RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 36


__ADS_3

Jelas sudah jawaban dari suaminya bahwa gedung megah ini adalah miliknya.


Luna merebahkan tubuh di ranjang King size, tidak lama dia tertidur dengan sangat pulas.


Tidak terasa Luna yang tertidur hampir satu jam membuat Arka yang sudah selesai dari urusan kembali ke ruangannya, karena tidak melihat Luna dia mencari di ruang istirahat, dia membuka pintu pelan-pelan dan melihat Luna sedang tertidur sangat pulas.


Arka sangat kepo dengan Luna yang sedang tidur dan sepertinya menemukan posisi yang sangat PW. Sesaat setelah mendekati Luna dan melihat Luna yang sedang tidur pulas, Arka melihat wajah istrinya itu, wajah yang belum puas dia lihat setiap hari, Arka seperti benar-benar tersihir melihat istrinya, dia menelan salivanya setelah melihat bibir Luna yang begitu ranum, tidak ada kata persmisi, ahirnya Arka mendaratkan bibirnya di bibir Luna yang sedang tertidur pulas.


Luna yang merasakan bibirnya tersentuh sesuatu yang hangat seakan terbawa alam mimpi malah membalas dan menikmati ******* Arka, mereka pun bertaut satu sama lain, dan ketika Arka bereaksi lebih, Luna terbangun karena menyadari apa yang dialami bukan lagi mimpi. Karena kaget, Luna menghindari aksi suaminya, mengerti bahwa suaminya seperti ada gurat kecewa, Luna malah terkekeh dan tertawa.


“Tidak Lucu,” Arka bangkit dan mau mininggalkan Luna, tapi Luna malah mencerit.


“Aduh.., sakit...!”


“Ada apa?” Arka yang mau meninggalkan Luna malah berbalik seketika melompat mendekkati Luna yang merintih sambil memegangi bibirnya.


“Mas Arka terlalu aksinya, sampai bibirnya Luna kayak bengkak nyeri.”


“Apa mana? aku lihat sini, tidak apa-apa..tenang, nanati malam aku tambahi lagi ya, biar tambah kentara kalau kamu sudah ada yang memeliki.”


“Tidak mau, nanti bibir Luna malah doer tidak bisa balik.”


“Hahahah bisa saja.”


Ahirnya Luna berhasil menggagalkan rasa kecewa dan cemberut suaminya, dia merasa lega, dia juga merasa bersalah karena memang sampai detik ini Arka masih sangat menjaga perasaannya walau pun jujur Arka sebagai seorang laki-laki pasti ingin bagaimana hubungan suami istri lahir, batin.

__ADS_1


Luna seperti merasakan ada rasa sedih dan empaty pada Arka, dia sedikit berharap ada waktu yang akan menyatukan mereka berdua tanpa sekat atau jarak apa pun, yang ada hanya cinta dan rasa saling memiliki satu sama lain, Luna tidak tau kapan rasa ini datang ke dalam hatinya ke dalam rasanya, tapi rasa itu sangat mencekik ketika melihat Arka dalam kesedihan atau kekecewaan, atapun dalam suasana kecemburuan.


“Kanapa melamun, ayo keluar, kamu sudah dzuhur belum tadi, sama sudah telepon Ibu belum?”


“Ya Allah Mas.., Luna tadi udah dzuhur tapi lupa telepon Ibu,” buru-buru Luna menelepon Ibunya kalau dia sedang bersama suaminya di kantor.


Setelah selesai menelepon, Luna keluar dari ruang istirahat menyusul Arka yang sudah lebih dulu keluar, saat keluar dia melihat suaminya sibuk memeriksa dokumen dan sangat serius. Luna hanya melihat dari jauh kemudian duduk di sofa dan masih melihat suaminya, dia baru menyadari kalau suaminya begitu berkharisma ketika bekerja, pantas sekali kalau karyawan sangat menghormatinya.


“Kenapa lihat saja, sudah tau kalau aku ganteng, sini.!”


Tanpa bisa menolak permintaan suaminya dan seperti terhipnotis Luna mendekati suaminya yang masih sibuk dengan berkas dan Laptop di depannya.


“Sini, duduk sini,” Arka menepuk pahanya mempersilahkan Luna untuk duduk di satu pahanya. Sama terhipnotis, tiada kuasa untuk menolak, dia pun duduk di pangkuan suaminya.


“Ini. ini pekerjaanku, pada suatu ketika kamu sebagai istri Bos HJG juga harus belajar semua ini, jadi bisa lebih tau banyak hal dan ilmu, tapi itu pun kalau kamu menginingkan, kalau tidak tidak ada paksaan sama sekali.”


Tiba-tiba tanpa permisi Rama masuk dan melihat adegan mereka berdua, hati Rama mak jlebbbb, seperti terhantam air bah.


Aduh...mimpi apa gue semalem, udah tau sini jomblo malah di kasih adegan kayak gini, dasar si bos tau dikit kenapa kalau sini juga manusia biasa, Luna lagi. Gadis itu memang luar biasa pesonanya. Rama merintih dalam hati.


Karena malu ketahuan Rama, Luna mencoba melepaskan diri dari pangkuan dan pelukan Arka, bukannya di lepas malah pelukan suaminya semakin erat, membuat Luna menggeliat karena tidak bisa bernafas dengan baik, semakin ingin lepas semakin erat pelukan Arka, ahirnya Luna menyerah hingga Rama pergi lagi dari ruangan suaminya.


“Lain kali lihat-lihat tempat dong, tau tau. kalau pengantin baru tapi tidak begitu juga kali,” Muka Luna sangat merah, sedangkan Arka malah cuek bebek mendengar perkataan Rama.


“Apes benar aku hari ini.” Rama keluar sambil menggerutu pelan.

__ADS_1


“Mas.., lepaskan Luna dong.., sakit tau, pelukan Mas Arka sangat kuat, membuat Luna susah nafas ini."


Arka mendengar rintihan Luna di telinganya, malah tiba-tiba bangkit dan menggendong Luna bak bridal style menuju ruang istirahat, dia tidak mendengar ocehan Luna. Kekeh membopong Luna dengan gagahnya. Dia seperti memencet sebuah remot yang di arahkan ke pintu ruangannya dan pintu ruangan suaminya otomatis terkunci.


Luna ingin menjerit dan lari, tapi tidak ada kekuatan. mau berteriak dia ingat kalau Arka suminya yang sah. Luna ahirnya malah memeluk Arka begitu kuat dan gemetaran, dia merasa pasrah pada sang kuasa apa pun yang terjadi pada dirinya adalah sah di mata agama dan negara.


Arka membaringkan Luna di ranjang king size tempat dia beristirahat dari penat dan susahnya sebuah perjuangan. Memang baru kali ini Arka membawa perempuan ke ruangan itu, karena dulu selena juga tidak diizinkan Arka memasuki ruangan itu walau hanya untuk menengok.


Arka tanpa permisi membuang semua atribut Luna, Luna yang masih merasa takut dan belum terbiasa masih saja canggung dan malu, dia berusaha menolak tapi tidak bisa lagi.


Entah apa yang sudah terjadi, yang terdengar hanya rintihan Luna dan nafas Arka yang memburu, entah bagaimana juga mereka mengawali dan mengahiri sesuatau yang masih perdana dilakukan Luna, itu adalah rahasia Luna dan Arka, setelah hampir 30 menit ahirnya semua sudah terjadi, Luna menitikan air mata, sedangkan Arka merasa sangat puas dan menang dia terlihat sangat bahagia, karena sudah menanam benih di dalam rahim orang yang sangat dicintainya sepenuh jiwa raga.


Sekalipun pada awalnya sangat susah dan membuat Luna sakit, karena Arka melakukan dengan pelan dan hati-hati, ahirnya semua lolos dan mencapai puncak bersama-sama, karena tenaga yang telah terkuras habis. Suami istri itu tertidur dengan pulas tanpa menyadari bahwa waktu terus berjalan hingga pukul 4 sore, mereka baru terbangun dan segera mandi karena hawatir telat sampai di rumah, Arka sesuci dulu sedangkan Luna masih istirahat menunggu suaminya selesai mandi.


Setelah Arka selasai mandi, maksud Luna juga langsung mau mandi, tapi dia merasakan rasa nyeri dan menghentikan usahanya untuk bangkit.


“Au!”


Mendengar istrinya yang merintih, selesai ashar, Arka mendekati Luna mencoba menolong Luna untuk bangkit karena melihat Luna yang masih merasa nyeri.


“Butuh bantuan?” Arka lagi-lagi menggendong Luna menuju kamar mandi, saat menggendong Luna dari tempat Luna berbaring dia melihat bercak darah di sprai. Hati dan perasaan Arka semakin merasa bangga dan bersyukur, karena mahkota Luna benar-benar telah dia miliki.


Luna pun bersuci dan di tunggu Arka sampai selesai, melihat Luna yang sudah baikan, Arka lega dan mengawasi saja saat Luna sholat ashar, setelah semuanya berbenah dan merapikan tempat yang berantakan serta mengganti sprai, Arka dan Luna pun keluar dari ruangan untuk pulang, Luna melihat kantor sudah mulai sepi, hanya karyawan tertentu saja yang mungkin masih menyelasaikan pekerjaan. Mereka berjalan bersama, dan Arka pun bertingkah sama, dia menggandeng tangan Luna tanpa mau dilepas lagi.


***

__ADS_1


Vote vote vote like like like, terus favoritin n kasih bintang. Itu semua sudah Author dapet dari kalian Readers tersayangnya RINDU SANG PRESDIR, terimakasih untuk semua waktu dan usaha bacanya...🖒🖒🖒


__ADS_2