RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 64


__ADS_3

“Cepat..!! panggilkan tim medis cepat, siapa saja yang bisa cepat tangani istriku. Cepat!!!”


Arka berteriak hingga membuat bulu kuduk orang yang mendengar pasti akan merinding dan ketakutan, Arka membopong istrinya dan langsung masuk keruang pemeriksaan.


Sedangkan yang bertugas di klinik yang baru saja di buka, hanya ada seorang perawat dan beberapa orang yang membenahi bangunan serta pemasangan alat medis.


Perawat itu bergegas memberi pertolongan pertama pada Luna dan berusaha melakukan penanganan dengan profesional.


Perawat itu juga bagian dari rombongan Arka, dia adalah perawat dari RS. Permata Doa milik HJG. Karena semua rombongan Arka dan beberapa tim medis masih berada di tempat lain untuk jalan-jalan melihat pamandangan gunung Bromo.


Arka begitu panik dan mondar mandir menunggu Luna yang masih di periksa, Arka sedikit pun tidak bisa diam, hati dan pikirannya kalut, sampai tidak bisa memandang Luna yang sudah mulai siuman.


“Em.., di mana aku?” Luna mencoba memandang sekali pun matanya masih terasa berkunang kunang.


“Sayangku sayangku, aku di sini bersamamu.” Arka langsung memeluk Luna tanpa menghiraukan perawat yang masih memeriksa Luna.


“Em.., Maaf Pak.., bolehkan saya memeriksa sekali lagi, sepertinya saya agak ragu.”


“Kenapa!? Apa yang terjadi dengan istriku?”


“Maaf Pak, apa yang terjadi dengan nyonya Luna?” Perawat itu memberanikan diri untuk bertanya pada Luna.


“Memang kenapa? Apa yang terjadi dengan tubuh istriku, dia tadi tertabrak mobil orang gila.”


“Maaf Pak.., sekali lagi saya minta maaf.., istri Bapak Alhamdulillah tidak apa-apa, tidak ada cedera di tubuh istri Bapak, hanya ada beberapa yang lecet, tapi tidak parah dan sudah saya bersihkan.”


“periksa lagi lebih teliti.”


“Iya Bapak.” Perawat itu berbicara dalam hati, yah.., gimana gue bisa merawat kalau istri Bapak terus di peluk erat kayak gini, gue malu Pak.”


Lagian istri tidak kenapa kenapa juga panik sekali Pak Arka ini. Tapi mungkin benar juga istri terserempet mobil itu kan hal yang sangat bahaya. Gimana sih gue ini! Perawat perempuan itu malah menjitak keningnya sendiri karena sudah meremehkan hal yang gawat.


“Maaf Pak, sekali lagi saya minta maaf, istri Bapak tidak apa-apa, mungkin terlalu terkejut jadi istri anda pingsan dan sekali lagi saya minta maaf, mungkin istri Anda sedang hamil, jadi mudah sekali panik.


“Apa! Apa kamu bilang tadi? Istriku hamil.” Arka malah membentak perawat itu hingga perawat itu kaget sampai wajahnya pucat pasi.

__ADS_1


“I..Iya Pak, kalau tidak salah istri Bapak sedang hamil, jadi mudah kaget dan lelah, tapi saya yakin kalau Ibu Luna baik baik saja, tidak ada luka serius yang dialami Ibu Luna.


Mendengar penjelasan perawat itu, Arka malah menangis dan memeluk Luna dengan erat, Arka tidak bisa manahan bahagia bercampur haru, rasa sesal yang mungkin tidak akan bisa dia tahan jika terjadi apa terhadap Luna yang bisa jadi memang benar kalau istri kesayangannya sedang hamil.


***


Di tempat kajadian perkara, Mira yang penuh darah dan pingsan, serta Rama dan Indah yang berada di tempat kejadian langsung menghubungi pihak medis yang menjadi anggota rombongan Arka, semua di handle oleh Rama karena memang kecelakaan di sengaja ini perlu penangan khusus.


Akhirnya semua anggota rombongan datang ke TKP dan menangani Mira, sedangkan ada beberapa Dokter dan perawat meluncur mengejar Arka yang sudah terlebih dulu membawa istrinya, dan memang benar Arka membawa istrinya ke klinik.


Rama menyuruh Alex membewa Doni, yang sempat sebelumnya Doni telah memeluk dan menangisi Mira, Doni sekuat tenaga berusaha menolong Mira, Doni berteriak seperti orang g*** dan membopong Mira ke sana ke mari bermaksud minta pertolongan.


Semua juga merasa iba dengan keadaan Doni, tapi bagaimana pun dia memang pantas mendapat karma dari perbuatannya sendiri, Doni membopong Mira tanpa memperdulikan orang di sekelilingnya, dia berteriak-teriak.


“Cepat! Tolong adik saya..Tolong.., cepat tolong adik saya, aku mohon..”


Doni terus memohon pada orang-orang yang sudah berkerumun di TKP, sampai pada akhinya pihak Dokter dari rombongan Arka memberi pertolongan pertama, tapi karena luka Mira serius, pihak keamanan tempat wisata itu langsung melarikan Mira ke RS terdekat dengan mobil siaga Bromo.


Setelah Mira dirawat, Doni di tahan oleh Alex untuk di serahkan pihak yang berwajib, ketika di tahan Doni malah tertawa terbahak-bahak dan meracau tidak karuan, Rama yang mengetahui kedaan Doni merasa Iba, sepertinya kejiwaan Doni sedang sangat labil, apalagi mungkin gadis yang baru saja kecelakaan adalah orang yang disayangi Doni atau masih keluaraga Doni.


“Mas.., dia tadi sahabat Indah Mas, kenapa dia ke sini tidak bilang-bilang, dia bersama siapa ke tempat ini?” Indah sangat bersedih dengan kecelakaan yang menimpa Mira.


“Iya Mas, tapi Indah tidak tau, kenapa orang gila tadi bilang kalau Mira adiknya.”


“Ya sudah kamu jangan bersedih, kita berdoa saja semoga Luna, dan sahabatmu tadi dalam keadaan baik baik saja.”


“Iya Mas.., Mira juga berharap hal yang sama, hik hik hik, kenapa semua ini harus terjadi.”


“Jangan bersedih sayang, mungkin ini adalah takdir yang tidak bisa dihindari.”


“Iya Mas.”


“Ayo teman-teman, kita semua kembali ke villa.” Romi mengajak semua rombongan yang berada di situ untuk kembali ke Villa secepatnya menggunakan mobil travel yang mereka pakai, sedangkan Go Jeep yang mereka sewa sebelumnya, langsung di bawa pergi sang pengemudi.


Akhirnya semua kembali bersama rombongan menuju Villa. Tidak ada yang komentar atas kejadian yang menimpa Arka dan Luna, semua mungkin bertanya-tanya dalam hati, kenapa ada orang yang setega itu kepada orang lain dan kenapa bisa menggunakan Go Jeep tanpa aturan.

__ADS_1


Sesampainya di Villa, ada yang langsung turun dan merilekskan diri, ada juga yang langsung lari ke klinik untuk menyusul Arka dan Luna, ada juga yang menangani Doni bersama Alex, karena Alex perlu bantuan untuk menyerahkan Doni ke pihak yang berwajib.


“Bagaimana dengan keadaan istri lo Ar?” Rama dan Indah bergegas menemui Arka di klinik.


“Kata Dokter yang barusan datang tadi istriku baik-baik saja, tidak ada yang serius dari kecelakaan tadi, hanya lecet saat Luna terguling menghindari mobil sialan Doni tadi.”


“Alhamdulllah kalau begitu Ar, aku sempat hawatir.”


“Bagaimana dengan Doni?”


“Doni di bawa Alex dan kru ke pihak yang berwajib, hanya saja..”


“Hanya saja kenapa? Jangan bilang kalau ada yang tidak becus mengurus Doni.”


“Bukan begitu Ar, Doni sepertinya mengalami depresi.”


“Apa! Depresi?”


“Sepertinya seperti itu, tapi Alex tetap membawanya ke pihak berwajib, agar semua bisa di proses secara hukum.”


“Kamu yang sabar ya Ar, semoga benar Luna baik baik saja.” Rama menepuk pundak Arka mencoba menguatkan Arka.


“Iya terimaksih, oy kalau semua keadaan sudah tenang, aku akan pulang menggunakan jet pribadi, aku harap kamu di sini sampai keadaan benar-siap sesuai rencana.”


“Tapi kanapa Ar, kenapa mendadak kamu mau kembali ke kota J.”


“Menurut Dokter dan perawat bilang, Luna sedang mengandung anakku.”


Arka menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangan seraya meremas rambutnya, dan terduduk lemas di kursi tunggu klinik. Karena kebetulan Luna sedang di tangani oleh perawat dan Dokter perempuan, agar Luna lebih nyaman dan rileks.


“Apa! Jadi kamu tidak tau kalau Luna sedang mengandung?” Rama malah seperti memojokkan Arka yang teledor.


“Ya Tuhan Lo Ar.., untung Luna.” Rama tidak tega meneruskan kata-katanya, dia pun ikut lemas dan hampir saja terkulai kalau tidak segera di tahan oleh Indah.


“Maaf Pak Arka, jadi benar Luna sedang hamil?” Indah mencoba bertanya pada Arka.

__ADS_1


“Hem..” Arka tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menganggukkan kepala.


Semua terdiam dengan keadaan yang begitu mencekam dan menegangkan, dan pada saat semua tenang, Bu Imah datang tergopoh-gopoh berteriak dan menangis memanggil Luna, karena dia mendapat kabar dari satu pemuda Desa yang tidak sengaja melihat kejadian di TKP, dan memberi kabar ke pada Bu Imah, kalau Luna kecelakaan dan dibawa ke klinik baru.


__ADS_2