
Tanpa sadar suami Luna menelan salivanya dan bergegas pergi meninggalkannya yang masih tertidur pulas, dia tidak mau lama-lama melihat istrinya yang sedang tidur, karena hawatir dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk menerkam istri cantiknya.
Satu Bulan kemudiam
Hari sudah beranjak siang, Arka memesan makanan di Go Food, karena di rumah belum ada bahan untuk di masak, sedangkan asisten rumah tangga juga belum punya karena belum mengghubungi biro penyaluran asisten rumah tangga.
Semankin hari Arka melihat istrinya semakin segar dan pulih pasca keguguran dan nifas, dia berpikir kalau istrinya pasti mulai jenuh karena selalu di rumah saja.
Arka beranjak dari kamarnya sendiri menuju kamar istrinya bermaksud mengajaknya makan, dia juga belum melihat Ibu mertuanya keluar dari kamarnya. Sampai di depan pintu kamar, dia langsung membuka pintu kamar tanpa menyadari Luna habis mandi dan hanya memakai handuk yang di pakai menutupi badannya.
“Kiyyakkk!” Luna berteriak karena tiba-tiba Arka nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Mas Arka kenapa tidak mengetok pintu dulu, Luna baru selesai mandi.”
“Kenapa malu, kenapa masih di tutupi, aku sudah tau semua, saat di villa dini hari kemarin, Cuma aku belum mencicipi yang itu.”
“A..! dasar mas Arka, ngeri dech cepat sana, keluar dulu Luna mau ganti baju, aku janji dech nanti kalau sudah selesai pasti aku keluar kok, mas Arka mau apa sih?”
“Aku Cuma mau ngajak makan siang, di luar sepi tidak ada orang, Cuma adanya pengawal di luar, masak aku sama pengawal, mending sama istriku dong, aku lihat Ibu juga belum terlihat keluar dari kamar, jadi aku ke sini,” bukannya keluar Arka malah duduk di tepi ranjang Luna.
Karena malu, Luna lari ke kamar mandi sambil membawa baju ganti, dia bermaksud ganti di kamar mandi, Arka yang melihat tingkah istrinya jadi senyum-senyum sendiri merasa menang sudah bisa menggoda istrinya yang masih malu- malu dengan kehadirannya.
Luna keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju yang sangat cocok untuk dia kenakan, Arka tidak henti-hentinya memandangi istrinya yang bagai bulan purnama, begitu bersianar dan sempurna.
Tanpa minta persetujuan istrinya dia langsung menggandeng tangan Luna dan mengajaknya keluar dari kamar, dan mengajak keliling rumah baru mereka, dari sudut ke sudut ruang ke ruang, semua sudah mereka lihat berdua, dan terahir mereka duduk di meja makan keluarga.
Saat mereka duduk di meja makan, Bu Imah datang dan meraka juga mangajak Ibu paruh baya ituuntuk duduk bersama, dengan cekatan Arka menyediakan kursi untuk Ibu mertuanya itu agarduduk dengan nyaman.
“Ayo ke sini Bu, kita akan makan siang bersama, aku sudah memesan Go food pasti sebentar lagi datang,” belum juga Arka selesai bicara, salah satu pengawal masuk dengan membawa makanan yang di pesan oleh Bosnya itu.
__ADS_1
“Tu.., ternyata sudah datang, terimakasih, kamu boleh kembali,” Arka menerima makanan yang diberikan pengawal padanya.
“Semoga kalian suka, selamat menikmati,”
Arka meletakkan makanan yang di pesannya, dan ketika Luna dengan asyik membuka makanannya dia langsung tersenyum gembira karena King Crab kesukaannya terhidang kembali dan menjadi menu makan siangnya.
Bu Imah lebih memilih nasi goreng begitu juga Arka, karena Arka sengaja memesan nasgor dan king Crab.
Ketika mereka asyik makan, Bu Imah benar-benar mengutarakan apa yang menjadi keinginannya dan yag sangat ia rindukan, dia mengutarakan ingin pulang ke kampungnya dan membuka warung seperti dulu, karena dia sudah merasa tanggung jawan menjaga Luna sudah selesai, ia yakin kalau menantunya itu akan menjaga Luna dengan baik.
“Ibu.., berarti Ibu akan meninggalkan Luna sendirian di sini,”
“Kamu tidak sendirian nduk.., ada suamimu yang akan selalu menjagamu, bukan begitu nak Arka?”
“I Iya Bu, aku akan menjaga Luna dengan baik.”
“Tu dengar kata suamimu kan?”
“Oy nduk..., apa badanmu sudah pulih? Sepertinya Ibu lihat kamu sudah lebih segar dari pada kemarin?”
“Iy sudah, malah terasa lebih segar sekarang dari pada baiasanya, apa kamu sudah minum obat?”
“Iy sudah, Ibu tenang saja.”
“Nak Arka Ibu juga mau bilang, ini mungkin hal yang sensitif bila dibicarakan, seharusnya ini adalah hal pribadi bagi pasangan suami istri, Ibu mau bertanya juga menjelaskan ke nak Arka.
Dulu sebelum melakukan IUI Insya Allah Luna masih seorang gadis yang masih belum tersentuh oleh laki-laki, kemudian karena kecelakaan IUI kemarin anak Ibu hamil, kemudian keguguran, penanganan saat kuret apa dengan alat kuret seperti ibu hamil yang lain?”
Arka terperanjat dengan penjelasan yang dilontarkan Ibu mertuanya, dia sama sekali tidak menyangka kalau Bu Imah akan memberi penjelasan dan pertanyaan segamblang itu kepada dirinya.
__ADS_1
Dengan sedikit gugup dia menjawab dengan tegas pertanyaan juga penjelasan dari Ibu mertuanya.
“Iya Bu, aku tau kalau maaf Luna masih seorang gadis, karena itulah saya akan berkata jujur pada Ibu, dan tolong dengarkan aku dan maafkan aku. Aku juga akan menjelaskan semuanya”
“Dulu, sebelum aku menikah dengan Luna, aku sudah membabi buta mencari keberadaan Ibu dari anak IUI ku, dan aku tidak menyangkan bahwa wanita itu masih gadis, saat masa pencarian, Papa Mama juga mendukungku untuk menemukan wanita yang mungkin saja pada saat itu telah mengandung anakku.
Ada tebakan juga bisa saja gagal mengandung anakku, tapi aku tetap saja mencari, karena jika betul wanita itu hamil berarti keturunan dari keluarga Hari Jaya Group, bukannya aku sombong tapi keluarga kami sangat begitu punya pengaruh dan tergolong punya segalanya, jadi tidak rela jika keturunannya dilahirkan di luar lingkungan kami.”
“O..” Bu Imah memanyunkan bibirnya sedangkan Luna melihat Arka tanpa berkedib sambil meletakkan wajahnya di meja dengan di topang satu tangannya sambil melongo dan terus fokus dengan cerita suaminya.
“Setelah sekian lama mencari, ternyata Papa dan Mama sudah menemukan Luna terlebih dahulu seperti yang dulu Papa lakukan Ibu dan Luna di bawa ke villa, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.”
“Maafkan Aku juga, karena dulu sebelum aku menikah dengan anak Ibu, sebenarnya aku sudah mencintai anak Ibu, karena sering melihat anak Ibu menyetir sepeda motor, terkadang Arka juga melihat Luna membeli Ayam goreng nyami yang Restonya dekat Butik tempat Luna bekerja.”
Masih dengan tatapan yang belum bisa diartikan, Luna masih menatap suaminya itu. Dia baru menyadari kalau suaminya sudah mecintainya sejak dulu.
Mata Luna yang tertangkap basah dilihat Arka jadi salah tinggkah dan mencoba mengalihkan pandangan ke tempat yang lain, sambil senyum-senyum sendiri merasa tersanjung karena sudah dicintai Arka sejak lama.
“Saya akan coba jelaskan juga, bahwa kedaan Luna yang bisa jadi masih virgin atau tidak aku akan menerimanya dengan begitu lapang, karena bagaimana pun saya yang bertanggung jawab atas keadaan Luna, dan untuk kuret yang kemarin dialami istriku, Dokter pribadi kami menggunakan alat yang sudah canggih, jadi membersihkan sisa janin tidak langsung dibersihkan dari dalam tapi dari luar sudah bisa.
“Bagaimana? Semoga ke depannya keluarga kita jadi keluarga yang bahagia dan punya banyak anak, bukan begitu sayangku?” Luna tersipu malu dengan pertanyaan yang dilontarkan suaminya, mukanya bagai tomat merahyang siap di Jus.
“Sudah belum makan siangnya? habis ini kita jalan-jalan ya, biar tambah seger jalan-jalanya tidak jauh, Cuma di sekeliling area hunian Maestro Goup aku akan mengajak ke salah satu tempat indah di hunian ini.
Untuk keinginan Ibu yang rindu kampung halaman, aku akan mengabulkan keiginan Ibu, menantu Ibu ini akan mendukung apa yang ingin Ibu lakukan, kalau mau kita juga bisa membangun taman pendidikan juga klinik di kampung tempat kelahiran istriku yang cantik ini, bukan begitu sayang?”
Luna tersipu malu, karena lagi-lagi digoda suaminya. Tanpa berkata Luna menjawab dengan anggukan dan masih tersipu malu.
***
__ADS_1
Maaf baru bisa Up lagi Readers, tetep mohon like dan votenya y..