
“Baiklah, tunggu sebentar aku akan melihat jadwal praktek Dokter Sonia hari ini.”
Dokter Zaki melihat jadwal praktek Dokter kandungan di group WA, kebetulan dr.Sonia pratek pagi ini, tapi karena Arka datang tanpa inden dulu banyak pasien yang sudah mengantri sejak pagi dan pada ahirnya Arka harus tetap antri sesuai giliran.
Awalnya Arka tidak mau antri, tapi karena diberi pengertian oleh dr.Zaki, ahirnya dia mau juga, sambil menunggu giliran, Arka mengajak Luna bermain di taman RS yang sangat asri, karena banyak pepohonan rindang yang tumbuh bersama bunga-bunga bermekaran.
Sekitar satu jam berlalu, ahirnya Arka dan Luna dipanggil oleh dr.Zaki untuk segera memeriksakan Luna, mereka pun berlalu dari taman, bersama menuju ruangan tempat praktek dr.Sonia.
“Selamat datang Ayah Bunda, ada yang bisa kita bantu..?” dr.Sonia menyambut Arka dan Luna yang masuk ke ruangan, dr.Zaki tidak ikut masuk karena tau kalau Arka tidak mungkin mengizinkan.
Arka yang disambut begitu ramah, jadi senyum sendiri, mereka berdua dipersilahkan duduk di depan Dokter.
“Iy ada yang bisa kami bantu Bapak..? ini istrinya ya? Cantik sekali.” dr.Sonia mencoba mengambil hati Arka yang memasang wajah agak tegang bersama istrinya.
“Siapa yang mau periksa, Nyonyanya atau bapak juga mau ikut peiksa?”
“Saya yang mau cek Up Dok, kemarin pasca abortus, apa kandungan saya sudah siap untuk di kunjungi lagi?”
“O.., baiklah, mari berbaring di situ, kita periksa dulu.”
Luna naik ke tempat periksa yang ditunjuk oleh Dokter, ada dua asisten dr.Sonia yang menyiapkan semua alat agar mempermudah kinerja dr.Sonia
“Ok siap ya.?”
Pemeriksaan mulai dilakukan, dan penjelasan detail telah diberikan pada Arka dan Luna.
“Bagus.., kandungan mbak dalam keadaan bagus, sebenarnya kalau lebih amannya pasca abortus menunggu sampai 3 bulan untuk istirahat. Tapi.., kalau takdir berkehendak lain, dalam bulan ini hamil juga tidak apa.”
Arka mendengar penjelasan dr.Sonia menganggukkan kepala.
“Bagaimana Ayah.., untuk menunnda punya momongan dulu apa gercap saja?” dr.Sonia bertanya pada Arka yang malu-malu mau. Sedangkan Luna mengerlingkan satu matanya ke arah Arka.
“Kalau langsung gercap bagaimana Dok?” Arka sambil garuk kepala yang tidak gatal.
“O.., baiklah bisa, tapi saya lebih berharap kalian bisa punya dedek, sekitar 2 bulan lagi, benar! Itu lebih aman. Tapi jika ingin mencicil tidak apa setiap ada kesempatan.”
Arka lagi-lagi tersenyum, sedangkan Luna yang ingin turun dari tempat periksa, karena periksanya sudah selesai di pegangi oleh Arka yang sudah benar-benar siap jadi suami siaga.
__ADS_1
“Bagaimana nyonya, mau program hamil, apa menunggu 2 bulan lagi, apa sedapatnya saja?”
“Sedapatnya saja Dok, biar kita menikmati kebersamaan dulu,” Luna menjawab dengan mantab sambil melihat Arka yang agak berharap.
“Baiklah aku kasih resep saja ya, ini untuk menyehatkan sang calon Ibu, biar semakin siap jika dedek sewaktu-waktu hadir.”
Luna dan Arka duduk di depan dr.Sonia sambil tangan Luna terus dipegang Arka tiada boleh lepas.
Semua sudah selesai, mereka berdua cabut dari tempat pratek, dan menemui dr.Zaki yang setia menunggu Arka dan Luna. Ahirnya Arka pamit pada dr.Zaki tanpa memberi kesempatan pada Luna untuk berterimakasih kasih, ahirnya Luna membungkukkan badannya tanda terimakasih pada dr.Zaki yang sudah membantunya, dan tetap saja tangan Luna digandeng Arka tanpa ada kesempatan untuk dilepas.
Zaki yang melihat tingkah Arka menggeleng-ggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia sendiri memahami sikap Arka yang agak protek pada istri barunya itu, karena mungkin Arka trauma karena pernah diselingkuhi, apalagi Luna memang gadis yang punya pesona tinggi, andai kata Luna masih lajang mungkin dr.Zaki juga tidak akan melepas Luna begitu saja.
Arka dan Luna yang sudah meninggalkan dr.Zaki langsung menuju parkiran tempat mobil mereka, Arka membukakan pintu untuk Luna agar segera masuk mobil, kemudian Arka segera masuk dan mengemudikan mobilnya, meluncur meninggalkan RS megah itu.
“Mas Arka mau bawa aku ke mana lagi, bukannya ini bukan jalan pulang.”
“Daya ingat istriku memang luar biasa. Benar ini bukan jalan pulang.”
“Jadi Luna mau diajak ke mana?”
Setelah beberapa menit di perjalanan, mereka masuk ke mall yang pernah mereka kunjungi kemarin saat belanja.
Ahirnya mereka masuk, lagi-lagi Arka menggandeng Luna tidak melepas barang sedikit pun tangan Luna, dia diajak suaminya itu masuk ke sebuah galery Hp yang sangat besar.
Tanpa ada persetujuan, Arka menunjuk sebuah Hp keluaran terbaru dengan fitur canggih, dengan logo apel tergigit, istri arka itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia mengira Hp itu bukan untuknya tapi untuk suaminya sendiri.
“Ini mas, carikan kartu dengan nomer cantik dan tolong salin kontak yang ada di kartu lama ini ke kartu baru.”
“Baik Pak,” Setelah agak lama menunggu pelayan yang di minta mengganti kartu kembali.
“Maaf Pak, ternyata nomer cantiknya habis, tinggal satu ini dengan nomor 081234567890.”
“Tolong panggil atasan kalian, sekarang!”
“Tapi Pak..”
Mendengar ada yang tidak puas dengan pelayanan galery, pimpinan galery pun keluar dan melihat sang pembeli. Setelah melihat siapa yang datang, pimpinan itu tergopoh-gopoh menemui Arka dan langsung meminta maaf.
__ADS_1
“Maafkan saya dan karyawan Pak Arka, kami tidak tau kalau Pak Arka mau berkunjung ke galery Anda.”
“Apa seperti ini kalian melayani pelanggan. Kartu dengan nomor seri tinggal satu kenapa tidak pesan lebih banyak lagi. Buat apa aku bayar kalian begitu mahal.”
Pimpinan itu tidak bisa berkutik, apalagi terpergok oleh Arka kalau kualitas barang tidak segebyar yang di iklankan selama ini.
“Maafkan kami Pak. Pelayan! Bawa keluar semua nomor cantik yang ada di dalam.”
Buru-buru pelayan berhambur ke dalam untuk mengambil stok nomor cantik yang tersimpan rapi. Nomor cantik itu biasanya diperuntukkan untuk orang-orang berkelas yang tiba-tiba ingin ganti nomor telepon.
Setelah para pelayan menjajar nomor cantik itu, Arka melirik satu kartu yang unik dengan nomor 081888888889, lalu pergi begitu saja dari Galery sambil masih menggandeng Luna dengan membawa Hp baru beserta kartu perdana yang dipilih.
“Mas Arka apaan sih.., kenapa tarik Luna terus.., tangan Luna sakit.”
“Apa? sayang tidak nyaman,” Arka buru-buru melepas tangan Luna yang selalu di borgol dengan tangannya.
“Bukannya tidak nyaman, tapi Mas Arka terlalu terburu-buru sampai Luna tertarik.”
“Ok. baiklah” Arka melepas tangan Luna tapi malah pinggang Luna yang jadi sasaran Arka untuk di peluk.
Arka serasa naik darah melihat kenyataan kalau salah satu bisnisnya bikin kesal.
“Bakalan aku rombak itu Galery.”
Arka menelepon seseorang, sepertinya dia tidak main-main untuk membuyarkan Galery itu, dengan satu perintah seakan memberikan signal yang tidak bisa ditolak, karena kekuatannya bagai guntur yang menerjang diantara sepi, yang bisa membuat kaget siapa saja yang tidak siap mendengarnya, dan ahirnya betul, Galery itu langsung dalam masa observasi dan akan di tutup oleh pemilik saham jika dalam satu minggu tidak bisa lolos uji observasi kelayakan jual.
Setelah menelepon, Arka langsung mengajak Luna meluncur ke kantornya, yang sebelumnya sudah memberikan Hp apel digigit versi terbaru dan tercanggih itu.
“Apa ini Mas? jadi Hp ini untuk Luna, kenapa pakai Hp yang secanggih ini, Hp biasa saja sudah cukup.”
“Jangan banyak bicara, pakai saja.”
Luna pun memekai Hp itu, karena dia tau kalau Arka masih dalam suasana emosi, dia tidak mau membuat suaminya semakin kesal, karena kejadian di Galery tadi.
***
Like like like Vote vote vote, krisan dan bintangnya sudah Author dapat dr kalian Readers tersayang.., semua akan sia sia tanpa dukungan kalian, eeemua emua yg banyak buat kalian yg setia baca RSP
__ADS_1