RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 71


__ADS_3

Akhirnya mereka makan bersama, Luna dengan asyik makan di tempat berbaring dengan meja makan pasien, sedangkan Arka makan di sofa yang dilengkapi dengan meja.


Mereka berdua makan, sambil sesekali memandang satu sama lain, hingga pada pandangan yang kebarapa kali, ke dua netra mereka saling bertemu pandang, dan membuat mereka tersenyum dan terkekeh bersama-sama.


Selesai makan, Arka membereskan semua wadah makan dan merapikan sisi makanan yang sedikit tercacar, dengan cekatan Arka membersihkan semuanya, karena memang sebelum Arka jadi pimpinnan muda keluarga HJG, dia bersekolah di luar negeri dengan terbiasa membersihkan tempat kosnya sendiri.


Saat beres-beresnya selesai, Arka buru-buru cuci tangan dan duduk di samping Luna sambil sesekali memijit kaki istrinya itu.


“Mas..”


“Hem..,”


“Kapan kita bisa pulang?”


“Besok, karena nanti hasil pemeriksa kesehatan istriku keluar, Zaki yang akan mengurus semuanya.”


“Mas.., Apa Mas tidak salah orang? Masak dr.Zaki yang mengurus semuanya.”


“Memang kenapa? Dia yang lebih tau, aku tidak mau sibuk, nanti kalau aku yang urus, yang nemani kamu di sini siapa?”


“Iya juga sih..” Luna juga membenarkan keputusan suaminya, karena kalau Arka yang mengurus, dia akan sendirian.”


“Mas..”


“apalagi..?” Dengan sabar Arka mencoba melayani kemanjaan istrinya.


“Mana Hp Luna?”


“Aku simpan! Kamu istirahat dulu tidak boleh ada Hp, karena Hp tidak baik untuk Ibu hamil.!”


“Masak sampai segitunya sih Mas..?”


“Luna pingin tau kabar sahabat Luna..?”


“Mereka baik-baik saja, aku sudah mengecek di group wa punya istri cantikku.”


“Mas kenapa begitu sih.., masak Hp Luna di buka-buka!”


Luna tiba-tiba memanyunkan bibirnya, padahal arka hanya menggoda kalau dia sudah membuka Hp milik Luna, padahal sama-sekali tidak menyentuh, Hp Luna di simpan Arka karena, tidak mau kalau Luna mendapat informasi yang mungkin bisa membahayakan Luna dan bayi mereka.

__ADS_1


“Tidak perlu cemberut seperti itu sayang Hp mu masih aku simpan, dan belum aku buka sama-sekali, kamu cukup istirahat dan tenanglah.”


“Mas Arka..! benar! Jangan bohong lo..!”


“Suamimu ini tidak pernah berbohong,” Sambil berdiri dengan menepuk pundak kirinya dengan tangan kanan.


“Iya sih..”


“Sudah! habis ini, pasti Zaki akan datang membawa semua laporan kesehatan, kalau sudah! Kita bisa langsung pulang.”


“Baiklah Mas, aku juga mau istirahat, capek duduk lama.”


“Baiklah, tidurlah dengan tenang ya sayang.., aku juga akan mengecek semua laporan email yang masuk dan semua chat, di Hpku.”


Arka menutup tubuh Luna dengan selimut, mengelus kepalanya, kemudian mencium kening istrinya itu dengan penuh kelembutan tidak lupa mengelus perut Luna.


“Tidur sama Mama dengan tenang ya sayang.., Papa sayang kalian, eeemuuah,” Arka juga mencium anak-anaknya melalui perut sang Mama, yang membuat sang Mama menggeliat kegelian.


“Sudah Mas.., geli.”


“Iya.., sebentar lagi.., eemuuah.”


Satu bulan kemudian


Semua sudah berjalan dengan baik. Mira, Lia, Indah, Luna sudah beraktivitas seperti biasa, semua hal yang dialami selama satu bulan yang lalu sudah terselesaikan dan sudah dapat menerima dengan ikhlas.


Doni masih dalam terapi pemulihan kejiwaannya. Indah dan Rama mempersiapkan pernikahannya, sedangkan dr. Zaki dan Sisi masih berupaya untuk membina hubungan jarak jauh, karena masa kuliah Sisi masih kurang 2 semester lagi atau 1 tahun, karena target sampai 8 semester, Sisi harus Lulus.


Arka dan Rama juga sudah kembali memimpin perusahaan HJG, karena Pak Hari sudah benar-benar mau purna sambil menanti cucu kembar yang masih dalam kandungan Luna.


Semua berjalan dengan baik dan susuai target, perkembangan perusahaan HJG sangat pesat, keadaan Bu Imah di Desa dengan kesibukan Restonya juga sangat baik, selama dibuka hingga berjalan hampir satu Bulan Resto A&L sangat ramai, klinik juga berjalan dengan baik, dan Villa milik Arka Luna juga laris manis di sewa pengunjung.


Di villa A&L hanya beberapa kamar spesial saja yang begitu bersih dan di rawat setiap hari, kamar itulah yang dipilih oleh Arka dan di desain khusus agar Arka dan Luna ketika menginap di villa, bisa kerasan dan nyaman.


Benar-benar semua berjalan dengan baik, sesuai doa dan keinginan semua orang, tidak ada percikan kecil atau percekcokan, hanya kabar Mira dan Lia yang masih dalam upaya mencari pasangan yang cocok, Luna pun berinisiatif untuk menjodohkan Mira dan Lia dengan Dosen Muda di kampus Budi Luhur, tapi Mira masih ogah, karena Mira punya Target S2 di Paris.


Di sini, Lia yang menjadi pelarian utama Luna untuk di jodohkan dengan Dosen Muda tampan dan pintar dari kampus Budi Luhur, dan sepertinya Lia juga punya hati, sedangkan Dosen Akbar juga punya hati dengan Lia.


“Lia.” Dosen Akbar tidak sengaja keluar dari mobilnya, dan bertemu dengan Lia di tempat parkir.

__ADS_1


“O iya Pak,” Lia sambil tersipu malu dan raut wajah berubah menjadi merah jambu sangat salah tingkah.


“Kamu semester berapa? Dan jurusan apa?” Dosen Akbar bertanya pada Lia sambil berjalan menuju gedung yang sama.


“saya..saya baru semester 6 pak,! ambil jurusan..”


Sebelum Lia menjawab Mira tiba-tiba memanggil dari kejauhan.


“Lia..!” Mira berlari mengejar sambil memanggil Lia dari kejauhan, karena Mira tidak tau kalau orang yang sedang berjalan dengan Lia adalah Dosen Akbar.


“Lia..,Li.., eh maaf Pak, saya kira bukan Anda, saya kira teman kosma kita.”


Mira begitu malu, karena laki-laki yang disangka teman satu kosma dengan Lia, ternyata adalah Dosen Akbar, Dosen baru yang menjadi Idola baru juga.


“Iya tidak apa apa, jadi kalian berteman?”


“I..Iya Pak, kami berteman,” Lia dan Mira menjawab pertanyaan Dosen Akbar seperti paduan suara yang serentak dan seirama.”


Dosen Akbar pun terkekeh seraya meninggalkan Mira dan Lia yang masih mematung di tempatnya.


“Kenapa kalian masih di sini? Ayo jalan, kalau mematung seperti ini nanti ketinggalan mata kuliah selanjutnya.”


“I..Iya Pak,” akhirnya Lia dan Mira menguntit Dosen Akbar seperti anak Tk yang membuntuti Mamanya.


Dosen Akbar yang masih mengamati tingkah Lia dan Mira senyum senyum sendiri. Karena tidak sengaja, kaca gedung yang begitu megah menghiasi kampus, menjadikan mahasiswa yang berlalu lalang bagai Aktris dan Aktor di dalam layar bioskop.


Bagitulah, semua berjalan dengan sempurna, Luna yang kuliah dengan perut yang semakin membuncit, dan selalu di antar Pak Tejo, juga terkadang diantar Arka.


Arka juga sering dibuat kewalahan dengan segalan bentuk nyidamnya Luna, dan yang paling parah adalah, Arka menyukai semua makanan yang dulu di sukai Luna, dan Luna sangat benci dengan makanan yang dulu menjadi makanan favoritnya.


Arka yang kewalahan dengan ngidamnya Luna tetap sabar dan telaten, sekali pun Luna mengidam tanpa mengenal waktu dan kondisi.


“Hahaha semua begitu sempurna.” Arka terkekeh mengingat semua kemanjaan istrinya yang terkadang menguji kesabaran juga.


***


Terimakasih untuk semua Readers yang telah setia menjadi Readers RSP, semoga kita semua selalu diberi perlidungan oleh yang maha Kuasa dan selalu sehat.


Terimakasih atas Vote, Like, komen, Krisan, serta bintang-bintang yang sudah di taburkan di RSP.

__ADS_1


Terimakasih banyak.. MOHON MAAF YA READERS.., tidak bisa jawab satu2 setiap komennya.


__ADS_2