang tidur?"


"Pak bos,,, Bu boss sedang bersantai."


"Oke, pergilah biarkan aku dan istriku disini." ucapnya lirih.


"Sayang .." sapa Yugo kepada istrinya?


Zelda mendengar suara yang sangat ia kenal, ia pura-pura tidak dengar dan memejamkan matanya, karena ia tak ingin berbicara kepada Yugo.


"Ya, tidur ..., padahal aku mau pamit, besok aku harus ke LA untuk melihat kosmetikku yang berkembang disana." gumam Yugo lirih sambil menggendong Zelda menuju ke dalam.


Selama dalam perjalanan menuju kamar Zelda rasanya ingin menangis namun ia tahan, pertanyaan besar tentang siapa wanita tadi dan sikap Yugo yang sebelum dan setelah menikah begitu berubah-ubah.


***


Pagi hari sebelum keberangkatan.


Zelda yang tahu jika suaminya hendak pergi mencoba menahan amarahnya, ia menyiapkan beberapa barang yang akan dibawa Yugo.

__ADS_1


"Mas, bagun!" ucap Zelda.


Tanpa banyak bicara dengan mata tertutup ia segera memeluk dan menarik sang istri untuk ditaruh tepat disampingnya. Kini Yugo telah berada diatas Zelda sambil mencium gemas wajah istrinya.


"Kenapa kamu begitu menggemaskan ...Mmuuachh ....Mmuuaachh." ucap Yugo sambil berulang kali mencium bibir istrinya.


"Em ..."


"Maafkan aku, kemarin aku membentak mu. Jika kamu marah dan tak suka kenapa tidak menegur ku?"


"Hem ..." ucap Zelda sambil menggelengkan kepala dan menutup mata.


"Aku tahu kamu marah, maaf ya sayang. Aku janji tidak akan membentak mu lagi. Maafkan aku ya."


Zelda pun mengangguk.


"Sekarang buka matamu! Ayo layani aku sayang, hari ini dan beberapa hari ke depan aku harus pergi."


"Mau kemana?" tanya Zelda yang pura-pura tidak dengar apa yang sedang dibicarakan suaminya.


"Aku harus ke LA selama beberapa hari untuk produk baru disana."


"Ya. Hati-hati ya." ucap Zelda datar.


"Kalau gitu, ayo!"


"Kemana?"


"Kamu lama sayang, ayo." Ajak Yugo yang sudah bersiap-siap untuk menerkam istrinya.


Zelda yang ingat pesan Aisyah bahwasannya meski dirinya sedang marah dengan suami namun jika sang suami meminta haknya maka sebagai seorang istri wajib hukumnya untuk melayani dengan ikhlas tanpa ada rasa amarah dan jengkel.


Mengingat itu ia pun mulai melayani Yugo hingga sang suami merasa puas dan lemas, dari raut wajah Yugo terlihat begitu sumringah sehingga membuat hati Zelda menghangat karena penyatuan yang telah mereka berdua lakukan secara berulang-ulang.


Selesai berhubungan seperti biasa Yugo selalu mengistirahatkan dirinya selama beberapa jam sambil bercengkrama dengan sang istri. Beberapa saat kemudian Yugo yang sudah segar kini berdiri untuk membersihkan diri.


Kini Yugo yang sudah bersih, dan rapi sudah bersiap menuju ke bandara diantar oleh Vincent yang telah menunggu nya dibawah.


"Sayang aku berangkat. Terimakasih ya, kamu semakin hot saat di ranjang." bisik Yugo kepada Zelda.


"Sama-sama, aku juga terima kasih."


***


Seminggu kemudian,


Zelda ternyata diam-diam telah mengumpulkan bukti siapa wanita yang beberapa minggu lalu datang mencari suaminya untuk meminta uang bulanan.


Seperti biasa ia mencari tahu wanita tersebut lewat kemampuan yang ia miliki dari ilmu yang diajari Yoga padanya.


"Besok adalah waktu yang tepat, aku akan mendatangi tempat wanita itu biasanya berkumpul." gumamnya.


Keesokan harinya,


Saat Zelda hendak bersiap pergi belanja bulanan tiba -tiba ponselnya berdering, terlihat sebuah nama yang sangat ia rindukan.


Bunda : "Selamat pagi, dengan ibu Zelda?"


Zelda : " Ya, ini siapa? Kemana Bunda saya?"


Bunda : "Kami dari rumah sakit Sehat Bersama, maaf selama beberapa hari kami mencoba menghubungi melalu telepon rumah sakit namun tidak diangkat, akhirnya kami mencoba menelpon Bu Zelda lewat ponsel Bu Aisyah."


Zelda : "Rumah sakit? Apa yang terjadi dengan bunda saya?" tanya Zelda panik.


Bunda : "Beliau ditemukan pingsan saat sedang berbelanja di supermarket beberapa hari yang lalu, dan beliau harus segera di operasi karena kangker otak."


Zelda : "Baik, saya akan segera kesana." ucap Zelda lalu segera mematikan ponselnya.


Setelah mendapat kabar demikian segera Zelda mengemudikan mobil. Pak Yoyok yang tahu jika mobil yang sedang keluar adalah mobil milik istri bos nya.


"Ada apa dengan Nyonya, kenapa ia tidak tampak seperti biasanya, wajahnya begitu tegang tak sesantai saat menghadapi wanita itu. Apa kali ini masalahnya serius?" tanya pak Yoyok kepada salah satu maid yang sedang membersihkan taman.


"Yang aku dengar tadi dia menyebut kata rumah sakit, mungkin sanak saudaranya ada yang sedang dirawat." jelas seseorang maid yang lain.


Ditempat lain, saat ini Zelda sedang berhenti di lampu merah, dari arah berlawanan ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal. Wanita itu tak lain adalah seorang wanita yang beberapa hari lalu datang.


Wanita itu?


Ckck, tapi aku harus segera bertemu bunda.


Yasudah, apa boleh buat. Orangtua ku hanya tinggal ibu, urusan wanita itu mudah.


Semoga Allah mempermudah ku untuk dapat bertemu dengan dia lagi.


Zelda memilih untuk melanjutkan laju mobilnya menuju rumah sakit, hanya butuh waktu setengah jam lagi untuk tiba dirumah sakit, dan saat ini ia telah berada di tempat parkir mobil lalu berjalan masuk menuju ke ruang administrasi untuk mencari tahu kamar Aisyah.


Saat ia memasuki sebuah kamar tempat ibunya dirawat, hatinya merasa sedih tak karuan, ibunya tampak begitu lemas dengan beberapa bantuan alat yang sudah terpasang.


.


.


.


.


Ditunggu kelanjutannya 🤗🥰


Mohon dukungannya. Like dan comment.

__ADS_1


Terimakasih..


__ADS_2