
Sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi sudah waktunya persiapan untuk rapat direksi.
Arka masih melanjutkan percakapan dengan Papanya, karena Pak Hari dapat informasi dari Borne orang keercayaan Pak Hari telah menemukan titik terang, bahwa wanita itu ternyata masih gadis yang baru lulus sekolah menengah atas, dia merantau ke Jakarta bersama Ibunya.
Ayahnya sudah meninggal, karena kekurangan biaya hidup gadis itu merantau dan di Jakarta dapat tempat yang layak, sehingga dia bisa kuliah di kampus milik keluarga HJG atau kampus Budi Luhur, gadis itu baru menginjak semester 2, dia kulliah dengan jalur prestasi, karena gadis tu termasuk punya kecerdasan diatas rata-rata, tapi masih lugu, karena gadis desa yang masih belum terkontaminasi kota besar.
Mendengar informasi tentang gadis itu, malah membuat Arka gelisah, seperti ingin segera menemukan gadis itu. Tapi Arka tetap harus bersabar karena semua tetap harus dalam keadaan tenang dan terkendali. Ahirnya Arka dan Papanya menyudahi telepon mereka.
Lagi-lagi Arka meremas rambutnya dengan ke dua tangan kekarnya,dia sedikit frustasi dengan keadaan yang dia alami, terlintas di benaknya dia sedikit menyesal mengapa harus menjalani proses IUI kalau pada ahirnya akan membuat orang lain tersakiti dan darah dagingnya terlunta-lunta.
“Ha...!, Arka melepas suara keras di dalam ruangan itu, jika ruangan itu tdak di Desain kedap suara mungkin seluruh kantor akan mendengar suara Arka menggelegar bak guntur di dalam hujan lebat, siapapun yang mendengarnya akan bergidik ngeri.
“Tenangkan dirimu Ar, kita akan segera mengadakan rapat direksi, nanti setelah rapat Dewan Direksi kita akan segera ke alamat yang ahli Sketsa itu. Tetap tenang dan kendalikan Emosimu, Zaki juga sudah aku kabari agak segera ke sini. Semua pasti akan menemukan titik temu,” Rama meyakinkan Arka agar tetap tenang dalam kondisi apapun.
Rama juga memahami begitu banyak proses hidup yang Arka alami, tapi semua itu tetap harus diperjuangkan agar semua berjalan dengan lancar dan hasil baik.
Adzan Dzhuhur sudah berkumandang, semua karyawan yang bersiap untuk Dzuhur, semua bergegas agar tidak teringgal rapat Direksi, semua karyawan untuk rapat siang ini tanpa terkecuali dianjurkan untuk menonton live bagi yang tidak termasuk undangan dalam ruanganrapat.
Semua sudah siap, Arka benar-benar membuat semua karyawan laki-laki dan perempuan meneteskan air liur karena memandang Arka yang begitu mempesona, badannya yang begitu kekar tinggi ideal membuatnya semakin terlihat elegan dengan setelan jas yang dikenakannya, banyak karyawan yang melihat tapi sambil mencuri-curi pandang karena Arka sepertinya tau kalau dia sedang menjadi sorotan puluhan mata karyawannya. Arka berjalan diiringi oleh Rama dan Melani.
Rapat sudah dimulai, “Assalamu’alaikum aku harap semua sudah siap dengan segala informasi yang akan saya sampaikan,” Arka membuka rapat dan membuat suasanaserius dan hening.
“Aku harap tidak ada yang tertekan atau pun merasa kaget dengan rapat Direksi kali ini. Aku akan menyampaikan, Bahwa perusahaan HJG akan melebarkan sayap bisnis ke penambangan Berlian, berarti selain mengusai bidang Properti semua Karyawan yang mumpuni dan mau mengupgred diri, perusahaan HJG akan memberi peluang bagi siapapun untuk dipromosikan jabatannya tidak terkecuali. Semua punya peluang baik itu bidang ke amanan atau bagian paling bawah dalam perusahaan HJG.”
Semua diam menanggapi percakapan Arka, mereka mendengarkan dengan saksama, ahirnya rapat selesai setelah 2 jam berlalu, karena rapat memang sengaja diadakan secara kilat, agar rapat tidak membosankan, setelah rapat Arka langsung bersiap dan mengajak Arka untuk langsung ke tokoh Sketsa yang dimaksud, dan ternyata tokoh sketsa itu menjadi salah satu Dosen di kampus Budi luhur tempat kuliahnya Luna, Lia, indah dan Mira. Tidak ada yang tau kalau mereka menjadi sahabat karib sejak masuk menjadi mahasiswa di kampus Budi Luhur, berawal dari OSPEK yang diadakan pihak kampus, Luna, Lia atau adik Rama, Indah dan Mira satu kelompok, ospek dari situlah persahabatan mereka dimulai, sampai memberi group WA mereka dengan nama MACASAW.
Karena kampus Budi luhur jaraknya hanya 8 Km dari perusahaan HJG, Arka, Rama Zaki yang memang sudah menunggu Arka di Kantor HJG langsung ikut mereka berangkat dengan 2 mobil, Arka bersama Rama dan Zaki menyetir sendiri.
__ADS_1
Arka, Rama, Zaki sudah sampai Kampus, kampusnya begitu megah, jelas saja kampus ini 75 persen adalah saham milik HJG, biaya pengembangan dan lainnya dikuasai HJG, dan kampus ini di rintis oleh kakek buyut Arka hingga sekarang masih megah dan semakin terkenal. Sesampainya di kampus mereka menuju lorong yang sangat asri dengan hiasan bunga dan tanaman bonsai yang sangat indah.
“Luna....!! Cepat! Bu Sonnya sudah masuk kosma..!” Dari kejauhan terlihat 3 mahasiswi yang melambaikan tangnnya sambil memanggil nama Luna, Mahasiswi yang dipanggil tanpa melihat kehadiaran Rama, Arka dan Zaki, dia langsung nyelonong lari, tanpa sengaja dan saking kagetnya Luna mahasiswi itu menabrak Arka.
Bruk!!. Suara hantaman tubuh yang jatuh ke lantai sangat keras. Arka dan Luna terjatuh bersamaan. Tiga mahasiswi yang memanggil luna itupun berlari menghampiri Arka dan Luna yang sedang jatuh dan belum bangun juga, Arka dan Luna seperti menikmati tragedi jatuhnya mereka, hingga tidak menghiraukan orang di sekelilingnya yang melongo melihat adegan yang membuat semua orang iri.
Luna dan Arka lama saling berpandangan.
Mereka baru sadar saat Lia, Indah dam Mira, bersamaan memanggil mereka dengan keras.
“Luna..! Om Arka..! Cepat bangun..,” suara Lia memecahkan suasana.
Lia melihat ke arah dua laki-laki di sebelah.
“Apa! Kak Rama Om Zaki, kenepa kalian disini bikin temanku jadi jatuh saja! Jadi ketinggalan matkul Bu sonya kita Kak..! bisa ****** kita berempat,” Dengan nada jengkel dan marah serta gemes Lia meremas tangan kanan menggunakan tangan Kiri.
“Sudah-sudah, kenapa malah bertengkar,”
kamu bangun Ar dan kamu gadis! Ayo cepat bangun, jatuh dari tadi kok gak bangun-bangun! Emang mau tiduran di sini terus!”
Zaki menyadarkan Arka dan Luna yang masih bengong dengan posisi jatuh yang saling menindih dengan Arka ada di Bawah.
Arka masih terdiam, sedangkan Luna berusaha melepas pelukan Arka yang kuat menahan tubuh Luna, karena Luna meronta ahirnya Arka melepas tubuh Luna yang berusaha ingin bangun, tapi pada saat sudah berdiri Luna mengerang karena kakinya yang sepertinya terkilir ketika jatuh tadi.
Tanpa pikir panjang Arka langsung menggendong Luna bak bridal Stiyle. Luna langsung memeluk leher Arka dengan kuat karena takut terjatuh. Semua semakin melongo di buat heran dengan tingkah si Arka pewaris tunggal HJG dengan mahasiswi baru kuncup itu.
“Di mana kosma kalian?” Arka bertanya pada Lia, mira dan Indah, secara bersamaan mereka menunjukkan arah kosma matkul mereka, Arka masih tetap menggendong Luna sedangkan di belakangnya Zaki dan Rama dengan muka yang sangat kecut sedangkan lia, mira, indah saling sikut karena iri dengan adegan yang dilakukan Arka terhadap Luna.
__ADS_1
Ketika sampai di Kosma, Arka tetap tenang dan santai sambil mencarikan tempat duduk untuk Luna, lalu mendudukan Luna di kursi yang masih kosong, Bu sonya yang melihat adegan itu jadi menelan ludah, karena sampai umur 45 tahun beliau belum juga berkeluarga. Mahasiswa/i yang di dalam kosma jadi heboh dengan kehadiran idola mereka, karena Arka terkenal juga setenar para Artis papan atas.
Banyak sinar Hp yang bekilat bertebaran untuk mengabadikan momen itu. Dan sebelum pergi Arka masih sempat memijit kaki lunat yang terkilir dan memekaikan sepatu Luna yang sudah agak butut itu.
“Besok pakai sepatu yang lain ya, biar tidak jatuh lagi seperti tadi,” Arka mengelus kepala Luna lalu pergi berlalu meninggalkan kehebohan kosma itu.
Rama dan Zaki turut pergi mengikuti Arka. Saat ke tiga pangeran tampan itu sudah berlalu, keadaan kosma kembali hening, mereka seperti masuk kembali ke dunia Hisab.
Tidak berlaku untuk Luna, dia masih tersenyum-senyum sendiri dengan wajah merah mengingat kejadian yang membuat dirinya melayang bak peri yang punya sayap indah keemasan. Bu sonya mendekati Luna yang tersenyum sendiri.
“Ehem ehem! Jika yang datang tadi bukan laki-laki pemegang saham terbesar kampus Budi Luhur aku tidak akan mengampunimu.”
Luna tersadar dan serius kembali dengan matkul Bu sonya.
***
Ditunggu Like, Vote dan komennya ya Readers. Karena Like vote akan sangat bermanfaat untuk Author.
Biar tambah seru. Author kasih CAST PEMERAN UTAMA
ARKA (Arka Jaya Kusuma)
LUNA (Luna Atma Pandu)
__ADS_1