RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 56


__ADS_3

Satu Bulan kemudian


Semua berjalan dengan sempurna, Rama dan Indah begitu menikmati masa pengenalan mereka sebagai pasangan yang akan melanjutkan hidup bersama dalam samudra rumah tangga.


Sisi dan dr.Zaki juga sudah bertunangan dengan di hadiri oleh keluarga dekat mereka masing-masing, dengan acara yang sederhana bagi mereka.


Setelah bertunangan Sisi kembali ke Singapura untuk menyelesaikan kuliahnya, dan akan kembali ke indonesia setelah lulus, kemudian akan menikah dan bekerja bersama dengan dr.Zaki.


Sedangkan Arka dan Luna, mereka begitu mengejar target untuk segera mendapat momongan, hingga pada ahirnya mereka berdua berkonsultasi kepada Dokter.


Promil mereka lakukan karena Dokter menyarankan untuk tidak kejar target demi kesehatan Ibu dan bayi, karena kalau terlalu sering sekalipun Arka dan Luna masih sama-sama kuat dan bahagia, itu tetap tidak diperbolehkan, yang ahirnya Luna dan Arka mengikuti saran Dokter.


Semua yang berjalan begitu baik bersamaan juga dengan pesatnya perkembangan perusahaan HJG yang semakin tenar dan begitu terkenal baik di dalam maupun diluar negeri, sepek terjang Arka yang begitu mempesona dan berani dalam memimpin perusahaan, membuat HJG semakin naik daun.


Arka yang selalu di dampingin Rama menjadi lebih sempurna, karena Rama juga cerdas dalam mengambil strategi. Luna sebagai Istri yang cerdas dan selalu mendoakan Arka mungkin menjadi salah satu kunci semakin suksesnya Arka dalam memajukan perusahaaan.


Sedangkan Alex orang kepercayaan Arka yang di minta ke kampung kelahiran Luna, sudah menelepon Arka kalau semua persiapan yang diminta Bosnya sudah selesai.


“Tua Arka, semua sudah selesai, orang suruhan saya juga sudah selesai, semua sudah fix seperti yang Tuan Arka minta.”


“Ok, terimakasih, kamu tetap di situ tetap siaga jangan sampai lengah.”


“Siap Tuan.”


***


Flashback


Alex adalah orang suruhan Arka yang di tugaskan untuk mencari lokasi yang tepat untuk membangun Resto di dekat wisata Gunung Bromo, Resto itu di bangun untuk di berikan pada Ibu mertua Arka yang sangat pintar memasak dan ingin tinggal di kampung untuk mengisi masa purnanya.


Selain Resto, Arka juga meminta Alex untuk membangun Villa sebagai tempat inap ketika ada jadwal Arka dan Luna ketika pulang kampung dan klinik umum juga klinik kesehatan Ibu dan bayi, tidak ada yang tau kalau itu punya Arka, karena meminimalisir musuh.


Sedangkan untuk memuluskan jalan pembangunan, Alex menyuruh satu bawahannya untuk membangun Restoran di lain tempat dengan mengatas namakan milik Arka Luna.


Demi mengecoh orang yang tidak bertanggung jawab, dan memang benar, Doni selalu memantau perkembangan Restoran itu. Doni tau bahwa dia sudah di kelabuhi.


Setelah semua selesai sempurna, Alex baru menghubungi Arka bahwa Tuannya sudah bisa bersiap untuk memboyong Istri dan Ibu mertuanya, atau mungkin beberapa orang yang ingin turut serta.


Lokasi rumah Bu Imah yang begitu estetik dengan ciri rumah penduduk setempat hanya di renovasi sebagian dan tidak menghilangkan bangunan lama rumah Bu Imah.

__ADS_1


Sedangkan Alex yang bekerja dengan begitu rapi, tetap siaga dengan mengajak keluarga Luna yang ada di kampung untuk bekerja sama demi memuluskan visi misinya datang ke kampung halaman istri tuannya.


Karena sudah mendapat kabar dari Alex, Arka langsung meminta Rama untuk mengkoordinasikan perusahaan dengan Pak Hari atau Papa Arka sendiri, Arka meminta Papanya untuk menghandle perusahaan selama dia dan Rama serta rombongan ada di Gunung Bromo.


Semua di koordinasikan dengan matang dan siapa saa yang ingin turut serta. Ternyata yang ikut hanya Arka, Luna, Rama, Indah dan Bu Imah, semua akan naik pesawat kemudian akan naik mobil travel untuk menuju lokasi, semua sudah di persiapkan dengan rapi dan matang.


Tidak ada kendala yang serius saat persiapan, semua barang keperluan selama satu minggu di kampung juga sudah di persiapkan, Luna dan Bu Imah yang mendapat kejutan dari Arka sangat bahagia, karena sama Arka di sesuaikan dengan waktu libur semester Luna.


Tidak ada yang tampak galau atau pun sedih, semua sangat berbahagia dengan gembira.


“Mas Arka, terimakasih atas semuanya ya..emuuah.”


“Jangan mengecupku saat siang-siang begini, Dokter menyarankan kalau kia tidak boleh sering sering memadu kasih.”


“Ah.., Mas Arka masak di kecup pipi saja tidak boleh.”


“Bukan tidak boleh, aku hanya tidak tahan ketika dekat dengan istriku yang begitu sexi dan cantik.”


“Mas Arka ada ada saja deh.”


“Di bilangi tidak percaya.”


Luna dan Arka malah seperti mendapat energi penuh, karena memang mereka tertekan dengan jadwal promil yang selama ini mereka terapkan, Luna dan Arka melepas semua jadwal promil dan saling serang satu sama lain, dengan lembut dan penuh energi hingga keduanya mencapai puncak dan dengan lenguhan dan keringat yang begitu luar biasa.


Seperti tidak pernah melakukan selama berminggu minggu, Luna dan Arka begitu bahagia dan tertawa bersama lalu berpelukan di satu selimut yang membuat mereka terbawa ke dalam mimpi yang sangat indah.


Saat Luna dan Arka sudah di dalam mimpi, tiba-tiba telepon berdering dan membuat Arka terbangun lalu mengambil Hp di atas nakas.


“Hallo Ar. Semua sudah siap kita besok langsung bisa berangkat beserta rombongan ke Gunung Bromo.”


“O..Keh. Haaawawawaa.”


“Lo kenapa Ar, jangan bilang kalau lo habis nyicil di siang yang mendung dingin ini ya!?”


“Tebakanmu benar, enak sekali suasananya bikin kita berdua saling mencari kehangatan.”


“Lo ya.”


“Jangan kamu praktekkan sama Indah, nanti dosa jadinya, kalau aku kan sudah sah.”

__ADS_1


“Kurang ajar. Lo ya.”


“Sudah dulu, aku masih capek, tadi main sampai 3 ronde.”


“Dasar lo ya, awas nanti.”


Terdengar suara tuttuttut tanda terputusnya telepon Arka, padahal Rama masih ada hal yang ingin dibicarakn, tapi karena tidak terlalu penting, ahirnya Rama tidak menyambung teleponnya kembali.


“Dasar Bos ini. Tidak tau waktu, masak jam sesibuk ini masih saja ituk itukk, ah..! sudahlah ngapain gue juga sewot, itu kan hak pribadi mereka,” Rama sewot sendiri sambil ngomel tidak jelas.


Setelah Rama menelepon Arka, dia berganti menelepon Indah, mennyakan kesiapannya ketika ke Gunung Bromo besok.


“Hallo Cinta, bagaimana kamu sudah siapkan keperluan untuk besok kita bulan madu?”


“Apaan sih Mas, salam kek atau apa kek gitu, masak telepon langsung meng Hallo saja.”


“Iya iya, maaf kan deh.., please..., maaf ya.”


“Iya, tapi apaan tadi? Mas bilang apa! Bulan madu, Ingat.., kita belum nikah, kalau Mas ada maksud tersembunyi, Indah tidak mau ikut.”


“Iya, maaf, Mas hanya bercanda kok suwer deh, hanya bercanda.”


“Awas kalau mau macam-macam.!”


“Tidak! Mas hanya butuh cintaku saat Mas ada di sana.”


“Janji.!”


“Iya janji, Mas akan pegang janji.”


“Syukurlah, Indah akan siapkan keperluan besok lagi, masih ada yang perlu Indah siapkan.”


“Ok, dada cintaku, Assalamu’alaikum..”


“Wa’alaikumsalam.”


Rama menutup teleponnya dan melanjutkan pekerjaan yang masih menumpuk, dia harus menyelesaikan sekarang, karena sore nanti dia harus ke rumah Pak Hari bersama Arka, untuk menunjukkan pekerjaan yang akan di ambil alih oleh Pak Hari selama 7 hari ke depan.


***

__ADS_1


Lama ya Up nya, maaf ya sayang sayang Readers, Author sibuk di dunia nyatanya Author, semoga masih suka dengan Bab berikutnya.., eemuuaah


__ADS_2