
Rama juga tidak pernah memberi tau kalau Luna sudah dinikahi oleh Arka teman karib mereka. Atau mungkin keluarga HJG sengaja merahasiakan pernikahan Arka, agar media tidak ikut campur dengan kehidupan pribadi keluarga HJG.
Tiba-tiba Hp Dokter Zaki berdering, dan di layar benda pipih itu tertera nama Rama, tanpa pikir panjang Dokter ganteng itu menggeser tanda hijau dan menerima telepon dari sahabatnya itu sambil keluar dari ruangan.
“Hallo Ki, kamu sekarang di RS kah? apa kamu sudah tau kabar Arka dan istrinya? Ternyata istri Arka adalah Luna, orang yang selama ini dia cari.”
“Iy.. aku di RS sekarang dan aku bersama keluarga kaya itu,”
“Berarti si Arka membawa istrinya ke RS Permata Doa ya, bagaimana? Apa yang terjadi, tadi aku
melihat siaran di TV dan medsos-medsos sudah dipenuhi dengan kabar simpang siur tentang mereka, sebenarnya semua tidak seperti yang dikabarkan, aku sampai merasa ketir-ketir dengan berita yang terlanjur tersebar.”
“Iy aku tau, tapi tidak perlu sampai semua kamu tanyakan padaku kan, aku juga kaget, ternyata Arka sudah menemukan Luna dan sudah menikahinya, apa kamu juga tau kalau mereka sudah menikah?”
“Iy, Arka sudah bercerita padaku kalau dia sudah menikah, dan dia juga sudah membeli hunian di Maestro Group, sedangkan Apartemen yang lama dia jual, tapi Arka tidak mau mengatakan identitas istrinya itu, jadi aku tidak kepo tentang istrinya.”
Mendengar semua cerita dari Rama, Dokter Zaki mulai faham kenapa keluarga HJG masih merahasiakan pernikahan Arka dan Luna, mungkin karena hawatir ketika berita pernikahan sudah tersebar sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi, dan begitulah setelah tercium kabar pernikahan Arka, media langsung mencari berita tentang pernikahan mereka hingga membuat mereka kehilangan bayi yang selama ini diharapkan oleh keluarga tersebut.
Dokter Zaki yang sudah menelepon Rama kembali masuk ke kamar tempat Luna di rawat, dia mencoba memberi pengertian agar Luna diberi waktu istirahat agar tenaganya cepat pulih dan lekas bisa pulang untuk istirahat di rumah, dan semua orang yang di kamar itu beranjak dari sisi ranjang Luna untuk duduk di sofa ruangan itu.
__ADS_1
Luna masih berusaha mencari tau keadaan dirinya, apakah ada yang serius dengan keadaanya ataukah ada hal lain yang terjadi?, kenapa semua orang ada di sini dan berwajah sedih seperti ada sesuatu yang terjadi padanya, dia berusaha bangkit untuk duduk dan ingin bertanya pada orang di kamar itu.
“Ada apa dengan diriku? Apa yang terjadi? Kenapa semua diam.”
Semua masih diam belum ada yang menjawab pertanyaan nyonya Arka itu, masing-masing hawatir jika Luna akan bersedih jika dia mendengar calon bayinya meninggal, Mama Arka yang belum terlalu dekat dengan Luna mencoba mendekat, dia memegang tangan menantunya itu memberi kekuatan bahwa bayinya telah tiada.
“Maafkan kami nak.., kami tidak bisa membatu calon anak kalian untuk lahir ke dunia ini, tapi kamu jangan bersedih semua pasti ada hikmah di balik kejadian yang telah terjadi.”
Menantu HJG itu meneteskan air mata, dia merasa menyesal karena tidak bisa melindungi calon anaknya, apalagi yang kemarin-kemarin dia masih berusaha mengikhlaskan kehadiran bayi yang ada dalam kandungannya, dan setelah dia mulai nyaman serta belajar menerima calon bayinya, ternyata Tuhan berkehendak lain.
“Mas Arka!” Bos muda itu berlari mendekati istri yang memanggilnya dengan keras.
“Tenangkan dirimu sayang..” semua pasti ada hikmahnya, suami istri itu saling berpelukan mencoba saling menguatkan dan menenangkan satu sama lain.
Orang di kamar itu ikut terharu dan meneteskan air mata, mereka menyadari memang kehadiran bayi yang dikandung Luna dalah bayi yang mungkin awalnya di tolak oleh gadis itu, sekali pun pada ahirnya dia menerima kehadirannya dan sudah mulai mencintainya.
“Sudah.., kalian boleh bersedih tapi tidak boleh berlarut-larut, kalau kalian saling menyeyangi dan mencintai pasti Tuhan akan memberi ganti putra putri yang cantik dan tampan,” Pak hari memberi dukungan dan semangat pada anak dan menantunya.
Ahirnya Pak Hari dan Bu Hari serta Bu Imah keluar dari ruangan itu, dia meninggalkan Luna dan Arka, karena ingin memberi kesempatan kepada Luna agar istirahat dan menenangkan diri.
__ADS_1
***
Sementara keluarga HJG berkabung. Di luar sana banyak yang dihebohkan dengan berita simpang siur tentang pernikahan Luna dan Arka, banyak awak media yang memberitakan tentang pernikahan keturunan HJG itu dengan berita yang menyenangkan dan membahagiakan, ada yang memberitakan tentang anak Arka dan Luna yang tumbuh sebelum mereka menikah, ada pula yang memberitakan kehebohan rumah tempat tinggal Luna Arka, ada pula yang memberitakan kehebohan istri Bos HJG keguguran.
Semua berita itu sudah masuk ke media cetak, elektronik dan medsos, karena Pak Hari dan Arka belum bertindak apa-apa, Rama yang tidak bisa mengendalikan media masih diam dan belum mengambil tindakan, hanya dia dan pengawalnya sudah membereskan orang mendorong Luna pada saat temu awak media dengan Bos HJG di depan rumahnya.
Rama mengamankan orang yang mendorong istri Arka ke suatu tempat, agar tidak melarikan diri, selain untuk mencari latar belakang motif di balik insiden jatuhnya Luna, Rama dan para pengawal Arka serta satu orang kepercayaan untuk menyelidiki apa ada sangkut paut dengan para pesaing perusahaan HJG.
Apa yang di usahakan Rama, dengan para pengawal dan orang kepercayaan Arka, ternyata tidak sia-sia, insiden itu tetap ada kaitannya dengan Doni pesaing berat keluarga HG, dia menyuruh orang untuk memata matai Arka, setelah mendapat semua data dan informasi tentang anak Arka, dia bergerak tanpa ada ampun berusaha untuk mencegah bayi keturunan pesaingnya lahir kedunia, karena ternyata Luna juga termasuk wanita incaran Doni yang ingin dinikahi Doni semenjak Doni melihat Luna bekerja di butik, tapi Doni merasa kalah telak karena Luna sudah menjadi menantu Pak Hari Jaya Kusuma.
Ahirnya semua yang telah di rencanakan Doni gagal total, dan imbasnya adalah lagi-lagi kalau dia tidak mendapatkan apa yang diinginkan dia akan mengagalkan dan menghancurkan pesaingnya. Itu yang tidak di sadari Arka dan agak lengah dengan gerak gerik yang di lakukan selama ini, hingga saat ini pun setelah semua tertangani Arka masih berkabung dengan keadaan istrinya, yang Rama sendiri belum au perkembangan istri Bos HJG tersebut, karena Arka masih susah untuk di hubungi.
Rama pun menunggu Arka untuk menghubunginya, karena dia juga sudah mengirim pesan ke Arka, bahwa orang yang membuat Luna jatuh sudah di amankan dan tidak sempat melarika diri, sekali pun berusaha lari dengan menggunakan mobil dan sempat terjadi kejar-kejaran antara orang yang mendorong Luna dengan para pengawal Arka, tapi di gang sempit orang itu menyerah dengan 2 temannya yang menyetir mobil dan mengarahkan jalan, mereka berpura-pura menjadi jurnalis dan ikut dengan para wartawan yang ingin mewawancarai Arka dan Luna.
Selang beberapa jam setelah Rama mengirim pesan ke Arka, Bos HJG itu keluar dari RS Permata Doa, dia meminta pada Papa Mama dan Bu Imah serta 3 pengawal untuk menemani Luna yang masih butuh waktu untuk istirahat, dia langsung menemui Rama mengajak Rama untuk membawanya menuju tempat 3 orang suruhan Doni.
Bos HJG itu sudah geram dengan tingkah Doni selama ini, dulu Arka masih menggunakan hati dan akal sehat untuk tidak bermain kotor melawan Doni, tapi sekarang Bos HJG itu bertekad untuk tidak memberi kesempatan sesenti pun pada Doni, kesabaran dan ke baikkannya sudah bukan lagi pertimbangan utama, tapi orang seperti Doni harus di hadapi dengan kecerdikan, kecerdasan dan tanpa kesempatan untuk melawannya lagi.
***
__ADS_1
ingat Vote, like, serta difavoritin ya Readers.., maaf belum bisa Up lebih dari satu BAB karena Author sibuk di dunia nyata