RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR
BAB 6


__ADS_3

Orang tua Arka masih belum tau kalau rumah tangga arka dan Selena seperti neraka, Papa Mama Arka memahami kalau Selena dan Arka adalah pasangan yang menyayangi seperti yang sering mereka lihat, karena di depan mereka Selena sangat pintar menyembunyikan keaslian rumah tangga mereka, sehingga Pak Hari dan Bu Hari masih percaya kalau Arka dan Selena hidup bahagia.


Selang beberapa menit, pelayan datang sambil membewa bebek goreng nyami lengkap dengan minum dan makanan penutupnya. Sambil menyantap makan siang mereka yang sangat terlambat, Pak hari membuka obrolan tentang rencana mencari wanita yang telah dititipi benih dari Arka. Tanpa Pak Hari tau kalau wanita itu adalah gadis yang baru menginjak usia 20 tahun, jauh lebih muda 7 tahun dari pada Arka putra tunggalnya.


“Papa akan mengerahkan anak buah Papa untuk mencari wanita itu, kita harus bergerak cepat sebelum hal buruk terjadi. Papa sudah menyuruh Borne untuk bertindak. Papa tidak mau nama baik RS. Permata Doa tercemar, apalagi keluarga kita, kalau sampai kejadian ini terbongkar, maka pihak medis akan sangat malu karena kecerobohan hal yang sepele tapi sangat fatal!”


“Iya Papa, Arka akan ikut apa yang Papa sudah putuskan.”


Ahirnya proses makan mereka selesai. Arka membayar di kasir sedangkan Pak Hari dan Bu Hari menunggu di meja makan mereka. Setelah selesai, Arka kembali ke meja makan dan bersiap untuk mengantarkan Pak Hari dan Bu Hari pulang ke rumah.


Di dalam mobil Pak Hari meminta Arka untuk menginap di rumah saja, karena jarak dari Apartemen Arka, ke rumah Pak Hari sekitar 30 Km atau bisa 2 jam jika terjebak macet.


“Arka, kamu menginap di rumah saja nak.., Mama tidak tega kalau kamu harus nyetir sendiri pulang ke Apartemenmu, kita sambil berbincang panjang, Mama kangen sama kamu, oiy bagaimana kabar Selena sampai Papa sama Mama lupa tidak menanyakan kabar istrimu itu.”


Selena baik Ma.., dia ada temu teman-temannya hari ini, jadi tidak bisa ikut jemput Mama dan Papa, Selena titip salam untuk Mama dan Papa,” Arka menarik nafas panjang sesaat setelah menjawab pertanyaan Mamanya, sepertinya Bu Isti mempunyai firasat yang tidak baik dari hubungan Arka dan Selena.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di kediaman Pak Hari, Gerbang besar nan kokoh terbuka secara otomatis, penjaga rumah lari tergopoh-gopoh untuk menyambut Pak Hari dan keluarganya.


“Maaf tuan, saya tidak tau kalau tuan akan datang malam ini, kalau tau saya akan memberi tau mak Iyem supaya masak-masak untuk tuan,” Pak Bejo berlari kecil untuk mengangakat semua barang pak Hari dan Bu Hari yang ada di bagasi mobil.


“Tidak apa Pak Bejo, memang saya yang mendadak pulang dari Korea, jadi tidak sempat mengabari Pak Bejo dan Mak Iyem.”


“O..,” Pak Bejo tetap menundukkan kepala, dia tidak berani menatap Pak Hari setiap berbiacara dengan keluarga Pak Hari.


Sampai di dalam rumah Arka langsung menuju kamarnya.


“Ma Pa, Arka ke kamar dulu ya, mau istirahat sambil menelepon Rama, karena tadi Rama sama Arka mau ketemuan di Apartemen Arka.”


“Iya silahkan,” Pak Hari dan Bu Hari serentak menjawab bersama-sama.

__ADS_1


“Hallo Rama, Assalamu”alaikum, kamu sekarang di mana? Aku di rumah Graha Mulya sekarang.”


“Wa’alaikum salam Ar, ini masih di kantor, ternyata besok pihak Angkasa Pura minta klarifikasi di kantor HJG. Kamu besok sudah bisa masuk kantor kan? Saya sudah menentukan waktu pukul 09.00 kita akan mengadakan rapat direksi kemudian lanjut klarifikasi.”


“Siap! Besok aku sudah bisa masuk, beri tau pihak Angkasa Pura bahwa kita siap untuk klarifikasi.”


“Ok, aku akan segera konfirmasi pihak Angkasa Pura.”


Arka bersiap mandi untuk menyegarkan badannya yang seharian belum tersentuh segarnya air.


Guyuran air membasahi badan Arka yang berkulit sawo matang, badannya yang tinggi kekar dan terdapat bulu halus di bagian dada, semakin menunjukkan kejantanannya.


“Ahirnya tubuhku terasa lebih segar setelah beraktivitas seharian.”


Setelah selesai mandi, Arka ke bawah menuju ruang keluarga. Di sana sudah ada Orang tua Arka yang siap dengan hidangan santap malam keluarga HJG.


"Hai nak! Ayo kita makan bersama, sudah lama Mama tidak makan bersama kamu. hari ini pasti akan terasa lengkap kalau ada Selena.


“Iya.., Papa juga kangen sama Selena lama tidak ketemu,” Pak Hari mencoba menghidupkan suasana yang terasa garing, dan belum tercipta kehangatan.


Keluarga HJG mengmang hanya punya putra tunggal Arka Jaya Kusuma, tapi sejak kecil Arka sering ditinggkal rapat atau pergi oleh Pak Hari dan Bu Hari karena meng sibuk dengan perusahaan yang di kelola secara mandiri oleh Pak Hari. Sehingga kedekatan Arka dengan orang tuanya seperti ada jarak.


Pak Hari dan Bu Hari selalu berusaha mengontrol perusahaan di bawah kendali mereka berdua. Pak Hari sebagai pimpinan utama dan Bu Hari sebagai Sekretaris yang selalu mendampingi ke mana pun Pak Hari pergi.


Setelah Pak hari merasa bahwa Arka Putra tunggalnya sudah dewasa dan mampu meminpin perusahaan HJG. Pak Hari mundur dari Pimpinan utama HJG dan fokus membuka jaringan luar negeri untuk lebih mengembangkan sayap kejayaan perusahaan HJG. Karena kemunduran Pak Hari itulah Pak hari menikahkah Arka dengan Selena, berharap Arka punya Orang spesial yang akan selalu menemani Arka dalam suka dan duka. Pak Hari tidak tau rumah tangga putra tunggalnya tidak harmonis sampai tiga tahun pernikahannya.


“Hai...! Kenapa kita semua jadi terdiam,” Bu Hari mencair suasana yang terasa kaku.


“Eh Mama. Bikin kaget saja.”

__ADS_1


“Kalian berdua ini jarang-jarang ketemu saja malah diam-diaman."


“Iya, Mama ini bikin kaget saja. Biasa lah Mam.., sebagai laki-laki itu lebih mempesona kalau lagi diam.”


“Ah Papa ini paling pintar buat cari alasan.”


Saat mereka sedang membuka suasa yang sudah mau mencair. Tiba-tiba telepon Pak Hari berbunyi.


“Hallo. Iya Borne apa kamu sudah menemukan titik terang, di mana wanita itu?”


“Maaf tuan besar. Kami belum mendapat satu pun informasi yang mengarah ke wanita yang kita cari.”


“Dasar!! Kalian begitu To***! Mencari satu wanita satu saja tidak becus! Gimana kalau 1000 wanita.”


“Iya Tuan. Kami akan berusaha mencari dan mengumpulkan segala informasi yang kami punya,” Borne mencoba meyakinkan Pak Hari agar percaya dengan tugas yang diberikannya.


“Ya sudah! Cari sampai ketemu! Kalau tidak! kalian akan tau akibatnya!” Pak Hari dengan muka yang seperti mancan mau menerkam mangsa segera menutup telepon dari Borne.


“Dasar tidak becus! Mencari satu wanita di kota yang sudah secanggih ini masih saja kesulitan.”


Arka dan Bu hari terdiam sambil melihat Pak Hari yang sudah naik darah.


“ Gimana Pa? Apa ada kabar tentang Wanita itu?”


Seperti paduan suara, Bu hari dan Arka serentak bertanya pada Pak Hari yang masih tegang sambil meremas telepon genggamnya. Pak Hari masih terdiam sambil menarik nafas dalam dalam.


“Belum Ada kabar dari si Borne, semua masih dalam pencarian. Aku heran siapa wanita itu hingga sulit dicari? seperti siluman saja.”


“Astaghfirullah Pa.., Papa ngomong apa! Masak manusia dikata siluman,” Bu hari mengingatkan suaminya agar tidak mengada ada.

__ADS_1


Tanpa permisi Arka langsung beranjak dari tempat duduknya. Dia tidak jadi ikut makan malam dan langsung masuk ke kamarnya. Ke dua orang tua Arka sangat mengerti sifat Arka yang terkadang persis seperti Papanya yang pendiam, dingin, tanpa ampun, tegas dan tidak ada basa basi. Semua hal yang dia kehendaki psti akan diraih dengan usaha yang kuat. Dan satu yang paling istimewa Arka sangat taat pada orang tuanya, karena dia tau surga dunia dan ladang pahala ada di orang tuanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Suasana kediaman Pak Hari masih diselimuti rasa hawatir dan penuh tanda tanya. Pak Hari dan Bu Hari mencoba menetralisir keadaan yang tegang dan menguras emosi itu. Sedangkan Arka karena terlalu capek dia tertidur selesai makan malam yang gagal.


__ADS_2